FF KyuMin | Me Or Your Uncle? | PART 3 | YAOI


Lee Hyun Ri  © 2013 present

.

KyuMin’s Fanfiction

.

Me or Your Uncle?

.

Disclaimer : All Casts belong to each other, but plot and this fanfic totally Mine!

.

Pair : KyuMin as Always

.

Rate : T+ / T to M (Maybe)

.

Warning : YAOI | OOC | Typo (es) | Bad EYD | Mainstream Idea | Bad Diction | Don’t Like, Don’t Read! | Bash, Flame, and Copast Not Allowed Here!

.

.

Guest Cast for This Chapt : Nakajima Yuto © Hey! Say! Jump

.

 

Happy Reading

.

.

-oOoOo-

 

Kibum menatap tajam seorang pemuda yang dengan santainya duduk di sofa apartemennya seraya menikmati cemilan –yang Kibum yakin adalah cemilan miliknya. Kibum mendengus gusar saat menyadari pemuda itu tampak cuek akan kehadirannya. Masih dengan wajah datarnya, Kibum bergegas berjalan mendekati pemuda yang disinyalir bernama Kyuhyun itu.

 

PLAK

 

“Aw! Hyung! Apa-apaan kau? Tidak kau tidak Eomma, kenapa hobi sekali memukul kepalaku? Kalau kejeniusanku hilang bagaimana?” sungut Kyuhyun seraya mengelus kepalanya yang menjadi korban jitakan Kibum tadi. Seolah tak mendengar gerutuan Kyuhyun, kembali Kibum melancarkan siksaannya pada adik semata wayangnya tersebut. Sebuah bantal yang semula berada di sofa tersebut kini telah sukses menghantam wajah tampan Kyuhyun.

 

Ya! Hyung! Apa-apaan kau ini? Seharusnya kau menyambut kedatangan adikmu yang tampan ini, bukannya menyiksaku seperti ini!”

 

“Dasar bocah gila! Apa yang kau lakukan hingga kau di keluarkan dari sekolahmu, hah?” Sejenak Kyuhyun tampak terkesiap. Ini pertama kalinya Kibum mengomelinya seperti ini. Hey, kakaknya itu sedingin es dan jarang berbicara. Ah, baiklah, khusus di depan Siwon mungkin sifat dinginnya tak berlaku.

 

“Aku tak melakukan apa pun! Pihak sekolah saja yang berlebihan. Seharusnya ketua kedisiplinan bodoh itu juga di keluarkan. Bukan hanya aku!” gerutu Kyuhyun seraya mengusap kepalanya yang masih terasa pening.

 

Kembali sekelebat kejadian sesaat sebelum ia di drop out dari sekolahnya itu melintas di benaknya.

 

Saat itu Kyuhyun hanya sedang memojokkan seorang siswi –ya, HANYA- yang selalu saja mengikutinya kemana pun ia pergi. Hey, jangan salah, walaupun tengil, Kyuhyun merupakan salah satu pangeran sekolah. Jadi jangan heran jika banyak gadis yang mengejarnya. Dan, seorang Cho Kyuhyun tak mungkin menolak rejeki, ‘kan? Gadis-gadis itu yang datang padanya, mereka yang menawarkan diri. Bukan salahnya, ‘kan?

 

Sebenarnya kejadian saat itu memang bukan sepenuhnya kesalahan Kyuhyun, gadis itu yang selalu mengekorinya. Tak ayal, sikap playboy Kyuhyun pun keluar. Ia memojokan gadis itu di salah satu lorong yang cukup sepi dan menciumnya. Ia hanya mencium gadis itu. Ya, mungkin mencumbu juga. Entahlah, hanya Kyuhyun dan gadis itu yang tahu. Namun rupanya kegiatan mesumnya itu di saksikan oleh –sialnya- ketua kedisiplinan di sekolah mereka, Nakajima Yuto —yang sekaligus juga kekasih dari gadis yang tengah Kyuhyun cumbu saat ini. Tak ayal Yuto yang melihat hal itu menjadi geram.

           

“Cho Kyuhyun. Apa yang kau lakukan pada gadisku, hah?!”

 

BUG

 

Kyuhyun yang tak menyangka akan terjadi hal seperti ini, jelas tak bisa melawan. Darah segar tampak mengalir dari sudut bibirnya. Kyuhyun tampak tersentak. Apa kata Yuto tadi? Gadisnya? Jadi gadis itu kekasih Yuto? Jujur saja Kyuhyun tidak tahu. Namun harga diri yang kelewat tinggi membuat Kyuhyun enggan meminta maaf ataupun mengaku salah. Bergegas ia bangkit dan balik memukul telak wajah Yuto. Tak dapat dihindari, baku hantam pun terjadi. Gadis –yang ternyata pacar Yuto- tadi berlari ketakutan menuju ruang guru.

 

-oOoOo-

 

“Cho Kyuhyun… kau lagi, kau lagi… aku tak habis pikir. Bagaimana mungkin, belum dua tahun kau sekolah disini. Tapi catatan kenakalanmu benar-benar rekor, mengalahkan para seniormu! Hah, aku sudah lelah terus memanggil orangtuamu kemari,” Kyuhyun hanya diam seraya mencibir kesal pada guru yang sedari tadi menceramahinya ini. Bagaimana ia tak kesal? Sedari tadi hanya dia yang mendapat siraman rohani dadakan ini. Sementara Yuto? Apa karena dia adalah siswa alim tanpa catatan kasus sehingga dia bisa bebas?

 

Sedari tadi, orang-orang yang kini sedang menyidangnya menatap Kyuhyun tajam seolah ia adalah penjahat yang harus bertanggung jawab atas semua yang terjadi. Sementara pada Yuto? Mereka semua menatap penuh simpatik pada Yuto yang wajahnya benar-benar babak belur. Terang saja keadaan Yuto jauh lebih parah dari Kyuhyun, Yuto sama sekali tak bisa melawan semua serangan Kyuhyun tadi.

 

‘Hah, dasar sok alim. Memang siapa yang memukul lebih dulu? Aku ‘kan hanya membela diri,’ cibir Kyuhyun dalam hati. Sekalipun kesal, ia lebih memilih untuk diam.

 

“Cho Kyuhyun. Kelakuanmu kali ini benar-benar tak bisa di tolerir lagi. Bukan kali ini saja kau berbuat onar. Catatan kenakalanmu benar-benar parah. Aku rasa kau mungkin saja akan di keluarkan dari sekolah ini. Lebih baik kau berdoa saja untuk keputusan kepala sekolah nanti,” ujar wali kelas Kyuhyun pasrah.

 

‘Di keluarkan juga tak masalah. Aku jadi punya alasan untuk…’

 

Seketika seringai tipis tercetak di wajah tampan Kyuhyun. Sepertinya ia tak akan menyesali perbuatannya kali ini.

.

.

.

Ya! Bocah! Kenapa kau jadi melamun? Sebenarnya apa yang kau lakukan sampai bisa di keluarkan, hah?”

 

“Diamlah, Hyung! Aku hanya memukul ketua kedisiplinan dan mereka mengeluarkanku. Hanya itu!” ujar Kyuhyun kesal. Kibum tampak melongo menatap adik semata wayangnya itu. Kenapa bocah evil itu bisa sesantai itu?

 

“Kyuhyun-ahHyung harap kau bisa jadi anak baik selama disini. Kau sudah Hyung daftarkan di salah satu sekolah. Jangan buat Hyung malu dengan perbuatanmu, arra?” ancam Kibum dingin. Kalau sudah begini, mau tidak mau Kyuhyun hanya bisa pasrah dan menurut.

 

 

-oOoOo-

.

Siwon menatap Sungmin sedih. Sudah dua hari ini Sungmin selalu mendiamkannya. Siwon juga tak tahu pasti apa penyebabnya. Setelah kepulangan Kibum waktu itu tiba-tiba saja Sungmin berubah. Namja manis itu jadi tak banyak bicara dan terkesan selalu menghindari Siwon. Sikap Sungmin pun terkesan semakin dingin.

 

Pagi ini Siwon memaksa mengantarkan Sungmin ke sekolahnya. Dan ini ‘lah yang terjadi sekarang. Suasana di dalam mobil tampak begitu canggung. Sedari tadi Sungmin hanya menatap datar ke arah jalan.

 

“Min-ah…” panggil Siwon ragu. Namun tak sejenak pun Sungmin menanggapi.

 

“Min, Ahjussi sedang bicara padamu!” ujar Siwon sedikit keras. Sedikit mendengus, Sungmin beralih menatap Siwon dingin. Jujur saja, Siwon agak risih di tatap sebegitu dinginnya oleh keponakannya sendiri. Sungmin tak pernah seperti ini sebelumnya.

 

Wae?” tanya Sungmin ketus. Siwon tampak mendengus pelan. Yah, biarlah, setidaknya kini Sungmin meresponnya.

 

“Sebenarnya kau ini kenapa? Kenapa mendiamkan Ahjussi, begini? Apa Ahjussi berbuat salah lagi, heum?” tanya Siwon lembut. Tak ayal hati Sungmin terenyuh. Siwon memang selalu sabar menghadapinya. Siwon selalu mengerti dirinya. Ah, bagaimana mungkin ia tak jatuh pada pesona Siwon? Siwon adalah sosok figur ayah sekaligus kakak yang tak pernah ia miliki sebelumnya. Sikap Siwon selama ini ‘lah yang membuat Sungmin selalu berharap lebih pada namja itu.

 

“Kau membuatku sakit Ahjussi… Kau tak tahu seberapa sakitnya ketika aku melihatmu bersikap mesra pada Kibum,” ujar Sungmin lirih. Siwon tampak menghela napas berat. Rupanya itu lagi permasalahannya. Sungmin hanya cemburu. Kecemburuan yang tak masuk akal.

 

“Jadi kau cemburu begitu? Min, sudah berapa kali Ahjussi bilang. Kau itu—”

 

“Ya, aku tahu. Aku ini keponakanmu dan selamanya akan begitu, ya, ‘kan? Tapi tak bolehkah aku memiliki perasaan seperti ini? Aku berhak Ahjussi, ini hatiku! Sudah sampai, aku pergi, Ahjussi,” ujar Sungmin kesal kemudian bergegas keluar dari mobil Siwon tanpa menoleh lagi.

 

“Kau salah, Min… ini salah…” gumam Siwon seraya menatap kepergian Sungmin.

 

-oOoOo-

.

 

Sungmin melangkah cepat menuju kelasnya, suasana hatinya benar-benar kacau saat ini. Bahkan semalaman ia tak bisa tidur karena memikirkan ini. Tidakkah Siwon sadar kalau perasaannya ini tulus? Siwon benar-benar menyakitinya. Ini semua karena namja bernama Kibum itu…. ya! namja itu… Cho Kibum!

 

Sungmin mendengus kasar, setiap mengingat namja bernama Kibum itu, amarahnya langsung memuncak.

 

BUG

 

“Hey,. Aku tahu aku tampan. Tapi tak perlu menabrakku juga ‘kan untuk mencari perhatianku?”

 

Sungmin meringis jengkel. Sial sekali dia, akibat melamun, hingga menabrak orang begini. Dan… apa tadi kata namja itu? mencari perhatian katanya? Apa orang itu tak salah bicara? Hey, tak perlu mencari perhatian pun, Sungmin sudah banyak menuai perhatian. Ia seorang cassanova di sekolah ini! Sungmin mendongakan kepalanya bersiap memaki namja tak tahu diri itu. Namun seketika ia terkesiap.

 

Neo?!”

 

“Ah, annyeong Cho, ah maksudku Choi Sungmin-ssi? Sepertinya kita memang berjodoh, ya?” ya, kalian pasti tahu siapa pemuda narsis ini. Tepat! Cho Kyuhyun!

 

Sungmin menatap geram namja dihadapannya ini. Namja itu kini menyeringai senang seraya menatap Sungmin tanpa berkedip. Sungguh, Sungmin benar-benar benci seringai itu. Ia benci namja itu! Sungmin tak dapat melupakan bagaimana namja itu mencuri ciuman pertamanya.

 

BLUSH

 

Seketika wajah Sungmin memerah antara malu dan kesal. Kenapa kejadian di toilet itu malah melintas di pikirannya?

 

“Hey, wajahmu memerah. Apa kau sakit? Atau kau terlalu gugup bertemu denganku?” tanya Kyuhyun sok akrab. Sontak mata Sungmin melotot marah. Apa-apaan namja ini?

 

“Menyingkir!” ujar Sungmin kesal seraya mendorong kasar tubuh Kyuhyun hingga namja itu hilang keseimbangan. Namun bukan Kyuhyun namanya jika diam saja. Dengan cepat, di tariknya lengan Sungmin hingga Sungmin ikut terjatuh menimpanya. Sontak hal itu, membuat koridor sekolah –yang semula ramai- jadi mendadak hening. Hampir semua pasang mata yang ada disana kini menatap Kyuhyun dan Sungmin lekat.

 

“Hey, ternyata benar, ya kau begitu ingin dekat denganku? Hmm… tapi tak perlu dengan cara seperti ini juga, MinniMin. Kalau kau mau kita bisa lakukan di tempat yang lebih sepi dan nyaman. Disini terlalu banyak orang,” ujar Kyuhyun seraya menyeringai mesum. Sungmin yang semula belum menyadari keadaannya —yang kini tengah berada di atas Kyuhyun lebih tepatnya menimpa Kyuhyun- seketika tersentak. Sungmin menatap takut-takut sekelilingnya. Benar ‘kan? Rupanya mereka sudah menjadi tontonan sejak tadi. Bahkan beberapa siswi menatap mereka tak percaya. Astaga, bagaimana ini? Bisa gawat jika ada guru yang melihat mereka. Hal ini bisa sampai ke telinga Siwon dan…

 

ANDWAE!”

 

Kyuhyun menatap Sungmin bingung. Namja kelinci itu secepat kilat bangkit dari tubuh Kyuhyun dan menatap Kyuhyun penuh amarah. Tidak! Siwon tidak boleh tahu tentang hal ini. Arrggh… kenapa namja mesum dan gila ini bisa ada disini, sih? Bukannya kata Kibum, dia sekolah di Jepang?

 

“Kau! Dasar namja mesum! Apa yang kau lakukan disini?” amuk Sungmin tanpa memperdulikan dirinya dan Kyuhyun telah menjadi bahan tontonan di sekolah ini.

 

“Apa yang ku lakukan? Tentu saja sekolah. Ini sekolah, ‘kan?” tanya Kyuhyun sok polos, membuat Sungmin semakin geram.

 

Ya! Bukannya kau seharusnya berada di Jepang?”

 

“Wah… kau tahu semua tentangku, ya? Sepertinya kau benar-benar menyukaiku, ya?” tanya Kyuhyun sama sekali tidak nyambung. Ia tak menyangka, ternyata menggoda Sungmin bisa semengasyikan ini. Tahu begitu, sudah sejak dulu dia pindah ke Korea.

 

Mwo? Dasar namja gila, kau—”

 

TENG TENG

 

Ucapan Sungmin seketika terhenti saat bel masuk berbunyi. Kerumunan di sekitar mereka perlahan mulai membubarkan diri. Tak mau terlambat, bergegas Sungmin meninggalkan Kyuhyun sendiri disana tanpa berkata apapun lagi.

 

Kyuhyun tampak menatap kepergian dengan senyum evil-nya.

 

“Hhh… Choi Sungmin…” gumamnya seraya terkekeh pelan. Perlahan ia bangkit dari posisi jatuhnya tadi dan berjalan menuju kelasnya.

 

“Sebenarnya ‘Cho Sungmin’ terdengar lebih cocok…”

 

 

-oOoOo-

.

 

Kibum tampak menatap Siwon penuh simpati. Pasalnya sejak tadi namja Choi itu tampak termenung. Kibum tahu apa yang tengah membebani namjachingu-nya ini. Siwon sudah menceritakan semuanya. Semua tentang Sungmin yang tiba-tiba saja menghindarinya.

 

“Wonnie… boleh aku bertanya sesuatu?” tanya Kibum hati-hati. Ia bukanlah orang yang selalu ingin tahu urusan orang lain, bahkan ia terkesan tak peduli dengan sekitarnya, namun rasa penasaran ini terus berkecamuk di benaknya. Sebenarnya sudah dari kemarin-kemarin ia ingin menanyakan hal ini, namun urung ia lakukan. Ia merasa selama ini hal yang kini tengah berkecamuk di pikirannya ini hanya prasangka tak masuk akalnya saja. Namun lama kelamaan ia sadar, prasangkanya bisa saja benar.

 

“Kau mau bertanya apa, Bummie?” tanya Siwon lembut seraya mengusap lembut rambut Kibum.

 

“Tapi aku mohon kau jangan tersinggung, ya?” tanya Kibum lagi. Siwon tampak menatap Kibum bingung. Namun sebentar kemudian ia mengangguk yakin.

 

“Apa… apa Sungmin cemburu padaku?” tanya Kibum.

 

“Sudah sewajarnya, ‘kan, Bummie-ya? Dia cemburu karena merasa perhatian pamannya kini mulai terbagi. Tidak lagi hanya terpusat padanya,” jawab Siwon berusaha tenang. Ia tahu Kibum itu namja yang cerdas. Sulit untuk membohonginya.

 

“Kau tahu bukan itu maksudku, Siwon-ah… Sungmin cemburu bukan karena itu, tapi ia cemburu karena ia mencintaimu bukan sebagai paman tapi sebagai pria dewasa, benar ‘kan?” tanya Kibum lagi. Siwon tampak menghela napasnya berat. Ternyata Kibum menyadarinya.

 

“Dia hanya anak-anak, Bummie… perasaannya itu mungkin hanya main-main,” ujar Siwon ragu. Kibum tampak tersenyum menatap Siwon.

 

“Jangan remehkan perasaan anak-anak, Won-ah… perasaan anak-anak itu justru paling jujur,” ujar Kibum. Ternyata kecurigaannya selama ini tepat.

 

“Aku tak tahu, Bummie… aku tak tahu apa yang salah dari caraku mendidiknya selama ini. Apa aku terlalu memanjakannya hingga ia bisa sampai seperti itu? Sudah berulang kali aku mengatakan kalau aku ini pamannya. Tak pantas jika dia memiliki perasaan seperti itu padaku. Tapi dia begitu keras kepala. Aku tak sanggup jika harus bersikap keras padanya. Hanya dia keponakanku satu-satunya. Satu-satunya kenangan dari Leeteuk noona. Dan aku sangat menyayanginya…” Siwon mendesah lega. Akhirnya semua uneg-unegnya yang selama ini ia pendam dalam-dalam keluar juga.

 

“Tak perlu keras padanya, Wonnie… dia masih remaja. Biarkan dia belajar menemukan jati dirinya hingga tiba saatnya ia bertemu orang yang benar-benar ia cintai…”

 

 

-oOoOo-

.

 

YA!! Bisakah kau berhenti mengikutiku?!” teriak Sungmin marah. Entah kenapa sepertinya hari ini benar-benar menjadi ujian kesabaran baginya. Dan siapa lagi yang bisa membuatnya seperti ini selain Cho Kyuhyun? namja yang sedari tadi mengekorinya kemana pun dia pergi.

 

Sungmin mendengus kesal. Apa tak cukup dengan kejadian tadi pagi yang membuat ia harus menahan malu di hadapan hampir seluruh penghuni sekolah. Namja itu kini sekelas dengannya. Dan bagian yang paling sialnya adalah ia sebangku dengan namja itu! Ah, tidak, tidak. Masih ada yang lebih sial lagi. Seonsaengnim malah dengan seenaknya meminta dirinya untuk menemani Kyuhyun dan menjelaskan detil area sekolah pada namja mesum itu! ini benar-benar mimpi buruk.

 

Dan disini ‘lah Sungmin sekarang. Berjalan menyusuri koridor sekolah dengan Kyuhyun yang selalu mengekori langkahnya dan tak pernah berhenti berceloteh. Ingin sekali rasanya ia menyumpal mulut namja itu dengan kaos kaki Eunhyuk seonsangnim, guru olahraga mereka yang terkenal akan ke-yadongannya. Sepertinya Eunhyuk seonsaengnim akan cocok dengan Kyuhyun  yang tak kalah mesumnya itu. Kira-kira begitulah pemikiran Sungmin saat ini.

 

“MinniMin…”

 

“Berhentilah memanggilku dengan panggilan menjijikan seperti itu! namaku Sungmin! Choi Sungmin! Dasar bodoh!” gerutu Sungmin sepanjang jalan. Kyuhyun yang di maki seperti itu bukannya kesal, kini malah cengar cengir tak jelas.

 

“Ah… baiklah, Sungmin-ah… kenapa lorong ini sepi sekali? Kau sengaja membawaku kemari karena ingin berbuat macam-macam padaku, ya?”

 

Seketika langkah Sungmin terhenti. Telinganya terasa memanas. Cho Kyuhyun…. namja itu benar-benar berbakat memancing emosi orang lain. Apa katanya tadi? Berniat macam-macam? Apa namja itu sadar dengan kata-katanya? Sungmin mengepalkan tangannya keras dan bersiap pergi dari sana. Namun…

 

GREP

 

“Hey, kau marah padaku, ya?” tanya Kyuhyun tanpa sedikitpun mengendurkan cengkeraman tangannya pada pergelangan tangan Sungmin. Sungmin berusaha berontak, namun sia-sia. Sepintas kejadian saat di toilet waktu itu kembali  merebak di pikirannya. Sungmin menggelengkan kepalanya cepat. Tidak! Berdua dengan namja ini, apalagi di lorong yang cukup sepi begini benar-benar berbahaya. Apa saja bisa dilakukan oleh namja mesum itu.

 

“Le-Lepaskan aku…” Kyuhyun tampak tersentak saat menyadari kalau tubuh Sungmin kini gemetar. Apa dia benar-benar sudah keterlaluan? Dengan berat hati di lepasnya cekalan tangannya tersebut. Secepat kilat Sungmin berbalik dan…

 

“Awww…!!”

 

“Rasakan itu! Dasar namja mesum!” umpat Sungmin sesaat sebelum berlari meninggalkan Kyuhyun yang tampak kesakitan. Sungguh ia tak menduga Sungmin akan tiba-tiba menendang ‘senjata masa depannya’.

 

“Sial! Sakit sekali! Menyesal aku melepaskannya tadi…” sungut Kyuhyun seraya menatap memelas pada ‘Senjata Masa Depan’-nya. Hey, jangan salah sangka pada Sungmin. Di balik sosoknya yang manis itu, ia adalah master of matrial arts.

 

“Tunggu pembalasanku, Choi Sungmin…”

 

 

-oOoOo-

.

Kyuhyun tampaknya tak main-main dengan kata-katanya. Sedari tadi dengan setia ia berdiri di depan gerbang menunggu Sungmin yang –katanya- sedang ada urusan dengan Shindong seonsangnim, guru kesenian mereka.

 

Kyuhyun tampak tak menghiraukan tatapan menggoda beberapa siswi yang sengaja lewat di hadapannya. Rupanya ia sudah mulai berubah. Ia sudah tak mau lagi bermain-main dengan yeoja, seperti saat di Jepang dulu. Sekuat tenaga ia membangun imej cool-nya di sekolah ini demi menghindari masalah yang sama seperti dulu. Ia sudah berjanji pada Kibum akan menjadi anak baik selama bersekolah disini.

 

Tak berapa lama sesosok namja yang ia tunggu-tunggu sejak tadi akhirnya muncul. Tampaknya Sungmin tak menyadari kehadiran Kyuhyun. Dengan sigap Kyuhyun menarik tangan Sungmin lembut. Menyentakkan Sungmin dari dunianya. Sungmin tampak melotot garang saat menyadari siapa yang menariknya tadi.

 

“Hey, kenapa menatapku seperti itu? Ayolah, MinniMin… sekali-sekali tersenyumlah padaku. Atau aku harus menciummu dulu seperti waktu itu?” tanya Kyuhyun seraya menyeringai jahil.

 

Mwo? Jangan macam-macam! Minggir! Aku mau pulang!” ujar Sungmin galak. Namun itu tak menyurutkan niat Kyuhyun untuk terus mendekatinya. Pemuda itu justru semakin tertantang dengan sikap Sungmin yang keras kepala ini.

 

Ya! Kenapa kau masih mengikutiku?” tanya Sungmin geram ketika menyadari kalau Kyuhyun kini tengah berjalan di belakangnya. Kyuhyun tampak menatap Sungmin polos, seolah tak bersalah.

 

“Apa? Aku hanya ingin memastikan kau selamat sampai tujuan…”

 

“Aku akan lebih selamat sampai tujuan jika kau pergi dari hadapanku!” ujar Sungmin ketus kemudian kembali berjalan. Seketus apapun Sungmin rupanya tak menyurutkan niat Kyuhyun untuk membuntuti namja mungil itu. Toh, nyatanya Kyuhyun masih dengan gaya santainya, berjalan di belakang Sungmin. Sungmin mendengus kesal, ‘Hah, terserah ‘lah, dasar namja keras kepala!’ batin Sungmin geram.

 

‘Dia masih mendiamkanku? Dasar keras kepala,’ batin Kyuhyun seraya tersenyum menggelengkan kepalanya pelan.

 

Hey, tak sadarkah mereka berdua kalau mereka berdua itu sama saja? Sama-sama keras kepala!

 

 

-oOoOo-

.

 

Ya! Mau sampai kapan kau mengikutiku?” teriak Sungmin geram. Pasalnya, mereka kini sudah berada tepat di depan pintu rumah Sungmin. Namun dengan percaya dirinya yang kelewat tinggi, Kyuhyun masih juga berjalan mengikuti Sungmin.

 

“Apa? Aku hanya ingin memastikan kalau kau baik-baik saja hingga ke dalam rumah. Lagipula, aku ingin menyapa Siwon hyung dulu,” jawab Kyuhyun seenaknya.

 

Sungmin berniat memaki Kyuhyun lagi, namun seketika ia terdiam saat di dengarnya suara Siwon mendekat kearah mereka.

 

“Sungmin-ah? kau sudah pulang? Kajja masuk,” ujar Siwon. Seketika pandangan Siwon teralih pada Kyuhyun yang tampak tersenyum –sok- sopan.

 

“Ah, ada Kyuhyun rupanya. Kebetulan sekali. Kajja, masuk.”

 

 

-oOoOo-

.

 

“Kyuhyun-ah? apa yang kau lakukan disini?” tanya Kibum saat menyadari bahwa adiknya kini juga berada di rumah Siwon. Kyuhyun tampak sedikit kaget mendapati kakaknya berada disini, ‘Apa yang dia lakukan berduaan dengan kekasihnya? Ckck…’ batin Kyuhyun. otaknya yang seolah memang ter-setting untuk berpikiran yang ‘iya-iya’, mulai menatap kakaknya curiga. Namun tampaknya Kibum tak mempedulikannya.

 

“Aku mengantar Sungmin pulang sekaligus mampir. Kau tahu? Aku dan Sungmin sekelas bahkan kami sebangku,” ujar Kyuhyun tiba-tiba. Sungmin tampak mencibir kesal. Apa-apaan namja itu? mau membuatnya malu?

 

Omo… benarkah? Kalau begitu hyung titip Minnie padamu, ya?” ujar Siwon menanggapi ucapan tidak penting Kyuhyun. Sungmin tampak menatap geram kearah Kyuhyun.

 

“Eh, Hyung? Kenapa kau ada disini? Dan… apa ini? Ini kopermu, ‘kan?” tanya Kyuhyun bingung. Sungmin mengikuti arah pandang Kyuhyun. Benar, disana ada sebuah koper. Ada apa ini? Kenapa koper Kibum ada disini?

 

“Ah, iya… jadi begini, hyung dan Kibum Hyung-mu akan ke Busan, menemui orangtua hyung…”

 

“Maksud ahjussi? Ke tempat Halmeoni dan harabeoji?” tanya Sungmin tiba-tiba. Ah, sudah lama dia tak bertemu kakek dan neneknya itu.

 

Ne, Minnie-ya… jadi, Kyuhyun-ah. Bisakah kau jaga Sungmin selama hyung tidak ada? Kau bisa tinggal disini untuk mengawasi Minnie…”

 

Mwo?! Tidak mau! Lebih baik aku ikut kalian!” bantah Sungmin cepat. Membiarkan Kyuhyun berkeliaran bebas di rumahnya? Yang benar saja?!

 

“Minnie… mengertilah… kau harus sekolah. Tak mungkin ikut dengan kami. Lagipula ada Kyuhyun disini yang akan menemanimu, ya, ‘kan Kyuhyun-ah?” tanya Siwon lagi.

 

“Tentu saja, hyung. Kau tenang saja. Sungmin aman bersamaku,” ujar Kyuhyun seraya menyeringai penuh arti.

 

“Bagus. Mulai hari ini kau sudah bisa tinggal disini. Hyung, titip Minnie padamu,” ujar Siwon seraya tersenyum lembut pada Sungmin yang tampak shock atas keputusan sepihak Siwon. Tinggal berdua? Dengan evil mesum ini? Sekali lagi… Hanya berdua???

 

“Memang untuk apa kalian ke Busan segala?” tanya Kyuhyun lagi. Siwon tampak tersenyum malu-malu.

 

“Sebenarnya… kami berdua berencana untuk menikah dalam waktu dekat ini. Jadi, hyung berniat untuk mengenalkan Kibum pada orangtua hyung. Mungkin minggu depan kami akan ke Jepang menemui orangtua kalian,” ujar Siwon.

 

JDER

 

Dada Sungmin serasa dihantam batu ribuan ton. Sontak ia menatap Siwon tak pecaya. Tatapannya saat ini benar-benar terluka.

 

“Me.. Menikah?” gumam Sungmin lirih. Wajahnya benar-benar tampak muram. Apa ini artinya ia sudah tak punya harapan lagi? Apa cinta pertamanya harus berakhir seperti ini? Sungmin tampak termangu menatap udara hampa.

 

Kibum tampak menatap Siwon penuh arti. Ia sudah memperingatkan Siwon tadi agar merahasiakannya dari Sungmin untuk sementara waktu. Namun rupanya Siwon tak setuju dan malah mengatakannya sekarang.

 

Tatapan Kibum tampak menyalahkan Siwon, ‘Kau lihatkan akibat kejujuranmu?’

 

Sementara itu tanpa mereka sadari, Kyuhyun tampak terdiam memandang Sungmin. Berbagai pikiran berkecamuk di benaknya.

 

‘Kenapa reaksinya aneh? Seperti orang patah hati? Apa jangan-jangan…’

 

 

-oOoOo-

.

 

TBC

.

 

 

One thought on “FF KyuMin | Me Or Your Uncle? | PART 3 | YAOI”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s