FF KyuMin | Me Or Your Uncle? | YAOI Ver. | PART 1


Sevy Lelibriani © 2013 present

.

KyuMin’s Fanfiction

.

Me or Your Uncle?

.

Disclaimer : All Casts belong to each other, but plot and this fanfic totally Mine!

.

Pair : KyuMin as Always

.

Rate : T+ / T to M (Maybe)

.

Warning : YAOI/BoysLove | GS!for Umma | Bad EYD |OOC | Typo (es) | Mainstream Idea | Bad Diction | Don’t Like, Don’t Read! | Bash, Flame, and Copast Not Allowed Here!

.

.

Happy Reading

.

.

 

 

Sepasang kaki panjang itu terus melangkah cepat sepanjang koridor rumah sakit. Gema langkahnya terdengar saling bersahutan di sepanjang lorong rumah sakit yang kini telah sepi itu. Jelas saja, ini sudah pukul sepuluh malam, tentu saja kegiatan di rumah sakit itu sudah tak sepadat siang tadi.

 

Pemuda belia berparas tampan yang masih berusia tujuhbelas tahun itu pun melangkah cepat memasuki sebuah ruang rawat. Ia buru-buru sekali kemari ketika di dengarnya kabar, kalau kakak semata wayangnya tengah kritis saat ini.

 

KRIETT

 

Pemuda itu melangkah masuk ke dalam ruangan dan menatap sendu sang kakak yang tampak menyedihkan. Teringat lagi di benaknya, saat dulu kakaknya, kakak yang berusia sepuluh tahun diatasnya itu menentang keluarganya dan memilih pergi dari rumah hanya untuk menikah dengan seorang pemuda yang tidak jelas asal usulnya. Pemuda yang membuatnya hingga seperti ini.

 

Noona…” lirih Siwon. Ia menggenggam lembut tangan kakaknya yang terlihat begitu banyak luka sayatan disana. Siwon mendesah lirih. Orang macam apa yang tega membuat yeoja selembut kakaknya ini sampai seperti ini?

 

Belakangan ini Siwon baru mengetahui bahwa namja pilihan kakaknya itu adalah orang sekeji itu. Ia memang baru bertemu kakaknya itu setelah tujuh tahun kepergiannya.  Pria itu dengan teganya memperlakukan kakaknya yang lembut hingga seperti ini. Sebenarnya beberapa hari yang lalu –sebelum hal ini terjadi- Siwon sempat menemui Leeteuk –kakaknya- dan memintanya untuk kembali. Pada saat itu Siwon sudah curiga dengan keadaan Leeteuk yang bisa di bilang tidak wajar. Ia sempat memergoki beberapa luka sayatan, dan lebam di beberapa bagian tubuh luar yeoja itu. Namun Leeteuk hanya menanggapi dengan senyum semua bujukan Siwon dan berdalih bahwa keluarga kecilnya membutuhkannya. Terutama putra kecilnya.

 

Ah, ya, Siwon tersadar akan sesuatu. Keponakannya! Namja cilik itu masih berada disana. Di rumah orangtuanya. Yang tentu saja ada pria keji yang membuat Leeteuk menjadi begini disana. Siwon mendadak khawatir. Apa keponakannya akan baik-baik saja disana?

 

Tanpa Siwon sadari, Leeteuk mulai membuka matanya perlahan, tangan pucatnya berusaha menggapai lengan Siwon yang berada tak jauh darinya.

 

Siwon terperanjat tak percaya. Akhirnya kakaknya sadar?

 

“No…Noona? Kau sadar? Mau ku panggilkan dokter?” tanya Siwon sigap. Namun tepat di saat Siwon ingin bergerak keluar untuk memanggil dokter. Tangan Leeteuk keburu menahannya. Siwon menatap heran kakaknya yang kini tampak semakin melemah.

 

Noona… kenapa kau menahanku?”

 

“Waktuku sudah tak banyak, Wonnie-ya… jebal… bantu Noona…” Siwon tersentak kaget. Perasaan tak enak mulai merambat di benaknya. Buru-buru Siwon menggeleng kuat berusaha menghilangkan segala prasangka negatifnya.

 

Noona mau aku berbuat apa? Katakan saja. Aku akan lakukan semua yang Noona minta,” ujar Siwon cepat. Leeteuk tampak tersenyum lirih. Entah kenapa, Siwon merasakan firasat tak enak.

 

“Wonnie-yaNoona mohon, ambil Sungmin dari tempat itu. Rawatlah dia, rawatlah keponakanmu, jangan biarkan dia bertemu dengan Appa-nya lagi. Gantikan noona. Noona tak yakin bisa melihat wajahnya lagi, Wonnie-ya…” lirih Leeteuk dengan napas yang mulai tidak normal. Tanpa sadar Siwon mulai menitikan air matanya. Apa ini pertanda?

 

Noona… kau bicara apa? Kau pasti akan segera keluar dari rumah sakit ini dan bisa bertemu Sungmin lagi…” isak Siwon. Ia tak peduli jika akan di anggap pemuda cengeng sekalipun. Sudah hampir tujuh tahun ia tak bertemu kakaknya ini, dan sekarang ketika tiba saatnya mereka bertemu, Leeteuk malah ingin meninggalkannya –dan kali ini untuk selamanya.

 

Ani… noona sudah tidak sanggup lagi, Wonnie-yaNoona titip Sungmin padamu. Dan juga… sampaikan permintaan maaf Noona pada Umma dan Appa. Katakan Noona menyesal karena tak menuruti apa kata mereka. Katakan Noona menyayangi mereka,” napas Leeteuk terdengar semakin terputus-putus. Dan tak lama kemudian Leeteuk menghembuskan napas terakhirnya tepat di saat genggaman tangannya pada tangan Siwon terlepas.

 

Noona…” Siwon semakin terisak saat disadarinya Leeteuk telah benar-benar pergi.

 

 

-oOo-

 

 

Namja cilik itu tampak meringkuk takut di dalam lemari di kamarnya. Sesekali terdengar isakan kecil dari bibir namja kecil yang belum genap berusia tujuh tahun itu. Tubuhnya tampak gemetar saat mendengar langkah kaki terseok yang ia yakini adalah Appa-nya itu.

 

‘Umma… Minnie mau Umma…. Minnie takut Umma…’

 

Sudah sejak setahun ini, hidup Sungmin selalu di hantui ketakutan. Sungguh miris, anak sekecil itu harus mengalami hal seperti ini. Hampir hari ia selalu melihat pertengkaran orangtuanya. Tamparan, tendangan dan pukulan selalu menjadi tontonannya setiap hari. Tak jarang ia menemukan Umma-nya tengah menangis terisak setelahnya dan Appa-nya menghilang hingga seminggu kemudian.

 

Namun sudah seminggu ini, ia tak menemukan sosok Umma-nya di rumah. Ia ingat betul, saat ia pulang sekolah seminggu yang lalu, rumahnya tampak berantakan. Pecahan piring dimana-mana, dan sosok Appa-nya terlihat tertidur di sofa ruang tamu. Padahal seingatnya Appa-nya pergi sekitar seminggu sebelumnya.

 

Saat itu perasaan cemas mulai melanda Sungmin, bergegas ia berlari menuju kamar Umma-nya. Namun tak di dapatinya Umma-nya berada disana. Kembali Sungmin menjelajahi seisi rumahnya, namun tak di dapatinya sosok Umma-nya dimana pun. Sungmin mulai terisak lirih. Rupanya isakannya itu membuat sang Appa –yang sedari tadi tertidur- merasa terganggu.

 

“Ya! Bisakah kau diam anak tak tahu diuntung! Seharusnya kau ikut pergi dengan Umma-mu itu ke neraka!”

 

Dan mulai saat itu ‘lah hidup Sungmin semakin tersiksa. Setiap hari Appa-nya selalu pulang dalam keadaan mabuk, dan ketika melihat Sungmin, entah kenapa emosi Appa-nya  itu kian meningkat. Sungmin ‘lah yang kini harus menjadi bulan-bulanan sang Appa. Setiap hari cacian, pukulan dan umpatan selalu menjadi makanan Sungmin sehari-hari.

 

Baru seminggu memang Appa-nya disini. Namun itu sudah cukup membuat batin Sungmin dan fisik Sungmin tersiksa. Sudah tak terhitung berapa jumlah lebam dan memar di tubuhnya. Sudah seminggu ini pun ia bolos sekolah. Setiap kali Appa-nya pulang, selalu saja ada alasan namja itu untuk menyiksa Sungmin.

 

“Dimana kau bocah sial?! Keluar kau!”

 

Sungmin semakin meringkuk ketakutan. Tanpa sadar isakannya terdengar semakin kencang. Jelas hal itu membuat Appa-nya mengetahui dimana keberadaannya.

.

.

Sungmin bisa merasakan bagaimana saat tiba-tiba saja Appa-nya menariknya keluar dari lemari itu. Sungmin meraung kencang dan meronta memohon untuk di lepaskan. Namun semakin ia meronta, semakin kalap juga sang Appa memukulinya.

 

 

 

-oOo-

 

 

Siwon sedari tadi bergerak gusar. Laju mobil ini terasa begitu lambat baginya. Tadi, begitu dokter menyatakan kalau Leeteuk sudah benar-benar tak bisa di selamatkan lagi. Bergegas Siwon menghubungi orangtuanya yang berada di China. Ia tahu pasti orangtuanya merasa sangat terpukul disana.

 

Setelah memastikan bahwa orangtuanya sedang dalam perjalanan menuju Korea, bergegas Siwon mengendarai mobilnya ke kediaman Leeteuk. Keponakannya ada disana. Dan kemungkinan sedang dalam bahaya.

 

Ah, bagaimana mungkin selama seminggu ini ia melupakan keberadaan keponakannya itu. Keponakan yang selama tujuh tahun ini baru sekali ia lihat.

.

.

.

 

Siwon menatap ragu rumah kecil di hadapannya. Apakah ia harus masuk? Apa tanggapan suami Leeteuk nanti begitu melihatnya? Ah, tapi Sungmin ada di dalam sana.

 

“Ampun Appa! Sakit!”

 

Siwon terbelalak kaget. Itu pasti suara Sungmin. Tanpa pikir panjang, Siwon bergegas mendobrak pintu dihadapannya. Siwon meringis ngeri.

 

Appa macam apa yang tega menyiksa darah dagingnya sendiri? Terlebih putra kandungnya sendiri yang belum genap berusia tujuh tahun. Keadaan Sungmin saat ini sangat memprihatinkan. Luka dan memar dimana-mana.

 

“Siapa kau? Apa yang kau lakukan di rumahku?” teriak Appa Sungmin kalap. Siwon dapat menyimpulkan kalau pria itu sedang mabuk saat ini.

 

“Aku ingin mengambil keponakanku. Ku rasa kau tak pantas di sebut ayah. Ayah macam apa yang tega menyiksa anaknya sendiri? Mulai sekarang aku yang akan mengurus Sungmin!” ujar Siwon geram. Entah darimana keberaniannya muncul. Hey, dia masih berusia tujuhbelas tahun saat ini, dan di hadapannya ini adalah pria yang jauh lebih tua darinya.

 

“Kau bocah, bisa apa kau?” Ujar Appa Sungmin geram, Siwon sempat tercekat saat namja itu mulai berjalan mendekatinya seraya mengepalkan tinjunya. Namun sesaat kemudian Siwon menyeringai puas saat suara mobil polisi mulai terdengar mendekat. Rupanya polisi-polisi itu datang tepat waktu. Tadi sebelum kemari, Siwon memang sempat menghubungi polisi untuk menangkap namja penyebab kematian kakaknya ini.

.

.

.

 

Siwon berjalan mendekati Sungmin yang tampak gemetar. Namja cilik itu tampak menekuk tubuhnya dan menyembunyikan wajahnya di lututnya. Siwon menatap miris keponakannya ini. Kasihan sekali dia, di usia sekecil ini harus merasakan semua hal ini. Belum lagi Umma-nya baru saja pergi meninggalkannya untuk selamanya.

 

“Sungmin-ah…”

 

Siwon tersentak, saat tiba-tiba saja tubuh Sungmin beringsut menjauh. Perlahan Siwon mulai berjalan mendekati Sungmin. Gerakannya begitu hati-hati, takut membuat Sungmin semakin ketakutan.

 

“Min… ini Ahjussi, jangan takut,” bujuk Siwon lembut. Perlahan Sungmin mulai mendongakan kepalanya. Sungmin terdiam beberapa saat, saat Siwon tersenyum lembut padanya. Isakannya mulai terdengar lagi. Buru-buru Siwon mendekati Sungmin dan membawa Sungmin ke dalam pelukannya.

 

Gwaenchana… ada Ahjussi disini. Sekarang jangan takut lagi, ne?”

 

 

-oOo-

 

 

Siwon beserta orangtuanya kini tampak memperhatikan Sungmin yang masih tertidur dari luar ruang rawatnya. Menurut dokter, Sungmin mengalami depresi saat ini.

 

Umma Siwon tampak menangis haru melihat cucunya. Cucu yang baru kali ini bisa ia temui.

 

“Dokter bilang Sungmin mengalami depresi, Umma… dia selalu mengamuk saat di dekati orang lain. Ia juga terlihat sering melamun dengan tatapan kosong,” ujar Siwon. Sudah dua hari sejak prosesi pemakaman Leeteuk, saat ini mereka memilih untuk fokus pada keadaan Sungmin. Namja kecil itu sepertinya begitu terpukul.

 

“Tapi Umma ingin dia tinggal dengan Umma dan Appa, Siwon-ah…” Siwon menghela napasnya lirih. Sudah berulang kali ia coba untuk membujuk Sungmin, namun Sungmin sering kali mengamuk jika ia membujuk namja cilik itu untuk tinggal dengan Halmeoni-nya. Hanya Siwon ‘lah satu-satunya orang yang bisa mendekati Sungmin. Sungmin akan selalu mengamuk jika di dekati orang selain Siwon.

 

“Untuk saat ini biarkan dia tinggal denganku, Umma. Di apartemenku. Dia membutuhkanku, Umma,” bujuk Siwon lagi.

 

“Kau ini masih sekolah Siwon-ah. Apalagi sekarang kau sedang di tingkat akhir. Apa kau sanggup mengurusnya?” tanya Tuan Choi sangsi.

 

“Aku yakin, aku sanggup Appa. Biarkan dia tinggal denganku.”

 

“Baiklah kalau itu maumu. Appa yang akan memenuhi semua kebutuhannya. Kalau dia butuh apapun beritahu Appa,” ujar Tuan Choi seraya menepuk pelan pundak Siwon.

 

Siwon mengangguk singkat. Ia bertekad, mulai sekarang Sungmin harus melupakan semua masa lalunya. Bahkan bila perlu, lebih baik Sungmin memakai merga keluarganya saja –Choi- ketimbang marga lelaki berengsek itu.

 

 

-oOo-

 

 

 

Setahun kemudian

 

 

Sungmin tampak mengendap memasuki kamar Siwon. Ia memegang dadanya yang berdegup cepat. Entah kenapa setiap kali berada bersama Ahjussi tampannya itu ia selalu merasa gugup. Sungmin menyimpulkan kalau itu adalah perasaan cinta. Hanya Siwon ‘lah yang ia cintai. Pikirnya.

 

Sungmin menatap kagum wajah Siwon yang tengah terlelap. Tangannya mulai menjelajah di wajah tampan itu.

 

Hyung tampan, bangunlah… katanya kita mau pergi hari ini…” ujar Sungmin. Siwon tampak menggeliatkan tubuhnya dan berusaha membuka matanya. Hari ini adalah hari pernikahan sepupunya, Jung Yunho. Dan ia berjanji akan mengajak Sungmin menghadirinya.

 

Saat ini Sungmin telah siap dengan kemeja pink-nya. Terlihat begitu manis. Siapa sangka setahun yang lalu namja manis ini sempat mengalami peristiwa yang –bahkan- sulit di bayangkan oleh anak seusianya.

 

Berkat kegigihan Siwon’lah akhirnya Sungmin bisa pulih dari depresinya. Namun ada satu hal yang sepertinya berdampak permanen. Sungmin sangat ketergantungan pada Siwon.

 

“Hey, anak manis. Panggil aku Ahjussi! Aku ini Ahjussi-mu,” bujuk Siwon. Sungmin terlihat mem-pout-kan bibirnya imut. Sudah berulang kali Siwon membujuk Sungmin agar mau memanggilnya Ahjusssi, namun setiap kali ia membujuknya, selalu seperti ini ‘lah tanggapan Sungmin.

 

“Tidak mau! Kau itu Hyung tampan-ku! Bukan Ahjussi-ku!”

 

Siwon mendesah gusar. Selalu seperti ini.

 

“Aku ini Ahjussi-mu, Sungmin-ah… Ya, sudahlah, biar Ahjussi siap-siap dulu. Kau tunggulah di luar.”

 

“Baik, Hyung~”

 

CUP

 

Sungmin mengecup kilat pipi Siwon dan segera berlari keluar. Siwon hanya menggelengkan kepalanya geli, “Dasar bocah nakal.”

 

Dan ini ‘lah yang selalu terjadi. Sekali pun Siwon berusaha menegaskan kalau dirinya adalah ‘Ahjussi’, tapi Sungmin akan selalu memanggilnya ‘Hyung’ tak jarang pula Sungmin memanggilnya ‘Siwon-ah’ atau bahkan ‘Wonnie’.

 

 

-oOo-

 

 

Sungmin menatap kagum pada dua sosok yang kini tengah berdiri di altar saling mengucap sumpah untuk saling setia, —Jung Yunho dan Kim Jaejoong . Dua sosok itu terlihat begitu serasi. Saat ini Sungmin masih berusia delapan tahun. Tapi entah kenapa, bayangan tentang pernikahannya di masa depan nanti mulai membayang di benaknya. Terlalu dini memang untuk memikirkan hal-hal seperti itu bagi anak sekecil dirinya. Dewasa sebelum waktunya, eoh?

 

“Minnie, kenapa tersenyum seperti itu?”

 

Seorang namja dengan lesung pipi yang berusia kira-kira sepuluh tahun di atasnya tiba-tiba saja membuyarkan angan-angannya tentang pernikahannya kelak. Choi Siwon, kini telah berada di sampingnya. Dan secara tak sengaja ia melihat keponakannya itu tengah tersenyum sendiri.

 

“Siwon-ah?” seru Sungmin senang. Pandangannya selalu berbinar setiap kali melihat Siwon.

 

CTAK

 

“Panggil aku Ahjussi! Aku ini pamanmu, Minnie-ya…” Sungmin mem-pout-kan bibirnya seraya mengelus kepalanya yang terkena jitakan sayang dari Siwon tadi.

 

“Tidak mau! Suatu saat nanti aku akan menikah denganmu. Mana mungkin aku memanggilmu Ahjussi,” bantah Sungmin cepat. Siwon terkekeh sejenak.

 

“Kau ini lucu sekali Minnie-ya Kau tidak mungkin menikah denganku, kau itu keponakanku tersayang,” kekeh Siwon lagi. Tanpa Siwon sadari, Sungmin kini semakin menampakkan wajah kesalnya. Mungkin bagi Siwon, itu memang hanya lelucon. Tapi tidak bagi Sungmin. Ia benar-benar serius dengan kata-katanya.

 

Ia sangat yakin kalau Siwon adalah pangeran penyelamat yang di kirim Tuhan untuknya, yang suatu saat nanti akan menikah dengannya.

 

 

-oOo-

 

 

 

Sembilan tahun kemudian

 

 

Siwon tampak memasuki apartemennya dengan wajah berbinar. Hari ini benar-benar hari yang membahagiakan baginya. Sudah hampir sepuluh tahun ia menggadaikan masa-masa remajanya hanya untuk mengurus Sungmin. Sekarang Sungmin telah berusia tujuhbelas tahun. Ia rasa sudah saatnya ia bisa menikmati hidupnya sendiri. Terutama dalam hal percintaan.

 

Ya, selama bertahun-tahun ini Siwon seolah menutup mata dari segala hal yang berkaitan dengan percintaan. Di pikirannya hanya ‘lah Sungmin yang harus ia utamakan. Namun ternyata saat ini tiba juga. Ia jatuh cinta. Beberapa kali ia memikirkannya, apakah bisa ia mulai membuka diri untuk seseorang. Hey! Ia sudah berusia duapuluh tujuh tahun sekarang. Dan ini baru pertama kali ia merasakan jatuh cinta. Ini semua akibat fokusnya yang hanya pada Sungmin selama ini.

 

Menyesal? Tidak. Ia tidak menyesal sama sekali. Sungmin tetaplah prioritas utamanya. Namun kali ini seseorang telah benar-benar mencuri hatinya. Mungkin sudah saatnya ia membiarkan Sungmin untuk mandiri dan tidak lagi bergantung padanya.

 

“Wonnie~ kau kenapa bahagia sekali?” tanya Sungmin heran saat melihat wajah Siwon yang tampak cerah. Tumben sekali, Siwon bersikap seperti ini sepulang kerja. Biasanya sepulang bekerja Siwon lebih memilih untuk tidur, dan mengeluh lelah. Pada saat itu ‘lah Sungmin dengan sigap memijatnya.

 

“Hey! Bagaimana sekolahmu, Chagi?” tanya Siwon.

 

“Biasa saja. Hanya saja… tadi ada seorang yeoja yang ‘menembak’ku lagi,” sungut Sungmin. Siwon terkekeh sejenak. Harus di akuinya keponakannya ini memang benar-benar mewarisi wajah manis sang Umma walaupun ia seorang namja.

 

“Lalu? Kau terima?”

 

“Tentu saja tidak! Sudah ku bilang aku hanya mau denganmu saja, Wonnie-ya~” ujar Sungmin senang. Siwon menghela napasnya berat. Sulit sekali merubah pemikiran Sungmin yang satu ini. Bahkan hingga kini Sungmin selalu bilang ingin menikah dengannya. Padahal dulu dia kira itu hanyalah pemikiran polos anak-anak. Siapa sangka hingga saat Sungmin dewasa seperti sekarang, Sungmin masih tetap saja meng-klaim bahwa dirinya adalah calon pendamping  Sungmin di masa depan.

 

“Wonnie? Kau melamun?”

 

“Ah? tidak. Eh, Min… besok bisa kau ikut aku ke suatu tempat?” tanya Siwon tiba-tiba. Sekelebat perasaan hangat hinggap di hatinya. Besok ia ingin mengenalkan Sungmin pada Kibum –Kekasihnya- yang baru saja menerima pernyataan cintanya tadi pagi.

 

“Kemana? Sepertinya kau bahagia sekali?”

 

“Tentu saja. Aku sedang jatuh cinta sekarang.”

.

.

.

 

“Tentu saja. Aku sedang jatuh cinta sekarang.”

 

Sungmin merasakan jantungnya berdegup cepat. Siwon sedang jatuh cinta? Dengan siapa? Apa jangan-jangan dengannya? Sungmin merasaka pipinya memanas. Ya, pasti dengannya. Memangnya siapa lagi orang yang dekat dengan Siwon selain dirinya? Ah, pasti Siwon ingin menyatakan perasaannya besok.

 

“Baiklah.”

 

 

-oOo-

 

 

Sungmin tampak berdecak kesal. Sudah hampir setengah jam ia dan Siwon berada di restoran ini, namun mereka belum juga memesan makanan. Siwon berdalih, bahwa mereka harus menunggu seseorang.

 

Tak berapa lama, Siwon tampak tersenyum cerah. Ia melambaikan tangannya pada dua sosok namja. Yang tampak lebih dewasa terlihat membalas senyum Siwon, sementara yang lebih muda wajahnya terkesan datar.

 

“Bummie~ kau manis sekali malam ini,” ujar Siwon malu-malu. Hey, ingat! Ini pertama kalinya ia berkencan. Jadi wajar saja kalau ia merasa begitu gugup. Sungmin tampak mendengus tak suka. Apa-apaan ini? Siwon memuji namja lain dihadapannya? Kekesalan Sungmin tak hanya sampai disitu. Siwon tampak bergerak menarikkan kursi yang berada tepat di hadapannya untuk namja itu. Sementara namja yang tadi datang bersama namja yang di panggil ‘Bummie’ oleh Siwon tadi, tampak menarik kursi yang berada tepat dihadapan Sungmin.

 

“Wonnie-ya! Kenalkan, ini Kyuhyun, adikku. Dia sedang liburan di Korea. Lusa dia akan kembali ke Jepang. Jadi aku membawanya kemari. Tak apa, ‘kan?” ujar namja –yang kini- mulai di benci oleh Sungmin itu. Sosok namja yang di perkenalkan sebagai ‘Kyuhyun’ tadi tampak mengangguk singkat, ‘Wajahnya sedingin es, sama seperti kakaknya.’ cibir Sungmin dalam hati.

 

“Tentu saja. Tak masalah. Aku senang bisa mengenal adikmu. Dan, ah, ya. Ini Choi Sungmin, keponakanku dan… Sungmin-ah, kenalkan. Ini Cho Kibum, kekasihku,” Sungmin membelalakan matanya tak percaya. Ia menatap tak suka pada sosok yang kini tengah tersenyum hangat padanya.

 

Jadi… Jadi bukan dia orang yang Siwon maksud? Bukan dia orang yang di cintai oleh Siwon? Sungmin tampak mematung beberapa saat. Ia sama sekali tak menghiraukan Siwon dan Kibum yang tampak saling berbicara. Ia bahkan tak sadar kalau ada sepasang mata yang kini tengah menatapnya tajam seraya menyeringai.

 

‘Choi Sungmin, eoh? Menarik.’

.

.

-TBC-

 

 

5 thoughts on “FF KyuMin | Me Or Your Uncle? | YAOI Ver. | PART 1”

  1. wow….
    yaoi ver..
    jujur saya lebih suka yaoi..
    fujoshi akut…
    tapi kalo GS critanya menarik, tetep saya baca…
    bertemu kyu….
    kyu mau macam2 ya??
    ‘Choi Sungmin, eoh? Menarik.’
    dalam hayalan saya kyu jd berwajah mesum
    hahahaha #digebukin sparkyu

  2. Kyaaa… ming suka omnya??
    Kyu langsung ska sma ming nich #aciyaa ciyaa
    Aq lebih ska versi YAOI_nya :-)#antiGSsoalnya

  3. qu gemes sma karakter sungmin oppa di ff ini.. ^^
    ngebayangin Minppa kecil bawaan.a ketawa gaje terus.. hihihi ^^
    ijin bca ff.a ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s