FF KyuMin | Me or Your Uncle? | GS Ver. | PART 2


Sevy Lelibriani © 2013 present

.

KyuMin’s Fanfiction

.

Me or Your Uncle?

.

Disclaimer : All Casts belong to each other, but plot and this fanfic totally Mine!

.

Pair : KyuMin as Always

.

Rate : T+ / T to M (Maybe)

.

Warning : GS | OOC | Typo (es) | Bad EYD | Mainstream Idea | Bad Diction | Don’t Like, Don’t Read! | Bash, Flame, and Copast Not Allowed Here!

.

.

Happy Reading

.

.

 

Sepanjang makan malam ini Sungmin hanya memasang wajah kesalnya. Wajahnya semakin memberengut tidak suka saat sesekali Siwon berlaku mesra dan tersenyum malu-malu pada Kibum. Siwon dan Kibum seolah melupakan kehadirannya.

 

“Kyuhyun-ah, ajaklah Sungmin mengobrol, sepertinya kalian seumuran,” ujar Kibum ramah. Rupanya sedari tadi ia melihat kalau Sungmin terus saja memasang wajah bosan. Bahkan yeoja kelinci itu enggan menyentuh makanannya. Sementara itu Sungmin mendengus tidak suka saat mendengar nada bicara Kibum yang –menurutnya- sok ramah itu.

 

‘Cih, bilang saja kau mau cari muka di depan Ahjussi-ku. Yeoja menyebalkan!’ batin Sungmin kesal. Kekesalannya semakin memuncak saat Siwon malah dengan antusiasnya mendukung ucapan Kibum.

 

“Ah, benar. Kalian sepertinya seumuran. Cobalah berteman…” ujar Siwon seraya memasang senyum memikatnya. Kyuhyun tampak tersenyum sopan menanggapi ucapan Siwon, “Semoga kita bisa berteman dengan baik Sungmin-sshi. Mohon bantuannya,” ujar Kyuhyun dengan seringai khas-nya, sementara itu Sungmin hanya memilih diam dan semakin menatap kesal pada sosok kakak-beradik –Kyuhyun dan Kibum.

.

.

“Siwon-ah, cobalah ini. Ini enak sekali,” ujar Kibum seraya menyodorkan udang pada Siwon. Siwon tampak tercengang sesaat. Tiba-tiba saja wajahnya mendadak gugup. Bagaimana ini? Ia ‘kan alergi udang. Tapi… ia takut jika ia menolak nanti Kibum akan tersinggung.

 

Sungmin yang melihat kejadian itu tampak tersenyum meremehkan kearah Kibum –yang masih dengan setia menunggu Siwon membuka mulutnya.

 

“Kau tidak tahu? Ahjussi-ku alergi dengan udang. Dan kau malah memberinya udang? Kau ini benar-benar kekasihnya atau bukan, sih?”

 

Ketiga orang yang berada disana sontak serentak menatap Sungmin yang masih setia dengan tatapan meremehkannya. Siwon tampak menatap tak enak pada Kibum yang raut wajahnya kini sudah tak seceria tadi. Kibum tampak menunduk menyembunyikan wajah kecewanya. Ia sungguh tidak tahu kalau Siwon punya alergi pada udang.

 

“Minnie! Sopan ‘lah sedikit! Ahjussi tidak pernah mengajarkanmu berlaku seperti itu,” tegur Siwon dengan nada tinggi. Sungmin tampak memandang Siwon tak percaya. Ini pertama kalinya Siwon memarahinya. Dan Siwon memarahinya hanya demi…. Yeoja bernama Kibum itu?

 

“Tidak. Ini bukan salah Sungmin. Ini salahku. Harusnya aku tahu kau alergi makanan itu, Wonnie-ya… Sungmin benar, apa aku pantas disebut kekasihmu,” ujar Kibum lirih. Sungmin mencibir dalam hati, ‘Huh! Cari muka! Baguslah kau tahu diri!’

 

Mwo? Kau ini bicara apa? Jangan dengarkan kata-kata Sungmin. Dia masih anak-anak. Yang perlu kau lakukan adalah tetap berada di sisiku dan belajar untuk mengenalku. Karena salahku juga, yang langsung memintamu jadi kekasihku tanpa melakukan pendekatan,” bujuk Siwon seraya meremas lembut punggung tangan Kibum, Kibum tampak mendongak dan tersenyum lembut menatap Siwon. Seolah di tempat itu hanya ada mereka berdua.

 

‘Cukup! Terlalu memuakan disini!’

 

SRAT

 

Tiga pasang mata tampak beralih memandang Sungmin yang sepertinya sedang dalam mood terburuknya saat ini. Dan Siwon tahu pasti apa penyebabnya.

 

“Mau kemana, Min?” tanya Siwon. Ia khawatir Sungmin akan nekad pulang sendiri. Hey, ini sudah malam. Mana mungkin ia bisa tenang jika Sungmin pulang sendiri.

 

“Aku hanya ingin ke toilet,” jawab Sungmin datar. Siwon tampak menghela napas lega.

 

Selepas kepergian Sungmin, Siwon beralih menatap Kibum berusaha memaklumi tingkah laku Sungmin.

 

“Aku mohon maafkan dia. Semenjak ibunya meninggal dia hanya punya aku. Jadi ku harap kau maklum dengan sikap keras kepalanya,” ujar Siwon seraya menatap teduh pada Kibum. Kibum tampak tersenyum dan mengangguk.

 

“Aku tahu. Aku tahu sebenarnya dia anak yang baik. Hanya saja mungkin dia agak sulit menerima kehadiran orang baru dalam hidupnya, aku hanya perlu membuatnya terbiasa dengan kehadiranku nanti,” ujar Kibum seraya mengusap lengan Siwon menenangkan.

 

“Aku memang tidak salah memilihmu, Bummie…”

.

.

Kyuhyun tampak memasang wajah muaknya. Sudah sejak tadi ia menahan diri untuk tidak muntah melihat adegan ‘romantis’ sang kakak bersama namjachingu-nya itu.

 

‘Mereka berlebihan. Seperti dunia milik mereka berdua saja,’ gumam Kyuhyun dalam hati. Namun sebisa mungkin ia menahan diri untuk tak banyak bicara.

 

Tiba-tiba saja Kyuhyun teringat pada sosok Sungmin. Sudah sepuluh menit yeoja itu pergi, Namun tak juga kembali. Kemana dia? Apa iya ke toilet saja selama ini?

 

‘Ah, sepertinya akan menarik.’

 

Sejenak Kyuhyun tampak menyeringai aneh. Ia bergegas beranjak dari duduknya.

 

Noona, aku pergi sebentar. Kalian nikmatilah waktu berdua kalian.”

 

 

-oOo-

 

“Kau… lama sekali disana. Apa kau menungguku hingga menjemputmu baru kau keluar dari toilet itu?”

 

Sungmin merasakan tubuhnya menegang. Suara itu? Kenapa bisa ada suara namja di toilet wanita? Sungmin berbalik menatap sesosok namja yang kini tengah  menyeringai di belakangnya.

 

“Kau? Apa yang kau lakukan disini?” tanya Sungmin ketus. Ia benci sekali melihat wajah arogan dan seringai di wajah namja itu.

 

“Tentu saja menjemputmu, Tuan Putri. Kau sudah terlalu lama disini,” ujar Kyuhyun sok polos. Sungmin mulai merasa was-was. Perasaannya tak enak saat melihat namja ini.

 

“Bukan urusanmu aku lama atau tidak. Sekarang kau lebih baik keluar sebelum aku teri—”

 

Belum sempat Sungmin menyelesaikan kalimatnya, Kyuhyun sudah keburu mendekapnya dan menariknya ke salah satu bilik yang ada di toilet itu. Kyuhyun sekuat tenaga berusaha membekap mulut Sungmin supaya tak bersuara. Sedari tadi Sungmin terus meronta berusaha mengumpat Kyuhyun yang dengan lancangnya membekapnya.

 

“Sstt… kalau kau berisik kita akan ketahuan,” bisik Kyuhyun. Sontak Sungmin terdiam bingung. Tak lama kemudian ia mendengar suara beberapa wanita yang  memasuki toilet itu. Ah, rupanya Kyuhyun lebih dulu menyadari kalau ada orang lain yang akan masuk ke toilet, jelas saja, ini ‘kan toilet umum.

 

Sungmin menatap kesal pada Kyuhyun yang tampak semakin erat memeluknya. Hey, sepertinya namja itu sedang mencari kesempatan di dalam kesempitan. Jika saja ia tak takut ketahuan, sudah ia hajar namja Cho ini.

 

Menyadari Sungmin tengah menatapnya, sontak Kyuhyun balas menatap mata Sungmin dan menyeringai. Jujur saja, Sungmin sempat bergidik ngeri melihat wajah Kyuhyun. Perlahan Sungmin mulai berusaha melepaskan pelukan Kyuhyun pada tubuhnya. Toh, di dalam bilik ini masih ada cukup ruang untuk membuat jarak. Sungmin mulai bergerak risih dan berusaha tak menimbulkan suara. Bisa habis dia jika ketahuan tengah berduaan dengan seorang namja di dalam bilik toilet dalam posisi yang –errr- cukup ekstrim.

 

Namun setiap Sungmin berusaha melepaskan cengkeraman Kyuhyun, semakin kuat pula Kyuhyun mendekapnya. Sungmin bahkan dapat merasakan hembusan napas Kyuhyun di tengkuknya. Saat ini posisi mereka adalah Kyuhyun yang mendekap Sungmin dari belakang seraya membekap mulut Sungmin. Kyuhyun semakin merapatkan tubuhnya ke tubuh Sungmin.

 

Sungmin merengut jengkel. Sepertinya pemuda ini sengaja melakukan ini padanya, ‘Dasar mesum! Namja kurang ajar!’ umpat Sungmin dalam hati.

 

Sungmin semakin memberontak saat menyadari kalau tangan Kyuhyun –yang bebas- mulai semakin kurang ajar. Sepertinya Kyuhyun benar-benar orang yang pandai memanfaatkan situasi. Bahkan di saat seperti ini pun masih sempat-sempatnya tangan nakalnya menggerayangi tubuh Sungmin yang –ehm- cukup berisi.

 

Sungmin berusaha melepaskan diri. Ia bersumpah akan menghajar namja ini ketika toilet ini sepi. Hey, ini namanya pelecehan!

 

Sungmin berbalik menatap Kyuhyun dengan tatapan garang –yang menurut Kyuhyun- sama sekali tak ada seram-seramnya. Yang ada ia malah ingin sekali mencium yeoja kelinci di dekapannya ini. Dasar pervert!

 

Kyuhyun balas menatap Sungmin polos seolah berkata, ‘Kenapa? Apa ada yang salah?’

 

Secepat kilat Kyuhyun menyambar bibir mungil yang sejak tadi menggodanya itu. Astaga, akhirnya keinginannya untuk mencicipi bibir lembut itu terpenuhi juga. Baru saja Kyuhyun akan memperdalam ciumannya, tiba-tiba…

 

BUG

 

Ya! Apa yang kau lakukan?!” erang Kyuhyun seraya memegang perutnya yang menjadi korban tonjokan Sungmin tadi. Sungmin tampak menatap Kyuhyun geram. Wajah yeoja itu mulai memerah dan rahangnya mengeras. Sepertinya dia benar-benar marah. Namun Kyuhyun sama sekali tak merasa bersalah. menurutnya, Sungmin terlihat manis sekali saat sedang marah seperti ini. Dasar namja bodoh.

 

“Dasar mesum! Seenaknya saja kau mencuri ciuman pertamaku yang selalu ku jaga untuk Siwon oppa! Kau namja gila! Aku benci padamu,” amuk Sungmin kalap, kemudian kembali menendang Kyuhyun yang masih tersungkur di lantai toilet dengan tidak elitnya. Merasa puas telah memukul Kyuhyun, bergegas Sungmin pergi dari sana. Mood-nya benar-benar hancur malam ini.

.

.

Kyuhyun menatap kesal sekeliling toilet. Bisa-bisanya ia terbawa suasana hingga tak menyadari kalau toilet telah sepi. Kyuhyun bergegas bangkit dari jatuhnya. Bisa bahaya jika ada yang memergokinya tengah berada di dalam toilet wanita. Bisa-bisa ia di kira penguntit mesum. Mau di taruh dimana wajah tampannya jika hal itu terjadi?

 

Namun seketika Kyuhyun tersentak kaget. Ia seperti baru menyadari sesuatu. Tadi Sungmin bilang apa? Ciuman pertamanya? Untuk Siwon?

 

“Bukannya Siwon Hyung itu pamannya sendiri, ya? Atau Siwon yang lain?” gumam Kyuhyun seraya berjalan keluar. Tangannya sesekali meremas perutnya yang menjadi korban pukulan dan tendangan Sungmin tadi.

 

-oOo-

 

 

Sungmin kembali ke tempat Siwon dan Kibum seraya memasang wajah sebalnya. Ia sudah cukup kesal dengan perlakuan kurang ajar adik Kibum tadi padanya dan sekarang ia malah melihat Siwon yang sedang bermesraan dengan Kibum. Hey, adakah hari yang lebih menyebalkan dari pada hari ini?

 

“Sungmin-ah, kau lama sekali, kemana saja tadi?” tanya Siwon ketika menyadari kehadiran Sungmin. Namun Sungmin lebih memilih diam dan tak menjawab.

 

“Kyuhyun juga belum kembali dari tadi. Kemana dia? Sungmin-ah, apa kau melihatnya tadi?” tanya Kibum lembut. Sepertinya ia benar-benar menepati kata-katanya untuk berusaha dekat dengan Sungmin.

 

Wajah Sungmin tampak semakin memerah marah saat mendengar nama Kyuhyun di sebut. Selang beberapa saat, tiba-tiba saja Kyuhyun muncul seraya tersenyum sopan kearah Kibum dan Siwon.

 

“Maaf aku terlalu lama. Aku sedang mencari udara segar tadi,” ujar Kyuhyun beralasan. Sungmin tampak mencibir jijik.

 

‘Mencari udara segar? Kalau maksudmu udara segar toilet, selamat, kau mendapatkannya,’ batin Sungmin kesal. Tak sengaja pandangannya terantuk pada Kyuhyun yang rupanya sedari tadi memperhatikannya.

 

Sungmin terkesiap saat dilihatnya Kyuhyun tiba-tiba saja mengedipkan sebelah matanya seraya menyeringai kearahnya. Benar-benar keterlaluan… sudah cukup!

 

Ahjussi, aku mau pulang,” ujar Sungmin tiba-tiba. Wajahnya menunjukkan kalau ia sedang dalam mood terburuk saat ini. Siwon tampak menatap Sungmin bingung. Tak biasanya Sungmin begini di tempat umum. Biasanya jika di luar rumah ia akan selalu menjaga sikapnya. Hanya di rumah ‘lah ia bebas bermanja-manja dengan Siwon dan bersikap seenaknya.

 

“Kau sakit, Minnie?” tanya Siwon khawatir.

 

“Aku hanya sedikit pusing, maafkan aku,” ujar Sungmin pelan. Kibum tampak menatap khawatir pada Sungmin. Sepertinya ia juga mencemaskan keadaan Sungmin.

 

“Sudahlah, Wonnie-ya. Lebih baik kau antarkan Sungmin pulang. Kasihan dia, sepertinya ia butuh istirahat. Lagipula ini juga sudah terlalu malam. Aku dan Kyuhyun juga harus pulang,” ujar Kibum cemas.

 

“Baiklah kalau begitu. Maaf aku tak bisa mengantarmu pulang, Bummie… Sampai jumpa besok,” ujar Siwon seraya mengecup lembut kening Kibum. Sungmin yang menyaksikan itu tampak sangat terpukul. Sorot matanya bagitu menampakkan kecemburuan yang mendalam. Sungmin bergegas pergi lebih dulu dari sana. Ia tak sanggup jika harus melihatnya lebih lama lagi.

.

.

Kyuhyun yang sedari tadi tampak diam memperhatikan setiap kejadian di depannya tiba-tiba saja mengkerutkan dahinya bingung. Ia tidak salah lihat, ‘kan? Kenapa Sungmin berperilaku aneh seperti itu? ia tahu, kalau Sungmin tak menyukai kakaknya –dan  juga dirinya. Tapi yang ia tangkap dari tatapan Sungmin pada Kibum adalah tatapan… cemburu?

 

Bukan. Bukan tatapan cemburu seorang keponakan yang merasa kesal karena perhatian pamannya teralih pada orang lain. Tapi… perasaan cemburu seorang wanita kepada seorang pria, pria yang di cintainya…. Kyuhyun tampak menggelengkan kepalanya pelan, berusaha mengenyahkan pikirannya –yang menurutnya- tak masuk akal itu.

 

“Kyuhyun-ah, kenapa melamun? Kajja, kita pulang,” panggilan Kibum, sontak membuyarkan segala pemikirannya tentang Sungmin. Ia baru sadar, rupanya Siwon dan Sungmin sudah menghilang dari hadapannya. Bergegas ia beranjak dari duduknya dan berlari mengejar Kibum yang sudah lebih dulu pergi.

 

Noona…”

 

“Hm?”

 

“Aku ingin tinggal di Korea denganmu, boleh, ‘kan?” tanya Kyuhyun tiba-tiba. Sontak Kibum memberhentikan langkahnya dan menatap Kyuhyun heran. Kyuhyun dan Kibum memang hidup terpisah. Kibum lebih memilih untuk tinggal di Negara kelahirannya, Korea, dan berusaha hidup mandiri semenjak ia menyelesaikan kuliahnya, sedangkan Kyuhyun tetap tinggal dengan orangtua mereka. Dulu Kibum sempat mengajak Kyuhyun untuk ikut dengannya ke Korea, namun Kyuhyun yang selalu menolak untuk tinggal di Korea dan lebih memilih tinggal bersama orangtua mereka di Jepang. Tapi kenapa sekarang pemuda ini begitu bersemangat ingin pindah ke Korea?

 

Kibum memicingkan matanya dan menatap Kyuhyun curiga. Kyuhyun yang di tatap seperti itu oleh sang kakak, sontak menggaruk tengkuknya salah tingkah. Kibum orang yang sangat pintar dan sangat sulit di bohongi, Kyuhyun tahu itu.

 

“Kau… pasti punya niat lain ‘kan? Pasti ada sesuatu yang kau inginkan hingga kau memaksa ingin tinggal denganku,” ujar Kibum seraya menatap Kyuhyun tajam.

 

“Kau ini bicara apa, Noona? Kenapa kau tega-teganya menuduhku seperti itu? aku hanya ingin suasana berbeda. Aku bosan di Jepang. Boleh, ‘kan, Noona?” tanya Kyuhyun penuh harap. Namun jangan harap Kibum mau percaya begitu saja.

 

“Dasar bocah nakal! Katakan apa maumu sebenarnya!”

 

“Ck, sudah ku bilang aku hanya ingin mencoba suasana baru…” jawab Kyuhyun masih tetap pada alasan pertamanya.

 

“Baiklah, kau boleh tinggal,” putus Kibum. Seketika wajah Kyuhyun berbinar cerah.

 

“Tapi nanti setelah kau lulus sekolah.”

 

Mwo? Itu masih dua tahun lagi! Kau tahu ‘kan aku baru saja naik ke tingkat dua seminggu yang lalu? Aku lulus masih dua tahun lagi, noona!” protes Kyuhyun tak terima. Niatnya bisa tidak terlaksana jika harus menunggu selama itu.

 

“Aku tak peduli! Aku tahu kau sangat bermasalah di sekolahmu. Aku tak mau jika kau pindah kemari dan berbuat onar di sekolah barumu disini nanti, itu akan merepotkanku nantinya,” jawab Kibum, kali ini benar-benar keputusan finalnya. Kyuhyun tampak mencibir dalam hati. Susah sekali meyakinkan Noona-nya ini.

 

‘Tapi jangan sebut aku Cho Kyuhyun jika tak bisa mendapatkan apa yang ku mau,’ batin Kyuhyun, seketika sebuah seringai mulai terukir di wajah tampan itu.

 

 

-oOo-

 

Sepanjang perjalanan pulang hingga sampai ke rumah, Sungmin sama sekali tak mengeluarkan suara. Ia hanya diam dan menatap datar apapun yang ada dihadapannya. Siwon tampak menghela napasnya bingung. Tak biasanya Sungmin murung seperti ini. Bahkan ketika mereka memasuki rumah, tanpa bicara, Sungmin segera masuk ke kamarnya. Sangat bukan Sungmin. Biasanya Sungmin akan pamit dulu padanya sebelum tidur dan mengecup pipinya. Tapi kali ini benar-benar aneh…

.

.

“Minnie…”

 

Siwon melangkah pelan memasuki kamar Sungmin. yeoja kelinci itu tampak berbaring memunggungi Siwon. Siwon tersenyum lembut dan mengusap lembut rambut Sungmin.

 

“Kau kenapa, Minnie-ya? Apa Ahjussi ada salah padamu?” tanya Siwon lagi. Ia tersenyum ketika menyadari kalau sebenarnya Sungmin hanya pura-pura tidur. Ah, ia benar-benar merindukan Sungmin kecilnya yang manja. Sekarang Sungmin sudah beranjak dewasa. Semakin banyak perubahan dalam diri gadis itu.

 

Ahjussi minta maaf kalau Ahjussi bersalah padamu, Minnie… tapi jangan diamkan Ahjussi seperti ini. Itu sangat menyakitkan,” ujar Siwon lagi. Sontak mata Sungmin memanas. Ia berbalik dan memeluk Siwon erat. Sudah lama rasanya ia tak bermanja-manja seperti ini pada Siwon. Kapan terakhir kali Siwon memeluknya sebelum ia tidur? Saat umur duabelas tahun? Atau sebelas tahun? Entahlah, yang pasti sudah lama sekali.

 

“Siwon-ah, saranghae…”

 

Nado, Sungmin-ahAhjussi sangat menyayangimu. Kau keponakan Ahjussi yang paling Ahjussi sayangi di dunia ini…” ujar Siwon. Sungmin mendengus lirih, ‘Keponakan?’

 

“Keponakan? Tak bisakah kau melihatku sebagai wanita, Oppa?” tiba-tiba saja pertanyaan itu meluncur dari bibir Sungmin tanpa bisa ia cegah. Siwon tampak menatap Sungmin bingung.

 

“Maksudmu?”

 

Aniya… Lupakan saja. Aku hanya merasa kau terlalu muda untuk menjadi pamanku. Tak bisakah kau jadi namjachingu-ku saja?”

 

Mendengar pertanyaan polos Sungmin, sontak Siwon tertawa geli. Ia mengacak surai kecoklatan itu lembut dan mengecup kening Sungmin. Sungmin tampak memberengut kesal. Jadi Siwon hanya menganggapnya bercanda?

 

“Tidurlah, sudah malam. Jangan berpikiran yang tidak-tidak. Banyak namja muda di luar sana yang lebih cocok untukmu. Kyuhyun misalnya?” ujar Siwon menggoda.

 

Ya! Diamlah Ahjussi! Aku benci namja itu!”

 

 

-oOo-

 

Hari ini weekend, dan Kibum memutuskan untuk berkunjung ke rumah Siwon. Semalam Siwon mengiriminya pesan agar datang berkunjung dan Kibum setuju. Lagipula di apartemennya juga tidak ada siapa-siapa, Kyuhyun sudah kembali ke Jepang sejak tiga hari yang lalu. Kibum tersenyum geli saat mengingat Kyuhyun yang saat itu terus-terusan merengek pada Kibum agar tak memulangkannya ke Jepang, benar-benar membuatnya sakit kepala.

 

Kibum tampak tersenyum tipis melihat makanan yang sengaja ia buat untuk Siwon dan Sungmin. Ia bahkan sengaja bangun pagi-pagi buta hanya untuk membuatnya.

 

Dengan yakin ia menekan bel rumah Siwon.  Kibum tampak tersenyum ramah ketika melihat bahwa Sungmin ‘lah yang membukakan pintu. Kibum tersenyum maklum saat menyadari kalau Sungmin masih  menatapnya tak suka.

 

“Mau apa Ahjumma kemari?” tanya Sungmin ketus.

 

“Kibummie? Kau sudah datang? Sungmin-ah, ajak Kibum ahjumma masuk,” ujar Siwon yang tiba-tiba muncul. Sungmin tampak mendengus kesal. Sesekali Sungmin melirik kearah belakang Kibum.

 

Sungmin menghela napas lega. Syukurlah pemuda mesum bernama Kyuhyun itu tak ikut.

 

“Kemana Kyuhyun?” tanya Siwon tiba-tiba.

 

“Dia sudah kembali ke Jepang tiga hari yang lalu. Ia harus masuk sekolah,” ujar Kibum lembut.

 

“Ah, sayang sekali. Padahal aku ingin memintanya menemani Sungmin,” ujar Siwon seraya mengerling pada Sungmin. Sungmin semakin menekuk wajahnya.

 

‘Kalau kau tahu apa yang telah namja mesum itu perbuat padaku, aku yakin kau tak akan bersikap sebaik ini padanya, Ahjussi,’ batin Sungmin kesal. Bayangan kejadian di toilet restoran itu kembali berputar di otaknya.

 

“Aku akan membuatkan minum. Permisi,” ujar Sungmin kemudian bergegas beranjak dari sana. Ia benar-benar muak pada Siwon dan Kibum yang sedari tadi membahas tentang dirinya dan Kyuhyun. Sepertinya Siwon beniat sekali mendekatkan Kyuhyun dan Sungmin. Tidak tahukah dia kalau Sungmin begitu membenci namja bernama Kyuhyun itu?

 

 

-oOo-

 

 

Sungmin berdiri terpaku menatap Siwon dan Kibum. Baru lima belas menit dia pergi ke dapur,dan sekembalinya ia dari dapur, ia malah di suguhi pemandangan yang benar-benar membuatnya patah hati.

 

Siwon tampak mencium Kibum lembut, seolah di rumah itu hanya ada mereka berdua. Sungmin berusaha sebisa mungkin menahan tangisnya. Matanya mulai terasa memanas sekarang.

 

“Ehem!”

 

Mendengar suara dehaman seseorang, sontak Kibum mendorong tubuh Siwon yang masih tampak menikmati kegiatannya. Siwon menatap Kibum tak terima.

 

“Maaf aku mengganggu,” ujar Sungmin dengan suara tercekat.

 

“Aku hanya ingin mengantarkan ini,” ujar Sungmin seraya meletakan gelas minuman di meja dan bergegas pergi dari sana.

 

Ommo… apa yang sudah kita lakukan, Siwon-ah?” ujar Kibum panik. Kalau begini, bisa-bisa Sungmin semakin membencinya.

 

“Ssst… sudahlah tak perlu cemas. Dia sudah dewasa. Dia pasti mengerti.”

 

Drrt… Drrtt…

 

Getaran ponsel Kibum sontak menghentikan percakapan mereka. Kibum tampak mengernyit melihat id caller di layar ponselnya.

 

Yeoboseyo, Umma…”

 

‘….’

 

Mwo?”

 

Siwon menatap Kibum heran. Apa yang terjadi?

.

.

 

Kibum menutup teleponnya dan mengusap wajahnya frustasi, “Asataga, Cho Kyuhyun…” gumam Kibum dengan suara kesal.

 

“Kau kenapa, Bummie? Kyuhyun? ada apa dengannya?” tanya Siwon bingung.

 

“Bagaimana mungkin? Ia baru mulai sekolah dua hari yang lalu? Dan hari ini dia di keluarkan dari sekolah. Astaga anak itu… aku tak tahu harus bagaimana lagi menghadapinya. Dan sekarang… Umma memintaku agar mau menjaganya disini. Umma bilang Kyuhyun akan pindah sekolah ke Korea…” ujar Kibum kesal.

 

“Sudahlah, Bummie… seharusnya kau senang bisa tinggal dengan adikmu lagi… Hey, bagaimana kalau Kyuhyun kita daftarkan di sekolah Sungmin saja? Dengan begitu Sungmin juga bisa membantu mengawasi Kyuhyun,” ujar Siwon tiba-tiba.

 

“Apa tidak apa-apa? Maksudku… kau tidak tahu seperti apa Kyuhyun…”

 

“Aku yakin tak apa-apa. Ini semua demi kebaikan Kyuhyun.”

.

.

.

 

Sementara itu, seorang pemuda tampak tersenyum menyeringai seraya berjalan yakin memasuki bandara. Ia sudah tak sabar untuk sampai ke Korea. Entahlah apa tujuannya kembali ke Korea. Bahkan Umma-nya pun bingung kenapa namja itu tiba-tiba meminta untuk pindah ke Korea. Apapun alasannya, yang pasti hanya pemuda itu ‘lah yang tahu.

 

.

TBC

.

 

 

10 thoughts on “FF KyuMin | Me or Your Uncle? | GS Ver. | PART 2”

  1. my daddy kyu … nakal bener yak. Genitnya mintak ampun. Baru ketemu udah maen nyosor mommy umin aja. Sebelkan mommy umin, namja bodoh😀
    adakah pair lain di chapter depan? Biar tambah seru aja gitu. Gimana ya my daddy kyu dan my mommy umin satu sekolah? Penasaraaan …. Lanjut thor gomawo

  2. aigoo..kyu kau sungguh pervert eoh?
    baru knal ja sdah brani gtu ma ming? ckck
    sbnrnya rncanamu apa kyu mau pindah k korea? psti da hubungannya dg ming..hehe

    yah..ming cmbru klas akut tuh ma SiBum,…

    KyuMin momentnya seru bngt,

    next chingu…🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s