Kyuhyun Wants a Baby | YAOI | 2


A KyuMin Fanfiction © 2013

.

Title : Kyuhyun Wants a Baby

.

Rate : T to M

.

Disclaimer : I just own the Story. All casts are not Mine.

.

Warning : YAOI | Bad EYD | Mainstream idea | Typo(s) | OOC

.

Don’t Like Don’t Read!

.

Bash, Flame, Siders, Copy-paste, or Plagiat are not allowed here!

.

enJOY~

.

-oooo-

 

PART 2

 

Ini sudah lima hari berlalu sejak Sungmin memilih untuk pisah kamar dengan Kyuhyun. Dan selama itu pula Kyuhyun selalu uring-uringan. Tak jarang ia membentak para pegawainya tanpa sebab. Terlebih lagi, sumber kemarahannya aka Lee Donghae sedang cuti saat ini. Tunggu saja kau Donghae, begitu kau selesai dari masa cutimu, bersiaplah menghadapi amarah sang Raja Evil.

 

“Min… apa kau masih marah padaku?” tanya Kyuhyun saat melihat Sungmin tengah berdiri di hadapannya. saat ini Kyuhyun baru saja pulang bekerja. Tubuhnya letih, ia sungguh tak sanggup jika harus melihat kemarahan Sungmin lagi di rumah.

 

“Kyu… aku… aku mau minta maaf,” ujar Sungmin seraya tertunduk lesu. Jujur saja Sungmin merasa bersalah pada sosok namja yang ia cintai itu. Kyuhyun begitu bersabar menghadapinya, dan itu membuat Sungmin semakin merasa bersalah.

 

“Kau untuk apa minta maaf, Min? aku yang salah, harusnya aku yang minta maaf,” sanggah Kyuhyun. perasaan Kyuhyun seketika menjadi lega. Ternyata Sungmin sudah memaafkannya. Ia pikir ia masih harus bertahan hingga dua hari ke depan.

 

Ani… ani… aku yang salah. Seharusnya aku tak semarah itu padamu, aku…”

 

“Sudahlah, Min. aku tak pernah marah padamu. Lebih baik sekarang kau temani aku tidur. Aku lelah sekali, karena beberapa hari ini tak tidur.”

 

-oOo-

 

Kyuhyun menatap kesal sesosok namja kelewat tinggi yang dengan seenaknya masuk ke kantornya itu. Tamu tak di undang bernama Shim Changmin itu datang bersama putrinya yang baru di lahirkan seminggu yang lalu itu dan dengan bangganya memamerkan putrinya yang cantik itu di hadapan Kyuhyun.

 

“Kyu, kau lihat putriku cantik sekali, bukan? Ia pasti mewarisi gen-ku,” ujar Changmin bangga, yang jelas saja membuat Kyuhyun semakin geram.

 

‘Berusaha membuatku iri, eoh? Selamat kau berhasil membuatku ingin menghajarmu saat ini juga.’ Batin Kyuhyun.

 

“Ya, kau benar Luna memang cantik. Tapi ku rasa ia bukan mewarisi gen-mu. Dia pasti lebih mewarisi gen dari Vic noona,” ujar Kyuhyun sinis tanpa mempedulikan cengiran Changmin.

 

Ya! Shim Changmin! Kau sengaja ‘kan kemari untuk memanas-manasiku? Kau sengaja membuatku iri, ‘kan?” dengus Kyuhyun seraya mengambil dokumen-dokumen yang harus ia tanda tangani.

 

“Hey, Kyu, aku heran kenapa hingga kini kau dan Sungmin belum juga punya anak. Jangan-jangan…” Changmin sengaja menggantungkan kalimatnya. Kyuhyun seketika menghentikan kegiatannya dan menatap Changmin tajam.

 

“Jangan-jangan kau mandul, ya, Kyu?”

 

CTAK

 

“Jangan asal bicara kau, Shim Changmin! Kau tidak tahu saja kalau benihku paling unggul!” ujar Kyuhyun tak terima. Enak saja tiang listrik itu mengatainya mandul!

 

Mian… aku ‘kan hanya menduga-duga, habis hingga kini kau belum juga mempunyai anak. Aku saja,  hanya butuh waktu tiga bulan untuk membuat Victoria hamil,” ujar Changmin bangga. Kyuhyun mendengus kesal.

 

“Bagaimana bisa aku membuat Sungmin hamil jika Sungmin saja menolak jika ku sentuh,” ujar Kyuhyun lirih. Changmin tersentak tak percaya.

 

“Jadi… jadi kau belum pernah menyentuh istrimu sama sekali selama hampir tujuh bulan?” seru Changmin tak percaya. Sekuat tenaga namja kelewat tinggi itu menahan tawanya saat menyadari raut wajah Kyuhyun yang mulai kesal saat ini.

 

Mian..mian… lalu? Kau hanya diam saja saat ia menolak memberimu jatah?” tanya Changmin penasaran.

 

“Tentu saja tidak! Aku sudah melakukan berbagai cara untuk membujuknya, mulai dari bicara baik-baik, merayu, hingga mengajaknya menonton blue film. Namun semuanya gagal,” ujar Kyuhyun lemas.

 

Changmin menatap Kyuhyun takjub. Ia sungguh tak menyangka nasib sahabatnya ini sebegini mirisnya. Bagaimana bisa pria normal seperti Kyuhyun tahan tidak menyentuh istrinya yang -harus Changmin akui- montok itu.

 

“Ehem, begini, Kyuhyun-ah, kau tahu tidak jika malam pertamaku dan Victoria tidak kami lakukan secara sadar,” ujar Changmin lamat-lamat. Kyuhyun tampak mengernyit heran.

 

“Apa maksudmu?”

 

“Maksudku, saat malam pertama dulu, aku dan Vicky tidak melakukannya secara sadar. Kami melakukannya di bawah pengaruh obat perangsang,” ujar Changmin pelan. Kyuhyun tampak terbelalak kaget.

 

“O-obat perangsang?”

 

Changmin mengangguk mantap, “Benar, tidak ada salahnya ‘kan jika kau coba. Mungkin awalnya Sungmin akan marah. Namun aku jamin, kau akan cepat punya anak, karena bisa di pastikan kau akan ‘menghajar’ Sungmin habis-habisan semalam penuh,” ujar Changmin seraya menyeringai mesum.

 

-oOo-

 

Kyuhyun menyeringai menatap sebuah botol mungil di tangannya. Tadi Changmin yang memberinya obat tersebut. tak ada salahnya ‘kan jika ia mencobanya? Ah, ia sungguh tak sabar.

 

“Kyu… ada apa ini? Kenapa kau menyiapkan acara makan malam seperti ini?” tanya Sungmin bingung saat melihat Kyuhyun yang tengah sibuk berkutat menatap meja kecil di halaman belakang rumahnya. Makanan yang di pesan Kyuhyun telah tiba sejak setengah jam yang lalu. Tinggal mempersiapkan hiasan-hiasan di atas meja, maka semua akan selesai.

 

Cha, sudah selesai. Kajja, kemari, chagi…” ujar Kyuhyun lembut. Dengan kaku Sungmin mulai berjalan mendekati Kyuhyun. Kyuhyun dengan cekatan menarik sebuah kursi untuk tempat duduk Sungmin. Sungmin sedikit tersipu dengan perlakuan romantis Kyuhyun malam ini. Entah ada angin apa suaminya yang tampan itu bisa seromantis ini.

 

“Aku  sengaja mempersiapkan semua ini sebagai ucapan terimakasihku karena telah memaafkanku,” ujar Kyuhyun seraya tersenyum manis. Tak ayal, Sungmin merasa meleleh saat ini.

 

Gomawo, Kyu…”

 

“Sama-sama, sayang,” jawab Kyuhyun seraya menyodorkan sepiring makanan pada Sungmin. dengan lahap Sungmin mulai menyantap makanannya, Kyuhyun tersenyum senang, tampaknya saran dari Changmin kali ini akan berhasil. Sekuat tenaga Kyuhyun berusaha menahan seringainya. Makanan sudah, sekarang tinggal minuman. Di minuman ini ‘lah Kyuhyun mencampurkan obat perangsang yang ia dapatkan dari Changmin.

 

Tinggal memastikan bahwa Sungmin meminum minuman ini, maka semua usahanya akan berhasil.

 

“Min, ini, minumlah,” ujar Kyuhyun seraya menyodorkan segelas minuman berwarna merah pekat ke hadapan Sungmin. dengan senyum polosnya, Sungmin meraih gelas itu. Tinggal selangkah lagi, maka Sungmin akan…

 

PRANG

 

Kyuhyun menatap nanar gelas minuman yang terjatuh itu. pupus sudah harapannya. Kenapa keadaan sama sekali tak pernah mendukungnya, sih?

 

“Ah, mianhae, Kyu. Sepertinya tanganku terlalu berkeringat sehingga gelasnya jatuh, aku minum punyamu saja, ya?” ujar Sungmin seraya menggapai gelas Kyuhyun tanpa mempedulikan raut wajah Kyuhyun yang terlihat begitu nelangsa.

.

.

Sungmin menatap was-was saat Kyuhyun menyodorkan segelas minuman berwarna merah pekat kearahnya. Sejujurnya ia tahu rencana Kyuhyun. secara tak sengaja, ia melihat saat Kyuhyun mencampurkan minuman tersebut dengan sebuah serbuk yang Sungmin sangat tahu, kalau itu adalah obat perangsang.

 

Maka dari itu dengan sengaja Sungmin menjatuhkan gelas tersebut. dan jelas, ‘kan? Raut sendu sangat terlihat di wajah Kyuhyun semakin terlihat saat gelas itu jatuh. Semakin kuatlah rasa curiga Sungmin.

 

‘Mianhae, Kyu, lagi-lagi aku mengecewakanmu,’

 

-oOo-

 

Sedari makan malam kelar tadi, Kyuhyun sama sekali tak membuka suaranya. Semua keromantisannya mendadak menguap entah kemana. Jujur saja Sungmin merasa hatinya begitu nyeri saat Kyuhyun mengabaikannya seperti ini. Terlebih lagi Kyuhyun terlihat begitu sedih.

.

.

“Astaga… susah sekali… apa aku memang tidak di takdirkan untuk menjadi ayah? Apa aku salah jika aku menginginkan kehadiran anak di tengah-tengah kehidupan rumah tangga kami?” gumam Kyuhyun. di saat tak ada Sungmin seperti ini ‘lah baru ia berani menggerutu mengungkapkan semua unek-uneknya.

 

Namun tanpa ia sadari sosok namja manis bernama Sungmin kini tengah memperhatikannya seraya tersenyum sendu.

 

-oOo-

 

Sungmin menatap Kyuhyun yang tengah tertidur lelap seraya memeluknya erat. Sedari tadi Sungmin tak bisa tidur.  Jujur saja, Sungmin juga ingin sekali memiliki anak dari Kyuhyun. ia juga sangat mendambakan kehadiran seorang anak, bukan hanya Kyuhyun.

 

Mian, Kyu… aku hanya masih belum bisa menghilangkan rasa takutku,” ujar Sungmin seraya menyingkirkan helaian anak rambut yang bertengger di kening suami tampannya.

 

“Dulu aku sudah pernah bilang ‘kan kalau aku belum siap, bahkan aku tak berani menerima lamaranmu saat itu. namun kau memaksaku, dan bilang kalau kau rela menunggu hingga aku siap memiliki anak,” ujar Sungmin seraya tersenyum hangat saat mengingat masa-masa saat ia dan Kyuhyun berpacaran dulu. Kyuhyun adalah cinta pertamanya. Dan ia begitu bahagia saat Kyuhyun melamarnya. Hanya satu masalahnya, ia hanya belum siap mengalami yang namanya malam pertama!

 

FLASHBACK

 

Hari ini adalah hari pernikahan Ryeowook, adik Sungmin. Ryeowook memang menikah lebih dulu dari Sungmin, karena Yesung —suaminya- harus segera ke luar negeri dan ia tak mau pergi tanpa membawa Ryeowook. Maka dari itu, pernikahan mereka di selenggarakan lebih cepat.

.

.

Malam ini Sungmin tak bisa tidur. Ia berjalan keluar kamarnya menuju dapur. Namun seketika Sungmin menghentikan langkahnya saat telinganya mendengar suara-suara lirih dari kamar Yesung dan Ryeowook. Dengan ragu Sungmin mulai melangkahkan kakinya menuju pintu kamar mereka.

 

‘Sshh… Sa-Sakit, Hyung…’

 

Sungmin tercengang. Bukankah itu suara Ryeowook? Kenapa dia seperti kesakitan begitu?

 

‘Sstt… tenang, baby… sedikit lagi…’

 

‘Ugghh.. Appo, Hyung…Hiks,’

 

Sungmin mulai meringis ngeri saat mendengar suara isakan Ryeowook. Suara Ryeowook terdengar begitu kesakitan. Apakah melakukan ‘itu’ memang akan sesakit itu?

 

‘Aaaa… Sakit, Hyung…’

 

‘Omo! Berdarah,’ kali ini suara Yesung ‘lah yang terdengar. Sungmin tidak kuat lagi. Ia seperti bisa merasakan kesakitan Ryeowook. Tak sanggup berlama-lama, bergegas Sungmin pergi dari sana tanpa menyadari kalau suara kesakitan Ryeowook kini telah berubah menjadi lenguhan-lenguhan nikmat.

 

FLASHBACK END

 

-oOo-

 

Donghae menunduk dalam saat mendengar amukan sang atasan. Hari ini memang Donghae telah kembali masuk kerja. Dan hari sialnya pun di mulai. Sejak datang tadi, Kyuhyun tak henti-hentinya memarahinya. Donghae menggerutu dalam hati, kenapa ia bisa punya bos selabil ini?

 

“Kau tahu? Saranmu itu sama sekali tak membantu!” amuk Kyuhyun lagi.

 

Mian, sajangnim…” ujar Donghae lagi. Entah sudah berapa kali ia mengucapkan kata maaf. Namun Kyuhyun tak peduli, sedari tadi Kyuhyun terus saja mengomel tak jelas.

 

“Sebagai gantinya kau harus lembur selama satu minggu ini,” putus Kyuhyun seenaknya. Donghae membelalakan matanya tak percaya. Hey, istrinya tengah hamil muda! Jika ia lembur terus, siapa yang akan mengawasi Eunhyuk? Terlebih lagi Eunhyuk sedang dalam masa-masa mangidam. Jika Eunhyuk mulai menginginkan sesuatu lagi, siapa yang mau memenuhinya jika ia tak di rumah?

 

“Dia yang gagal mengajak istrinya bercinta, kenapa jadi aku yang kena,” gumam Donghae lirih.

 

“Bicara apa kau Lee Donghae? Menggerutu di belakangku, eoh? Gajimu bulan ini akan ku potong,” ujar Kyuhyun lagi. Baru saja Donghae hendak protes, Kyuhyun kembali bicara,

 

“Dan, ah, ya, kau tetap harus lembur!” ujar Kyuhyun dingin. Donghae meneguk ludahnya gugup.

 

“Tapi Sajangnim… kau tahu ‘kan kalau istriku sedang memasuki masa mengidam. Kalau aku tidak ada, siapa yang akan memenuhi keinginan bayi kami?” ujar Donghae memelas.

 

Mendengar kata ‘bayi’ sontak Kyuhyun merasakan hatinya seperti di cubit. Bayi? Ya, bayi. Ia juga ingin punya baby. Kenapa semua orang harus membuatnya iri begini, sih?

 

“Bayi, bayi, bayi! Terserah! aku tak peduli!” dengus Kyuhyun tanpa menatap Donghae yang kini tengah kalut.

 

Sajangnim, apa ini ada hubungannya dengan saranku kemarin? Apa saranku gagal? Tenang saja, aku masih punya cara lain, kok…” bujuk Donghae.

 

Kyuhyun menjengitkan sebelah alisnya. Saran Donghae? Lagi? Apa ia bisa mempercayai saran Donghae lagi? Bisa-bisa nanti gagal lagi.

 

“Aku tak percaya padamu. Saranmu itu menjerumuskan,” ujar Kyuhyun sinis. Sekali lagi, ia tak peduli dengan kekalutan Donghae. Namun Donghae tak menyerah. Ini tak bisa di biarkan. Bagaimana mungkin ia di suruh lembur namun gajinya di potong? Benar-benar bos gila!

 

“Kau coba saja saranku, sajangnim. Siapa tahu kali ini akan berhasil,” bujuk Donghae lagi.

 

“Ck, baiklah. Apa saranmu?” tanya Kyuhyun akhirnya. Walaupun dengan nada ogah-ogahan, Kyuhyun tampak memasang kuping juga.

 

“Begini sajangnim, bagaimana kalau kau pura-pura selingkuh?” ujar Donghae. Kyuhyun mendelik bingung. Pura-pura selingkuh?

 

“Maksudmu?” Donghae berdecak sebal. Ia heran, bosnya ini pabo atau memang polos? Pantas saja sulit ‘menggarap’ istrinya sendiri.

 

“Begini sajangnim. Kau berpura-pura selingkuh dengan orang lain dan buat istrimu cemburu,” ujar Donghae bersemangat.

 

Mwo? Andwae! Kau gila? Bisa-bisa Sungmin langsung menceraikanku jika aku melancarkan saranmu itu! aku tidak mau!” tukas Kyuhyun. ia tak dapat membayangkan jika nanti bukannya Sungmin cemburu, malah namja manis itu akan meminta cerai darinya. Ia tak sanggup jika itu benar-benar terjadi.

 

“Ck, kau ingin punya anak tidak?” tanya Donghae sedikit tak sabar.

 

“Tentu saja. Kau tak tahu bagaimana senangnya aku saat melihat anak-anak kecil yang sering bermain di taman bermain di seberang sana? Aku kadang membayangkan kalau salah satu dari mereka adalah Cho junior. Jika aku punya anak anakku pasti akan sempurna sekali, mewarisi genku dan Sungmin,” ujar Kyuhyun seraya menerawang.

 

Donghae menatap bos-nya gusar. ‘Kenapa dia jadi curhat?’ batin Donghae.

 

“Kalau begitu tak ada salahnya jika kau mencoba saranku,” ujar Donghae lagi.

 

“Tapi… aku sangat mencintai Sungmin. aku tak tega jika harus melakukan hal itu,” ujar Kyuhyun. benar-benar suami idaman. Donghae menghela napasnya kesal. Gagal sudah usahanya untuk merayu bosnya agar tak membiarkannya lembur dan tak memotong gajinya juga.

 

“Ya sudahlah…”

 

“Eh? Kau bilang kau menyukai anak kecil ‘kan? Aku pikir aku bisa memberimu usul agar kau bisa menjadi ‘ayah’”

 

 

-oOo-

 

Sungmin menatap gusar kearah jam dinding yang bertengger di dinding ruang tamunya. Pasalnya sudah seminggu ini Kyuhyun selalu pulang terlambat dan jika di tanya, namja tampan itu hanya tersenyum tanpa menjawab.

 

Mood Kyuhyun pun berubah akhir-akhir ini. Namja itu jadi lebih sering tersenyum dan lebih ceria. Dan yang lebih aneh lagi, seringkali Sungmin mendapati Kyuhyun pulang membawa mainan anak-anak seperti robot-robotan, mobil-mobilan, ataupun boneka.

 

Jujur saja, Sungmin sedikit khawatir pada suaminya itu. apa Kyuhyun sudah mulai gila karena tak kunjung memiliki anak?

 

Namun ada hal yang membuat Sungmin jadi semakin uring-uringan juga, tadi pagi, saat ia pergi ke rumah Kibum –sahabatnya- Kibum mengatakan sesuatu yang membuat Sungmin merasa dunianya kian berputar.

 

Kibum bilang, jika beberapa hari yang lalu, Kibum melihat Kyuhyun tengah memasuki toko mainan anak-anak bersama seorang yeoja. Kyuhyun tampak begitu akrab dengan yeoja itu.

 

Jujur saja, Sungmin takut jika benar Kyuhyun selingkuh. Ini semua salahnya.

 

CKLEK

 

Sungmin tersentak kaget saat sosok yang sedang di lamunkannya tadi kini tengah berjalan masuk seraya menenteng sebuah boneka beruang besar. Nah, kan! Lagi-lagi Kyuhyun membawa mainan anak-anak.

 

Sungmin menatap Kyuhyun penuh tanya. Apa jangan-jangan…

 

Kyuhyun telah memiliki anak dengan orang lain?

.

TBC

11 thoughts on “Kyuhyun Wants a Baby | YAOI | 2”

  1. wow kyu oppa mulai aksi.na, mungkin cuma pura” dan gak ada sosok yeoja beneran ya ?
    donghae oppa, usul mu emank paling top, mungkin dalam sehari ming oppa bakal ‘berisi’ qalo ming oppa udah pasrahin ke kyu oppa xD

  2. ayo kyu terus lanjutkan aksimu.. Ming psti mkin mrasa brslah pdamu… Dan akhirnya dia mau ksih Cho junior deh…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s