FF KyuMin | Sweet And Bitter | YAOI | PART 1


Sweet And Bitter

.

KyuMin’s Fiction written by © Sevy Lelibriani

.

Disclaimer : Chara and all of content in this fict belong to God. But this fict totally Mine! Bash or Flame are not allowed here. Don’t copast without my permission.

.

Warning : YAOI | OOC | typo (es)  | Bad Grammer | Bad EYD | Mainstream idea

.

Rate : T to M

.

~Happy Reading~

.

.

-oooo-

.

 

BUG

 

Tubuh tegap para bodyguard itu tampak sedikit goyah akibat pukulan telak seorang namja paruhbaya. Siwon –namja paruhbaya pelaku pemukulan tadi- tampak menggeram marah. Sekali lagi ia memukul geram para anak buahnya yang telah gagal melaksanakan perintahnya seraya mengumpat kasar. Para anak buah Siwon tersebut tampak memilih untuk menundukkan kepalanya, tak berani memandang sosok sang bos. Mereka tahu Siwon adalah orang yang begitu tempramen. Jangankan hanya memukul, membunuh pun ia tega.

 

“Bodoh kalian semua! Menangkap bocah seperti itu saja tidak becus! Sekarang cari lagi dia dan bawa kemari! Jangan biarkan dia lolos lagi. Atau keluarga kalian yang akan jadi taruhannya!”

 

Sontak seluruh bodyguard Siwon saling berpandangan gugup. Sekali lagi, Siwon bukanlah orang yang mau berbelas kasih. Menghabisi keluarga para bodyguard itu pun hanya perkara mudah baginya.

 

Siwon memang tak pernah main-main dengan ucapannya, bahkan sebelum ini ia sudah membuktikannya. Ia benar-benar menghabisi salah satu mantan bodyguard-nya yang di anggapnya tak berguna karena telah menolak perintahnya.

 

Ah, kalian tentu bertanya-tanya bukan, bisnis apa sebenarnya yang tengah di geluti oleh Siwon? Pria paruhbaya –namun tetap gagah- itu mempekerjakan para pemuda di bawah umur di sebuah tempat prostitusi khusus gay yang di kelolanya. Sudah tak terhitung berapa banyak namja yang menjadi korbannya disini.

 

Dan petaka yang menimpa salah satu mantan bodyguard-nya itu terjadi dua minggu yang lalu.

 

Hari itu… hari dimana semua petaka itu dimulai. Sesosok namja manis tampak menatap polos tempat kediaman Siwon seperti tengah mencari seseorang. Siwon tampak terpana menatap sosok namja mungil tersebut. Seketika seringai terpampang di wajah tegasnya. Sepertinya ia tengah merencanakan sesuatu.

 

Bersamaan dengan itu, tiba-tiba saja, sang –mantan-  bodyguard yang saat itu masih bekerja padanya, tampak memekik seraya tersenyum dan melambaikan tangannya pada sosok namja mungil itu.

 

“Kau mengenalnya, Lee Youngwoon?” tanya Siwon kepada –mantan- bodyguard-nya itu. sang bodyguard –Youngwoon- tampak mengangguk bangga.

 

“Ne, Tuan. Dia putraku, Lee Sungmin,” ujar Kangin seraya menghampiri Sungmin. Seulas senyum licik semakin merekah di bibir joker Siwon. Bukankah ini suatu keberuntungan baginya? Namja manis itu mungkin saja bisa menghasilkan keuntungan berlipat baginya.

 

.

-oooo-

.

 

Sungmin tampak berjalan mengendap memasuki pekarangan rumahnya. Sudah tiga hari semenjak kematian orangtuanya ia kabur dari sini. Sungmin sungguh tak menyangka orangtuanya akan pergi dengan cara seperti ini.

 

Ingatan itu kembali berkelebat di kepala Sungmin, ingatan saat dimana ia manyaksikan kematian orangtuanya tepat di depan matanya sendiri. Orang-orang itu… dengan kejinya memukuli orangtuanya hingga tewas. Air mata kembali menggenang di pelupuk mata Sungmin, saat mengingat bagaimana orangtuanya menolak ketika rombongan orang biadab itu memaksanya untuk bekerja di tempat prostitusi yang di kelola Siwon. Tak berhenti sampai disitu, tepat sehari setelah pemakaman orangtuanya, orang-orang itu kembali menghampiri Sungmin dan berusaha menculiknya namun sungguh beruntung ia bisa kabur.

 

Sungmin menghela napas gusar. Sesekali ia bergidik jijik saat teringat ketika orang-orang itu memaksanya menjual diri. Menjual dirinya? Huh, yang benar saja. Sampai mati pun ia tak akan sudi.   

 

Sungmin berjalan letih menyusuri rumahnya yang telah sepi. Ia terpaksa kabur beberapa hari yang lalu meninggalkan rumah ini. Orang-orang itu begitu gigih mengejarnya.

 

Beberapa kali Sungmin melakukan perlawanan pada orang-orang itu, namun apa daya, dia hanya sendiri. Lagipula bisa apa dia yang hanya seorang namja berusia Sembilan belas tahun? Melawan pun tak akan berhasil. Jadi sebisa mungkin ia berusaha untuk kabur dan bersembunyi. Dan ketika di rasanya sudah aman, ia memutuskan untuk kembali ke rumahnya.

.

-oooo-

.

 

Sungmin merasakan tubuhnya begitu kaku saat ini. Pandangannya berubah gelap. Seketika ia tersadar. Ah, rupanya ada sebuah kain yang menutupi matanya, tangannya pun dalam keadaan terikat. Sial, rupanya saat ia tertidur tadi. Segerombolan orang yang berniat menculiknya kemarin datang dan berhasil mendapatkannya.

 

Sungmin menggeram tak jelas. Saat ini mulutnya tengah di sumpal dengan sebuah kain. Sial, bisa-bisanya ia lengah tadi.

 

Sungmin bisa merasakan kalau saat ini ia tengah berada di sebuah mobil yang ia rasa melaju ke kediaman Siwon. Yah, sudah jelas. Memang siapa lagi yang begitu bernafsu menculiknya?

 

Tiba-tiba saja mobil tersebut berhenti dan beberapa sosok yang berada di dalam mobil bersama Sungmin tadi bergegas keluar. Salah seorang diantara mereka bergegas menyeret Sungmin keluar dari mobil.

 

Sekuat tenaga Sungmin berusaha berontak. Namun sia-sia, sepertinya para orang suruhan Siwon ini benar-benar tak ingin ia lolos lagi seperti kemarin.

 

Dengan kasar, sosok tersebut menyeret Sungmin menuju sebuah gedung. Dari luar gedung itu memang tampak biasa, namun siapa sangka di dalamnya merupakan tempat dimana para kalangan gay berkumpul.

 

Sungmin merasakan perutnya mual, aroma alkohol menguar di ruangan ini. Namun seolah tak peduli, para anak buah Siwon itu kembali menyeretnya menuju sebuah ruangan yang berada jauh dari hingar bingar musik di tempat tadi.

.

.

.

 

Siwon tampak menatap puas hasil kerja para anak buahnya. Akhirnya bocah itu jatuh juga ke tangannya. Perlahan Siwon mulai meraba lembut pipi Sungmin. Tak lama kemudian tangannya merambat naik ke ikatan mata Sungmin dan membukanya perlahan.

 

Sungmin tampak menatap Siwon murka. Namun seolah tak peduli dengan arti tatapan Sungmin, Siwon kembali membuka ikatan demi ikatan pada tubuh Sungmin.

 

“Kau?! Sebenarnya apa yang kau mau, pembunuh?!” umpat Sungmin geram. Namun bukannya marah, Siwon justru tertawa melihat tatapan menantang Sungmin.

 

“Itu ‘lah akibatnya jika tak mau menuruti perintahku, manis,” ujar Siwon seraya membelai lembut pipi Sungmin. Dengan kasar, Sungmin menepis tangan tersebut. Sungmin berniat untuk pergi dari sini. Namun sial, penjagaan begitu ketat. Bodyguard Siwon berada dimana-mana.

 

“Apa maksudmu?” tanya Sungmin geram. Suaranya terdengar bergetar saat ini. Jujur saja, perasaan takut mulai menyeruak dalam dirinya. Namun ia tak boleh kalah. Ia tak boleh terlihat lemah dihadapan tua bangka ini.

 

“Kau bertanya apa maksudku? Tentu saja maksudku adalah ayahmu… ayahmu yang tak mau menuruti perintahku. Aku sudah meminta baik-baik padanya agar mau menyerahkan putranya yang manis padaku namun ia malah menolaknya mentah-mentah. Sekarang kau lihat sendiri akibatnya ‘kan akibat menetang keinginan Cho Siwon?” ujar Siwon seraya menatap remeh pada tubuh Sungmin yang di penuhi memar.

 

“Kau baj*ngan!” umpat Sungmin seraya berusaha mencekik leher Siwon. Namun bodyguard Siwon bekerja cepat. Bergegas mereka menghalangi Sungmin dan memukul namja itu kencang.

 

Siwon tersenyum sinis kemudian berbalik berjalan menuju mejanya di ruangan itu. Tubuh Sungmin kembali di ikat dan di jaga ketat oleh bodyguard Siwon. Sungguh Sungmin merasa tubuhnya begitu lemah saat ini. Ia belum makan sejak dua hari yang lalu, dan sekarang ia mendapat pukulan bertubu-tubi. Tubuhnya terasa remuk sakarang.

.

-oooo-

.

 

Sesosok pemuda berparas tampan dan bertubuh tinggi tampak menatap jijik bangunan di hadapannya. ia mengumpat dalam hati, bisa-bisanya sang Appa menyuruhnya mengantarkan dokumen yang lupa ia bawa ke tempat ini.

 

Pemuda itu menatap ragu sebuah dokumen di tangannya. Entah dokumen apa itu, ia tak peduli. Jujur saja, ia begitu membenci pekerjaan sang Appa. Apa-apaan itu? menjual para namja kepada para gay hidung belang? Huh, yang benar saja. Dan sekarang Siwon menyuruhnya ke mari untuk mengantarkan dokumen ini kemari?

 

“Jangan persulit dirimu Cho Kyuhyun. Cukup masuk, serahkan ini, lalu pergi,” ujar pemuda bernama Kyuhyun itu bermonolog. Dengan langkah cepat ia memasuki tempat tersebut.

.

.

.

Rasanya Kyuhyun ingin muntah. Bau alkohol menguar dimana-mana. Belum lagi di sekelilingnya tampak para namja tengah menari mengikuti hentakan musik. Kyuhyun berjalan was-was.

 

Tepat di sudut ruangan tiba-tiba saja mata Kyuhyun menangkap pemandangan yang menjijikan baginya. Disana, di sudut ruangan itu, tampak dua orang pemuda saling berciuman panas. Tangan salah seorang dari mereka –yang Kyuyun tebak adalah uke- tampak dengan jelas menggerayangi tubuh sang seme.

 

Jujur saja, Kyuhyun jijik dengan semua itu, namun matanya tak bisa lepas dari sana. Perlahan tangan sang uke mulai beralih menuju restleting celana sang seme dan mengusapnya perlahan. Kyuhyun merasakan keringat dingin mulai membasahi sekujur tubuhnya. Oh, ayolah, ini pertama kalinya ia melihat adegan seperti ini.

 

PUK

 

Kyuhyun tersentak kaget saat di belakangnya telah berdiri sesosok pria kecil tengah tersenyum –errr- menggoda padanya.

 

“Kenapa hanya menontonnya? Kau tertarik melakukan seperti mereka? Aku bisa membantumu,” ujar pria itu menggoda. Sontak Kyuhyun bergidik ngeri. Apa-apaan ini? Ia tahu ia tampan, setiap wanita memujanya. Namun… ini pertama kalinya seorang pria merayunya. Dan rasanya benar-benar… menakutkan!

 

“Ti-tidak terimakasih. Aku harus pergi, selamat tinggal,” ujar Kyuhyun buru-buru dan bergegas pergi dari sana meninggalkan sang namja yang menggodanya tadi dengan tatapan bingung.

.

.

.

 

Kyuhyun menghela napas lega ketika pintu ruangan Siwon berada tepat di hadapannya.

 

“Huuh… yang tadi itu… mengerikan sekali. Hey, apa dia gila? Jelas-jelas aku ini namja normal!” rutuk Kyuhyun bermonolog. Dengan segera ia membenahi penampilannya yang cukup berantakan dan bergegas mengetuk pintu ruangan Siwon.

.

.

 Kyuhyun menatap Siwon tak suka. Oh, ia memang tak begitu menyukai sang Appa. Appa-nya begitu semena-mena. Jujur saja Kyuhyun muak dengan semua tingkah laku Appa-nya selama ini. Dan yang paling memuakan baginya adalah bisnis yang tengah di geluti Siwon saat ini.

 

“Kau sudah datang Kyuhyun-ah? mana dokumen yang ku minta?” tanya Siwon datar. Tanpa banyak bicara, bergegas Kyuhyun menyerahkan sebuah dokumen di tangannya kepada sang Appa.

 

Kyuhyun tampak terdiam beberapa saat menanti ucapan Siwon selanjutnya, namun tiba-tiba saja matanya terantuk pada sosok manis yang tengah terikat tak jauh dari tempatnya berdiri. Kyuhyun menatap lekat wajah manis yang tampak lunglai tersebut. Wajahnya di penuhi memar.

 

Beberapa saat kemudian tanpa di sangka sosok manis itu tampak mengangkat kepalanya, seketika pandangan mereka bertemu.

 

DEG

 

Kyuhyun menatap dalam pada sosok tersebut. Hingga saat tiba-tiba suara sang Appa membuyarkan keterpanaannya.

 

“Apa yang sedang kau lihat, Cho Kyuhyun? lebih baik kau cepat pulang,” perintah Siwon tegas. Sepertinya ia menyadari mengarah kemana tatapan Kyuhyun sedari tadi.

 

N-Ne, Appa,” ujar Kyuhyun pasrah. dengan pelan ia mulai melangkah menuju pintu keluar. Namun sesaat ia kembali menatap wajah manis yang menyita perhatiannya tadi. Mata mereka kembali bertemu. Seketika Kyuhyun merasakan hatinya menjerit. Sosok itu… sosok manis itu seolah tengah memohon pertolongannya melalui tatapan mata tersebut.

.

.

Kyuhyun menutup pintu ruangan Siwon pelan, namun samar-samar ia bisa mendengar suara Siwon yang tengah memerintah anak buahnya.

 

‘Lee Joon, cepat bawa bocah ini ke kamar paling ujung di lantai dua lalu suruh dia obati lukanya. Aku akan menjualnya malam ini.’

.

-oooo-

.

 

Kyuhyun tampak tak tenang dalam tidurnya. Berulang kali ia membolak balik posisinya mencoba mencari posisi nyaman, namun tetap saja ia merasa tak tenang. Entah kenapa tatapan sosok manis di ruangan Siwon itu terus membayanginya. Tatapan itu seolah memanggilnya.

 

“Arrghh…”

 

Kyuhyun mengacak rambutnya kasar. Bergegas ia bangkit dari tempat tidurnya dan menatap jam beker yang berada di meja nakas samping tempat tidurnya.

 

20.00

 

Ini belum terlalu malam. Semoga saja sosok itu belum di jual oleh Siwon. Kyuhyun begitu yakin akan keputusannya kali ini. Ia harus membantu sosok manis tersebut. Ia sendiri juga sudah muak dengan semua kelakuan Appa-nya.

 

Dengan sigap, ia segera menyambar jaket dan dompetnya lalu bergegas keluar dari rumah.

.

-oooo-

.

 

Sungmin tampak duduk termangu di atas tempat tidurnya. Sudah tiga jam ia berada di ruangan yang sekarang menjadi kamarnya ini. Luka-lukanya sudah di obati, namun perasaan geram sekaligus takut itu masih tetap bersarang di benak Sungmin.

 

“Cih, apa-apaan ini. Kenapa sekarang aku terlihat seperti seorang yeoja yang hendak di jual?” decih Sungmin sinis. Sungguh, ia benar-benar merutuki nasib yang sama sekali tak berpihak padanya. Lihatlah, bahkan sebentar lagi ia harus merelakan keperjakaannnya pada seorang laki-laki. Akan terasa lebih baik jika yang mengambil keperjakaannya adalah yeoja. Tapi ini… heuh, membayangkannya pun Sungmin tak mau.

 

TOK TOK TOK

 

Seketika tubuh Sungmin menegang. Apa itu orangnya?

 

Sungmin bergidik takut saat pintu itu mulai terbuka. Sosok di balik pintu itu kini tengah sepenuhnya masuk ke kamar dan berdiri tepat di hadapan Sungmin.

 

“Hey, kau tak apa-apa?” tanya sosok itu setengah berbisik. Sontak Sungmin menatap bingung pada sosok aneh tersebut. Penampilan sosok itu jauh dari bayangan Sungmin. Sungmin pikir yang akan menyewanya malam ini adalah seorang bos-bos tua genit. Namun yang ada di hadapannya malah sesosok namja dengan wajah yang tidak terlihat jelas. Sosok itu memakai jaket tebal dan sebuah topi.

 

“Apa maksudmu?” tanya Sungmin bingung. Entah kemana perginya rasa takutnya tadi.

 

“Kau… tidak mengenaliku? Ini aku… Kyuhyun, orang yang bertemu denganmu tadi sore,” ujar sosok itu seraya membuka topinya. Sungmin terbelalak kaget.

 

“Apa yang kau lakukan disini?” tanya Sungmin masih belum sepenuhnya sadar dari rasa kagetnya.

 

“Aku? Tentu saja menyelamatkanmu. Kajja, kita harus cari jalan keluar,” ujar Kyuhyun. namun…

 

DRAP DRAP

 

Wajah Kyuhyun berubah panik. sepertinya ada orang yang berjalan kemari. Tanpa pikir panjang, bergegas ia menindih tubuh Sungmin yang masih duduk di atas tempat tidur di kamar itu. Belum sempat Sungmin mengajukan protes, tiba-tiba saja bibir tebal Kyuhyun keburu melumat dalam bibirnya. Sungmin terbelalak kaget. Apa-apaan namja ini? Ia berusaha untuk berontak, namun…

 

KRIEET

 

“Ma-maaf, tuan. Saya tak tahu anda sudah datang. Sekali lagi maaf, silakan lanjutkan aktifitas anda,” ujar anak buah Siwon itu panik dan bergegas menutup pintu kamar tersebut.

 

Kyuhyun mendesah lega, dengan perlahan ia bangkit dari tubuh Sungmin. Wajah Sungmin tampak memerah.

 

“Mi-mian… aku benar-benar refleks menciummu tadi,” ujar Kyuhyun salah tingkah.

 

“Sudahlah, lupakan saja. Lalu sekarang apa yang harus kita lakukan?” tanya Sungmin bingung. Bagaimana mungkin Kyuhyun bisa mengeluarkannya dari sini?

 

“Aku tahu satu jalan keluar melalui pintu belakang. Kajja kita pergi sebelum anak buah Appa-ku muncul lagi,” ujar Kyuhyun dan bergegas menarik tangan Sungmin.

.

-oooo-

.

Siwon tampak fokus pada dokumen dihadapannya, saat tiba-tiba saja seseorang menggebrak kasar mejanya. Siwon mendongak menatap sang pelaku penggebrakan. Siwon menatap bingung pada sosok tersebut. Bukankah itu Tuan Jang? Orang yang mem-booking Sungmin malam ini.

 

“Ada apa Tuan Jang? Sungmin sudah menunggumu di kamar paling ujung di lantai dua,” ujar Siwon berusaha tenang.

 

“Kau mau membodohiku? Tidak ada siapapun disana!”

.

.

 

Siwon beserta anak buahnya menatap tak percaya. Kamar itu benar benar kosong.

 

“Junho! Bukankah ku suruh kau tadi mengecek Sungmin di kamar ini?!” tanya Siwon geram.

 

“N-ne, Tuan… tadi Sungmin ada disini Tuan, aku melihatnya sendiri. Ia sedang bersama pria… aku pikir itu tuan Jang…” ujar Junho takut-takut.

 

Mwo? Apa maksudmu? Aku baru saja tiba disini dan sudah tak menemukan Sungmin disini! Kalian jangan coba-coba membodohiku!” ujar Tuan Jang geram.

 

BRAK

 

Sontak seluruh orang disana tersentak kaget.

 

“Suara apa itu?”

 

“Sepertinya berasal dari arah belakang gedung, Tuan…”

 

“Jangan-jangan… cepat periksa gedung bagian belakang!”

.

.

.

.

 

BRAK

 

“Aww…”

 

Sungmin memegangi kakinya yang terasa nyeri. Tanpa sengaja ia terpeleset saat memanjat pagar yang lumayan tinggi tadi. Beruntung Kyuhyun bergegas memapahnya. Tak berapa lama kemudian terdengar suara beberapa orang berlari menuju ke tempat Kyuhyun dan Sungmin berada.

 

“Oh, tidak. Mereka sadar kalau kita kabur. Kau tidak apa-apa, ‘kan? Masih bisa jalan?” tanya Kyuhyun gugup.

 

Ne, ku rasa aku masih kuat berlari.”

 

“ITU MEREKA!”

 

Dengan sigap Kyuhyun bergerak menggamit lengan Sungmin dan membawanya lari dari sana. Tak tinggal diam, anak buah Siwon pun berlari menyusul mereka.

 

“Cho Kyuhyun…” desis Siwon tajam.

 

.

-oooo-

.

 

Kyuhyun terus berlari seraya menggandeng lengan Sungmin agar tak terpisah darinya. Sudah sejauh ini mereka berlari namun orang-orang itu tetap saja mengejarnya. Kyuhyun mendengus frustasi. Matanya menatap nyalang ke sekitarnya.

 

Tiba-tiba saja matanya terantuk pada sebuah bangunan tua yang tak terpakai. Tanpa pikir panjang ia bergegas menarik Sungmin kesana.

.

.

.

“Kemana mereka?” tanya salah seorang dari anak buah Siwon.

 

“Aku yakin tadi mereka berlari kesini. Pasti mereka belum jauh. Sekarang kita berpencar!” ujar Lee Joon memerintah rekan-rekannya.

.

.

Sementara itu Kyuhyun tampak mengintip dari tempat persembunyiannya. Di dekapannya tampak Sungmin yang tengah bersandar lelah di dadanya. Sungmin tampak begitu lemas.

 

Merasa gerombolan tersebut sudah pergi bergegas Kyuhyun mengalihkan tatapannya ke Sungmin.

 

“Hey, kau tak apa-apa?” tanya Kyuhyun khawatir.

 

Ne, gwaenchana. Apa mereka sudah pergi?”

 

“Sepertinya sudah. Lebih baik kita istirahat dulu disini. Kelihatannya kau sudah tak sanggup lagi berjalan,” ujar Kyuhyun.

 

“Kau… kenapa kau menolongku?” tanya Sungmin seraya menatap Kyuhyun tanpa ekspresi. Seketika Kyuhyun mulai merasa salah tingkah. Ia sendiri bingung harus menjawab apa.

 

“Aku… aku hanya tak tega seorang yeoja harus berada di tempat seperti itu. Jadi aku rasa aku harus menyelamatkanmu,” ujar Kyuhyun tanpa beban. Sungmin tampak menatap Kyuhyun tak percaya. Apa dia bilang? Yeoja?

 

“Siapa yang kau maksud yeoja?”

 

“Siapa lagi? Tentu saja kau, Agasshi…” ujar Kyuhyun bingung.

 

“Aku? Yeoja? Lihat baik-baik! Aku ini namja!” ujar Sungmin tak terima. Sontak Kyuhyun memandang Sungmin lekat. Sosok di hadapannya itu begitu manis. Rambutnya tampak lembut memanjang hingga ke leher, matanya terlihat sendu seperti mata kelinci, belum lagi bibirnya yang menggoda…

 

‘Mau mencoba menipuku, eoh.’ Ujar Kyuhyun dalam hati.

 

“Jangan bercanda, Agasshi…” ujar Kyuhyun seraya melirik Sungmin menilai, “Kau pikir aku bodoh? Sudah jelas-jelas kau ini yeoja!” ujar Kyuhyun masih yakin dengan pendapatnya. Sungmin tampak membelalakkan matanya tak percaya. Pemuda dihadapannya ini… benar-benar keras kepala.

 

Ya! Kau masih tak percaya juga?” dengan seenaknya Sungmin menggamit lengan Kyuhyun dan menyentuhkannya di dadanya.

 

“Y-ya! Apa yang kau lakukan?” tanya Kyuhyun panik. Namun seketika ia merasa aneh. Dadanya… rata?

 

“Apa masih belum cukup? Lalu kau pikir kenapa aku bisa berada di tempat prostitusi khusus gay? Jelas karena aku namja! Dasar bodoh!” umpat Sungmin kesal. Sementara itu Kyuhyun tampak melongo tak percaya.

 

‘Jadi… dia namja? Dan jantungku berdebar kencang ketika bersamanya… bersama seorang namja?’

.

 

TBC

10 thoughts on “FF KyuMin | Sweet And Bitter | YAOI | PART 1”

  1. Prostitusi gay?😐
    Jd di sini Ming normal ya…
    Serem bgt serius si Siwon x_x melakukan apa aja utk mendapatkan hal yg dia mau x_x
    Untung Kyu masuk xD Kyu menyelamatkan Ming deh >w<
    Tp bahaya tetap mengintai mereka D: mereka belum aman, argh Dx apalagi Sungmin terluka & blm mkn lg😥

  2. ming masih normal ya? si kyu kayaknya sdh mulai ga normal…
    wkwkwk…
    suka nih….
    lanjut dong…..
    siwon kan biasa sangat religius…
    disini jauh bgt dari kata religius dan alim…
    hahahaha

  3. Anyyeong q reader baru,

    Kyu kyu masa gg bsa bedain nmja ama yeoja,
    Tp kenapa siwon ampe buka bar gay, apa jgn2 siwon jg gay lg,, hihi
    Lanjut thor

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s