FF KyuMin | Me Or Your Uncle? | part 4 | YAOI


Lee Hyun Ri  © 2013 present

.

KyuMin’s Fanfiction

.

Me or Your Uncle?

.

Disclaimer : All Casts belong to each other, but plot and this fanfic totally Mine!

.

Pair : KyuMin as Always

.

Rate : T+ / T to M (Maybe)

.

Warning : YAOI | OOC | Typo (es) | Bad EYD | Mainstream Idea | Bad Diction | Don’t Like, Don’t Read! | Bash, Flame, and Copast Not Allowed Here!

.

~enJOY the Story~

.

-Chapter  4-

.

-oOoOo-

.

 

Kyuhyun tampak menatap takjub kamar yang di dominasi oleh warna pink itu. Tanpa sungkan ia mulai berjalan memasuki kamar tersebut. Ia menyeringai ketika mengingat kejadian sesaat sebelum Kibum dan Siwon pamit untuk pergi tadi. Siwon dengan polosnya memintanya untuk menjaga Sungmin. Tak ia sangka  keberuntungan selalu berada di pihaknya.

 

Pertama satu sekolah dengan Sungmin, lalu satu kelas, dan sekarang tinggal berdua? Benar-benar serasa berjodoh. Namun ia sedikit heran, pasalnya semenjak kedatangannya di rumah Sungmin, beberapa menit yang lalu, rumah ini terlihat sunyi. Kemana Sungmin?

 

Tadi setelah Kibum dan Siwon pamit pergi, Kyuhyun buru-buru pulang ke apartemen Kibum dan membereskan semua barangnya. Ia sungguh tak sabar ingin tinggal bersama namja manis bernama Sungmin itu, namun kenapa Sungmin malah tak ada?

 

‘Mungkin dia hanya keluar sebentar’

 

Kyuhyun mengendikkan bahunya tak peduli kemudian bergegas berjalan ke tempat tidur Sungmin yang lagi-lagi di penuhi warna pink itu. Kyuhyun terkikik pelan. Bagaimana mungkin? Apa benar Sungmin itu namja? Tak hanya warna pink yang mendominasi pemandangan, boneka bunny berbagai ukuran pun tampak tersusun rapi disana.

 

Dengan seenaknya, Kyuhyun mengambil salah satu boneka yang berada disana dan memandangnya jenaka. Benar-benar tamu tak tahu sopan santun. Diletakannya lagi boneka tersebut pada tempatnya.

 

Ia cukup lelah hari ini, sepertinya tidur di kamar ini tak buruk juga. Dengan gerakan tenang, tanpa rasa canggung sedikit pun –seolah ini kamar miliknya sendiri, ia mulai merebahkan dirinya disana. Saat mengatur posisi bantal, tiba-tiba saja mata Kyuhyun terantuk pada sebuah benda yang terselip di bawah bantal tersebut.

 

‘Foto?’

 

Lagi-lagi dengan seenaknya Kyuhyun mengambil benda tersebut, ia menatap bingung foto di tangannya itu. Untuk apa Sungmin menyimpan foto Siwon di bawah bantalnya? Seketika Kyuhyun menyadari ada sederet tulisan di balik lembaran foto tersebut.

 

2S – Siwon love Sungmin

 

Kyuhyun mengernyitkan dahinya bingung. Apa maksudnya? Siwon love… Sungmin? kembali Kyuhyun membaca deretan kata lainnya,

 

Siwon-ah saranghae…

Suatu saat nanti akan ku pastikan aku hanya akan menikah dengan Siwon.

Saranghae ahjussi… :*

 

Raut wajah Kyuhyun mendadak tegang. Yang benar saja? Menikah dengan Siwon? Pamannya sendiri? Apa Sungmin seputus asa itu sampai harus mengharapkan pamannya sendiri?

 

Ya! Apa yang kau lakukan di kamarku?”

 

Kyuhyun tersentak ketika sosok namja berperawakan mungil kini tengah menatapnya marah. Sungmin tampaknya baru saja selesai mandi, terbukti kini tubuhnya hanya terbalut bathrobe. Kyuhyun menelan ludahnya susah. Pantas saja rumah ini sepi. Rupanya Sungmin sedang mandi.

 

“A.. aku…”

 

SRAT

 

Sungmin menatap Kyuhyun garang. Dengan gesit, di rebutnya benda yang kini tengah di pegang Kyuhyun. Seketika wajah Sungmin memerah. Sial, rupanya namja mesum di hadapannya itu sudah mengetahuinya. Namja itu tahu ia jatuh cinta pada pamannya sendiri.

 

“Dimana sopan santunmu, Cho? Masuk ke kamar orang tanpa ijin, dan dengan seenaknya menyentuh barang-barangku!” dengus Sungmin kesal. Namun rupanya ucapan sinis dan wajah marah Sungmin itu sama sekali tak membuat Kyuhyun takut. Ia malah semakin ingin menggoda kelinci manis di hadapannya ini.

 

“Kenapa? Hari ini ‘kan aku mulai tinggal disini. Kau ingat kata Siwon hyung? Ia menugaskanku untuk menjagamu,” ujar Kyuhyun kalem, dengan seenaknya ia merebahkan kembali dirinya di tempat tidur Sungmin dan memejamkan matanya. Sungmin membelalakkan matanya geram. Apa-apaan namja itu? seenaknya saja. Tak punya sopan santun.

 

Ya! Ini kamarku! Jangan seenaknya tidur disini. Keluar sana! Dan pindahkan barang-barangmu ini!” rutuk Sungmin semakin geram. Namun lagi-lagi Kyuhyun tak mempedulikannya. Kyuhyun tampaknya sudah sangat nyaman dengan posisinya hingga enggan untuk bergerak dari sana.

 

“Tidak mau! Aku mau tidur disini,” ujar Kyuhyun tanpa menatap Sungmin. Matanya masih terpejam, namun segaris seringai memuakkan mulai tercipta di wajah tampan itu. Sungmin semakin melotot garang. Namja Cho itu benar-benar berniat membuatnya mati muda. Hari ini adik Kibum itu sudah berhasil membuat emosinya terus tersulut. Itu baru hari ini, bagaimana dengan hari-hari selanjutnya?

 

“Kau gila? Ini kamarku. Dan aku tak mengijinkanmu tidur disini. Kau tidur di kamar tamu saja!” ujar Sungmin berusaha meredam emosinya. Semakin ia marah, maka semakin senang pemuda pucat itu mengganggunya.

 

“Aku suka disini. Aku mau tidur disini saja. Kau saja yang pindah… atau…”

 

Kyuhyun tampak membuka matanya dan menatap Sungmin nakal. Seringaiannya semakin tercipta di sudut bibirnya. Sungmin menatap Kyuhyun takut-takut. Apa lagi yang di rencanakan oleh evil itu?

 

“A..atau apa?” tanya Sungmin menantang.

 

“Atau…”

 

BRUK

 

“Kita tidur berdua saja,” bisik Kyuhyun tepat di telinga Sungmin. Sungmin tampak menggeliat tak nyaman. Astaga, ia baru sadar, ternyata saat ini ia berada di atas tubuh Kyuhyun. Namja kurang ajar itu dengan seenaknya menghempaskan tubuhnya saat ia lengah tadi.

 

Dengan sekuat tenaga Sungmin berusaha melepaskan dirinya dari kungkungan namja mesum itu. Namun semakin ia berusaha melepaskannya, semkain kuat pula Kyuhyun memeluknya. Bibir Kyuhyun bahkan sudah mulai nakal. Bibir tebal itu tampak dengan khidmat menjelajah telinga Sungmin. Salah satu titik di tubuhnya yang paling sensitif.

 

Ya! Kau mesum! Lepaskan aku!” seru Sungmin marah. Ia benar-benar tak terima. Sudah dua kali namja mesum ini melecehkannya. Dan untuk kali ini… di kamarnya sendiri? Benar-benar gila!

 

“Kau mengataiku mesum? Sebenarnya siapa yang mesum disini?” tanya Kyuhyun dengan suara bass-nya yang terkesan seksi itu. Sungmin merinding seketika merasakan napas Kyuhyun di lehernya. Namun ia bingung dengan maksud namja itu. Siapa yang mesum disini?

 

“Bicara apa kau? Tentu saja kau yang mesum! Cepat lepaskan aku!”

 

“Aku mesum karena kau yang menggodaku. Jadi disini kau yang lebih mesum, bunnyming…” desah Kyuhyun sengaja. Sungmin merasa amarahnya telah sampai di ubun-ubun saat ini. Setelah mengatainya mesum, namja itu lagi-lagi memanggilnya dengan nama aneh. Apa itu? bunnyming?

 

“Aku tak mengerti maksudmu, lepaskan aku, pabo!”

 

“Kau tak mengerti atau pura-pura tak mengerti,heum? Kau sengaja ‘kan hanya mengenakan bathrobe di hadapanku? Kau ingin menggodaku ‘kan sejak tadi?” ujar Kyuhyun sambil tetap mengeratkan pelukannya di pinggang Sungmin. Tak dapat di pungkiri, keadaan Sungmin yang masih dalam balutan bathrobe, rambut Sungmin yang basah, serta wangi shampoo strawberry itu benar-benar memabukkan bagi Kyuhyun. Membuatnya enggan melepaskan pelukannya pada namja keras kepala di atas tubuhnya ini.

 

Sementara Kyuhyun masih dalam keadaan euphoria-nya. Sungmin tampak tercekat saat menyadari dirinya kini masih mengenakan bathrobe sialan ini. Dengan geram, lagi-lagi ia mencoba untuk melepaskan diri dari Kyuhyun. Ia tak menyangka namja kurus itu punya tenaga sekuat ini.

 

Berkali-kali Sungmin mencoba berontak, membuat tubuhnya terus bergerak tak teratur di atas tubuh Kyuhyun. namun sekeras apapun Sungmin mencoba melepaskan diri, sekuat itu pula Kyuhyun tetap menahannya.

 

“Eunngghh, M-min…”

 

Sungmin tampak tak peduli pada suara erangan Kyuhyun. Apa-apaan namja gila itu tiba-tiba mengerang? Menjijikan.

 

“M-minhh… berhentilah bergerak… kau membuatku ‘bangun’.”

.

.

.

 

“Astaga, dimana ponsel-ku?” ujar Siwon panik. Pasalnya ia dan Kibum kini telah berada di seperempat perjalanan saat tiba-tiba saja ia menyadari kalau ponselnya sama sekali tak ada di sakunya. Bahkan tas mereka pun sudah mereka bongkar, namun tetap tak ada. Kibum tampak memeriksa dashbor. Namun nihil. Tetap saja ponsel itu tak ada.

 

“Apa kau lupa membawanya?” tanya Kibum. Siwon tampak terdiam sejenak mencoba mengingat-ingat dimana terakhir kali ia meletakkan ponselnya.

 

“Bagaimana aku bisa melupakannya… bodoh sekali aku…” dengus Siwon gusar. Ia baru ingat kalau sebelum berangkat tadi, ia masih menggunakan ponselnya untuk menghubungi sekretarisnya. Dan seperti biasa, ia meletakkan ponsel itu di meja nakas yang berada di samping tempat tidurnya.

 

“Kau sudah mengingatnya?”

 

Ne, sepertinya memang benar-benar tertinggal di rumah. Kau tak keberatan ‘kan kita kembali lagi? Aku takut akan ada panggilan penting dari perusahaan nanti,” Kibum tampak mengangguk sekilas, “Tak masalah.”

.

.

 

“Bummie, kau tunggu di mobil saja, ne? aku tak akan lama,” ujar Siwon setelah memarkirkan mobilnya di depan rumahnya. Dengan tergesa ia berlari memasuki rumahnya.

 

Siwon tampak menatap heran sekeliling rumahnya. Kenapa sepi sekali? Kemana Sungmin dan Kyuhyun?

 

“Kemana kedua anak itu? kenapa sepi sekali? Bahkan lampu-lampu pun belum dinyalakan,” gumam Siwon seraya menatap jam dinding di ruang tamu. Jam sudah menunjukkan pukul enam sore. Biasanya Sungmin sudah menyalakan lampu pukul segini. Tapi tumben sekali hari ini belum di nyalakan. Apa Sungmin masih marah padanya?

 

Ia meringis sedih saat mengingat sikap Sungmin tadi saat ia mengatakan akan melamar Kibum. Kilat kesedihan tampak terpancar jelas di mata kelinci itu. Bahkan setelahnya Sungmin enggan menegurnya. Sejujurnya saat pergi tadi ia merasa sedikit beban menumpuk di benaknya. Ia selalu tak tenang jika meninggalkan Sungmin yang sedang dalam keadaan marah.

 

“Sebaiknya aku minta maaf saja padanya,” gumam Siwon kemudian bergegas berjalan menuju kamar Sungmin.

 

“Sepertinya ia masih tertidur hingga lupa menyalakan lampu,”

.

.

 

“M-minhh… berhentilah bergerak… kau membuatku ‘bangun’.”

 

Sungmin tampak membelalakkan matanya kaget. Seketika gerakannya terhenti. Sungmin tampak menatap ngeri wajah Kyuhyun yang tampak memerah, lagi-lagi seringai menyebalkan tercetak di wajah bocah setan itu. Sungmin merutuki kebodohannya sendiri. Ah, bisa-bisanya ia membuat jiwa mesum pemuda itu semakin bangkit.

 

“Kau… sengaja menggodaku ‘kan? Akui saja. Aku tidak keberatan kalau kita mau melakukannya sekarang,” ujar Kyuhyun tanpa dosa.

 

Mwo? Mimpi saja kau! Lepaskan aku!”

 

“M-minhh… ku bilang berhenti… kalau kau ingin melakukannya denganku, bukan beginihh caranyaahh…” desahan Kyuhyun semakin menjadi-jadi membuat kuping Sungmin kian memanas. Benar-benar menjijikan. Namja ini memang tak di ragukan lagi tingkat kemesumannya.

 

Omo! Apa yang kalian lakukan?”

.

.

 

Omo! Apa yang kalian lakukan?”

 

Seketika Kyuhyun dan Sungmin tampak mematung. Bahkan kini Sungmin tampak melupakan kalau dirinya masih berada diatas tubuh Kyuhyun. Suara itu… bukankah itu suara Siwon ahjussi?

 

Dengan panik, segera Sungmin dan Kyuhyun memisahkan diri. Kyuhyun tampak tersenyum salah tingkah seraya sementara itu Sungmin tampak menggigit bibir bawahnya gugup. Bagaimana ini? Bisa-bisa Siwon salah paham padanya.

 

“A-ahjussi… aku… aku bisa jelaskan…”

 

Siwon tampak menatap tajam Kyuhyun dan Sungmin bergantian. Tatapan Siwon kian menusuk saat menyadari kini Sungmin hanya mengenakan bathrobe, sementara itu tatapan Siwon kini mulai beralih pada Kyuhyun.

 

Siwon tampak menggelengkan kepalanya berkali-kali seraya berdecak saat mendapati penampilan Kyuhyun yang sangat berantakan.

 

“Apa ahjussi mengganggu kalian?”

 

Mwo?” serentak Kyuhyun dan Sungmin tampak menatap Siwon bingung. Pertanyaan macam apa itu? namun sesaat Kyuhyun dapat menangkap sebuah kilat menggoda tampak jelas di mata Siwon.

 

Menyadari kalau Siwon tak marah, bahkan cenderung mendukungnya, Kyuhyun tampak semakin mengembangkan seringai evil-nya.

 

‘Hidupku memang selalu di liputi keberuntungan,’ batin Kyuhyun narsis.

 

“Apa maksud ahjussi?” tanya Sungmin bingung. Melihat wajah polos nan manis itu jelas saja membuat Kyuhyun semakin membayangkan hal yang ‘iya-iya’. Ia jadi membayangkan, bagaimana jika tadi Siwon tak datang mengganggunya. Apa ia dan Sungmin akan…

 

“Ah, ani…ani.. tadi ahjussi hanya ingin mengecek keadaanmu. Lampu-lampu belum di nyalakan jadi ahjussi pikir kau kenapa-kenapa. Tapi sepertinya ahjussi saja yang berlebihan. Nah, sekarang ahjussi harus pergi. Kalian lanjutkan saja kegiatan kalian yang tertunda tadi…” ujar Siwon kalem kemudian beranjak pergi.

 

Sungmin tampak terbengong mendapat respon yang tak ia sangka-sangka tersebut. Apa Siwon mengira ia dan evil mesum ini sedang… ah, tidak, tidak. Memikirkannya pun ia tak mau. Bergegas ia mengejar Siwon yang mulai melangkah pergi, ia benar-benar tak ingin Siwon salah paham.

 

“Ahjussi, kau salah paham. Aku dan namja gila ini hanya—”

 

Belum sempat Sungmin menyelesaikan kalimatnya, tiba-tiba saja Siwon berbalik. Sungmin menghembuskan napasnya lega. Semoga saja Siwon mau mendengarkan penjelasannya.

 

“Ah, ahjussi lupa. Kyuhyun-ah!”

 

Kyuhyun yang merasa namanya di panggil pun sontak bergegas menatap Siwon.

 

Ne, hyung?”

 

“Jangan terlalu sering melakukannya dan juga jangan terlalu kasar, ya? Kasihan Sungmin,” ujar Siwon santai kemudian bergegas pergi.

 

Ne, hyung. Tentu saja. Kau tenang saja!” teriak Kyuhyun girang sementara itu Sungmin tampak melongo tak percaya. Apa-apaan itu tadi? Siwon mengizinkan namja mesum itu berbuat yang tidak-tidak padanya? apa Siwon sadar dengan kata-katanya?

 

Sungmin tampak mendengus lirih, tampaknya Siwon benar-benar tak mau membuka hatinya untuknya. Di mata Siwon hanya ada Kibum. Dan kini sepertinya Siwon begitu bernafsu mendekatkannya pada evil mesum bernama Cho Kyuhyun itu.

 

Wajah Sungmin tampak memerah sedih, ia tak ingin menyerah sekarang. Cintanya pada Siwon sudah sejak sepuluh tahun yang lalu. Sedangkan Kibum? Cih, siapa dia? Bahkan ia hanya orang baru di kehidupan Siwon.

 

‘Aku tak akan menyerah. Aku akan meyakinkan Siwon ahjussi kalau hanya aku ‘lah yang pantas untuknya. Kau lihat saja nanti, Kibum-ssi.’

.

.

 

Kyuhyun tampak menatap Sungmin bingung. Sedari tadi Sungmin tak juga beranjak dari tempatnya. Mata foxy itu masih menatap nanar kearah dimana sosok Siwon menghilang tadi.

 

Teringat dengan selembar foto yang ia temukan di bawah bantal Sungmin tadi, kini ia semakin yakin. Ada yang tak beres dengan hubungan antara paman dan keponakan itu. Lebih tepatnya Sungmin ‘lah yang tak beres disini.

 

“Hey, bunnyming. Mau sampai kapan kau berdiri disana? Masih berminat melanjutkan yang tadi?” tanya Kyuhyun iseng. Namun sepertinya cukup ampuh untuk menyadarkan Sungmin dari keterpakuannya. Sontak Sungmin menatap Kyuhyun garang dan berjalan mengampiri namja Cho itu.

 

Neo!” tunjuk Sungmin tepat di depan hidung mancung Kyuhyun. Kyuhyun tampak terdiam menunggu apa yang akan di katakan Sungkin selanjutnya.

 

“Ini semua gara-gara kau! Siwon ahjussi jadi salah sangka padaku,” ujar Sungmin seraya menahan amarahnya. Giginya mulai terdengar bergemeletuk.

 

“Salah sangka apa? Kau tak dengar? Tadi hyung malah menyuruh kita melanjutkannya,” ujar Kyuhyun santai seolah tak ada yang terjadi barusan. Tak ayal wajah Sungmin semakin memerah mendengarnya.

 

“Ini semua salahmu! Kau semakin mempersulitku untuk mendapatkan Siwon!” ujar Sungmin tanpa sadar telah membuka rahasianya pada namja di hadapannya itu. Walaupun sudah menduganya, jujur saja Kyuhyun cukup kaget juga mendengar semuanya langsung dari mulut Sungmin sendiri.

 

“Apa kau bilang?”

 

Seketika Sungmin tersadar dengan apa yang ia katakan barusan. Rasa gugup mulai menjalarinya. Bagaimana kalau namja mesum ini bertanya macam-macam?

 

Tak mau memperpanjang masalah, bergegas Sungmin menghindar dari sana. Namun belum sempat Sungmin beranjak dari sana, tangan Kyuhyun sudah keburu menahannya.

 

Ya! Lepaskan aku. Apa maumu, hah!” ujar Sungmin marah. Cengkeraman tangan Kyuhyun terasa begitu kuat di pergelangan tangannya.

 

Namja berkulit pucat itu tampak tersenyum ah lebih tepatnya menyeringai pada sosok manis yang kini tengah berusaha melepaskan diri dari kungkungan tangannya itu. Namun semakin sosok manis itu mencoba untuk berontak, semakin tertantang juga namja berwajah stoic itu menaklukannya.

 

“Jadi… jatuh cinta dengan paman sendiri, eoh?” seringai namja itu semakin terkembang. Membuat Sungmin berjuta-juta kali lebih muak. Sungmin mendenguskan napasnya kesal, kenapa namja mesum ini tak pernah berhenti mengganggunya, sih?

 

“Bukan urusanmu! Lepaskan aku!”

 

BUG

 

Dengan satu sentakan keras, akhirnya cengkeraman tangan itu terlepas. Tak mau menyia-nyiakan kesempatan, bergegas Sungmin pergi dari sana.

 

“Bukan urusanku? Tentu saja ini akan menjadi urusanku…. Cho Sungmin,” gumam Kyuhyun bermonolog. Namja stoic itu semakin menyeringai saat sosok Sungmin mulai menghilang dari hadapannya.

 

-oooo-

 

Kibum tampak menatap heran pada Siwon yang sedari kembali dari mengambil ponselnya itu tampak menjadi lebih pendiam. Sesekali Kibum menangkap sebuah senyum dan semburat merah tercipta di wajah tegas Siwon. Terang saja hal itu membuat Kibum heran. Apa ia telah melewatkan sesuatu?

 

“Kau kenapa, Siwon-ah?” tanya Kibum bingung. Namun bukannya menjawab, Siwon malah tersenyum semakin lebar.

 

Gwaenchana, Bum-ah. sepertinya membuat Sungmin melupakan perasaannya padaku bukan perkara sulit,” ujar Siwon tenang. Kibum tampak mengernyitkan dahinya bingung.

 

“Maksudmu?”

 

“Aku akan menceritakannya nanti. Sekarang lebih baik kita berangkat agar segera sampai. Ini sudah malam.”

 

-oooo-

 

“MinniMin…”

 

“Bunnyming…”

 

Kyuhyun mendengus gusar. Sudah sejak tadi ia berdiri di depan kamar Sungmin, namun pintu itu terkunci. Sepertinya Sungmin benar-benar marah padanya.

 

“Sungmin-ah…”

 

“Min… buka pintunya, ne? tenang saja… aku tak akan memintamu melanjutkan yang tadi… aku hanya—”

 

BRAK

 

Kyuhyun tersentak mundur. Apa itu barusan? Sepertinya Sungmin tadi membanting sesuatu hingga mengenai pintu. Kyuhyun mengusap dadanya kaget. Merasa Sungmin sangat sulit di dekati saat ini, mau tak mau Kyuhyun hanya bisa pasrah dan bergegas menyeret kakinya ke sofa terdekat. Terpaksa malam ini ia tidur di sofa.

 

Mau bagaimana lagi? Di rumah ini hanya ada tiga kamar. Kamar Siwon, kamar Sungmin, dan kamar tamu. Tidur di kamar Sungmin? ia ingin sekali… tapi mengingat kemarahan Sungmin, terpaksa ia mengubur keinginannya dalam-dalam. Tidur di kamar tamu? Ini pilihan paling bijak, tapi… kamar tamu belum di bersihkan. Mau di bersihkan sekarang pun tak akan sempat, ia sudah terlanjur lelah saat ini. Jadi mau tak mau ia harus mengikhlaskan dirinya tidur di sofa malam ini.

 

-oooo-

 

Sungmin tampak menatap dingin sesosok namja yang masih tertidur di atas sofa. Walaupun tampaknya tak nyaman, namja itu masih tetap bisa tertidur nyenyak. Sungmin berdecih kesal melihatnya. Entah kenapa hanya dengan melihat wajah namja ini saja sudah berhasil membuat emosinya naik.

 

“Hey, mesum! Cepat bangun. Kau mau sekolah tidak?” ujar Sungmin berusaha membangunkan Kyuhyun. Namun sepertinya sama sekali tak ada tanda-tanda Kyuhyun akan bangun.

 

Sungmin mendengus gusar. Dengan tega, di tendangnya tubuh Kyuhyun hingga namja itu tersentak dan terguling jatuh dari atas sofa.

 

“Aw…” ringis Kyuhyun seraya memegangi pinggangnya. Jujur saja, Sungmin merasa sedikit tak tega. Namun mau bagaimana lagi? Kalau tidak begini mereka bisa terlambat ke sekolah.

 

“Min… kau tega sekali. Tak bisa kah kau membangunkanku dengan cara yang lebih berperasaan?” gerutu Kyuhyun kemudian bergegas bangun.

 

“Salahmu sendiri kenapa sulit dibangunkan. Sekarang cepat bersiap. Aku tak mau terlambat ke sekolah!” tanpa banya membantah, bergegas Kyuhyun berjalan menuju kamar Sungmin. sungmin menatap Kyuhyun heran. Kenapa namja itu malah menuju kamarnya?

 

Ya! Aku menyuruhmu mandi dan bersiap! Kenapa malah masuk ke kamarku?”

 

“Aku hanya ingin mengambil koperku yang tertinggal disini. Semalam aku mau memintanya, tapi kau malah membanting pintu,” gerutu Kyuhyun tanpa mempedulikan Sungmin yang kini tampak terdiam.

.

.

 

Kyuhyun menatap Sungmin yang kini tengah sibuk memasak dengan wajah bahagia. Entah kenapa melihat Sungmin seperti itu, ia jadi merasa telah berkeluarga —dan tentu saja, yang berperan sebagai istri adalah Sungmin. Dengan mengendap, ia mulai berjalan menghampiri Sungmin yang masih belum menyadari keberadaannya.

 

GREP

 

“Wah, aku seperti merasa telah memiliki istri,” ujar Kyuhyun seraya memeluk tubuh Sungmin erat. Tak hanya itu, bibirnya kini mulai menari liar mencari leher Sungmin.

 

Ya! Lepaskan aku! Dasar mesum!”

 

PLAK

 

Kyuhyun tampak meringis memegangi kepalanya yang baru saja di pukul dengan spatula oleh Sungmin. Sementara itu Sungmin tampak menatap kesal pada Kyuhyun. Ternyata mencoba berbaik hati pada makhluk seperti Kyuhyun itu adalah keputusan yang salah.

 

“Kenapa kau memukulku?”

 

“Diam kau! Sekarang lebih baik kau duduk disana, dan makan ini,” ujar Sungmin seraya menyodorkan sepiring nasi goreng yang baru saja ia masak pada Kyuhyun yang masih terdiam.

 

“Hey, mesum. Kenapa kau diam saja? Cepat kau habiskan. Aku tak mau terlambat ke sekolah hanya karena menunggumu!” titah Sungmin yang sudah lebih dulu menyantap makanannya.

 

Kyuhyun tersenyum –menyeringai. Apa Sungmin sadar telah mengajaknya berangkat bersama?

 

 

-oooo-

 

Kibum tampak terperangah mendengar cerita Siwon mengenai kejadian saat ponsel Siwon tertinggal tadi malam. Jujur saja, ia benar-benar malu dengan kelakuan Kyuhyun. Ingin rasanya ia mengirim kembali bocah itu ke Jepang dari pada terus terusan membuat masalah disini. Ia bahkan baru tiga hari tinggal disini.

 

Siwon menatap ragu pada Kibum yang saat ini tampak menegang. Apa Kibum marah?

 

“Bummie-ah…”

 

“Tsk, Cho Kyuhyun…”

 

 

-TBC-

.

2 thoughts on “FF KyuMin | Me Or Your Uncle? | part 4 | YAOI”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s