Kyuhyun Wants a Baby | YAOI | 1


A KyuMin Fanfiction © 2013

.

Title : Kyuhyun Wants a Baby

.

Rate : T to M

.

Disclaimer : I just own the Story. All casts are not Mine.

.

Warning : YAOI | Bad EYD | Mainstream idea | Typo(s) | OOC

.

Don’t Like Don’t Read!

.

Bash, Flame, Siders, Copy-paste, or Plagiat are not allowed here!

.

enJOY~

.

-oooo-

 

Kyuhyun menatap sendu pada sesosok namja manis yang telah resmi di nikahinya enam bulan yang lalu itu. Wajah manis yang begitu polos saat tertidur itu sungguh membuat Kyuhyun gemas. Sungguh, ia merasa benar-benar menjadi pria yang paling beruntung karena telah berhasil mempersunting sosok semanis itu.

 

Namun hal itu tak serta merta membuat Kyuhyun berpuas diri. Ah, katakanlah ia manusia yang tak tahu bersyukur. Namun nyatanya, hingga kini hanya menyandang status sebagai suami dari sosok manis itu tak juga membuatnya puas. Bukan. Bukan karena ia bosan pada sosok itu. Sosok itu bahkan bagaikan candu baginya, bagaimana mungkin ia bosan pada sosok itu? Namun ada satu hal yang membuat Kyuhyun gundah gulana.

 

Sahabatnya, Shim Changmin yang baru setahun menikah dengan istrinya, Victoria, kini telah memiliki anak. Sementara dia? Jangankan mau memiliki anak, sekalipun belum pernah ia menyentuh istrinya, Cho Sungmin. Tak percaya? tapi itu ‘lah kenyataannya.

 

Jangan tanyakan lagi betapa tersiksanya Kyuhyun harus menahan hasratnya dan terkadang harus bermain solo untuk menuntaskan hasratnya. Namun sekali lagi, ini bicara soal istrinya, Cho Sungmin. Demi Sungmin, apa pun rela ia lakukan, bahkan jika harus menunggu dan ekstra bersabar pun ia rela.

 

Kalian bertanya-tanya kenapa hingga kini Kyuhyun dan Sungmin sama sekali belum pernah melakukan ritual suami istri? Ah, salahkan rasa takut berlebihan Sungmin. Hingga kini Sungmin masih beralasan kalau ia takut berhubungan sesama namja, karena dari yang ia tahu, hubungan badan sesama namja rasanya akan lebih menyakitkan daripada melakukannya dengan yeoja. Berulang kali Kyuhyun membujuknya dan meyakinkan kalau itu hanya rasa takut berlebih Sungmin, namun Sungmin masih tetap pada pendiriannya. Setiap kali Kyuhyun ingin menyentuhnya, Sungmin akan menggigil hebat, tak jarang ia juga menangis. Hal, itu ‘lah yang mau tak mau membuat Kyuhyun berusaha mengalah dan bersabar hingga Sungmin siap menerimanya.

 

Jujur saja, Kyuhyun begitu iri pada Changmin yang kini telah menyandang status sebagai seorang ayah. Ia iri! Ia juga ingin di panggil ‘Appa’. Ah, membayangkan ada sesosok bocah duplikat dirinya yang memanggilnya ‘Appa’, bukankah itu manis sekali?

 

Buru-buru Kyuhyun menggelengkan kepalanya berusaha mengenyahkan pikiran itu.

 

“Tidak. Tidak. Kenapa aku terus-terusan memikirkan hal itu? tak boleh. kau harus bersabar, Cho. Sungmin belum siap menerimamu,” gumam Kyuhyun seraya memukul pelan kepalanya. Bergegas ia membaringkan tubuhnya tepat di samping Sungmin.

 

Ia sangat lelah akibat aktivitas di kantor hari ini, terlebih lagi, tadi tiba-tiba saja Changmin datang menemuinya seraya memamerkan foto putrinya yang baru lahir kemarin. Mood Kyuhyun benar-benar buruk hari ini, dan hanya Sungmin ‘lah yang bisa mengembalikan mood-nya menjadi baik. Di peluknya Sungmin erat dan di hirupnya wangi tubuh Sungmin yang menenangkan. Tak lama kemudian ia mulai terlelap.

 

Tepat di saat ia terlelap, tiba-tiba saja sosok manis yang sedari tadi memejamkan matanya, kini menatap Kyuhyun sedih.

 

Mianhae, Kyu… aku mengecewakanmu…”

 

-oooo-

 

Kyuhyun terbangun dari tidur lelapnya saat disadarinya sosok yang semalam ia peluk kini sudah tak berada di sampingnya lagi. Di liriknya jam yang berada di meja nakas. Pantas saja, ini sudah jam  tujuh pagi. Sungmin pasti sedang berkutat di dapur. Bergegas Kyuhyun bangun, dan berjalan menuju dapur menghampiri Sungmin.

.

.

GREP

 

Omo! Kyu, kau mengagetkanku,” pekik Sungmin seraya mematikan kompor di hadapannya. Kyuhyun terkikik kecil tanpa mau melepaskan pelukannya di pinggang Sungmin.

 

“Kyu, kau kenapa jadi manja begini? Pasti ada yang kau mau ‘kan?” tebak Sungmin. jika sudah bermanja-manja begini, biasanya Kyuhyun memang sedang ada maunya. Dan jika tak di turuit ia akan merajuk seharian. Benar-benar kekanakan.

 

“Min…”

 

“Heum?” sahut Sungmin. Kyuhyun berdecak kesal mendengar respon Sungmin yang seolah tak peduli itu.

 

“Min…”

 

Ne, Chagi?” Kyuhyun tersenyum kecil mendengar suara Sungmin yang menurutnya sangat menggoda itu.

 

“Min… kemarin Changmin datang ke kantorku,” ujar Kyuhyun memulai aksi merayu Sungminnya.

 

“Lalu?” jujur saja Sungmin bingung kemana arah pembicaraan Kyuhyun ini. Bukankah sudah biasa jika Changmin datang ke kantor Kyuhyun? mereka ‘kan memang sudah berteman sejak masih Senior High School.

 

“Dia membawa foto baby-nya,” ujar Kyuhyun lagi. Kali ini ia melepaskan pelukannya pada Sungmin. ia ingin melihat bagaimana respon Sungmin.

 

“Benarkah? Aku akan cari hadiah nanti, nanti siang aku akan berkunjung ke rumah mereka, Vic pasti sangat senang telah menjadi ibu,” ujar Sungmin antusias. Namun Kyuhyun tak peduli dengan reaksi Sungmin itu. ia kembali melanjutkan usahanya.

 

“Kau tahu, Min? baby mereka benar-benar perpaduan antara Changmin dan Vic noona. Aku jadi membayangkan bagaimana wajah anak kita nanti. Jika dia yeoja pasti akan sangat cantik sepertimu, dan jika namja pasti akan sangat tampan sepertiku,” ujar Kyuhyun seraya menatap menerawang pada Sungmin. Kyuhyun menyadari jika saat ini Sungmin mulai risih dengan obrolan mereka. Namun ini ‘lah tujuannya. Jika tak bisa meminta secara langsung, maka ia akan meminta secara tersirat pada Sungmin.

 

Ah, sungguh! Ia benar-benar ingin punya anak!

 

“Ku rasa aku harus pergi ke toko peralatan bayi untuk membeli hadiah sekarang, Kyu. Kau mandi ‘lah lalu makan. Aku akan kembali sebelum sore,” ujar Sungmin dingin kemudian berlalu dari sana.

 

Kyuhyun menghela napas pasrah. Gagal lagi… sebegini susahnya ‘kah jika ingin punya anak?

 

-oooo-

 

Kyuhyun tampak serius berkutat dengan dokumen-dokumen di hadapannya. ia sengaja menyibukkan diri seperti ini sebagai bentuk pengalihan masalahnya. Entah kenapa sepulangnya Sungmin dari rumah Victoria kemarin, Sungmin kembali bersikap seperti biasa dan tak sama sekali menanggapinya yang terus saja membahas masalah anak. Sungguh, kesabarannya memang benar-benar sedang di uji.

 

TOK TOK TOK

 

Kyuhyun sedikit tersentak dari lamunannya saat sesosok namja berwajah childish memasuki ruangannya setelah sebelumnya mengetuk pintu terlebih dahulu. Namja itu asistennya, Lee Donghae.

 

Donghae mengangguk hormat pada Kyuhyun sebelum mulai berbicara.

 

“Ada apa?” tanya Kyuhyun datar. Donghae tampak meringis salah tingkah.

 

“Begini, Sajangnim. Kau ingat ‘kan kalau aku baru saja menikah dua bulan yang lalu?” tanya Donghae. Kyuhyun mengangguk meng-iya-kan. Ia ingat dua bulan yang lalu ia dan Sungmin  juga turut menghadiri pernikahan Donghae. Ia juga masih ingat bagaimana hiperaktifnya namja yang menjadi istri Donghae itu. namja? Ya, Lee Donghae menikah dengan seorang namja bernama Lee Hyukjae.

 

“Hmm, begini Sajangnim… aku… bolehkah aku meminta cuti selama sebulan ini, Sajangnim?” tanya Donghae takut-takut. Pasalnya, di kalangan para karyawan di perusahaan ini, Kyuhyun memang di kenal sebagai sosok yang dingin dan tegas terhadap karyawannya.

 

“Cuti? Untuk apa?” tanya Kyuhyun seraya menjengitkan sebelah alisnya. Ia menatap lekat pada Donghae yang tampak gugup.

 

“Hmm… istriku sekarang tengah hamil muda, Sajangnim. Aku harus selalu berada di sampingnya. Jadi… bolehkah?” tanya Donghae ragu-ragu.

 

Kyuhyun merasakan hatinya begitu tertohok. Lee Donghae? Asistennya yang baru menikah dua bulan yang lalu… kini telah berhasil membuat istrinya hamil. Sedangkan dia sendiri? Kyuhyun menyumpah dalam hati. Bagaimana bisa ia kalah dari namja berwajah ikan di hadapannya ini?

 

“Sa.. sajangnim…” panggil Donghae takut-takut saat menyadari bahwa atasannya ini tengah melamun. Kyuhyun beralih menatap Donghae tajam. Entah kenapa, saat ini ia benar-benar berhasrat memukul namja di hadapannya ini.

 

BRAK

 

Donghae berjengit kaget. Kenapa boss-nya itu tiba-tiba menjadi labil begini? Donghae sungguh tak menduga namja berwibawa seperti Cho Kyuhyun akan memukul meja dengan kasar seperti itu tanpa alasan yang jelas. apa ada yang salah dengan kata-katanya tadi sehingga boss-nya ini marah?

 

“Sa.. sajangnim…”

 

Ya! Keluar kau Lee Donghae! Sekarang!”

 

“Ta… Tapi, Sajangnim…”

 

“Cepat keluar dari sini!” tanpa banyak bicara, bergegas Donghae beranjak dari sana sebelum Kyuhyun mulai marah-marah lagi. Namun baru beberapa langkah ia berjalan. Tiba-tiba saja suara Kyuhyun kembali mengintrupsi langkahnya.

 

“Tunggu dulu.”

 

“Y-ye, Sajangnim?” dengan ragu Donghae membalikkan tubuhnya menatap Kyuhyun yang tampak separuh merenung. Benar ‘kan? Kyuhyun memang labil. Tadi marah-marah. Sekarang malah merenung.

 

“Aku akan memberimu ijin cuti, asal…” ujar Kyuhyun sengaja menggantung kalimatnya.

 

“Asal?” tanya Donghae penuh harap.

 

“Asal kau memberitahuku bagaimana cara agar membuat istrimu… ehm… cepat hamil,” ujar Kyuhyun ragu-ragu. Wajah namja itu sedikit memerah. Benar-benar memalukan!

.

.

.

Donghae melongo tak percaya. Apa pendengarannya sedang bermasalah, ya? Atau atasannya ini yang sedang mengigau. Ah, jika namja Cho itu bukan atasannya, bisa ia pastikan ia tak akan berhenti tertawa. Namun sayang sekali namja yang dua tahun lebih muda darinya itu adalah atasannya, mau tak mau ia sebisa mungkin menahan tawanya.

 

“Te-tentu saja kau harus sering-sering melakukan ‘itu’, Sajangnim. Kau… tahu maksudku ‘kan?” tanya Donghae.

 

“Tentu saja aku tahu! Kau pikir aku bodoh? Maksudku, bagaimana caramu mengajak istrimu agar mau melakukannya?” kali ini Kyuhyun sudah lebih santai. Tak secanggung tadi. Sepertinya berkonsultasi dengan Donghae bukan ide buruk.

 

“Yah… kalau aku, aku hanya berlaku romantis pada Eunhyuk hingga ia terbuai…” ujar Donghae seraya menerawang membayangkan wajah Eunhyuknya saat ini. Kyuhyun mendengus kesal.

 

“Aku sudah sering melakukannya. Tak adakah cara lain?” tanya Kyuhyun mulai tak sabar.

 

“Sebenarnya ada… kau ajak saja istrimu nonton blue film hingga ia terangsang.”

 

 

-oooo-

 

Kyuhyun telah mempersiapkan semuanya. Ia memutuskan untuk mengikuti saran Donghae tadi. Menonton blue film. Tak peduli jika ia harus membuat Sungminnya yang polos menjadi tak polos lagi. Yang penting ia punya kesempatan memiliki anak.

 

Sebentar lagi Sungmin akan pulang, tadi Sungmin memang pamit untuk pergi berbelanja padanya. saat ini ‘lah kesempatannya mempersiapkan semuanya. Ketika di rasanya persiapan telah lengkap. Bergegas Kyuhyun mengambil posisi mempersiapkan dirinya.

 

CKLEK

 

Tepat waktu. Sungmin melangkah memasuki kamar mereka. Namja manis itu tampak terheran-heran dengan keadaan kamar yang tak biasa. Belum lagi dengan Kyuhyun yang tengah tersenyum aneh menyambutnya.

 

“Ada apa ini, Kyu?” tanya Sungmin bingung.

 

“Kemarilah, chagi. Aku ingin menonton film denganmu. Aku sudah mempersiapkan semuanya,” ujar Kyuhyun seraya membimbing Sungmin untuk duduk di sampingnya. Tangan Kyuhyun kini melingkar di pinggang Sungmin.

.

.

.

Sepuluh menit sudah mereka menatap layar dihadapan mereka itu. lama kelamaan Sungmin mulai merasa ada yang aneh. Entah kenapa adegan di film itu mulai mengarah ke hal-hal yang…

 

‘Ssshh… hisap lebih kuat, chagi….’

 

‘As your wish, babe…’

 

Sungmin menatap tak percaya adegan di hadapannya itu. adegan di film tersebut tampak semakin memanas. Namun antara Kyuhyun dan Sungmin, tak satupun dari mereka bersuara. Kyuhyun sepertinya benar-benar sudah terangsang hebat.

 

‘Ahh… fasterrr…deeper, chagi…’

 

Kyuhyun semakin mengeratkan pelukannya di pinggang Sungmin. Kyuhyun sendiri mulai merasakan kalau Sungmin mulai bergerak risih. Sepertinya istrinya itu juga mulai terangsang.

 

Merasakan keadaan aman, tangan nakal Kyuhyun mulai menjelajahi area-area sensitif di tubuh sintal Sungmin. Bibir Kyuhyun pun tak tinggal diam. Kyuhyun mulai mengecup ringan sekitaran leher Sungmin, hingga tanpa sadar, sebuah lenguhan tertahan mulai terdengar dari bibir Sungmin. Kyuhyun semakin menyeringai saat menyadari kedudukannya kini mulai di atas angin.

 

Tak puas hanya mengecup, lidah Kyuhyun kini mulai ikut bermain. Di jilatnya dan di kulumnya pelan cuping telinga Sungmin membuat Sungmin semakin terbuai. Setelah puas bermain-main di telinga Sungmin, bibir Kyuhyun kini mulai merambat turun ke leher Sungmin.

 

“Aaahh… Kyuuhh…”

 

Kyuhyun semakin merasakan tubuh bagian bawahnya kini menegang hebat. Sial, baru mendengar suara Sungmin saja, tubuhnya sudah bereaksi seperti ini.

 

Mulai terbuai dengan permainannya sendiri. Tanpa sadar, tangan Kyuhyun mulai merayap naik ke dada Sungmin dan mengusapnya perlahan. Kali ini Kyuhyun mulai berani menjelajah bibir Sungmin.

 

Sungguh, ia tak pernah berciuman sedalam ini dengan Sungmin. selama ini mereka hanya melakukan ciuman-ciuman ringan. Tak ia sangka rasanya akan senikmat ini. Di sesapnya kuat bibir Sungmin, tak tinggal diam, lidahnya pun kini mulai bermain.

 

Semakin beringas lidah Kyuhyun mengerjai mulut Sungmin, semakin beringas pula tangan Kyuhyun menjelajahi tubuh sintal Sungmin yang kini sudah berubah posisi –berada dibawahnya.

 

Bermaksud memperdalam cumbuannya, Kyuhyun mulai mencubit pelan nipple Sungmin. namun…

 

BRUK

 

Kyuhyun meringis menahan rasa sakit yang mendera bokongnya. Apa-apaan ini? Kenapa Sungmin mendorongnya? Bukankah tadi mereka sama-sama menikmati permainan mereka? Kanapa sekarang seakan Sungmin tampak menyesal? Bahkan sekarang Sungmin menatapnya tajam.

 

“Kau… sengaja ‘kan, Kyu?” tuding Sungmin.

 

“Tapi… tapi kau juga menyukainya ‘kan, Min? kau tadi mendesah hebat,” ujar Kyuhyun tak mau kalah.

 

“Kau menjebakku! Kau sengaja mengajakku menonton film yang ternyata blue film, ‘kan?” tuding Sungmin. Kyuhyun terdiam kehabisan kata-kata.

 

“Aku… aku hanya…”

 

“Selama seminggu ini aku akan tidur di kamar tamu, kau jangan coba-coba menggangguku!” ujar Sungmin final kemudian beranjak dari posisinya tanpa mempedulikan Kyuhyun yang kini menatapnya sedih.

 

“…ingin punya anak…” ujar Kyuhyun melanjutkan kata-katanya setelah Sungmin menghilang dari pandangannya. Kyuhyun menatap miris kearah selangkangannya yang masih menggembung. Apa ini artinya ia harus bersolo karir lagi di kamar mandi?

 

“Apa salah jika aku meminta hakku sebagai suami? Aku iri pada Changmin yang sudah punya anak, aku juga iri pada Donghae yang… Lee Donghae!” seketika Kyuhyun tersentak geram. Ini semua gara-gara saran asistennya yang mirip ikan itu. bodoh sekali ia mau mengikuti saran dari Donghae. Lihat ‘kan? Sekarang Sungmin marah besar padanya. kalau sudah begini, ia tak akan bisa tidur nyenyak, karena Sungmin tak lagi berada di pelukannya selama seminggu ini.

 

Dan ini semua gara-gara….

 

“LEE DONGHAE!!”

.

TBC

9 thoughts on “Kyuhyun Wants a Baby | YAOI | 1”

  1. Bwahaha… Ketawa gli aku pas bca bgian Kyu yg nnya ke Donghae.. .Dan sialnya sran yg Donghae kasih ga mempan buat Ming..
    Poor Kyu…

  2. 6 bulan nikah belum melakukan itu..
    Kyu kacian ama . . . iri sama siwon udh punya baby baru lahiran, hae udh berhasil bikin hyuk hamil..

    Kyu solo lagi deh..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s