FF KyuMin | Me Or Your Uncle? | PART 6 | YAOI


Lee Hyun Ri  © 2013 present

.

KyuMin’s Fanfiction

.

Me or Your Uncle?

.

Disclaimer : All Casts belong to each other, but plot and this fanfic totally Mine!

.

Pair : KyuMin as Always

.

Rate : T+ / T to M (Maybe)

.

Warning : YAOI | OOC | Typo (es) | Bad EYD | Mainstream Idea | Bad Diction | Don’t Like, Don’t Read! | Bash, Flame, and Copast Not Allowed Here!

.

~enJOY the Story~

.

-Chapter  6 –

.

-oOoOo-

.

 

Hari ini Sungmin bangun agak lebih siang dari biasanya. Pasalnya sejak tak sengaja mencuri dengar ritual malam pertama Siwon dan Kibum semalam, ia jadi begitu sulit untuk memejamkan matanya. Suara desahan-desahan pasangan baru tersebut terus terngiang di telinganya. Bahkan kepalanya tak henti-hentinya membayangkan hal apa saja yang kiranya di lakukan oleh pasangan baru itu semalam.

 

Sesekali Sungmin memegangi dadanya erat mencoba untuk bersikap biasa saja. Setelah bersiap siap, dengan perlahan ia mulai berjalan keluar kamarnya menuju ruang makan. Di meja makan tampak tiga orang yang paling ingin ia hindari telah berkumpul menunggunya.  Di sana telah duduk Siwon bersama dua sosok baru dalam kehidupan mereka –Sungmin dan Siwon- siapa lagi kalau bukan Kibum dan Kyuhyun. Sungmin mendengus kesal, pagi ini awal kehidupan barunya di mulai. Sekarang di rumah ini bukan hanya di huni oleh ia dan Siwon, namun juga Kibum dan Kyuhyun.

 

Siwon sejenak menatapnya seraya tersenyum, “Tumben kau kesiangan, Min,” ujar Siwon dengan nada biasa. Namun Sungmin lebih memilih untuk mengabaikannya dan segera mengambil tempat duduk di samping Kibum. Lagi-lagi suasana hening tercipta.

 

Sekejab, tak sengaja Sungmin mengalihkan tatapannya kearah Kyuhyun yang ternyata juga tengah memperhatikannya. Seketika seringai tampak tercipta di wajah tampan Kyuhyun. entah apa maksud namja itu menyeringai seperti itu. Sungmin tak mau ambil pusing, ia melengos kesal dan segera membuang pandangannya dari Kyuhyun.

 

 

Sungmin menatap miris pada Siwon dan Kibum yang tanpa ragu tengah mengumbar kemesraan mereka di meja makan. Secepat kilat ia memakan sarapannya dan bergegas beranjak dari sana sebelum pemandangan di hadapannya itu semakin membuatnya sakit hati.

 

“Aku berangkat,” ujar Sungmin dingin. Siwon tampak menatap Sungmin heran, sementara itu Kyuhyun buru-buru menyusulnya.

 

“Aku juga berangkat, Hyungdeul,” Ujar Kyuhyun kemudian beranjak pergi dari sana.

 

-o-o-o-o-

 

Jam pertama pagi ini suasana di kelas Sungmin tampak seperti pasar. Wajar saja, hari ini Park Seonsaengnim absen mengajar, sehingga jam pertama di kelas Sungmin menjadi jam kosong. Tak ayal, kesempatan langka seperti ini di manfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh para siswa di kelas Sungmin –tak terkecuali Kyuhyun.

 

Kyuhyun bersama dengan beberapa namja di kelas itu tampak saling mengobrol. Dan… kalian tahu apa isi obrolan mereka? Saat ini mereka tampak tengah asik membicarakan hal-hal yang berbau yadong. Siapa lagi pelopornya kalau bukan si mesum Kyuhyun?

 

“Hey, Changmin-ah, aku punya beberapa koleksi DVD yadong terbaru. Kau tahu? Aku mendapatkannya dengan susah payah. Aku berani jamin kau tak akan menyesal jika menontonnya, karena film ini benar-benar hot. Ada beberapa gaya baru disana,” ujar Kyuhyun berapi-api dan di tanggapi dengan tak kalah bersemangatnya oleh beberapa namja yadong yang kini tengah mendengarkan ceritanya.

 

Omo… benarkah? Bolehkah aku meminjamnya Kyuhyun-ah?” tanya Jonghyun antusias. Beberapa namja lain pun tampak saling mengangguk berharap Kyuhyun juga mau meminjamkannya pada mereka.

 

“Sial, gara-gara obrolan ini aku menjadi tegang sekarang,” ujar Minho tiba-tiba di sambut gelak tawa dari yang lain.

 

“Dasar gila… bagaimana mungkin mereka membicarakan hal-hal seperti itu di dalam kelas?” gumam Sungmin seraya menggerutu kesal. Jujur saja ia merasa cukup terganggu oleh obrolan namja-namja mesum yang di ketuai oleh Kyuhyun itu.

 

Kyuhyun tampak menyeringai mendengar gumaman Sungmin.

 

“Sungmin-ah… kau tak mau bergabung bersama kami? Kami punya banyak koleksi majalah dewasa disini,” ujar Minho yang ternyata juga menyadari keengganan Sungmin. Sungmin memutar bola matanya kesal menunjukkan kalau ia sama sekali tak tertarik dengan obrolan tak penting seperti itu.

 

“Sudahlah, Minho-ya… Sungmin tak suka jika membicarakan hal-hal seperti ini. Ia lebih suka langsung mempraktekannya. Iya, ‘kan Sungmin-ah?” ujar Kyuhyun tiba-tiba.

 

Mwo?”

 

-o-o-o-o-

 

Sungmin menatap malas pada dua orang yang kini tengah bersantai di sofa ruang tamu. Siapa lagi kalau bukan pasangan baru, Siwon dan Kibum? Siwon memang sedang mengambil cuti untuk beberapa minggu ini. Ia ingin menghabiskan waktunya lebih lama dengan Kibum, hal ini ‘lah yang membuat Sungmin semakin betambah resah. Akan semakin sulit baginya mengambil kembali perhatian Siwon.

 

Berusaha menahan perasaannya, dengan santainya Sungmin duduk dan merapat kearah Siwon. Dengan santainya ia menggamit lengan Siwon dan tersenyum polos tanpa menghiraukan ekspresi kaget Siwon dan Kibum. Dulu sebelum kehadiran Kibum, ia sudah terbiasa seperti ini. Bermanja-manja dengan Siwon sudah menjadi kebiasaan mendarah daging baginya.

 

“Ehh… kau sudah pulang, Min?” tanya Siwon gugup. Sesekali matanya tampak melirik kearah Kibum yang hanya menatap datar kearah mereka berdua –Siwon dan Sungmin.

 

Ne,” sahut Sungmin singkat, mata foxy-nya kini beralih menatap Kibum tajam. Seolah menantang wajah datar Kibum, Sungmin juga tak mau kalah. Ia membalas menatap Kibum tajam. Aura persaingan semakin terasa disana.

.

.

 

Kyuhyun terpaksa pulang sendiri, pasalnya saat bel pulang berbunyi tadi, Sungmin lebih memilih pulang sendiri tanpa mau menunggunya. Oh, memang sejak kapan Sungmin mau menunggunya? Selama ini saja, ia yang dengan tak tahu malunya selalu memaksa berangkat dan pulang bersama Sungmin. Dan kali ini ia kalah cepat, Sungmin telah meninggalkannya dan pulang lebih dulu. Sepertinya Sungmin masih marah dengan ucapan asalnya di kelas tadi.

 

Kyuhyun mengendikkan bahunya tak peduli. Ia yakin seperti yang sudah-sudah, Sungmin tak akan berlama-lama mendiamkannya. Ia selalu punya cara untuk menarik perhatian namja kelinci itu.

.

.

Kyuhyun melangkahkan kakinya memasuki rumah keluarga Choi yang sekarang juga menjadi tempat tinggalnya. Sebuah keberuntungan baginya, karena dengan tinggal disini, ia semakin leluasa menggoda Sungmin-nya. Sungmin-Nya? Sejak kapan? Yang pasti sejak ia memutuskan untuk terus mengganggu kehidupan pemuda manis itu.

 

Kyuhyun menatap datar sosok pemuda manis yang saat ini sedang duduk bersama Siwon dan Kibum. Sungmin tampak tengah asik bercerita dengan Siwon. Sementara itu, raut datar tampak jelas di wajah kakaknya, Kibum yang kini malah terlihat seperti orang asing diantara mereka berdua. Kyuhyun berdecak dalam hati,

 

‘Tsk, ternyata ia memang benar-benar pantang menyerah,’ batin Kyuhyun seraya menatap Sungmin dengan ekspresi yang sulit di artikan. Dengan perlahan, ia mulai berjalan menghampiri ketiga orang itu.

 

“Sungmin-ah? kau pulang duluan ternyata. Aku mencarimu kemana-mana sejak tadi,” ujar Kyuhyun memulai sandiwaranya. Sungmin tampak menatap Kyuhyun tak suka. Namun Kyuhyun tak peduli, dengan santainya di gamitnya lengan Sungmin yang semakin menatapnya dengan tatapan mengancam.

 

“Untuk apa kau mencariku?” tanya Sungmin dingin.

 

“Kau lupa? Kita ada tugas kelompok. Kajja, kita kerjakan sekarang,” ujar Kyuhyun yang dengan santainya mulai merangkulkan lengannya di pundak Sungmin tanpa mempedulikan Sungmin yang merasa risih dengan tindakannya. Tak mempedulikan rontaan Sungmin serta tatapan bingung Siwon dan Kibum, bergegas Kyuhyun menarik Sungmin menjauh dari sana.

 

-o-o-o-o-

 

Ya! Lepaskan aku! Aku tak pernah merasa ada tugas kelompok dari Seonsaengnim. Kau sengaja ingin membuatku pergi dari sana agar tak mengganggu mereka, ‘kan?” ujar Sungmin kesal. Ia kini mulai menyadari alasan kenapa tadi Kyuhyun tiba-tiba saja datang dan menariknya.

 

“Kau ini benar-benar keras kepala Sungmin-ah. Percuma kau terus-terusan mencari perhatian Siwon Hyung, karena ia tak akan pernah menganggapmu lebih dari seorang keponakan,” ujar Kyuhyun serius. Tak dapat Sungmin pungkiri, ia agak sedikit terkejut dengan perubahan sikap Kyuhyun yang tiba-tiba ini. Baru kali ini ia melihat Kyuhyun yang begitu serius seperti ini.

 

“Bukan urusanmu, Cho! Urus saja urusanmu sendiri!” dengus Sungmin marah kemudian berjalan cepat meninggalkan Kyuhyun yang –tanpa ia sadari- tengah menatapnya sendu.

 

-o-o-o-o-

 

Sungmin berjalan mengendap menuju kamar Siwon. Ia tak peduli lagi dengan keberadaan Kibum disana. Sejujurnya ia sudah merencanakan ini sejak kemarin. Ia tak akan membiarkan Siwon terus berduaan dengan Kibum.

 

Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, Sungmin membuka tiba-tiba pintu kamar yang ternyata tak terkunci tersebut. Sungmin sedikit terkejut saat mendapati Siwon dan Kibum tengah saling berciuman panas di tempat tidur itu. Pasangan baru itu tampak terkejut mendapati Sungmin yang tengah berdiri di ambang puntu dan menatap tak peduli pada aktivitas mereka barusan.

 

Siwon menatap Kibum seolah bertanya ‘apa-kau-belum-mengunci-pintunya-tadi?’ dan hanya di tanggapi Kibum dengan mengendikkan bahunya bingung.

 

“Sungmin-ah… apa yang kau lakukan disini?” tanya Siwon salah tingkah. Namun bukannya menjawab pertanyaan Siwon, Sungmin malah melangkah mendekati ranjang king size itu dan merebahkan dirinya disana, membuat Siwon dan Kibum saling bertatapan bingung.

 

“Ada apa, Minnie-ya?”

 

Ahjussi, aku ingin tidur disini. Bolehkan?” tanya Sungmin sedikit merajuk. Tanpa mempedulikan wajah kaget Kibum serta raut tak enak Siwon, ia mulai memejamkan matanya berusaha menyamankan diri.

 

“Ta.. tapi, Minnie-ya…”

 

Ahjussi, aku merindukanmu. Biasanya kau tak keberatan ‘kan kalau aku tidur denganmu?” tanya Sungmin setengah memaksa.

 

“Lalu bagaimana dengan…”

 

“Sudahlah tak apa, Won-ah. aku bisa tidur di kamar Kyuhyun malam ini. Biarkan Sungmin tidur disini. Mungkin dia merindukan bermanja-manja dengan Ahjussi-nya,” ujar Kibum berusaha mengalah, walau tak dapat di pungkiri, ia cukup kesal saat ini.

 

-o-o-o-o-

 

Kyuhyun menatap bingung Hyung-nya, yang kini memasuki kamarnya dengan wajah sedikit kesal, “Kau kenapa, Hyung? Bertengkar dengan Siwon Hyung? Apa dia kurang ‘memuaskanmu’? tanya Kyuhyun seraya menyeringai mesum.

 

PLETAK

 

“Dasar bocah mesum! Aku tidur disini malam ini,” ujar Kibum datar, kemudian mulai membaringkan dirinya di samping Kyuhyun yang tengah menatapnya bingung.

 

Wae?”

 

“Sungmin tidur bersama Siwon,” ujar Kibum dingin. Walaupun kata-katanya terdengar datar, namun Kyuhyun tahu kalau Kibum kini tengah berusaha meredam rasa kecewanya. Kyuhyun mengerti, biar bagaimana pun Siwon dan Kibum adalah pengantin baru, jelas mereka ingin lebih banyak menghabiskan waktu bersama.

 

“Bocah kelinci itu ternyata lebih keras kepala daripada yang ku bayangkan,” gumam Kyuhyun seraya menyeringai. Tatapannya kini beralih menatap PSP yang sejak tadi berada di genggamannya.

 

“Wait me, Bunnyming, i’ll catch soon.”

 

-o-o-o-o-

 

Pagi ini Kibum dan Siwon tengah bersiap untuk pergi. Niat awalnya memang hanya ingin pergi berdua, namun siapa sangka uri Sungmin ternyata tahu rencana kencan mereka —Siwon dan Kibum− dan memaksa agar boleh ikut.

 

Jujur saja, pada awalnya Kibum berusaha untuk bersikap biasa saja dan justru senang bahwa ternyata Sungmin tak memusuhinya –walau sikap Sungmin tetap terkesan tak ramah tapi itu masih lebih baik daripada terang-terangan memusihinya seperti pertama bertemu dulu. Tapi lama kelamaan, Sungmin yang dengan tiba-tiba saja selalu hadir di kala ia tengah ingin berdua saja dengan Siwon , jujur saja membuatnya cukup terganggu.

 

Seperti halnya sekarang. Saat ini mereka bertiga tengah berada di sebuah taman bermain yang baru buka beberapa hari ini. Dan… bisa bayangkan apa yang terjadi? Ini seolah adalah kencan Sungmin dan Siwon. Sedari tadi Sungmin terus menempeli Siwon dan menariknya kesana kemari. Mau tak mau Kibum hanya bisa menghela napas pasrah seraya mengikuti kemana pun langkah mereka.

 

Menyadari Kibum yang sejak tadi diam saja, Siwon sontak beralih menatap Kibum yang berjalan di belakang ia dan Sungmin kemudian tersenyum memohon pengertian.

 

Ahjussi, aku ingin ke toilet sebentar,” ujar Sungmin tiba-tiba. Melihat kesempatan baik seperti ini, bergegas Siwon merangkul Kibum setelah di rasanya Sungmin sudah cukup jauh dari tempat ia dan Kibum berdiri sekarang.

 

Chagi-ya… mianhae… aku tahu kau sedang kesal saat ini,” ujar Siwon dengan raut wajah bersalah.

 

Gwaenchana, Won-ah… aku mengerti.”

 

-o-o-o-o-

 

Sungmin bergegas keluar dari toilet tersebut. Oh, jangan harap ia mau berlama-lama membiarkan Siwon dan Kibum berduaan. Tidak akan pernah! Dengan tergesa ia melangkahkan kakinya menuju tempat Siwon dan Kibum menunggunya tadi.

 

Namun seketika langkahnya terhenti. Dari tempat ia berdiri saat ini, bisa ia lihat dengan sangat jelas, lagi-lagi Siwon dan Kibum tengah berciuman. Sesekali Siwon mengusap punggung Kibum lembut.

 

Panas. Itu ‘lah yang Sungmin rasakan sekarang. Ini harus di hentikan, namun tepat ketika ia hendak melangkah menghampiri Siwon dan Kibum, tiba-tiba saja sebuah tangan mencengkeram tangannya kuat –berusaha menghentikan langkahnya.

 

Sungmin terkesiap, sontak ia memalingkan wajahnya kearah orang yang dengan seenaknya kini tengah menggamit lengannya. Sungmin membulatkan matanya kesal. Lagi-lagi dia…

 

“Kau? Mau apa kau?” desis Sungmin tajam. Namja yang kini tengah mencengkeram kuat lengan Sungmin tampak menyeringai seraya menarik Sungmin untuk segera menjauh dari sana.

 

Ya! Cho Kyuhyun! lepaskan aku!” ronta Sungmin, namun sama sekali tak di hiraukan oleh Kyuhyun yang terus saja menyeretnya jauh dari sana.

 

BRUG

 

Sungmin meringis tertahan saat tiba-tiba saja Kyuhyun menghempaskan tubuhnya di belakang salah satu bangunan yang jarang di lalui orang. Sungmin tampak menatap Kyuhyun waspada.

 

Kyuhyun kini balik menatap Sungmin tajam. Tatapan yang jujur saja membuat Sungmin sedikit takut.

 

“Sebenarnya apa maumu terus terusan mengganggu mereka?” tanya Kyuhyun serius. Matanya menatap tajam ke manik Sungmin. Sungmin merasakan jantungnya bergemuruh saat tatapan Kyuhyun menusuk tepat padanya. Impuls ia memalingkan wajahnya, menghindari tatapan Kyuhyun.

 

“Memang kenapa? Siwon adalah pamanku. Apa salah kalau aku ingin bermanja-manja dengan pamanku sendiri?” tantang Sungmin. sorot tak mau kalah tampak jelas di mata foxy-nya.

 

“Dia pamanmu. Dan kau menyukai pamanmu sendiri?” tanya Kyuhyun yang justru terdengar lebih mirip pernyataan daripada sebuah pertanyaan.

 

“Lalu? Apa urusannya denganmu? Kalian Cho bersaudara kenapa selalu saja mengganggu kehidupanku? Aku yang lebih dulu mencintai Siwon. Aku yang selalu ada bersamanya. Tapi Kibum merebutnya dariku! Apa aku salah jika kau ingin merebut milikku kembali?” tanya Sungmin geram. Kyuhyun mendengus kesal. Sungmin benar-benar keras kepala.

 

“Kau egois, Sungmin-ah. kau hanya memikirkan perasaanmu sendiri. Kau tak memikirkan perasaan Siwon Hyung? Dia bahagia bersama dengan Hyung-ku,” jelas Kyuhyun berusaha sabar.

 

Hyung-mu merebutnya dariku. Siwon akan bahagia jika denganku. Aku mencintainya!”

 

“Cinta? Sudah ku katakan bukan kalau itu tak akan merubah segalanya? Selamanya Siwon Hyung adalah pamanmu. Itu adalah takdir yang tak akan pernah bisa kau ubah sekalipun kau mencintainya,”ujar Kyuhyun telak.

 

Wajah Sungmin tampak memerah.

 

BUG

 

“Aku benar-benar membencimu. Kenapa kau harus ada dalam kehidupanku? Dasar brengsheeumpph…”

 

Sebelum Sungmin menyelesaikan umpatannya pada Kyuhyun, Kyuhyun keburu membekap bibir namja manis tersebut dengan bibir tebalnya dan melumatnya kasar. Tanpa mempedulikan rontaan Sungmin, Kyuhyun memejamkan matanya seraya terus menelusuri bibir plump itu. Merasa tak ada gunanya terus meronta, akhirnya Sungmin memutuskan untuk pasrah. Tak berontak namun tak juga membalas ciuman Kyuhyun.

 

Merasakan bahwa Sungmin sudah lebih tenang, perlahan Kyuhyun mulai melambatkan tempo ciumannya. Bahkan sekarang ia mulai bermain lembut. Di sesapnya bibir manis itu seolah takut melukainya. Tak ayal Sungmin sedikit merasa terbuai dengan perlakuan Kyuhyun itu. Kakinya terasa kian melemas saat di rasakannya tangan Kyuhyun mulai merambat mengelus punggungnya lembut.

 

Hampir saja ia membalas lumatan-lumatan lembut nan memabukkan Kyuhyun, kalau saja ia tak segera tersadar. Dengan sigap, di dorongnya tubuh Kyuhyun agar menjauhinya.

 

Kyuhyun tampak menatap Sungmin lembut. Sungmin bisa merasakan kalau wajahnya kini terasa memanas. Entah kenapa jantungnya jadi berdebar lebih cepat daripada biasanya. Lagi-lagi… Kyuhyun terlihat berbeda dari biasanya. Apa ini sisi lain dari Kyuhyun? Sebenarnya namja Cho ini punya berapa kepribadian, sih?

 

“Pikirkanlah lagi.  Aku tahu kau tak benar-benar mencintainya,” ujar Kyuhyun kemudian berjalan pergi meninggalkan Sungmin yang termenung seorang diri.

 

-o-o-o-o-

 

Sudah beberapa hari semenjak kejadian di taman bermain itu, Sungmin selalu berusaha menghindari Kyuhyun. Entah kenapa ia jadi merasa begitu canggung jika bertatapan dengan pemuda itu. Kyuhyun pun sekarang sudah tak banyak menggodanya lagi bahkan namja Cho itu terkesan lebih pendiam sekarang. Jujur saja Sungmin cukup bingung di buatnya. Mulai penasaran, eoh, Choi Sungmin?

 

“Kenapa aku jadi memikirkannya? Kau sudah gila Choi Sungmin. lebih baik aku temui Ahjussi saja,” gumam Sungmin seraya berjalan menuju kamar Siwon.

 

‘Aku sudah merencanakannya dengan matang, Bummie… kau suka?’

 

Sungmin mengernyitkan dahinya bingung, samar-samar ia mendengar suara Siwon yang sepertinya kini tengah berbicara dengan Kibum. Mereka merencanakan sesuatu? Merencanakan apa?

 

‘Tapi… apa ini tak terlalu berlebihan, Siwon-ah?’

 

Kali ini suara Kibum yang terdengar. Ada apa sebenarnya?

 

‘Tentu saja tidak. Ini bulan madu kita, Chagi… tak masalah ‘kan kalau kita pergi berdua ke Paris. Aku pikir cukup romantis jika kita bulan madu disana…’

 

DEG

 

Seketika Sungmin merasakan lututnya melemas. Ia tak salah dengar? Siwon bilang tadi… bulan madu? Sungmin menggelengkan kepalanya cepat. Tidak bisa. Ia harus ikut kesana. Tak peduli jika nanti Siwon marah sekalipun.

 

Setelah cukup mendengarkan pembicaraan Siwon dan Kibum, bergegas Sungmin beranjak dari sana. Ia telah bertekad, besok ia harus membujuk Siwon agar mau mengajaknya.

.

.

 .

Kyuhyun tampak tersenyum ketika mengingat kejadian di taman bermain itu. Ia sendiri sebenarnya tak menyangka bisa nekad mencium Sungmin seperti itu. Salahkan Sungmin yang terlihat begitu imut saat marah.

 

Beberapa hari ini  sebenarnya Kyuhyun pun juga menyadari sikap aneh Sungmin. Biasanya jika berpapasan dengannya, Sungmin akan menatap tajam sekaligus benci padanya. Namun akhir-akhir ini tidak lagi. Jika berpapasan dengannya, Sungmin justru terlihat merona tanpa mau memandangnya. Kyuhyun sangat sadar itu, namun ia berpura-pura tak tahu apa-apa. Bahkan sebisa mungkin ia mengurangi intensitas kebiasaannya mengganggu Sungmin. Melihat Sungmin malu-malu seperti itu benar-benar membuatnya gemas.

 

“Apa bisa di bilang ini adalah kesempatanku?”

 

-o-o-o-o-

 

Sungmin menatap memohon pada Siwon yang tampaknya mulai gusar. Sejak tadi tak ada hentinya Sungmin memohon agar Siwon mau mengajaknya juga ke Paris. Jelas saja Siwon enggan, hey, ini bulan madunya bersama Kibum. Ia hanya ingin menghabiskan waktu berdua dengan Kibum-nya.

 

Jebal Ahjussi… aku benar-benar ingin ikut…”

 

“Tidak, Min-ah… kau harus sekolah. Kau tahu ini bukan liburan, Sungmin-ah…” ujar Siwon mulai jengah. Sungmin menyadari itu. Tak jauh dari mereka, tampak Kibum menatap diam perdebatan Sungmin dan Siwon sementara itu, Kyuhyun tampak memainkan PSP nya seolah tak peduli dengan keadaan sekitarnya. Namun jangan salah, sedari tadi ia tetap memasang kuping, mendengarkan setiap pembicaraan Siwon dan Sungmin. Sesekali ia terkikik dalam hati saat mendengar rajukan Sungmin yang menurutnya benar-benar imut.

 

“Kau menyebalkan Ahjussi! Kau berubah! Aku membencimu!” ujar Sungmin marah, bergegas ia beranjak dari sana dan beranjak pergi menuju kamarnya.

.

.

.

“Kau merajuk seperti seorang yeoja…”

 

Sungmin mengalihkan tatapannya pada sosok namja yang kini dengan santainya ikut berjalan mengikutinya. Siapa lagi kalau bukan Cho Kyuhyun?

 

“Sekali lagi kau mengatakan aku yeoja, ku hajar kau hingga wajahmu tak berbentuk,” desis Sungmin tajam. Namun bukannya takut, Kyuhyun justru tertawa geli mendengarnya.

 

Sungmin mendengus kesal melihat respon Kyuhyun, dengan kesal ia berjalan menuju kamarnya meninggalkan pemuda Cho yang terus mengamatinya hingga ia menghilang di balik pintu.

 

-o-o-o-o-

 

Hari ini hari keberangkatan Siwon dan Kibum. Sungmin sengaja tidak masuk sekolah dan juga tak ikut mengantar kepergian Siwon dan Kibum ke bandara. Ia sudah merencanakan ini sejak semalam. Disaat Siwon dan Kibum sibuk mempersiapkan keberangkatan mereka, Sungmin juga tak mau kalah. Ia juga telah berkemas sejak semalam, bahkan ia juga ikut memesan tiket. Tahu ‘kan apa yang Sungmin rencanakan? Yup, ia berniat menyusul Siwon dan Kibum secara diam-diam.

 

Tidak di ijinkan pergi bersama, pergi sendiri pun juga tak masalah. Pikir Sungmin. penerbangannya hanya beda beberapa jam dari Siwon dan Kibum, jadi ia masih bisa agak bersantai. Setelah Siwon dan Kibum berangkat nanti, baru ia akan menyusul.

.

.

Kyuhyun menatap bingung kamar Sungmin yang sedari tadi tertutup. Jangan salah, sejak pagi tadi ia memang memperhatikan keberadaan Sungmin. Dan ia yakin bahwa sedari tadi Sungmin belum keluar dari kamarnya.

 

Tepat saat Kyuhyun hendak mengetuk pintu kamar tersebut, suara derit pintu yang hendak dibuka dari dalam terdengar. Dengan sigap, Kyuhyun bersembunyi di dekat tembok hingga tubuhnya tak terlihat. Sungmin jelas tak tahu kalau sedari tadi Kyuhyun juga belum berangkat ke sekolah.

 

Kyuhyun menatap heran pada sesuatu di tangan Sungmin. Sebuah koper? Seketika otak jenius Kyuhyun mulai mengerti apa yang tengah Sungmin rencanakan.

 

“Berniat menyusul Siwon Hyung dan Kibum Hyung, eoh?” gumam Kyuhyun. Sungmin mulai menghilang dari pandangannya.

 

“Aku bingung harus menyebutmu apa Sungmin-ah? keras kepala… atau pantang menyerah?”

 

 

-o-o-o-o-

 

Seorang namja berwajah stoic tampak berjalan memasuki bandara seraya menenteng sebuah koper di tangan kanannya. Seringai tampak tercetak jelas di wajah tampannya.

 

‘Kalau kau bisa menyusul Siwon Hyung… maka aku pun juga bisa menyusulmu, Sungmin-ah…’

 

TBC

2 thoughts on “FF KyuMin | Me Or Your Uncle? | PART 6 | YAOI”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s