Me Or Your Uncle? | PART 8


Lee Hyun Ri © 2013 present
.
KyuMin’s Fanfiction
.
Me or Your Uncle?
.
Disclaimer : All Casts belong to each other, but plot and this fanfic totally Mine!
.
Rate : T+ / T to M (Maybe)
.
Warning : YAOI | OOC | Typo (es) | Bad EYD | Mainstream Idea | Bad Diction | Don’t Like, Don’t Read! | Bash, Flame, and Copast Not Allowed Here!
.
-Chapter 7B-
.
-oOoOo-
.

Sungmin menatap risih adegan interaksi Kyuhyun dan yeoja pirang di hadapannya. Apa memang begini kehidupan di negeri barat? Ah, ya tentu saja. Lihat saja yeoja pirang itu. Sedari tadi tak pernah lelah menempeli Kyuhyun. Entah kenapa, Sungmin sedikit –ya sedikit- kesal melihatnya. Ah, cemburu? Tentu bukan, Sungmin yakin ia hanya kesal saja. Kyuhyun ‘kan memang menyebalkan.

Sesekali Sungmin tampak menghela napas sepelan mungkin sembari memainkan minumannya. Sungmin tak habis pikir, kenapa Kyuhyun mau maunya meladeni yeoja manja itu. Ah, tentu saja karena Kyuhyun itu genit dan mesum ‘kan? Mana mungkin manusia mesum itu menyia-nyiakan kesempatan di gerayangi yeoja bule nan seksi seperti ini. Begitulah kira-kira isi pikiran Sungmin.

Semakin bertambah jengah, kerena Sungmin seolah seperti orang asing disini. Sedari tadi Kyuhyun dan Anne selalu berbicara dengan bahasa yang tidak Sungmin mengerti. Sial, kenapa ia harus terdampar dalam situasi seperti ini?
.
.
Tanpa Sungmin sadari, sebenarnya sedari tadi Kyuhyun melirik Sungmin geli. Rupanya sedari tadi Kyuhyun juga menyadari kalau Sungmin gelisah sendiri. Namja manis itu juga tampak gusar. Jujur saja, Kyuhyun sedikit tak tega mengabaikan Sungmin seperti itu. Namun raut wajah Sungmin saat gusar seperti ini justru semakin menambah kadar keimutannya.

Dan, mengenai yeoja bule di sampingnya ini. Jujur saja, Kyuhyun tak menyangka kalau yeoja ini serius ingin bertemu dengannya. Kyuhyun memang sempat mengenal yeoja ini saat di Jepang dulu. Anne adalah salah satu siswa dari Paris yang mengikuti program pertukaran pelajar di sekolahnya di Jepang dulu. Dan beberapa hari yang lalu Anne memang memaksa Kyuhyun ke Paris menemuinya. Kebetulan pula, keadaan juga mendukung untuk Kyuhyun berangkat ke Paris.

Mengenai cerita Kyuhyun, kalau ia berkenalan dengan yeoja itu di twitter, jelas itu berbohong. Hanya untuk menggoda Sungmin tentunya.
.
.
.
Setelah beberapa lama berbincang-bincang, ah lebih tepatnya hanya Kyuhyun dan Anne yang mengobrol sementara Sungmin hanya bisa merengut gusar, akhirnya Kyuhyun memutuskan untuk kembali ke hotel. Mendengar hal tersebut, sontak perasaan lega mengaliri benak Sungmin. Akhirnya… berakhir sudah acara kesalnya malam ini.

Melihat Kyuhyun yang sudah mulai beranjak dari tempat duduknya, bergegas Sungmin berdiri mengikuti Kyuhyun. Ah, ia sudah tak mau banyak bicara lagi. Ia sudah kapok tersesat di kota yang tak ia kenal sama sekali. Ia tak mau banyak tingkah lagi, bisa-bisa Kyuhyun malah meninggalkannya disini.

Sebelum beranjak dari sana, Sungmin tampak melirik sekilas kearah Anne, yang tampaknya tak rela melihat Kyuhyun akan pergi. Sungmin menatap Anne dengan tatapan mengejek, entah kenapa ia merasa senang sekali melihat yeoja bule itu kesal.

Tepat saat Kyuhyun dan Sungmin hendak melangkah pergi, tiba-tiba saja Anne menarik lengan Kyuhyun agar berbalik kearahnya. Tanpa di duga, Anne dengan berani mengecup pipi Kyuhyun dan berbicara dengan bahasa yang –lagi-lagi- tak Sungmin mengerti.

Sungmin semakin menatap kesal pemandangan di hadapannya. Cih, benar-benar wanita tak tahu malu. Wanita macam apa yang mencium seorang pria terlebih dahulu. Sungmin semakin merasakan kekesalannya memuncak saat dengan santainya, Kyuhyun balik mengecup pipi gadis bule itu dan membisikkan sesuatu yang –lagi-lagi- tak Sungmin mengerti apa yang mereka bicarakan.
.
.
Kyuhyun sebenarnya menyadari, Sungmin kini tampaknya mulai kesal, sejujurnya ia merasa kasihan pada namja manis ini. Ia yang membawa Sungmin kemari, namun ia malah mengabaikan keberadaan namja manis itu. Namun ia juga tak tega pada Anne jika ia mengabaikan yeoja itu.

-oOoOo-

Sepanjang perjalanan pulang, Sungmin hanya memilih diam mengabaikan Kyuhyun. Kyuhyun menghela napas sepelan mungkin, ia sadar Sungmin kini tengah bad mood. Tapi jujur saja, ia tak tahu apa sebabnya. Apa karena sedari tadi ia mengacuhkan Sungmin?

“Min? kau kenapa? Apa kau marah padaku? Aku minta maaf… lagipula, bukan salahku juga, ‘kan? Kau juga sih tidak bisa berbahasa asing,” ujar Kyuhyun tanpa dosa. Bukannya membuat Sungmin merasa terhibur, justru malah membuat namja manis itu merasa semakin kesal. Cho Kyuhyun sialan, sudah mengabaikanku masih sempat-sempatnya pula mengejekku. Batin Sungmin kesal.

“Anne tadi hanya menanyakan dimana hotel tempat kita menginap. Ia bilang kapan-kapan ia akan mampir,” ujar Kyuhyun lagi walaupun tak ada respon dari sang lawan bicara.

‘Oh, great! Kenapa tak sekalian saja kau ajak dia tinggal bersama kita di hotel’

-oOoOo-

Ini sudah hari ke lima Kyuhyun dan Sungmin berada di kota yang indah ini, dan selama itu pula, setiap kali Sungmin memaksa Kyuhyun untuk mengantarnya ke hotel tempat Siwon dan Kibum bulan madu selalu saja ada alasan Kyuhyun untuk menolaknya. Seperti halnya saat ini.

Saat ini Sungmin tampak tengah bersiap pagi-pagi buta. Ia sudah lelah dengan kelakuan menyebalkan Kyuhyun. Lebih baik ia pergi mencari Siwon saja. Ia sudah membuang begitu banyak waktu berharganya disini namun sama sekali ia belum melaksanakan niat awalnya pergi kemari, yaitu membuntuti Siwon dan Kibum.
.
Kyuhyun menatap Sungmin heran, tumben sekali namja manis yang keras kepala itu sudah rapi pagi-pagi begini.

“MiniMin? Mau kemana kau?” tanya Kyuhyun seraya menatap curiga.

“Tentu saja mencari Ahjussi. Cepat kau bersiap-siap! Antarkan aku ke hotel tempat mereka menginap! Kau ‘kan sudah janji padaku, akan mengantarku kesana!” perintah Sungmin seenaknya. Dan bukan Kyuhyun namanya jika menuruti permintaan Sungmin itu. Sampai kapan pun ia tak akan membiarkan Sungmin terus mengganggu pamannya. Ia yakin Sungmin tak benar-benar mencintai pamannya itu.

“Aku tidak mau! Eh, maksudku.. Kita ‘kan baru lima hari berada disini, kenapa tak kita nikmati dulu? Anggap saja kita sedang liburan disini. Mereka juga berbulan madu selama dua minggu ‘kan? Kita masih punya banyak waktu,” ujar Kyuhyun beralasan.

“Tapi….”

“Sudahlah, kajja kita jalan-jalan. Kau tak ingin melihat-lihat?” potong Kyuhyun seraya menyeret Sungmin cepat sebelum namja manis itu protes lagi.

-oOoOo-

Kyuhyun mendesah lega, ia pikir akan sulit membujuk Sungmin yang super keras kepala itu, tapi ternyata itu tak sesulit yang ia bayangkan. Sungmin kini tampak sibuk bermain air di pinggir pantai. Sepertinya namja manis itu sudah mulai melupakan tujuannya mencari Siwon tadi.

“Hey, Min. Bagaimana kalau kita berfoto, buat kenang-kenangan?” usul Kyuhyun tiba-tiba. Sungmin tampak berpikir sejenak, tak berapa lama kemudian ia tersenyum senang seraya mengangguk.

“Kajja!”
.
.
Kyuhyun menatap puas hasil jepretan kameranya. Bukannya ia terlalu percaya diri, hanya saja… ini serius! Ia dan Sungmin tampak sangat serasi di foto itu. Ia tampan, dan Sungmin cantik. Serasi ‘kan?

“Hey, Min, kalau dilihat-lihat, kita cocok sekali, ya? Aku tampan dan kau cantik,” Sungmin melotot tajam kearah Kyuhyun.

“Kau gila? Aku namja!” ujar Sungmin kesal. Seenaknya saja mengatakan ia cantik.

“Ya, ya terserah kau saja. Lalu? Bagaimana? Kau mau menyimpan foto ini?” tawar Kyuhyun.

“Hmm… boleh juga. Buat kenang-kenangan, belum tentu nanti aku bisa kemari lagi, ‘kan?” ujar Sungmin seraya mengirim foto tersebut dari ponsel Kyuhyun.

“Kata siapa kita tak bisa kesini lagi? Nanti kalau kita menikah, aku juga bisa membawamu kemari lagi… untuk bulan madu tentunya,” ujar Kyuhyun seraya menyeringai mesum.

“Mwo? Bermimpi saja kau! Aku tidak mau menikah denganmu!” sungut Sungmin diiringi gelak tawa Kyuhyun.

“Kyuhyun!”

Kyuhyun dan Sungmin sontak beralih menatap ke sumber suara. Sesosok gadis pirang yang Sungmin sangat ketahui bernama Anne itu tampak berlari kecil menuju tempatnya –ah lebih tepatnya- tempat Kyuhyun berdiri.

Tanpa sadar Sungmin mendengus kesal. Lagi-lagi yeoja itu. Entah kenapa Sungmin benar-benar tak suka melihat tingkah manja yeoja itu. Bukan, bukan karena ia cemburu, kok. Benar, ia tidak cemburu. Hanya saja… eum.. hanya saja. Pokoknya Sungmin kesal!

“Hey, Anne,” sapa Kyuhyun ramah. Sungmin melirik sinis kedua orang tersebut. Kenapa yeoja bernama Anne itu harus muncul lagi, sih?

“Kyuhyun-ah, kau sedang apa disini?” tanya Anne dengan aksen Korea yang cukup fasih. Sungmin membelalakan matanya tak percaya. Jadi… wanita bule ini bisa berbahasa Korea? Lalu kenapa malam itu ia berbicara dengan bahasa asing? Apa ia sengaja agar Sungmin tak mengerti apa yang mereka berdua bicarakan?

“Eh, aku sedang jalan-jalan dengan Sungmin. ya, hitung-hitung menghabiskan waktu sebelum kami pulang ke Korea. Iya, ‘kan, Min?” ujar Kyuhyun seraya menyenggol pelan lengan Sungmin. Tampaknya kali ini Kyuhyun ingin Sungmin juga ikut dalam obrolan mereka.

“N..ne,” jawab Sungmin singkat. Namun tampaknya Anne tak tertarik. Yeoja itu hanya menatap sekilas pada Sungmin, kemudian dengan cepat beralih menggamit lengan Kyuhyun.

“Benarkah? Kalau begitu kalian bisa jalan-jalan denganku. Aku tahu tempat-tempat menarik,” ujar Anne cepat. Sebelum Kyuhyun dan Sungmin menjawab, tanpa aba-aba Anne bergegas menarik lengan Kyuhyun, dan berjalan lebih dulu daripada Sungmin.

‘Tempat ini jauh lebih bagus jika tak ada kau disini,’ batin Sungmin kesal.

-oOoOo-

Lagi-lagi kejadian seperti ini kembali terulang. Berulang kali ia kehilangan jejak Kyuhyun dan Anne yang memang berjalan di depannya. Sebenarnya sempat beberapa kali Kyuhyun ingin menarik tangan Sungmin agar menyejajarnya langkahnya dengan ia dan Anne, namun Sungmin yang sudah terlanjur kesal, dengan kasar menolaknya.

Kesabaran Sungmin sudah habis kali ini. Ia sudah seperti pengawal pribadi saja, mengikuti kemana pun Kyuhyun dan Anne melangkah. Sungguh ia sudah muak.

“Kyu, aku mau kembali ke hotel!” ujar Sungmin tiba-tiba. Kyuhyun berbalik kearah Sungmin dan menatapnya heran.

“Wae, Min? bukankah kau ingin jalan-jalan?” tanya Kyuhyun bingung.

“Apa kau lapar?” tanya Kyuhyun lagi.

“Ani… aku hanya ingin kembali ke hotel saja,” ujar Sungmin gusar. Terlebih saat ini Anne tengah menatapnya tajam. Ada apa dengan gadis itu?

“Baiklah, aku—”

“Ah, Kyu! Bisakah kita kesana sebentar? Aku ingin mencari minuman, aku haus,” potong Anne cepat. Belum sempat Kyuhyun merespon, bergegas yeoja itu menarik cepat lengan Kyuhyun ke tengah-tengah keramaian.

Sungmin menunduk letih. Lagi-lagi ia di abaikan seperti ini. Dengan kesal Sungmin kembali melangkahkan kakinya bermaksud mengikuti Kyuhyun. namun…

DEG

“Dimana Kyuhyun?” Sungmin menatap sekelilingnya gusar. Terlalu banyak orang berlalu lalang disini. Dan lagi, ia sama sekali tak hapal daerah ini. Kemana Kyuhyun? tak ayal, Sungmin pun mulai panik. Ingin bertanya ke orang-orang di sekitarnya, tapi ia sama sekali tak bisa bahasa inggris. Mau nekad berjalan, bisa-bisa ia kesasar. Apa yang harus ia lakukan sekarang? hari sudah mulai sore, bagaimana caranya ia pulang?
.
.
.
Hari ini Kyuhyun merasa cukup senang. Bertemu teman lama seperti Anne, ternyata cukup menyenangkan juga. terlebih Anne juga tahu tempat-tempat menyenangkan disini. Jadi ini benar-benar terasa seperti liburan. Lagipula, Sungmin pasti juga suka dengan tempat-tempat yang sedari tadi di tunjukan Anne. Kyuhyun tersenyum kecil, dan menoleh ke belakang, namun…

“Sungmin?” Kyuhyun menatap bingung ke sekitarnya. Ia sangat yakin tadi Sungmin masih berada di belakangnya. Tapi sekarang? kemana dia?

“Kenapa, Kyu?”

“Sungmin. tadi aku yakin dia ada di belakang kita,” ujar Kyuhyun panik.

“Mungkin… mungkin dia sedang melihat-lihat di sekitar sini. Siapa tahu ada yang membuatnya tertarik di sekitar sini,” ujar Anne santai berusaha menenangkan Kyuhyun yang tampaknya mulai kalut.

“Tidak, tidak mungkin! Sungmin sama sekali tak tahu daerah ini. Dia bisa tersesat lagi. Astaga, bodoh sekali aku, Sungmin hanya punya aku disini,” ujar Kyuhyun seraya berbalik mencoba mencari Sungmin di tempat terakhir kali mereka berbicara tadi.

“Mungkin Sungmin kembali ke hotel, Kyu. Dia bilang dia ingin kembali ke hotel, ‘kan?” ujar Anne. Kyuhyun tampak berpikir sejenak.

“Kau benar. Aku akan kembali ke hotel memastikannya. Semoga saja ia tak benar-benar tersesat,” ujar Kyuhyun seraya melangkah cepat menuju hotel tempatnya menginap diiringi Anne yang mengikuti di belakangnya.

.
.
.
Sungmin melirik gusar jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya. Sungmin menatap nanar ponselnya yang kini lowbatt. Bagaimana bisa disaat keadaan seperti ini ponselnya malah mati.

Titik-titik air terasa menyapa wajah Sungmin. Sontak Sungmin menadahkan wajahnya menatap langit. Rintik hujan sudah mulai turun, udara juga semakin dingin namun Sungmin masih juga belum menemukan jalan pulang.

BYURR

Sungmin terkesiap saat

Tiba-tiba saja hujan mengguyurnya. Bergegas Sungmin berlari mencari tempat berlindung. Tubuhnya telah menggigil saat ini.

-oOoOo-

Kyuhyun benar-benar terlihat kalut saat ini, di sampingnya kini Anne tampak terdiam tak berani membuka suara.

“Ini semua salahku, andai saja tadi aku tak mengacuhkannya,” ujar Kyuhyun sarat akan penyesalan.

Ini sudah hampir malam, dan Sungmin belum juga kembali. Tadi, saat pertama kali sampai ke hotel ini, Kyuhyun bergegas menjelajahi seluruh kamar hotel yang ia sewa ini, namun tanda-tanda keberadaan Sungmin sama sekali tak ia temukan. Bahkan hingga kini, Sungmin masih belum kembali. Ia sudah berkeliling mencari di tempat ia, Sungmin, dan Anne jalan-jalan tadi, namun nihil. Sungmin sudah tak berada disana.

Tak peduli hujan yang mulai membasahinya kini, Kyuhyun masih saja tak putus asa berharap tiba-tiba saja Sungmin muncul di hadapannya.

“Kyu, lebih baik kita kembali ke hotel dulu. Kau bisa sakit jika terus begini,” ujar Anne yang jujur saja mulai tak tega melihat Kyuhyun seperti ini. Biar bagaimana pun ia sadar, kalau ini juga salahnya. Jika saja ia tak terus-terusan menempeli Kyuhyun, Sungmin tak akan hilang begini. Tak dapat di pungkiri, Anne juga sedikit cemburu melihat Kyuhyun yang begitu perhatian pada Sungmin.
.
.
.
Sungmin tersenyum lemah saat foxy-nya menatap bangunan megah yang ia hapal betul adalah hotel tempatnya menginap. Syukurlah tadi saat ia tersesat, ada orang yang berbaik hati mau menunjukannya arah kemari walaupun ucapan Sungmin benar-benar tidak jelas, untung saja orang itu mau mengerti dan bersedia memberikannya petunjuk dengan sabar.

Dengan lemah, Sungmin mulai berjalan menuju ke dalam hotel tersebut. Kepalanya terasa sangat berat. Rasanya seperti ada beban ribuan ton yang kini tengah menghantam kepalanya.

“Aku benar-benar rindu Korea…”

-oOoOo-

Anne membopong tubuh Kyuhyun yang mulai lemah. Daya tahan tubuh namja Cho itu memang tergolong lemah, terkena hujan seperti ini saja bisa membuatnya langsung sakit. Terlebih saat ini Kyuhyun benar-benar sedang kalut. Semakin memperburuk keadaannya saja.

“Lebih baik kau istirahat dulu, aku yakin Sungmin akan baik-baik saja.”
.
.
.
Tinggal satu belokan lagi, tepat di lorong di depannya, ia akan sampai di kamar hotelnya. Namun saat langkahnya tinggal sedikit lagi, Sungmin terkesiap dan tanpa sadar mematung di tempatnya. Pemandangan di hadapannya itu, entah kenapa membuat hatinya terasa seperti di cubit. Disana, di depan pintu kamar hotelnya, Kyuhyun dan Anne tampak sedang berpelukan mesra.

“Sepertinya seharusnya aku tak usah kembali saja, ya?”
.
.
“Gomawo, Anne,” ujar Kyuhyun seraya memeluk Anne. Hanya pelukan persahabatan. Tak lebih. Mereka memang sudah terbiasa seperti ini. Tak hanya dengan Anne, dengan teman-temannya di Jepang pun juga begini.

Anne memilih untuk pulang ke rumahnya karena ini memang sudah malam. Setelah memastikan kalau Kyuhyun masuk ke dalam kamarnya, bergegas Anne pergi dari sana.

-oOoOo-

Sungmin tampak merenung menatap taman yang berada di area hotel tempatnya menginap ini. Tubuhnya semakin menggigil. Hujan memang sudah reda sedari tadi, namun udara masih tetap terasa dingin, terlebih lagi Sungmin belum berganti pakaian sedari tadi.

Bayangan kejadian saat Kyuhyun dan Anne berpelukan tadi kembali berputar di benaknya.

“Pasti mereka sekarang mereka sedang berbuat mesum. Huh, mereka memang cocok sekali,” cibir Sungmin pelan seraya berusaha menahan kepalanya yang semakin terasa pusing.
.
.
Kyuhyun memakai mantelnya dengan tergesa. Begitu menyadari hujan yang rupanya telah reda, bergegas Kyuhyun beranjak dari lamunannya. Dia harus segera mencari Sungmin.

Kyuhyun berjalan cepat menyusuri lobi hotel tersebut. Matanya sesekali menatap awas setiap sudut area hotel tersebut.

Kyuhyun berusahan menajamkan penglihatannya saat samar-samar matanya menangkap sesosok namja manis yang tengah duduk sendirian sembari menyandarkan tubuhnya di bangku taman tersebut.

DEG

“Sungmin…”
.
.
.
Kyuhyun mendesah lega. Ternyata benar. Namja yang tengah tertidur sembari menahan dingin itu adalah Sungmin. Hati Kyuhyun mencelos melihat Sungmin seperti ini.

“Kenapa kau tidak langsung ke kamar, heum? Kau marah padaku?” lirih Kyuhyun seraya mengusap lembut wajah Sungmin yang tampaknya kini mulai terganggu dengan aktivitas Kyuhyun. Perlahan Sungmin mulai mengerjapkan matanya pelan.

“Kyuhyun?”

“Kau sedang apa disini? Kenapa tidak langsung ke kamar, eoh?” ujar Kyuhyun dengan nada tinggi. Sontak kilasan saat ia melihat Kyuhyun dan Anne berpelukan tadi kembali merebak di pikiran Sungmin. Sungmin menatap Kyuhyun sinis.

“Bukankah seharusnya kau senang aku tak kembali? Kau ‘kan jadi punya banyak waktu untuk menghabiskan waktu dengan wanita bulemu itu,” ujar Sungmin sinis tanpa mau menatap Kyuhyun.

“Apa maksudmu?”

“Apa? Aku benarkan? Kau memang senang ‘kan kalau aku tak kembali? Kalian jadi bisa leluasa berduaan,” ujar Sungmin lagi.

“Aku tak mengerti apa maksudmu. Sekarang lebih baik kau kembali ke kamar dan beristirahat,” ujar Kyuhyun berusaha menekan emosinya mendengar kata-kata Sungmin yang terkesan menyindirnya itu.

“Kau pikir aku mau tidur di tempat tidur bekas kalian berdua?”

“Cukup Choi Sungmin! aku tak mengerti apa yang kau katakan!” ujar Kyuhyun marah. Ia juga lelah hari ini, bukan hanya Sungmin. Dan kini Sungmin malah memancing emosinya.

“Hiks…”

Kyuhyun mengerjap tak percaya menatap Sungmin yang kini mulai terisak. Ada apa dengan Sungmin hari ini?

“M-Min… aku… aku minta maaf, sungguh aku tak bermaksud membentakmu tadi. Aku hanya lelah hari ini, mianhae…” ujar Kyuhyun lembut. Ini pertama kalinya ia berlaku selembut ini pada seseorang.

“Aku membencimu… aku benci di abaikan. Kau tak mau mengantarku pada Ahjussi, tapi kau juga mengabaikanku. Aku membenciheeumphhh—”

Semua ini begitu tiba-tiba, Sungmin mengerjapkan matanya tak percaya saat tiba-tiba saja sesuatu yang lembut dan basah kini tengah bermain liar di bibirnya. Kyuhyun menciumnya! Mengabaikan Sungmin yang kini mematung, Kyuhyun terus menjelajah bibir Sungmin. Ia menyesap lembut bibir tersebut. Sesekali ia menggigit kecil bibir Sungmin, membuat sang empunya tanpa sadar melenguh pelan. Permainan bibir Kyuhyun begitu lembut hingga membuat Sungmin terlena. Sungguh, ia benar-benar tak habis pikir. Lagi-lagi Kyuhyun mencuri ciumannya, dan yang lebih parahnya lagi ia justru menikmatinya.

Perlahan Kyuhyun melepaskan tautan bibir mereka. Ia menatap Sungmin dalam, membuat semburat merah muncul di pipi Sungmin. Sungmin membuang pandangannya tanpa mau melirik Kyuhyun.

“Tidak ada yang mengabaikanmu, Min… sekarang lebih baik kau istirahat saja. Kau sedikit demam,” ujar Kyuhyun dan tanpa aba-aba langsung menggendong tubuh Sungmin ala bridal. Sungmin terbelalak kaget. Apa-apaan ini?

“Y-ya! Aku masih bisa jalan sendiri! Turunkan aku!” ujar Sungmin panik.

“Diamlah, Min. Atau aku akan menciummu di depan seluruh penghuni hotel ini!”

-oOoOo-

Sungmin menatap kamar hotelnya ini dengan pandangan menyesal. Ya, ia menyesal telah menuduh Kyuhyun yang tidak-tidak. Tempat tidur terlihat masih serapi tadi pagi, tidak ada aroma –ehem- aneh juga. Berarti Kyuhyun dan Anne tidak melakukan apa-apa tadi.

“Mandilah, Min, aku sudah menyiapkan air hangat,” ujar Kyuhyun. Menyadari Sungmin tak beranjak dari tempatnya, Kyuhyun kembali berbicara.

“Berhentilah berpikiran negative tentangku, Min. Aku dan Anne tak melakukan apa pun yang kau pikirkan itu. Sekarang sebaiknya kau mandi,” titah Kyuhyun.

“Mianhae, Kyu,” gumam Sungmin sebelum akhirnya menghilang di balik pintu kamar mandi, meninggalkan Kyuhyun yang kini tengah tersenyum penuh arti.

-oOoOo-

Siwon tampak berusaha meredam amarahnya. Baru seminggu ia berbulan madu dengan Kibum, tiba-tiba saja datang gangguan dari Korea. Tak hanya Siwon yang tengah marah. Kibum pun juga berusaha menahan emosinya saat ini.

Baru saja mereka berdua mengecap indahnya bulan madu, sekarang datang lagi gangguan. Benar-benar menyebalkan.

“Aku akan menghubungi Kyuhyun,” ujar Siwon pada Kibum.
.
.
Kyuhyun menatap Sungmin yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan tatapan tajam disertai seringai memuakan. Baru saja Sungmin merasa kalau Kyuhyun itu orang yang baik, dan kini iamenyesal telah berpikir begitu. Sekali mesum tetaplah mesum!

“Tak bisakah kau berhenti memandangiku seperti itu?” ujar Sungmin ketus seraya mengeringkan rambutnya yang masih basah.

“Kau tahu, Min? kau terlihat seksi saat rambutmu basah seperti itu. Aku merasa seperti sedang bulan madu denganmu,” ujar Kyuhyun seraya menyeringai.

“Ya! Diamlah. Kau membuatku takut,” dengus Sungmin.

“Kau tadi menikmati ciumanku, dan sekarang kau bilang kau takut padaku? Yang benar saja Cho Sungmin?”

“Berhentilah membicarakan hal itu, Cho-ssi! Dan satu lagi, namaku Choi Sungmin!” ujar Sungmin geram. Penyakit Kyuhyun yang suka menggodanya rupanya telah kembali.

“Sudahlah, lebih baik kita tidur saja, aku lelah sekali, MinniMin,” ujar Kyuhyun seraya mendorong Sungmin ke tempat tidur dan memeluknya erat.

“Y-ya! Cho Kyuhyun! lepaskan aku!”

“Shireo! Aku ingin tidur sambil memelukmu,” bantah Kyuhyun. Namun bukannya tidur, Kyuhyun justru sibuk menyesap wangi memabukan yang menguar dari tubuh Sungmin. Jujur saja, Sungmin begitu gugup saat ini, namun…

Drrt… Drrt…

“Ck! Mengganggu saja!” ujar Kyuhyun geram seraya menyambar ponselnya yang berada di meja nakas.

“Waeyo, Hyung?”

Sungmin menatap Kyuhyun heran. Apa itu Siwon Ahjussi?

“M-Mwo? K-kenapa cepat sekali?”

‘…’

“Ne… Arra…”

Sungmin mengerut heran, saat ini wajah Kyuhyun tampak memucat. Apa yang terjadi?

“Kajja, bereskan barang-barang kita, Min. Besok Siwon Hyung dan Kibum Hyung akan pulang ke Korea dengan penerbangan paling pagi,” ujar Kyuhyun panik. Sungmin membelalakan matanya kaget.

“Mwo? Apa yang harus kita lakukan sekarang? Ahjussi bisa membunuhku jika tahu aku mengikutinya hingga kemari,” ujar Sungmin tak kalah panik.

“Kita pulang sekarang. Semoga saja masih ada penerbangan ke Korea malam ini.”

-oOoOo-

Kyuhyun membopong tubuh Sungmin yang kini separuh tertidur. Jelas saja Sungmin kelelahan. Mereka menghabiskan waktu selama enambelas jam lebih perjalanan, terlebih lagi kondisi Sungmin juga kurang baik.

Begitu taksi yang mereka tumpangi tadi sampai di depan rumah keluarga Choi, bergegas Kyuhyun membopong Sungmin masuk ke dalam rumah. Mereka masih punya waktu istirahat. Kemungkinan Siwon dan Kibum tiba tengah malam nanti. Jadi Kyuhyun juga bisa mempersiapkan kebohongan yang akan ia pakai sebagai alasan nanti.
.
.
Kyuhyun merebahkan tubuh Sungmin di tempat tidurnya. Kyuhyun yang merasa tak bisa membendung rasa lelahnya pun akhirnya juga tertidur di samping Sungmin.

-oOoOo-

Tak mempedulikan rasa lelah yang telah memuncak, Siwon dan Kibum yang baru saja tiba di rumah mereka, bergegas berjalan menuju kamar Kyuhyun. Namun nihil, tak ada Kyuhyun disana. Tak mendapati Kyuhyun, Siwon dan Kibum pun beralih menuju kamar Sungmin.

Siwon dan Kibum tampak terkesiap melihat pemandangan di hadapan mereka ini. Kyuhyun dan Sungmin tampak tidur berdampingan. Namun bukan itu permasalahan yang sebenarnya.

“Cho Kyuhyun! Choi Sungmin!” ujar Siwon tegas hingga membuat Kyuhyun dan Sungmin terbangun kaget.

“H-hyung/Ahjussi…”

“Ahjussi sudah pulang?” tanya Sungmin gugup. Siwon dan Kibum kini menatap mereka tajam. Sungmin yang menyadari bahwa ia dan Kyuhyun tadi tidur berdua sontak menjadi panik. Apa siwon akan marah?

“A-ahjussi… aku dan Kyuhyun tidak melakukan apa-apa, kok. Aku juga tidak tahu kenapa si mesum ini tidur disini,” ujar Sungmin takut-takut.

“Bukan itu yang menjadi permasalahannya Choi Sungmin,” ujar Siwon tegas. Kyuhyun sendiri tampak begitu tenang. Sedangkan Kibum sedari tadi sibuk menatap Kyuhyun garang.

“Kemarin aku mendapat telepon dari sekolah kalian,” ujar Siwon serius. Kyuhyun dan Sungmin tampak terkesiap. Dari sekolah?

“Dan aku cukup terkejut dengan apa yang mereka katakan. Mereka bilang sudah seminggu kalian tidak masuk tanpa keterangan. Kemana saja kalian?”

DEG

TBC

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s