FF KyuMin | Me Or Your Uncle? | PART 5 | YAOI


Lee Hyun Ri  © 2013 present

.

KyuMin’s Fanfiction

.

Me or Your Uncle?

.

Disclaimer : All Casts belong to each other, but plot and this fanfic totally Mine!

.

Pair : KyuMin as Always

.

Rate : T+ / T to M (Maybe)

.

Warning : YAOI | OOC | Typo (es) | Bad EYD | Mainstream Idea | Bad Diction | Don’t Like, Don’t Read! | Bash, Flame, and Copast Not Allowed Here!

.

~enJOY the Story~

.

-Chapter  5-

.

-oOoOo-

.

 

Ini sudah tepat seminggu semenjak Siwon meninggalkan Sungmin hanya berdua dengan Kyuhyun. Namun bisa di bilang sama sekali tak ada perubahan dalam hubungan mereka –Kyuhyun dan Sungmin. Sungmin yang terus menerus berlaku ketus pada Kyuhyun, serta Kyuhyun yang entah memang tak tahu atau sengaja pura-pura tak tahu terus saja menempeli Sungmin dimana pun namja manis itu berada.

 

Seperti hal nya saat ini. Saat ini Sungmin tengah berada di perpustakaan, jam ketiga –setelah istirahat- nanti akan ada ulangan biologi. Yah, mau tak mau ia harus rela menghabiskan jam istirahatnya untuk mendekam di perpustakaan. Namun sejak sepuluh menit yang lalu ia berada disini, tak sekali pun ia bisa konsenterasi mempelajari bahan materi di hadapannya. Alasannya? Apalagi kalau bukan Cho Kyuhyun. Sedari tadi namja tinggi yang duduk di sebelah Sungmin itu tak henti-hentinya memandangi wajah Sungmin yang menurutnya tampak begitu imut saat sedang serius seperti ini.

 

Jujur saja, Sungmin begitu risih di pandangi seperti itu. Sekuat tenaga ia berusaha mengabaikan keberadaan namja aneh itu, namun tetap saja! Siapa yang tidak jengah terus-terusan di pandangi seperti itu?

 

“Hey, mesum! Apa yang kau lakukan? Pergi sana! Jangan menggangguku!” umpat Sungmin dengan suara serendah mungkin. Ingat, ini perpustakaan. Salah salah ia bisa di usir karena telah membuat keributan disini.

 

“Aku tak mengganggumu. Kau lihat ‘kan? Aku hanya duduk diam tanpa bicara,” ujar Kyuhyun dengan wajah seolah tak berdosa, dan kembali memandang wajah Sungmin dengan tatapan yang sulit di mengerti.

 

“Kau pikir aku tak tahu kalau sedari tadi kau terus-terusan memandangiku?” dengus Sungmin kesal. Namun sepertinya kemarahan Sungmin itu sama sekali tak berdampak apa-apa pada namja Cho itu.

 

“Lalu? Aku ‘kan hanya memandangmu. Aku sama sekali tak mengganggumu, kau lanjutkan saja belajarmu. Aku janji tidak akan mengganggu,” ujar Kyuhyun santai tanpa menghiraukan bahwa Sungmin dapat meledak kapan saja. Dengan perlahan, Sungmin mulai berusaha mengatur amarahnya. Ia tak boleh kalah dengan namja ini. Setelah merasa amarahnya mulai mereda, Sungmin beralih menatap Kyuhyun,

 

“Daripada kau sibuk menatapku seperti itu, lebih baik kau juga belajar, Kyuhyun-ssi. Kau tentu tak mau dapat nilai jelek di ulangan nanti, ‘kan?” ujar Sungmin berusaha tenang. Selama ini ia selalu menghadapi Kyuhyun dengan emosi, siapa tahu dengan cara halus seperti ini Kyuhyun akan menurutinya –walaupun ia tak sepenuhnya yakin cara ini akan berhasil.

 

Omo… kau perhatian sekali padaku, Sungminnie”

 

Seketika Sungmin membelalakan matanya tak percaya, reaksi macam apa itu? percaya diri sekali namja Cho itu! siapa juga yang perhatian padanya? yang benar saja? sekalipun hanya dalam mimpi, ia pastikan itu tak akan terjadi!

 

“Tapi kau tenang saja, aku ini jenius. Sekalipun tak belajar, aku akan tetap mendapat nilai bagus,” ujar Kyuhyun dengan rasa percaya diri kelewat tingginya. Yah, sangat Kyuhyun sekali.

 

Sungmin hanya memutar bola matanya kesal seraya melengos kesal. Daripada meladeni omongan absurd Kyuhyun, lebih baik ia kembali belajar. Namun sepertinya tak semudah itu. lagi-lagi evil itu kembali mencoba memancing perhatian Sungmin.

 

“Sungmin-ah…”

 

“Sungminnie…”

 

“MinniMin…”

 

Berkali-kali Kyuhyun mencoba memanggil Sungmin, namun tak sekalipun Sungmin menghiraukannya. Tatapan namja manis itu terus terpaku pada buku di hadapannya membuat Kyuhyun mencibir kesal,

 

“Min… jangan memaksakan diri seperti itu… aku bisa membantumu saat ulangan nanti. Kau tenang saja,” rayu Kyuhyun, namun lagi-lagi Sungmin mengabaikannya.

 

“Min… aku serius. Kau boleh mencontekku nanti. Asal… nanti malam aku boleh tidur di kamarmu…” bisik Kyuhyun tepat di telinga kanan Sungmin. Sungmin tersentak kaget. Apa-apaan namja gila itu? mengatakan hal seperti itu di tempat umum seperti ini? Bagaimana jika ada yang dengar?

 

Ya! Tak bisakah kau diam?” bentak Sungmin tanpa sadar. Kontan saja hal itu memancing perhatian orang-orang di sekitar mereka. Tatapan mereka seolah menyalahkan Sungmin, karena telah membuat kegaduhan di perpustakaan, sementara Kyuhyun? dengan wajah ‘polos’nya ia seolah berkata ‘Aku-tidak-tahu-apa-apa’.

 

Dengan tatapan menyesal, Sungmin bergegas membungkuk memohon maaf pada orang-orang di sekitarnya. Dengan kesal, di tatapnya Kyuhyun tajam, namun namanya juga Kyuhyun, sama sekali tak ada rasa bersalah tergambar di wajah tampan itu. Benar-benar menguras emosi.

 

Kali ini Sungmin benar-benar bertekad, apa pun yang namja gila itu katakan, sebisa mungkin jangan pernah ladeni! Cukup diam kalau mau selamat.

.

.

Lima menit berlalu, Sungmin kembali sibuk berkutat dengan buku biologi di hadapannya. sementara itu, Kyuhyun lagi-lagi merasa jenuh. Matanya menatap setiap sudut perpustakaan, berharap ada sesuatu yang bisa mengalihkan rasa bosannya. Huh, jika bukan karena Sungmin, mana mau dia mendekam di sarang kutu buku ini.

 

Beberapa saat ini melirik dan mengamati sekelilingnya, tiba-tiba seulas seringai tercipta di bibir namja evil itu. Ia yakin, hal ini akan membuat Sungmin mengalihkan perhatiannya dari buku tak penting di hadapannya itu. Perlahan Kyuhyun mulai menggeser pelan duduknya mendekati Sungmin.

 

“Min…”

 

Hening.

 

“BunnyMing…”

 

Masih tetap tak ada tanggapan. Namun seulas seringai semakin tercipta di wajahnya.

 

“Min… kau tahu?”

 

Masih tak di tanggapi.

 

“Min… restleting celanamu terbuka…”

.

YA! CHO KYUHYUN!”

 

Ne, chagi?” jawab Kyuhyun dengan santainya.

 

Ya! Kau mau mati, ya?” amuk Sungmin lagi tanpa sadar suaranya kini menggema di seluruh sudut perpustakaan.

 

-oooo-

 

Sungmin berjalan cepat menuju kelasnya. Ini semua gara-gara Kyuhyun. Semenjak Kyuhyun pindah ke sekolahnya, hari-harinya selalu di liputi kesialan. Seperti halnya tadi. Ah, benar-benar memalukan. Bisa-bisanya ia di usir dari perpustakaan! Bahkan ia sama sekali belum menghapal satu materi pun.

.

.

“Min… restleting celanamu terbuka…”

 

“YA! CHO KYUHYUN!”

 

“Ne, chagi?” jawab Kyuhyun dengan santainya.

 

“Ya! Kau mau mati, ya?” amuk Sungmin lagi tanpa sadar suaranya kini menggema di seluruh sudut perpustakaan.

 

Sontak seluruh siswa yang berada di dalam perpustakaan itu menatap Sungmin dan Kyuhyun tak suka. Bagaimana tidak? Kedua orang itu benar-benar mengganggu disini. Dan kejadian paling memalukan pun terjadi. Petugas perpustakaan menghampiri mereka berdua –Sungmin dan Kyuhyun.

 

“Choi Sungmin… Cho Kyuhyun… lebih baik kalian keluar dari sini! Jika ingin berpacaran jangan disini. Cepat keluar!”

 

“Ta… tapi seonsaengnim… aku…”

 

“Cepat keluar!”

.

.

Sungmin melangkah memasuki kelasnya tanpa sedikitpun menghiraukan keberadaan Kyuhyun yang sedari tadi terus berjalan mengikutinya layaknya pengawal. Kyuhyun pun lebih memilih diam, ia tahu Sungmin benar-benar dalam mood buruk saat ini.

 

-oooo-

 

SRAK SRAK

 

Kyuhyun menolehkan pandangannya pada sosok di sampingnya. Sosok itu, Choi Sungmin tampak membolak balik kasar buku catatan biologinya. Sepertinya Sungmin masih marah saat ini. Namun bukan Kyuhyun namanya jika peduli. Lagi-lagi dengan tak tahu malu nya ia kembali mengajak Sungmin bicara.

 

“Hey, Min. Sudah ku bilang, tak usah repot-repot belajar. Ada aku disini… kau bisa mengandalkanku,” ujar Kyuhyun over narsis.

 

‘Cukup Sungmin… abaikan dia… anggap saja bisikan setan…’ batin Sungmin.

 

“Hey, kau masih marah padaku? Aku ‘kan hanya bicara jujur. Restleting celanamu memang terbuka ‘kan?” kuping Sungmin serasa memanas mendengar ocehan Kyuhyun yang kurang ajar itu. Apa sebenarnya niat namja itu? mempermalukannya, eoh? Selamat, Cho Kyuhyun kau telah berhasil mempermalukan seorang Choi Sungmin.

 

“Tak bisakah kau diam? Kau tahu? Aku muak mendengar segala ocehanmu!” dengus Sungmin kasar. Mungkin kebanyakan orang akan tersinggung atau bahkan merasa tak enak hati mendengar ucapan kasar Sungmin tadi. Namun lagi-lagi ini Cho Kyuhyun! telinga namja itu benar-benar sudah sangat terlatih dengan kata-kata tajam.

 

“Jangan begitu Sungmin-ah, nanti kalau aku tak bicara lagi padamu kau pasti akan merindukanku,” ujar Kyuhyun tanpa beban.

 

“Cih, bermimpi saja kau!” umpat Sungmin kesal. Sekali lagi… buku biologi di hadapannya kembali terabaikan.

.

.

Sosok namja tampan yang di ketahui adalah seorang seonsaengnim tampak menatap tajam dua sosok yang sejak tadi sibuk berbicara sendiri. Bahkan kehadirannya pun di abaikan. Tak sadarkah dua sosok itu kalau bel masuk sudah berbunyi sejak tadi? Bahkan keadaan kelas yang mulai hening dan kehadiran sang guru pun sama sekali tak di sadari oleh dua makhluk itu.

 

Lee Donghae —guru biologi- yang sejak tadi tengah berdiri di depan kelas seraya menatap tajam dua orang siswanya yang ‘sibuk sendiri’ itu pun mulai mendengus kesal.

 

“Ehm! Choi Sungmin! Cho Kyuhyun!” namun panggilannya sama sekali tak di hiraukan.

 

Ya! Cho Kyuhyun! Choi Sungmin!”

 

Suara keras Donghae seonsaengnim pun sontak berhasil mengembalikan mereka dari ‘dunia-mereka-sendiri’. Sungmin tampak menatap gugup guru tampan yang baru ia sadari keberadaannya itu. Huh, lagi-lagi Cho Kyuhyun membuatnya tertimpa kesialan untuk yang kesekian kalinya.

 

“Cho Kyuhyun… Choi Sungmin… sedang apa kalian sampai tak menyadari keberadaan guru kalian di sini?” tanya Donghae Seonsaengnim datar. Sungmin menelan ludahnya gugup. Sial, dia harus jawab apa?

 

Seonsaengnim… a… aku…”

 

“Ah, begini seonsaengnim, tadi Sungmin bilang ia tak mengerti tentang materi sistem reproduksi manusia… karena itu aku mengajarinya” ujar Kyuhyun tenang. Sungmin melongo tak percaya. Kenapa harus alasan seperti itu?

 

“Benarkah? Sepertinya aku sudah pernah menerangkannya. Bagian mana yang membuatmu sulit mengerti Sungmin-ssi?” tanya Donghae seonsaengnim bingung. Namun belum sempat Sungmin membuka suara, Kyuhyun keburu menjawabnya,

 

“Ah, sepertinya Sungmin bingung karena materi ini tak pernah di praktekan, iya ‘kan Sungmin-ah?” ujar Kyuhyun seraya mengedipkan sebelah matanya pada Sungmin. Sungmin menatap Kyuhyun terperangah. Cho Kyuhyun itu… memang benar-benar tak di ragukan tingkat kemesumannya. Yang benar saja? Mempraktekan bab sistem reproduksi manusia?

 

Seisi kelas sontak saling berbisik bahkan ada beberapa yang tertawa mendengarnya, bahkan Donghae seonsaengnim pun menatap Kyuhyun dan Sungmin tak percaya. Wajah guru tampan itu tampak memerah.

 

Menyadari keadaan kelas yang tak lagi kondusif, Donghae seonsaengnim berdeham kencang setelah itu berusaha kembali fokus.

 

“Ehm… Choi Sungmin, Cho Kyuhyun. Saya tahu sebagai remaja, rasa penasaran kalian memang besar. Namun ada baiknya, materi tentang bab –ehem- sistem reproduksi manusia itu kalian praktekan setelah kalian menikah saja,” ujar Donghae seonsaengnim gugup.

 

Mianhae seonsaengnim…” ujar Sungmin pelan, berusaha menahan rasa malunya akibat ulah namja tak tahu malu yang kini tengan cengar cengir di sebelahnya. Sungmin bisa merasakan kalau wajahnya tengah memanas saat ini.

 

“Ah, sudahlah. Sekarang lebih baik kalian simpan buku-buku kalian, kita akan segera mulai ulangan hari ini,” ujar Donghae seonsaengnim seraya berjalan menuju mejanya.

 

Namun samar-samar Sungmin dapat mendengar, guru tampan itu menggumamkan sebuah kalimat, “Dasar hormon remaja.”

 

 

 

-oooo-

 

Sejak pulang dari sekolah tadi Sungmin sama sekali tak mau keluar kamar, panggilan Kyuhyun yang mengeluh kelaparan karena tak ada makanan sama sekali pun tak ia hiraukan.

 

‘Biar saja dia mati kelaparan. Itu malah lebih baik.’ Batin Sungmin masih dendam dengan kejadian di sekolah tadi. Rasanya ingin sekali Sungmin memaksa Siwon agar segera kembali pulang. Ia tak yakin, bisa bertahan lebih lama lagi berdua dengan pemuda mesum bernama Cho Kyuhyun itu.

 

Tiga hari yang lalu, Siwon mengabari Sungmin kalau ia dan Kibum tengah berada di Jepang, menemui orangtua Kibum dan Kyuhyun. Entah harus sampai kapan ia bersabar tinggal satu atap dengan setan mesum berkedok lelaki tampan itu.

.

.

Kyuhyun tampak menggeletakkan tubuh kurusnya di sofa ruang tamu. Seharian ini ia belum makan karena Sungmin marah padanya. Ia sudah mencoba memasak sendiri tadi. Tapi hasilnya? Ia tak yakin hasil masakannya itu layak di sebut makanan. Jadi mau tak mau ia harus membuang makanan tak berdosa itu. Mau pesan makanan siap saji? Ah, dia benar-benar bosan makan makanan tak sehat itu.

 

Tapi… mau bagaimana lagi? Perutnya benar-benar sudah berdemo minta di isi. Dengan langkah gontai ia berjalan mendekati telepon yang berada tak jauh darinya itu. Namun belum sempat ia menyentuh gagang telepon, telepon itu tiba-tiba berbunyi.

 

Yeoboseyo… Siwon hyung?”

.

.

.

TOK TOK TOK

 

“Sungmin-ah…” panggil Kyuhyun, namun sama sekali tak ada jawaban dari sang pemillik kamar. Kyuhyun menghela napas pelan, sekali lagi ia mencoba memanggil Sungmin.

 

“Sung…”

 

BRAK

 

“PERGI KAU!” teriak Sungmin dari dalam kamarnya. Kyuhyun menggeram kesal, ‘Dasar keras kepala.’

 

Ya! Ya sudah kalau kau tak mau menjawab telepon dari Siwon hyung. Aku akan bilang padanya…”

 

BRAK

 

“Minggir kau!” ujar Sungmin yang tiba-tiba sudah berada di depan Kyuhyun saat ini. Dengan kasar, di dorongnya tubuh Kyuhyun yang semula menghalangi jalannya kemudian berlari cepat menuju meja telepon.

 

Kyuhyun menatap Sungmin dengan tatapan yang sulit di artikan, “Di kepalanya hanya ada Siwon…”

 

-oooo-

 

Kyuhyun menatap bingung pada Sungmin yang kini tengah menangis hebat. Pasalnya setelah menerima telepon dari Siwon tadi, raut wajah Sungmin –yang semula berbinar- kini berubah drastis. Setelah memutuskan sambungan telepon, ia menangis hebat. Kyuhyun sendiri bingung apa yang sebenarnya terjadi.

 

“Y-ya! Sungmin-ah! kau ini kenapa?”

 

Namun bukannya menjawab, Sungmin justru semakin sesenggukan. Jujur saja, Kyuhyun benar-benar bingung saat ini. Tanpa pikir panjang, di tariknya Sungmin ke pelukannya. Kyuhyun sedikit berjengit kaget. Tumben sekali, Sungmin sama sekali tak menolaknya. Namja manis itu kini malah menyandarkan kepalanya di dada bidang Kyuhyun.

 

Kyuhyun menatap sendu Sungmin, tanpa sadar, tangannya kini telah bergerak aktif mengelus rambut Sungmin. Berharap gerakannya itu bisa menenangkan Sungmin. Merasa tangisan Sungmin sudah reda, Kyuhyun pun mulai memberanikan diri untuk bertanya.

 

“Min… ada apa sebenarnya?” tanya Kyuhyun lembut. Jika dalam kondisi sadar, mungkin Sungmin akan meragukan kalau namja yang ada di hadapannya ini adalah si mesum Kyuhyun. Namun kini emosinya tengah labil. Ia bahkan tak peduli siapa yang ia peluk tadi.

 

“Si… Siwon…”

 

“Ada apa dengan Siwon hyung?” tanya Kyuhyun bingung.

 

“Aku sudah tak punya harapan lagi… Siwon akan menikah dua minggu lagi, hiks…”

 

Seketika tubuh Kyuhyun menegang. Tanpa Sungmin sadari, ada secercah perasaan iri bercampur kesal yang kini tengah melingkupi Kyuhyun.

 

‘Lagi-lagi Siwon… sepertinya hati Sungmin betul-betul di penuhi oleh Ahjussi tua itu, sampai-sampai tak ada sedikitpun tempat untukku.’

 

 

-oooo-

 

Hari yang paling di nantikan oleh Siwon dan Kibum sekaligus hari yang paling di benci oleh Sungmin pun akhirnya tiba. Hari ini Siwon akan menikahi Kibum. Rona kebahagiaan tampak jelas di wajah kedua mempelai. Bahkan beberapa hari ini Siwon terus tersenyum. Tak jauh berbeda dengan Kibum. Namja itu juga tak kalah bahagia dari Siwon. Keluarga kedua belah pihak pun telah hadir.

 

Sedari tadi kakek dan nenek Sungmin sibuk memeluk Sungmin, sudah lama sekali rasanya mereka berdua tak bertemu dengan cucu semata wayangnya itu. Namun tetap saja, kebahagiaan berkumpul bersama mereka, tak sebanding dengan rasa sakit Sungmin yang sebentar lagi harus merelakan kalau Siwon akan segera di miliki orang lain. Ah, ia bahkan tak tidur semalaman karena memikirkan ini.

 

“Minnie…” suara Siwon sontak membuyarkan lamunan Sungmin. Di hadapan Sungmin kini telah berdiri sosok tampan pamannya yang terlihat semakin tampan dengan balutan tuxedo-nya. Ah, jangan lupakan binar bahagia itu. Membuat Siwon bekali-kali lipat terlihat lebih tampan.

 

GREP

 

Ahjussi…

 

Gumam Sungmin seraya memeluk Siwon erat seolah tak rela melepasnya.

 

“Min… ahjussi bahagia sekali hari ini…” ujar Siwon tanpa menyadari kalau Sungmin kini sekuat tenaga menahan diri untuk tak menangis.

 

‘Seandainya yang menikah denganmu itu aku, ahjussi…’

 

-oooo-

 

Kyuhyun mencuri-curi pandang kearah pemuda manis yang berdiri di sebelahnya. Saat ini acara pemberkatan hampir di mulai. Jujur saja, Sungmin tak ingin berada disini. Namun apa kata keluarga besar mereka nanti jika ia kabur dari sini?

 

Tak lama kemudian kedua mempelai telah berdiri menghadap seorang pastur. Sungmin menghela napas pelan. Dadanya terasa semakin sesak saat ini.

 

GREP

 

Sungmin tersentak kaget saat menyadari seseorang kini tengah menggenggam erat tangannya. Sungmin mengarahkan pandangannya ke sosok pemuda yang berdiri tepat di sampingnya. Kenapa ia baru sadar ternyata sedari tadi namja Cho itu berdiri di sampingnya?

 

Kali ini tak seperti kejadian yang sudah-sudah. Sungmin membiarkan tangannya di genggam lembut oleh namja Cho itu. ia memang butuh topangan saat ini.

 

-oooo-

 

Malam ini suasana di kediaman Choi tampak lengang. Selesai acara pemberkatan tadi, orangtua Kibum memutuskan untuk kembali ke Jepang karena pekerjaan yang tak mungkin di tinggal lama-lama, setelah memberi wejangan pada kedua anak mereka, Kyuhyun dan Kibum, Tuan dan Nyonya Cho itu segera pamit undur diri. Tak jauh berbeda dengan orangtua Kibum, orangtua Siwon pun memutuskan untuk langsung pulang dengan dalih takut mengganggu pengantin baru.

.

.

Sungmin tampak uring-uringan di kamarnya. Sedari tadi ia tak bisa memejamkan matanya barang sedetik pun. Biasanya kalau ia sulit tidur begini, Siwon akan ada di sampingnya menyanyikan sebuah lagi pengantar tidur untuknya.

 

“Apa aku minta Siwon ahjussi saja untuk menyanyikan lagu untukku?”gumam Sungmin. tanpa pikir panjang bergegas ia bangkit dari tempat tidurnya dan berjalan menuju kamar Siwon –yang kini juga menjadi kamar Kibum.

.

.

 

Sungmin menatap ragu pintu di hadapannya, sedari tadi –sejak kepulangan orangtua masing-masing pihak- Siwon dan Kibum sama sekali tak keluar kamar.

 

‘Sebenarnya mereka sedang apa, sih?’ rutuk Sungmin kesal. Dadanya kembali berdenyut sakit. Setelah menikah, Siwon benar-benar mengabaikannya. Ah, ia tak peduli, malam ini Siwon harus menyanyikan sebuah lagu untuknya.

 

“Hey, bunnyming. Sedang apa kau disana?” Sungmin terkesiap mendengar suara bass yang selalu mengganggunya itu. sial, untuk apa namja itu berada disini? Menyadari Sungmin tak bergeming dari tempatnya, bergegas Kyuhyun berjalan menghampiri Sungmin.

 

“Apa yang kau lakukan disini?” tanya Kyuhyun sepelan mungkin, takut ketahuan oleh sang pemilik kamar.

 

“Aku… aku ingin meminta Siwon ahjussi menyanyikan lagu pengantar tidur untukku…” ujar Sungmin polos. Kyuhyun terperangah tak percaya. Namja manis di hadapannya itu… bodoh atau polos?

 

“Eh… Min… apa kau gila? Ini malam pertama mereka. Dan kau mau meminta Siwon hyung menyanyikan lagu untukmu? Kau akan mengganggunya,” ujar Kyuhyun pelan. Sungmin tampak mengernyitkan dahinya bingung.

 

“Malam pertama? Maksudmu…”

 

 

‘Assh… Siwonnie… fasterrhh…’

 

‘Ne, Bummie… ah, kau sempit, chagi…’

 

‘Siwonnie… a-aku mau…’

 

‘keluarkan saja sayang…’

 

 

Wajah Kyuhyun sontak memerah mendengar desahan dari kamar Siwon dan Kibum. Kyuhyun yang dasarnya memang berotak pervert sangat paham dengan apa yang tengah terjadi di dalam sana.

 

“Huh. Mereka itu… tak sadarkah desahan mereka sampai keluar?” dengus Kyuhyun seraya mengipasi wajahnya yang mulai memanas. Ia rasa ia akan ‘main solo’ nanti gara-gara ulah mesum pasangan SiBum.

 

Menyadari tak ada tanggapan dari sosok di sampingnya, sontak Kyuhyun mengalihkan tatapannya kearah Sungmin. wajah Sungmin tampak memucat. Tatapannya terlihat kosong, namun Kyuhyun tahu, di balik tatapan kosong itu Sungmin merasa begitu terpukul.

 

“Su… Sungmin…”

 

-TBC-

3 thoughts on “FF KyuMin | Me Or Your Uncle? | PART 5 | YAOI”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s