FF KyuMin | Past And Future | GS | PART 12


A KYUMIN FANFICTION

.

Past And Future

.

Written by Sevy Lelibriani © 2013

.

Disclaimer : All casts in this fict belong to God, their parents, and of course themselves. But, all plot and story of this fict originally MINE.

.

 

Warning : GS | Bad Diction | OOC | typo (es) | Time-Travel story | cerita pasaran | Don’t Like Don’t Read!

Copast, Bash and flame are not allowed here

.

.

Genre : Fantasy, Romance, Hurt/Comfort

.

 

Rate : T

 

.

 

Happy Reading

.

.

Hari ini Kyuhyun memutuskan untuk bersikap biasa pada Sungmin seolah ia tak pernah tahu kejadian kemarin. Kyuhyun tampak tersenyum cerah ketika melihat Sungmin keluar dari gerbang rumahnya. Ya, hari ini Kyuhyun memutuskan untuk menjemput Sungmin dan berangkat bersama.

Sungmin sempat tersentak ketika melihat Kyuhyun telah bersiap di depan rumahnya. Namun buru-buru Sungmin memasang wajah datarnya.

“Kau… sedang apa disini?”

“Tentu saja menjemputmu, kajja, kita berangkat,” ujar Kyuhyun masih dengan senyumannya. Harus Sungmin akui Kyuhyun cukup gigih juga. Sepertinya kata-kata Kyuhyun untuk membuatnya jatuh cinta pada pemuda itu benar-benar serius. Sungmin menghela napasnya sejenak dan kemudian memutuskan untuk menuruti saja ajakan Kyuhyun untuk pergi bersama. Hitung-hitung sebagai permintaan maaf karena ia telah membohongi pemuda itu kemarin.

.

-oOo-

.

 

“Kyu, kita mau kemana?” tanya Sungmin bingung karena ini bukanlah arah menuju kampusnya. Oh, ayolah, jangan bilang Kyuhyun berniat mengajaknya bolos? Ia sudah sering bolos akhir-akhir ini. Bisa-bisa ia di keluarkan dari kampus jika terus begini.

Tanpa menghiraukan pertanyaan Sungmin, Kyuhyun terus melajukan motornya dengan kecepatan sedang. Jujur saja, ia ingin sekali menikmati saat-saat kebersamaan dengan Sungmin sedikit lebih lama lagi.

.

.

.

Kyuhyun menghentikan motornya. Saat ini di hadapan mereka tampak hamparan pasir putih pantai. Rupanya Kyuhyun mengajak Sungmin ke sebuah pantai, yang harus Sungmin akui pantai ini benar-benar indah. Sejenak Sungmin merasa terpana dengan pantai ini. Namun ia segera mengalihkan pandanganya kearah Kyuhyun yang  kini tampak tersenyum lembut.

“Kau suka?” tanya Kyuhyun tanpa memandang Sungmin.

“Kenapa kau membawaku kemari?” tanya Sungmin bingung.

“Aku ingin sekali kencan denganmu. Maaf kalau aku tidak mengatakannya terlebih dahulu padamu dan langsung saja mengajakmu kemari,” Sungmin merasa hati sedikit ngilu mendengar kata-kata Kyuhyun. Secercah perasaan bersalah kembali merasuk di hatinya. Kyuhyun begitu baik dan sabar padanya, tapi ia justru malah begitu jahat pada pemuda itu. Ia jadi teringat kebohongannya kemarin. Mungkin tak ada salahnya menuruti keinginan Kyuhyun sekali ini saja. Pemuda itu hanya ingin kencan ‘kan?

Tanpa Kyuhyun sangka tiba-tiba saja Sungmin mengangguk dan tersenyum tipis, “Baiklah, kita kencan hari ini.”

Tak dapat di pungkiri Kyuhyun begitu senang saat ini. Raut wajahnya tampak berbinar.

“Gomawo, kajja, kita kesana,” tunjuk Kyuhyun kearah pantai yang seolah memang sedang menunggu kedatangan mereka.

.

-oOo-

.

Sudah berjam-jam mereka menghabiskan waktu di pantai tersebut, saling berkejaran, dan sesekali bercanda. Sungmin tak menyangka Kyuhyun adalah orang yang semenyenangkan ini. Entah kenapa ia merasa seperti bebannya sedikit lepas.

“Min, kemari ‘lah…” panggil Kyuhyun yang sudah lebih dulu duduk di tempat rindang tak jauh dari tempat Sungmin bermain air. Sungmin menatap Kyuhyun bingung namun tetap menuruti panggilan Kyuhyun. Sungmin mendudukkan dirinya di sebelah Kyuhyun.

“Wae?” Kyuhyun tampak tersenyum dan mengeluarkan sebuah kamera dari tasnya. Kyuhyun menatap Sungmin penuh harap.

“Kita foto berdua, ya? Buat kenang-kenangan,” ujar Kyuhyun sambil menatap penuh harap pada Sungmin. Sungmin tampak tak bisa menahan senyumnya. Lucu sekali melihat ekspresi polos Kyuhyun saat ini. Sejurus kemudian ia mengangguk dan tersenyum.

“Baiklah, ayo foto!”

Buru-buru Kyuhyun menyiapkan kameranya dan membidik kearah mereka berdua.

KLIK

Kyuhyun tampak tersenyum senang ketika melihat hasil jepretannya. Rasanya ia sulit mempercayai ini. Sungmin sekarang disini, sedang bersamanya. Hanya berdua. Bukankah itu bagus? Kyuhyun sangat berharap ini bisa menjadi kesempatan besarnya untuk mendapatkan Sungmin.

“Kyu, kau tak ingin main air lagi?”

“Ani… aku ingin istirahat dulu. Kalau kau ingin bermain lagi pergilah. Tidak setiap hari ‘kan kita bisa kemari?” jawab Kyuhyun. Sungmin tampak tersenyum dan mengangguk kemudian berlari menuju bibir pantai.

Kyuhyun menghela napasnya seraya tersenyum menatap Sungmin yang kini mulai menjauh dari pandangannya. Perlahan ia mengeluarkan kembali kameranya dan mengarahkannya pada Sungmin.

KLIK

Kyuhyun tersenyum puas melihat hasil bidikannya. Sungmin terlihat begitu cantik di foto itu. Kembali Kyuhyun membidikkan kameranya kearah Sungmin dan memotret Sungmin tanpa Sungmin sadari.

.

.

.

Ini sudah hampir senja, namun Sungmin dan Kyuhyun masih belum memutuskan untuk pulang. Sebenarnya sedari tadi Sungmin sudah membujuk Kyuhyun untuk pulang. Namun Kyuhyun bersikeras agar mereka bertahan sebentar lagi. Kyuhyun bilang, ia ingin sekali melihat matahari terbenam di pantai ini.

“Kyu, ayolah… aku tak mau pulang kemalaman,” bujuk Sungmin lagi.

“Sabar, Min… sebentar lagi…”

“Nah, lihatlah… indah sekali bukan?” tunjuk Kyuhyun kearah matahari terbenam. Harus Sungmin akui, Kyuhyun memang benar. Melihat pemandangan matahari terbenam di pantai ini memang benar-benar indah. Sungmin tak dapat menyembunyikan kekagumannya.

“Kau tahu, Min? aku ingin sekali menjadi seperti matahari terbenam,” ujar Kyuhyun tiba-tiba. Sungmin tampak menoleh menatap Kyuhyun. Wajahnya menyiratkan kebingungan akan kata-kata aneh Kyuhyun.

“Memangnya kenapa?”

Bukannya menjawab pertanyaan Sungmin, Kyuhyun justru malah tersenyum dan menatap Sungmin dalam. Sungmin merasa dirinya benar-benar tenggelam dalam tatapan tersebut. Perlahan namun pasti wajah Kyuhyun mulai mendekat menuju wajah Sungmin. Entah kenapa tak ada niatan sedikit pun Sungmin untuk menghindar. Hatinya kini tengah bergejolak, antara menolak atau tidak.

CUP

Kyuhyun menutup matanya dan mengecup bibir Sungmin lembut. Tak ada pergerakan berarti dari Kyuhyun. Hanya sekedar menempelkan bibir mereka beberapa detik kemudian segera melepasnya. Sungmin masih tampak terdiam. Separuh hatinya menjerit kalau ini salah. Namun separuh hatinya lagi tak tega jika harus terus-terusan menolak Kyuhyun.

“Suatu saat nanti akan ku katakan padamu kenapa aku ingin jadi matahari terbenam. Nah, sekarang, ayo kita pulang.”

.

-oOo-

.

Sudah beberapa hari ini hubungan Sungmin dan Kyuhyun semakin membaik. Bahkan Sungmin sudah tak sedingin dulu lagi. Kyuhyun juga terlihat lebih bersemangat akhir-akhir ini.

“Hari ini kau pulang jam berapa?” tanya Kyuhyun pada Sungmin. Saat ini Kyuhyun tengah mengantarkan Sungmin menuju kelasnya. Beberapa pasang mata –terutama para yeoja- tampak menatap pasangan baru itu dengan pandangan yang sulit di artikan. Bahkan sebagian dari mereka tampak berbisik-bisik sambil menunjuk Sungmin.

Sungmin berusaha untuk tak menanggapi mereka. Menurut Sungmin wajar saja mereka bertingkah seperti itu. Pangeran mereka kini malah lebih memilih Sungmin di banding mereka. Tentu mereka kecewa.

“Aku pulang jam dua. Kenapa?”

Kyuhyun tampak tersenyum. Saat ini mereka telah sampai di depan pintu kelas Sungmin.

“Kalau begitu kita pulang bersama hari ini. Tunggulah aku di parkiran. Aku pulang lima belas menit setelahmu. Sampai jumpa nanti.”

CUP

Kyuhyun mengecup kening Sungmin sekilas kemudian berlalu pergi. Beberapa pasang mata tampak menatap mereka dengan pandangan yang berbeda-beda. Eunhyuk yang sedari tadi juga berada di dalam kelas tersebut dan dengan sangat jelas menyaksikan adegan romantis Kyuhyun dan Sungmin itu kini tampak tersenyum menggoda.

Sungmin berusaha mengabaikan cengiran menggoda Eunhyuk.

“Wah… sepertinya hubungan kalian ada kemajuan. Romantis sekali.. Aku jadi iri. Andai Donghae juga kuliah disini,” ujar Eunhyuk berlebihan. Sungmin memutar bola matanya jengah.

“Kau berlebihan, Hyuk.”

“Eh, Min boleh aku tanya sesuatu?” tanya Eunhyuk tiba-tiba. Kali ini wajahnya terlihat serius.

“Apa?”

“Kau tahu ada apa sebenarnya dengan Kyuhyun? akhir-akhir ini ia selalu menanyakan silsilah keluarga kami. Ia juga selalu bertanya tentang lukisan –mirip dia- yang pernah kau lihat di galeri dulu. Kau tahu dia kenapa?”

DEG

Seketika Sungmin menegang. Lukisan? Astaga, sudah beberapa hari ini dia melupakan tentang Kyuhyun-nya –di masa lalu. Kyuhyun –di masa kini- selalu sukses membuat pikirannya beralih dari masa lalunya.

Sungmin meringis merutuki kebodohannya. Bagaimana mungkin? Bisa-bisanya ia melupakan sosok namja-nya walau hanya beberapa hari. Tidak boleh. Ia yakin hingga kini hatinya masih sepenuhnya di miliki oleh Kyuhyun-nya –di masa lalu. Hanya saja akhir-akhir ini entah kenapa muncul sedikit keraguan di benaknya. Ia yakin tindakannya bersama Kyuhyun –di masa kini- selama ini penyebabnya. Kyuhyun membuatnya melupakan namja-nya.

Sebenarnya apa tujuan Kyuhyun menanyakan tentang lukisan itu? Apa Kyuhyun berniat membuat Sungmin melupakan sosok Kyuhyun –di masa lalu?

“Min kau kenapa?” Panggilan Eunhyuk seketika membuat Sungmin tersentak. Buru-buru ia menggeleng.

“Gwaenchana, Hyuk. Aku juga tak tahu ada apa dengan Kyuhyun.”

.

-oOo-

.

Sepanjang pelajaran hari ini, Sungmin sama sekali tak bisa fokus pada materi yang tengah di sampaikan oleh dosen Park. Pikirannya tengah mengelana jauh. Perasaan bersalah kepada sosok Kyuhyun –di masa lalu- kini menggerogoti pikirannya. Ia telah memutuskan, hari ini dia harus ke bukit lagi.

.

.

.

Sungmin bergegas membereskan peralatannya dan buru-buru menyambar tasnya kemudian pergi. Eunhyuk tampak menatap bingung pada Sungmin yang sepertinya sedang terburu-buru itu.

Sungmin berjalan cepat menuju keluar area kampus. Tanpa Sungmin sadari kini ia telah melupakan janjinya pada seseorang. Ia dengan mudahnya melupakan janji untuk pulang bersama Kyuhyun.

.

-oOo-

.

Sungmin tampak menatap buku yang berisi curahan-curahan hati Kyuhyun-nya itu. Sudah berulang kali ia membaca isi buku tersebut. Semakin ia membaca buku tersebut, semakin besar pula kerinduannya pada sosok Kyuhyun-nya –di masa lalu. Namun sejujurnya akhir-akhir ini, ia cukup di buat bingung. Entah kenapa ia jadi semakin jarang kemari lagi. Bahkan rasa rindunya pada sosok Kyuhyun-nya perlahan mengikis.

Sungmin merasa begitu bersalah pada sosok Kyuhyun-nya di masa lalu.

“Kyu, maafkan aku. Aku memang bodoh. Bisa-bisanya beberapa hari ini aku melupakanmu. Tapi kau tenang saja, aku yakin kau tetap ‘lah satu-satunya namja yang ada di hatiku,” lirih Sungmin.

.

-oOo-

.

Kyuhyun sesekali melirik jam tangannya dengan gusar. Sudah sejam ia menunggu Sungmin di parkiran, namun hingga kini Sungmin belum muncul juga. Bukankah seharusnya Sungmin yang keluar lebih dulu? Apa Sungmin melupakan janjinya?

Kyuhyun bergegas merogoh sakunya dan mengambil ponselnya dari sana. Ia bergegas men-dial nomor Sungmin yang ia hapal di luar kepala. Kyuhyun mendengus kesal. Berkali-kali ia mencoba, namun tak di angkat sama sekali.

“Hey, kau teman Lee Sungmin, ‘kan?” tanya Kyuhyun kepada salah seorang namja yang kebetulan lewat di hadapannya. Ia ingat kalau namja itu memang sekelas dengan Sungmin.

“Ne. Ada perlu apa?”

“Apakah Sungmin masih di kelas?” tanya Kyuhyun lagi.

“Setahuku tadi Sungmin sudah pulang. Bahkan ia keluar kelas terlebih dahulu. Sepertinya sedang buru-buru,” jawab namja itu. Kyuhyun tampak tersentak. Sungmin sudah pulang lebih dulu? Lalu… kemana dia sekarang? Kenapa tak menunggunya?

“Baiklah, terimakasih,” ujar Kyuhyun. Setelah namja teman sekelas Sungmin itu pergi, Kyuhyun tampak merenung sejenak. Kyuhyun tak mau berprasangka. Tapi entah kenapa hatinya sedikit tidak tenang. Perasaannya mengatakan kalau lagi-lagi Sungmin pergi ke gubuk itu.

Kyuhyun berdecih lirih. Apakah usahanya untuk bersabar selama ini masih belum cukup?

.

-oOo-

.

“Kyu… apa menurutmu aku sudah mulai bisa membuka diri untuk namja lain selain kau?” tanya Sungmin bermonolog. Setidaknya ia bisa merasa sedikit lega setelah berbicara seperti ini. Ia tersenyum tipis kemudian melanjutkan kalimatnya.

“Kau tahu? Aku merasa sangat berdosa pada sepupu Eunhyuk itu. Ia namja yang baik, walaupun pertemuan pertama kami sama sekali tak memberikan kesan baik. Tapi, ia benar-benar namja yang sabar dan gigih,”

“Ia bahkan tak pernah marah jika aku terus mengabaikannya,” Sungmin menghela napasnya sejenak. Bayangan-bayangan saat ia terus bersikap kasar pada Kyuhyun mulai melintas di pikirannya.

“Apa kau sengaja mengirimkan dia untukku? Untuk menggantikanmu?” monolog Sungmin lagi. Kali ini kalimatnya mulai di iringi dengan isakan lirih. Perlahan ia mulai sadar, ia tak bisa seterusnya seperti ini. Jodohnya dengan Kyuhyun –di masa lalu- telah berakhir. Tak mungkin mereka bisa bersama lagi. Mereka jelas-jelas berada di jaman yang berbeda.

“Apa aku harus belajar membuka hati dan mulai menerimanya?” isak Sungmin lagi.

“Maafkan aku, Kyu. Entah kenapa akhir-akhir ini ia selalu bisa membuatku mengalihkan pikiranku darimu. Aku tak tahu kenapa. Apakah ini pertanda kalau aku akan segera melupakanmu?”

“Tapi aku yakin…”

“Aku begitu mencintaimu…”

“Jeongmal saranghae, Kyu…”

.

.

.

.

“Aku begitu mencintaimu…”

 

“Jeongmal saranghae, Kyu…”

Kyuhyun merasakan amarah merasuk di dirinya. Ia baru saja tiba di gubuk ini. Dan apa yang ia dapati? Memang ia hanya mendengar kalimat terakhir Sungmin. Namun baginya itu sudah cukup menjelaskan kalau Sungmin tak akan bisa berpaling dari masa lalunya.

Kyuhyun menatap Sungmin sendu. Seketika Sungmin tersentak ketika di sadarinya kini Kyuhyun telah berdiri di ambang pintu. Wajah Kyuhyun begitu sarat akan kekecewaan. Sungmin menatap takut sekaligus merasa bersalah pada Kyuhyun.

“Kyu…”

“Jadi kau sengaja mengingkari janjimu hanya untuk pergi kemari? Seharusnya aku sadar, aku tak akan pernah bisa menggantikan sosok namja di masa lalumu itu! Apa kau hanya menganggapku pelarian? Atau hanya sekedar hiburan?” tanya Kyuhyun dengan nada pilu. Sungmin menggeleng pelan tanpa bisa mengucapkan sepatah kata pun. Ia yakin Kyuhyun sedang salah paham saat ini.

“Kyu… kau salah paham… aku…”

“Ya, aku salah paham karena telah menganggap perubahan sikapmu selama ini adalah pertanda baik untukku. Aku merasa bodoh karena telah begitu berharap dengan semua itu,” ujar Kyuhyun lagi. Wajah Kyuhyun tampak memerah sekarang. Entah memerah karena marah atau sedih.

“Min, tak bisa ‘kah kau barang sejenak memikirkanku? Tak pernahkan kau berpikir bagaimana perasaanku selama ini?”

“Kalau boleh jujur aku muak, kau selalu dengan mudahnya mengatakan cinta pada namja di masa lalumu itu sementara padaku? Kau bahkan masih sering enggan ‘kan menatapku?” ujar Kyuhyun lagi. Sungmin semakin terisak. Ini pertama kalinya ia bertengkar dengan Kyuhyun. pertama kalinya pula Kyuhyun mengungkapkan semua uneg-unegnya selama ini. Ia beru sadar kalau namja itu begitu tersakiti akibat ulahnya selama ini. Sungmin ingin sekali mengatakan kalau Kyuhyun salah paham. Mungkin saja namja itu tak mendengar semuanya yang ia katakan tadi. Namun Sungmin sama sekali tak sanggup mengeluarkan suaranya.

“Kau tahu bagaimana rasanya jadi aku? Yang selalu cemburu pada orang yang sebenarnya sudah tak ada? Aku selalu merasa bodoh jika memikirkan kalau aku ternyata kalah bersaing dengan orang yang sudah lama mati.”

“Cukup Cho Kyuhyun!” jerit Sungmin. Ia tak tahu lagi harus bagaimana lagi menghadapi kemarahan namja dihadapannya ini.

“Cih, bahkan kau selalu membelanya. Apa kau tak pernah melihatku sebagai namjachingu-mu. Walau hanya sekali?”

“Kau membuatku gila, Min! Kau membuatku bahagia sekaligus sakit.” Sungmin tersentak. Ia menatap Kyuhyun tak percaya. Kyuhyun, yang biasanya selalu telihat jahil dan sabar kini menangis. Apa dia benar-benar sudah keterlaluan?

“Kyu…” perlahan Sungmin mulai berjalan mendekati Kyuhyun. Namja itu tampak begitu rapuh saat ini. Sungmin memberanikan diri menatap ke dalam manik mata Kyuhyun. Tampak jelas kekecewaan dan amarah disana. Sungmin merasa sakit melihat semua itu. Karena dirinya, namja itu jadi begini.

Kyuhyun balas menatap Sungmin dalam. Perlahan tangan Kyuhyun mulai terjulur membelai lembut wajah Sungmin.

Perlahan tapi pasti wajah Kyuhyun mulai bergerak mendekati wajah Sungmin.

CUP

Kyuhyun mengecup lembut bibir Sungmin. Merasa tak ada perlawanan dari Sungmin, Kyuhyun mulai berani menggerakan bibirnya mengulum bibir tersebut.

.

.

Sungmin tersentak. Kesadaran seolah menamparnya untuk kembali pada kenyataan. Dengan refleks, di dorongnya tubuh Kyuhyun hingga Kyuhyun terhempas beberapa langkah ke belakang. Kyuhyun tampak menatap Sungmin tak percaya. Lagi-lagi Sungmin menolaknya?

“Kau menolakku?”

“Aku… aku… mianhae, aku harus pergi, Kyu.”

GREP

CHU~

Kyuhyun bergegas menahan pergerakan Sungmin dan membalik cepat tubuh itu. Dengan kasar, ia memagut bibir Sungmin. Berbagai emosi tertuang dalam ciuman paksa sepihak itu. Kyuhyun sama sekali tak menghiraukan rontaan Sungmin.

.

.

Sungmin mulai menangis saat ini. Ia merasa sosok di hadapannya ini bukan seperti Kyuhyun yang ia kenal. Kyuhyun yang ini sangat berbeda dan kasar. Sekuat tenaga Sungmin meronta. Dan berhasil. Sungmin berhasil lepas dari kungkungan Kyuhyun.

PLAK

“Kau keterlaluan, Kyu…” isak Sungmin kemudian berlari pergi dari gubuk tersebut meninggalkan Kyuhyun yang tampak terpukul dengan semua kejadian hari ini.

.

-oOo-

.

Sudah beberapa hari berlalu, semenjak pertengkaran di gubuk itu, kini Sungmin dan Kyuhyun tampak saling menjauh. Orang-orang bahkan mengira mereka telah berpisah. Kyuhyun mulai tampak acuh kembali dengan sekelilingnya. Sungmin sendiri tampak semakin pendiam. Sesekali ketika mereka berpapasan, Sungmin menatap Kyuhyun sendu. Sementara Kyuhyun lebih memilih membuang muka.

“Min… apa kau sedang ada masalah dengan Kyuhyun?” tanya Eunhyuk prihatin. Pasalnya sudah beberapa kali ia memergoki Sungmin menangis diam-diam. Kyuhyun juga terlihat lebih dingin.

“Gwaenchana, Hyuk. Kami hanya butuh waktu,” jawab Sungmin singkat.

.

.

.

.

Sungmin tampak berjalan menuju taman belakang kampus. Ia butuh suasana tenang saat ini. Namun seketika langkahnya terhenti saat di lihatnya, Kyuhyun dan Eunhyuk tampak sedang berbicara. Sepertinya pembicaraan mereka serius.

“Kyu… kau yakin dengan keputusanmu? Lalu bagaimana dengan Umma-mu?” tanya Eunhyuk. Sungmin mengerutkan dahinya bingung. Kyuhyun kenapa?

“Aku yakin, noona. Appa-ku membutuhkan bantuanku. Kalau masalah umma, ‘kan ada kau yang bisa menemaninya. Lagipula, ia ‘kan lebih dekat denganmu daripada denganku,” jawab Kyuhyun. Eunhyuk terlihat mendengus. Di tempat persembunyiannya, Sungmin tampak menatap bingung. Sebenarnya ada apa? Apa Kyuhyun mau pergi?

DEG

Seketika Sungmin merasakan sakit di hatinya. Apa benar Kyuhyun akan pergi? kenapa ada perasaan tak rela terselip di hatinya? Kenapa di saat ia sudah mau belajar membuka hati untuk Kyuhyun, Kyuhyun malah ingin pergi darinya?

“Aku tahu kau pergi ke sana hanya alasan saja ‘kan untuk membantu Hangeng Ahjussi?” dengus Eunhyuk.

“Maksudmu?”

 

“Kau pikir aku tidak tahu kalau kau dan Sungmin sedang ada masalah? Seluruh kampus bahkan membicarakan kalian. Hey, kalau kau ada masalah dengannya selesaikan ‘lah. Jangan menghindar seperti ini,” bujuk Eunhyuk. Kyuhyun tampak tersenyum pedih.

“Sudah berulang kali aku mencobanya, noona. Namun aku tak mau memaksanya. Aku rasa memang sulit baginya untuk menerimaku. Jadi aku putuskan untuk pergi dari hidupnya. Semakin sulit bagiku untuk melupakannya jika dia terus berada di dekatku,” jelas Kyuhyun. Sungmin memejamkan matanya berusaha menguatkan hatinya. Entah kenapa mendengar kata-kata Kyuhyun tersebut, membuat hatinya terasa begitu sesak.

“Baiklah jika itu maumu. Aku hanya bisa berharap yang terbaik untukmu.”

Sungmin bergegas pergi dari sana. Ia tak sanggup lagi mendengar setiap kata yang keluar dari mulut Kyuhyun.

BRUG

“Mianhae,” Sungmin membungkuk salah tingkah karena tak sengaja menabrak seseorang dan bergegas berlari dari sana.

.

.

“Kyu, sepertinya aku tadi melihat Sungmin,” ujar Eunhyuk tiba-tiba.

“Aku tahu, noona. Aku tahu dia mendengar semuanya, memang sudah seharusnya begitu,” ujar Kyuhyun lirih. Eunhyuk mengusap pelan pundak Kyuhyun berusaha menyalurkan semangat.

.

-oOo-

.

Sungmin menangis sesenggukan  di taman bermain yang berada tak jauh dari kampusnya. Disini memang ada taman bermain anak-anak, jadi Sungmin memutuskan untuk membolos kemari. Ia butuh menenangkan diri.

“Apa ini hukuman bagiku?” isak Sungmin.

“Jangan tangisi mereka yang sudah tiada. Tapi berikanlah perhatian pada mereka yang masih ada di sekitarmu, mereka yang sudah sepantasnya mendapat perhatianmu. Jangan sampai kau menyesal saat orang yang saat ini masih ada di dekatmu tiba-tiba pergi dari sisimu.”

Sungmin tersentak kaget. Suara itu? sontak Sungmin mendongakkan kepalanya. Di hadapannya kini ada sesosok kakek tua, yang tak asing bagi Sungmin.

“Kau… Haraboji yang waktu itu?”

“Janganlah terus terpaku dengan masa lalu, anakku. Kehidupan mereka telah berlalu. Tataplah masa depanmu. Kau begitu yakin kalau kau mencintai namja di masa lalu itu, ‘kan? Tapi kenapa kau mengingkari kalau sekarang kau mulai membuka hatimu untuk namja yang baru saja hadir dalam kehidupanmu itu?” tanya kakek tua itu.

“Tapi aku yakin kalau aku begitu mencintai Kyuhyun-ku –di masa lalu. Aku merasa begitu bersalah padanya jika aku mulai merasa nyaman dengan sepupu Eunhyuk itu,” ujar Sungmin. jujur saja, ia begitu membenci sikap plin-plan nya ini.

“Kalau begitu cobalah buka hatimu untuk namja itu. Dia berhak dapat kesempatan yang sama dengan namja di masa lalu itu. Yang lalu biarkanlah berlalu, nak. Kau begini karena kau belum bisa mengikhlaskan segala sesuatu yang sudah terjadi. Cobalah kau pahami kata hatimu sendiri. Kata hatimu tidak pernah salah, nak. Pikiran dan sugestimu mengenai kesetiaan pada masa lalumu itu ‘lah penyebab kebimbanganmu selama ini. Sekarang cobalah sepenuhnya dengarkan kata hatimu, biarkan hatimu yang menuntunmu,” saran kakek tua itu. Sungmin menatap kakek itu ragu. Kakek itu benar. Terlalu kejam karena melibatkan Kyuhyun dalam dilemma perasaannya sendiri.

“Lalu apa maksudmu membawaku ke masa lalu dulu?” tanya Sungmin lagi. Kakek tua itu tersenyum penuh makna.

“Sekarang jangan pikirkan apapun yang telah terjadi di masa lalu, nak. Masa lalu cukup kau jadikan pelajaran. Suatu saat kau akan paham pelajaran apa yang telah kau petik dari perjalanan waktu itu. Sekarang yang perlu kau lakukan adalah jalani hidupmu dan jangan terpaku pada masa lalu. Masa depanmu sedang menunggumu saat ini,” ujar kakek itu kemudian beranjak pergi. Namun buru-buru Sungmin mencegahnya.

“Tunggu Haraboji. Sebenarnya siapa kau?” kakek itu tampak tersenyum sesaat sebelum menjawab.

“Tidaklah penting siapa aku. Tapi jika kau tetap penasaran. Anggap saja aku adalah takdir.”

.

-oOo-

.

Sungmin sudah memikirkan secara matang. Ia berniat untuk sepenuhnya membuka diri pada sosok Kyuhyun –di masa sekarang. Sungmin sedikit gugup dan takut. Menurut informasi dari Eunhyuk. Kyuhyun akan berangkat ke Kanada hari ini. Kyuhyun memutuskan untuk membantu bisnis Appa-nya disana. Ia juga akan melanjutkan kuliah bisnisnya disana selama dua tahun.

Sungmin merasa hatinya begitu sesak saat ini. Rasanya begitu tak rela jika harus merasakan kehilangan untuk kedua kalinya.

.

.

.

.

Kyuhyun tampak tengah berjalan memasuki bandara bersama Heechul dan Eunhyuk. Heechul menatap putranya sedih. Sebenarnya ia sangat menentang keinginan Kyuhyun untuk pergi, namun Kyuhyun terus membujuknya hingga ia luluh dan mengijinkan Kyuhyun untuk pergi.

“Kyu, kau yakin dengan semua keputusanmu ini? Lalu bagaimana dengan Sungmin?” ujar Eunhyuk prihatin. Kyuhyun tersenyum tipis sembari menatap sekeliling bandara, berharap ada sosok Sungmin yang mencegah kepergiannya. Namun nihil. Sama sekali tak ada Sungmin disana.

“Aku yakin ini yang terbaik bagi kami, noona.”

“Kyu, kau harus pergi sekarang,” ujar Heechul. Kyuhyun mengangguk patuh kemudian mulai berjalan meniggalkan Eunhyuk dan Heechul.

.

.

.

Sungmin berlari sekencang yang ia bisa. Tak ia pedulikan orang-orang yang kini menatap aneh pada penampilannya yang acak-acakan. Matanya menatap nyalang ke sekeliling bandara. Ia berharap pesawat Kyuhyun belum berangkat saat ini.

Sungmin mendesah lega saat ia melihat sosok Eunhyuk dan Heechul tampak melambaikan tangan pada sosok namja yang sudah semakin jauh berjalan. Bergegas Sungmin berlari kesana.

“Kyuhyun-ah!”

Sontak Kyuhyun mengalihkan pandangannya ke asal suara. Kyuhyun menatap Sungmin tak percaya. Gadis itu menghampirinya?

“Kyu… ku mohon jangan pergi…” ujar Sungmin mulai terisak. Eunhyuk dan Heechul yang berada disana memutuskan untuk pergi, membiarkan Sungmin dan Kyuhyun menyelesaikan masalah mereka sendiri.

Tangan Kyuhyun terulur mengusap lembut air mata Sungmin, tak dapat di pungkiri, hatinya terasa menghangat karena kehadiran Sungmin.

“Aku… aku minta maaf. Aku sadar selama ini aku terlalu terpaku pada masa laluku. Aku bodoh, Kyu… aku mohon beri aku kesempatan sekali lagi untuk belajar menerimamu,” ujar Sungmin lagi. Kyuhyun tersenyum lembut dan menatap dalam pada Sungmin.

Kyuhyun mengecup lembut bibir Sungmin. Hanya sekilas kemudian segera menarik dirinya.

“Aku senang akhirnya kau mau melihat kearahku. Tapi aku tak bisa, Min. Aku harus pergi,” Sungmin membelalak kaget. Ia menggeleng cepat.

“Tidak! Kau tidak boleh meninggalkanku.”

“Min… anggaplah kepergianku selama dua tahun ini untuk memberimu kesempatan berpikir dan mempelajari perasaanmu untukku. Aku harap setelah dua tahun berlalu, kau tetap akan setia menungguku. Jangan khawatir. Ini hanya masalah waktu. Saat ini waktu yang memisahkan kita. Tapi jika kau benar adalah takdirku, aku yakin suatu saat nanti waktu akan kembali mempertemukan kita,” ujar Kyuhyun. Kyuhyun mengambil sesuatu di dalam ranselnya dan menyerahkannya pada Sungmin.

“Kamera?”

“Aku titip kameraku padamu. Jika kau ada waktu cobalah lihat foto-foto di dalamnya. Nah, sekarang aku harus pergi. Selamat tinggal.”

Sungmin menatap kepergian Kyuhyun dengan tatap pedih. Kini Kyuhyun telah menghilang dari pandangannya. Tatapannya beralih pada kamera Kyuhyun di tangannya. Bergegas ia menyalakan kamera tersebut dan melihat-lihat foto di dalamnya.

Seketika air mata Sungmin menetes lagi. Disana ada begitu banyak foto dirinya saat di pantai dulu. Namun perasaannya begitu sesak saat melihat fotonya bersama dengan Kyuhyun. Di foto itu mereka terlihat begitu bahagia.

BRUK

Sungmin jatuh terduduk di lantai. Kakinya terasa lemas.

“Kyuhyun-ah…”

“Min, Sungmin-ah, kau kenapa? Kau baik-baik saja ‘kan?” tanya Eunhyuk panik. Ia tersentak kaget saat melihat Sungmin tengah menangis dan Kyuhyun sudah tak lagi berada disana.

Sungmin memeluk Eunhyuk erat, “Dia pergi, Hyukkie… dia pergi karena kebodohanku…”

.

TBC

32 thoughts on “FF KyuMin | Past And Future | GS | PART 12”

  1. Wah author teryata aku bisa juga nemuin wp nya author hehe aku sebelumnya baca di ffn nya kamu🙂
    tp ternyata di wp ff past and future nya udh end😦
    sedangkan di ffn masih chap 12,
    salam kenal ya aku untari, 17yo🙂 hehe

  2. Bneran nangis bca nya… Sdih. Ap jgn2 aq yg cengeng Ya? Hik hik…
    Knp kyu ttap prgi? kan ksian Sungmin jd sdih gtu.
    Smoga 2 thn brlalu dgn cpt. Trus kyumin kmbali brsatu. Ach bner2 ga sbr ama chap end nya.

    Chingu, kpn nie d publish chap end ny? Bneran ga sbr. Ntar ksi pw ny yach?!🙂

  3. saya sah baca chap 1 ampe 12 di ffn.
    tapi mau baca chap 13 diproteksi…
    gimana dapet PW nya??
    kasih tau dong….
    PW nya dapet darimana??
    apa PW nya???
    huaaaaaa
    *nangis nangis

  4. Huhuhu kok berpisah??? KYu ntar balik lg kan… Ah tuh kan minnie ceroboh bgt sampe kyu pergi…
    Penasaran sm si kakek… Jgn2 dia hantu kyu lama ya? ?? Kdg muncul kdg ilang…

  5. Nyeselkan.. lagian sungmin yang salah.. kenapa gak bisa melupakan masa lalunya..kan kasian kyuhyunya tau…

  6. ahh..thanks to kakek yg sdh beri sungmin nasehat.. ahh kyu betulan pergi..😥 ..yehh sekaligus pelajaran buat minnie untuk merasakan klo dia benar2 butuh kyu ada di dekatnya.. ah chinguya minta PW chap 13.. juseyo^^

  7. ming akhirnya kau sdr juga

    kyu cpt lh pulng dn cptlh mempersunting Sungmin
    chap ini bnr” menguras emosi chingu daebak ffnya krnn bgt🙂

  8. Ming sudah membuka hatinya untuk Kyu di masa sekarang yeyy ^^
    Sabarr Ming🙂 Kyu perginya hanya 2 tahun kok ^^
    Jadi penasaran ama ending😀

    Lanjuttttttt ^^

  9. Udah 3 chap aku nagis trus, kasian kyu nya, knpa umin bru nyadar pas kyu mau pergi sih?
    Tabah ya kyu,, sbnernya umin udah mulai ska sama kyu cman dia nampik perasaan itu.
    Aku penasaran apa tujuan kakek itu bwa sungmin ke masa lalu?

  10. ya ampun ff ini bikin aq sedih,,, critanya daebak salut aq ma authornya.. kayaknya umin bakal move on… huweh..kayaknya harus ngucapain selamat tinggal sama kyu dimasa lalu..

  11. huaaaa…akhirnya ming sadar…. tapi sayang cho kyu tetep pergi hmmmm… mau baca endingnya? tapi gak ada passwordny… author minta dong passwordnya???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s