FF KyuMin | Past And Future | GS | PART 8


Kyuhyun mengerjapkan matanya perlahan berusaha menyesuaikan pengelihatannya yang masih sayup-sayup. Tangannya meraba ke sampingnya –tempat dimana seharusnya Sungmin berada. Namun seketika ia mengkerutkan keningnya heran. Kemana yeoja itu? Tidak biasanya ia bangun lebih awal.

 

Kyuhyun mengucak kedua matanya seraya menguap lebar. Ia menatap sekeliling kamar tersebut. Sunyi sekali. Apa mungkin Sungmin sedang mandi? Bergegas ia menyibak selimutnya dan berjalan ke kamar mandi. Entah kenapa dari tadi malam perasaannya selalu tak enak. Ia berusaha untuk mengenyahkan berbagai pikiran negatif yang berseliweran di pikirannya. Namun entah kenapa perasaan paranoid itu tak mau pergi juga.

 

TOK TOK

 

“Min… kau di dalam, sayang?” Tanya Kyuhyun lirih. Suaranya masih serak khas orang baru bangun tidur. Kyuhyun menatap bingung pintu di hadapannya. Kalau memang benar Sungmin ada di dalam sana kenapa tak ada suara sedikit pun? Bahkan sepercik air pun tidak.

 

Setelah melalui pergolakan batin antara membuka pintu itu atau tidak, akhirnya Kyuhyun memutuskan untuk membuka saja pintu itu. Biarlah jika nanti Sungmin menganggapnya tak sopan. Toh, dia hanya ingin mengecek keberadaan Sungmin tidak lebih.

 

Kyuhyun mendorong pelan pintu tersebut. Kyuhyun semakin heran, kenapa kamar mandi itu kosong? Ah, apa mungkin Sungmin sudah turun ke bawah duluan? Kyuhyun tersenyum kecil menyadari kebodohannya. Tentu saja Sungmin sudah turun ke bawah. Ia bergegas keluar dari kamar Sungmin. Kali ini tanpa mengendap. Biar saja orang lain memergokinya keluar dari kamar Sungmin. Hari ini ia memang berniat mengatakan yang sejujurnya pada Umma-nya tentang hubungannya dengan Sungmin. Terserah Umma-nya mau marah atau mau memukulnya sekali pun, ia tak peduli. Ia berniat ingin melamar Sungmin hari ini.

.

.

Kyuhyun keluar dari kamar Sungmin dengan tergesa. Hingga tanpa ia sadari, kini seorang gadis tengah menatap terperangah padanya,

 

“Kyuhyun oppa… kenapa kau keluar dari sana?” Kyuhyun mendengus kesal mendengar suara Hyerin. Untuk apa pagi-pagi gadis ini sudah berada disini?

 

“Memang kenapa?” Tanya Kyuhyun ketus.

 

“Bu… Bukankah itu kamar Lee Sungmin-sshi?” Tanya Hyerin gagap. Tatapan Kyuhyun benar-benar mengerikan saat ini.

 

“Lalu kenapa? Apa salah aku tidur di kamar yeojachingu-ku?” tanpa menghiraukan raut terkejut di wajah Hyerin, Kyuhyun bergegas pergi menuju dapur.

.

.

Kyuhyun menatap heran dapurnya. Pasalnya disana hanya ada Umma-nya. Tak ada Sungmin yang biasanya ikut membantu memasak walaupun tak di hiraukan dan tak di anggap kehadirannya oleh Umma Kyuhyun. Kyuhyun berjalan pelan mendekati Umma-nya.

 

“Kyu, baru bangun?” Tanya Umma-nya seraya menatap Kyuhyun yang kini tengah menatap bingung ke sekeliling dapur.

 

“Kau kenapa?”

 

“Umma, Sungmin kemana?” Tanya Kyuhyun tanpa ekspresi. Nyonya Cho tampak tak suka dengan pertanyaan Kyuhyun. Kenapa selalu gadis itu yang di bicarakan putranya?

 

“Umma tidak tahu. Sedari tadi Umma tak melihatnya turun. Umma sudah bangun sejak jam lima pagi dan tak melihatnya sama sekali. Mungkin dia masih tidur. Dasar gadis pemalas,” ujar nyonya Cho tanpa memperhatikan ekspresi Kyuhyun yang tak terbaca saat ini.

 

“Aku sudah mengecek semua tempat di rumah ini… tapi dia tak ada…” gumam Kyuhyun lirih. Pandangannya kosong. Nyonya sontak berbalik menatap putranya.

 

“Kau bicara apa Kyu?” Tanya nyonya Cho bingung.

 

“Sungmin tak ada Umma… aku sudah mengecek seluruh ruangan di rumah ini. Tapi dia tak ada…” nyonya Cho menatap bingung pada putranya.

 

“Kau yakin? Mungkin dia sedang jalan-jalan di sekitar sini…” ujar nyonya Cho berusaha menenangkan Kyuhyun yang tengah di liputi kegalauan.

.

.

“Kyuhyun Oppa…” suara Hyerin yang berlari menuju dapur pun sontak mengalihkan pandangan nyonya Cho dan Kyuhyun. Yeoja itu itu berlari menghampiri Kyuhyun seraya membawa selembar kertas di tangannya. Kyuhyun menatap heran pada yeoja itu. Kenapa ia berlari seperti di kejar setan begitu?

 

“Oppa… aku menemukan ini di kamar Sungmin-sshi…” ujar Hyerin seraya menyerahkan selembar kertas yang ia bawa itu pada Kyuhyun. Kyuhyun menatap marah pada Hyerin.

 

“Kenapa kau seenaknya masuk ke kamar Sungmin, hah? Dimana sopan santunmu?” ujar Kyuhyun marah. Sontak wajah Hyerin memerah dan gugup.

 

“Aku… Aku hanya ingin berbicara dengan Sungmin-sshi tadi, aku sudah mengetuk pintunya berkali-kali tapi tak ada jawaban. Jadi aku masuk saja…” jelas Hyerin, tapi wajahnya langsung beralih menatap selembar kertas yang kini masih berada di tangan Kyuhyun.

 

“Oppa, coba kau baca surat itu. Aku menemukannya di kamar Sungmin-shi. Aku rasa itu untukmu,” ujarnya cepat sebelum Kyuhyun marah lagi. Setelah menatap tajam Hyerin, Kyuhyun beralih menatap kertas di tangannya. Perlahan ia membuka lipatan kertas itu. entah kenapa perasaannya semakin tak enak.

 

 

Dear, Cho Kyuhyun…

 

Mungkin ketika kau membaca surat ini,

Aku sudah tak disini lagi…

Maafkan aku karena tak bisa memenuhi janjiku

untuk selalu menjadi milikmu…

 

aku mohon jangan marah…

Kau adalah cinta pertamaku,

Kau tahu? Kata orang, cinta pertama

itu tak akan pernah terlupakan.

Dan aku pastikan kau sudah menempati

Salah satu ruang terpenting di hatiku…

 

Kyu, tentu kau ingat pertemuan pertama kita, ‘kan?

Menurutku saat itu konyol sekali, hehe

Aku datang tiba-tiba dalam kehidupanmu,

Dan aku minta maaf karena juga pergi tiba-tiba dari kehidupanmu..

 

Sejujurnya, aku sangat ingin selalu bersama denganmu,

Tapi aku sadar, kita tak akan pernah bisa bersatu…

Tempat kita berbeda..

Kalau kita bersama, akan ada perubahan fatal nantinya

Dan aku tak berhak mengubah apa pun itu.

Mungkin kau tak mengerti dengan apa yang ku katakan,

Tapi kumohon percaya,’lah,

Aku selalu mencintaimu, walaupun tak lagi bersamamu..

 

Lupakanlah aku, carilah wanita yang bisa membahagiakanmu,

Lalu nikahi dia..

Aku yakin kau pasti bisa..

Ah, aku rasa aku sudah menulis terlalu panjang..

Ah, iya, jika kau punya waktu, pergilah ke kaki bukit tempat

kita jalan-jalan dulu…

Selamat tinggal, Kyu..

Saranghae~

 

 

Lee Sungmin,

 

 

Tangan Kyuhyun bergetar membaca surat di genggamannya. Matanya memerah, dadanya terasa sesak. Akhirnya sesuatu yang selalu ia takutkan terjadi. Sungmin-nya kini pergi meniggalkannya. Kyuhyun merogoh saku celana pendeknya dan mengeluarkan kotak kecil berwarna merah dari sana.

 

Kyuhyun menatap kotak kecil itu sendu, “Kenapa kau lakukan ini padaku, Min?” lirih Kyuhyun sembari meremas kotak kecil yang berisi cincin yang rencananya akan ia gunakan untuk melamar Sungmin hari ini. Air mata mulai menggenang di pelupuk mata Kyuhyun, siap tumpah kapan saja.

 

 

Nyonya Cho menatap prihatin pada putranya. Sedikit banyak ia tahu apa yang rupanya telah terjadi disini. Ia tak menyangka kalau putranya itu begitu mencintai gadis asing itu hingga seperti ini.

 

“Chagi~ gwaenchana?” Tanya nyonya Cho seraya mengusap kepala Kyuhyun penuh kasih. Kyuhyun memeluk Umma-nya dan menangis sesenggukan. Pertahanannya benar-benar runtuh kali ini.

 

“Aku mencintainya Umma… Aku mencintainya…” racau Kyuhyun seraya terisak dipelukan Umma-nya.

 

 

~oOoOoOoOo~

 

.

 

A KYUMIN FANFICTION

.

Past And Future

.

Written by Sevy Lelibriani © 2013

.

Disclaimer : All casts in this fict belong to God, their parents, and of course themselves. But, all plot and story of this fict originally MINE.

.

 

Warning : GS | Bad Diction | OOC | typo (es) | Time-Travel story | cerita pasaran | Don’t Like Don’t Read!

Copast, Bash and flame are not allowed here

.

.

Genre : Fantasy, Romance, Hurt/Comfort

.

 

Rate : T

 

.

 

Happy Reading

.

 

.

 

‘Kepada pengunjung yang terhormat, galeri akan kami tutup lima menit lagi. Terimakasih atas kunjungan anda…’

 

 

Sungmin sadar ia sudah benar-benar kembali ke masanya saat ini, namun ia enggan untuk beranjak dari lukisan namja tampan dihadapannya ini. Sungmin merasakan matanya memanas. Jika boleh meminta, ingin rasanya ia meminta Tuhan untuk menghapus ingatannya. Namun sepertinya takdir memang sengaja menyiksanya. Bayangan wajah Kyuhyun dan kenangan-kenangannya bersama namja itu terus berputar di ingatannya seolah mengejeknya.

 

Sungmin mengusap lukisan itu dengan lembut. Kyuhyun-nya… Bagaimana kedaan namja itu setelah kepergiannya?

 

“Maaf, nona. Galeri akan di tutup sebentar lagi,” suara seorang wanita sontak membuyarkan pikiran Sungmin. Sungmin beralih menatap yeoja yang sepertinya salah seorang panitia pagelaran seni lukis ini.

 

“Mian, aku akan segera pergi,” ujar Sungmin kemudian bergegas pergi dari sana.

 

.

~oOo~

.

 

Sungmin mendesah lirih menatap ke sekelilingnya. Rasanya sudah lama sekali ia pergi dari masanya. Namun sepertinya kepergiannya sama sekali tak berpengaruh di masanya. Sungmin mendesah lega, ia benar-benar merindukan dunianya. Tempat asalnya.

 

“Untunglah kedatanganku ke masa lalu tak merubah apa pun… maafkan aku, Kyu… tapi tempat kita memang berbeda…” lirih Sungmin. Tanpa terasa ia telah tiba di rumahnya. Wah, rasanya ia begitu merindukan rumahnya, kamarnya, orangtuanya, Eunhyuk, dan kampusnya tentu saja.

.

.

.

Sungmin berjalan terburu-buru memasuki rumahnya, ia berlari kencang saat di lihatnya Umma-nya tengah duduk di ruang tengah bersama Eunhyuk –yang sepertinya sedang datang berkunjung.

 

“Umma… bogoshipo…” pekik Sungmin seraya memeluk erat Umma-nya yang tengah kebingungan. Eunhyuk tak kalah heran melihat tingkah laku Sungmin yang seperti belasan tahun tak bertemu Umma-nya. Belum sempat Eunhyuk membuka suara, tiba-tiba saja Sungmin menerjangnya dan memeluknya erat.

 

“Hyukkie-ya… bogoshipo~” ujar Sungmin seraya tersenyum lebar.

 

“Min… kau ini kenapa? Kau habis terbentur, ya?” Tanya Eunhyuk polos. Sungmin mem-pout-kan bibirnya kesal. tak tahukah Eunhyuk, kalau Sungmin sangat merindukan mereka?

 

“Aku baik-baik saja, Hyukkie-ya! Aku ‘kan hanya merindukan kalian,” ujar Sungmin kesal.

 

“Kau aneh, kita ‘kan baru tak bertemu empat jam…” ujar Eunhyuk lagi. Sungmin hanya tersenyum maklum. Yah, terang saja, Hyukkie dan Umma-nya ‘kan tak tahu apa yang telah ia alami. Mungkin jika ia memberitahu mereka pun mereka tidak akan percaya.

 

“Memangnya salah kalau aku merindukan kalian semua?” Tanya Sungmin merajuk.

 

“Aigoo… anak Umma… kau ini sudah besar, jangan bertingkah seperti anak kecil begitu. Nanti tak ada namja yang mau denganmu,” goda Umma Sungmin seraya mencubit gemas pipi Sungmin.

 

‘Umma salah… ada namja yang benar-benar menyukaiku. Cho Kyuhyun…’ ujar Sungmin tentu saja dalam hati.

 

“Sudah mau makan malam. Umma mau menyiapkan makan malam dulu. Hyukie makan disini saja, ya?” ujar Umma Sungmin kemudian beranjak menuju dapur.

 

“Baiklah Ahjumma, dengan senang hati,” cengir Eunhyuk.

 

“Umma, tunggu. Aku mau membantu Umma memasak,” ujar Sungmin riang. Eunhyuk dan Leeteuk tampak terperangah. Mereka tak salah dengar, ‘kan?

.

.

.

 

Eunhyuk menatap tak percaya sosok Sungmin yang kini tengah sibuk mengatur makanan di meja makan. Leeteuk pun sedari tadi bungkam menatap kelakuan putrinya yang benar-benar tidak normal sekarang. Sejak kapan Sungmin bisa memasak? Kira-kira itu ‘lah yang ada di pikiran Eunhyuk dan Leeteuk sekarang.

 

“Ehm… Sungmin-ah… sejak kapan kau bisa memasak?” Tanya Eunhyuk ragu. Tangannya mencomot sedikit masakan Sungmin dan mencicipinya. Ia tersentak. Rasanya lumayan. Enak juga. Ah, tidak, sangat enak malah. Terasa pas.

 

“Tentu saja aku bisa memasak. Kemana saja kau selama ini hingga tak menyadari bakat terpendamku?” ujar Sungmin sombong. Eunhyuk mencibir pelan.

 

“Hey, seingatku terakhir kali kau memasak, atau bisa kubilang tiga hari yang lalu. Kau membuat semua makanan menjadi berwarna hitam legam. Alias gosong! Hey, bahkan disuruh membuat kopi pun kau tak bisa. Wajar jika aku heran. Lagipula bukan hanya aku, kok yang heran. Ahjumma juga,” ujar Eunhyuk sambil terus mencomot masakan Sungmin dan memasukannya ke  dalam mulutnya. Sungmin mendengus kesal mendengar ucapan Eunhyuk.

 

“Hey, berhentilah makan. Daripada kau makan terus lebih baik kau bantu aku. Tak akan ada namja yang mau memperistrimu jika kau tak bisa memasak,” Sungmin tersentak sendiri mendengar ucapannya. Benarkah tadi dia yang mengatakan itu? kenapa kata-kata itu seperti tak asing baginya?

 

“Seperti ada namja yang mau denganmu saja,” dengus Eunhyuk kesal.

 

“Ya! Tentu saja ada yang mau denganku…”

 

“Cukup! Kalian ini malah beradu mulut. Lihatlah, sebentar lagi jam makan malam. Kajja, selesaikan masakan kita sebelum Appa pulang,” ujar Leeteuk seraya menarik Eunhyuk dan Sungmin menuju dapur.

 

 

.

~oOo~

.

 

 

1902

 

Kyuhyun tampak termenung menatap lukisan dirinya yang sudah rampung seratus persen. Sudah tiga hari ini ia terus-terusan datang ke gubuk di kaki bukit tempat Sungmin meninggalkan lukisannya. Tak jarang Kyuhyun menghabiskan waktunya disana hingga lupa waktu.

 

Nyonya Cho telah hilang akal bagaimana lagi harus membujuk Kyuhyun agar segera melupakan kesedihannya. Setiap hari Kyuhyun hanya merenung. Ia menjadi lebih pendiam dan sikapnya menjadi semakin dingin. Seringkali nyonya Cho memergoki Kyuhyun tengah meracau dalam tidurnya memanggil nama Sungmin. Terang saja hal itu membuat nyonya Cho merasa sedih melihat keadaan putranya yang semakin terpuruk itu. Sebegitu besar ‘kah pengaruh yeoja bernama Sungmin itu pada putranya?

 

.

~oOo~

.

 

 

2013

 

Sungmin melangkah memasuki kawasan kampusnya dengan riang. Rasanya tak pernah ia merasa sesemangat ini untuk pergi kuliah. Ia benar-benar rindu kampusnya, ia rindu dosen Kim, ia rindu teman-temannya, dan ia rindu semua hal yang ada di masanya.

 

“Sungmin-ah.”

 

Suara seorang namja sontak membuat Sungmin menghentikan langkahnya. Ia menatap pemuda yang kini tengah berjalan menuju kearahnya. Pemuda itu tersenyum memperlihatkan lesung pipi-nya yang semakin menambah ketampanannya.

 

“Juwon?” gumam Sungmin tanpa sadar.

 

“Kau bilang apa Sungmin-ah? kalau aku tidak salah dengar kau memanggilku Juwon tadi, ya?” Tanya Siwon bingung. Buru-buru Sungmin menggeleng. Astaga, bisa-bisanya ia teringat dengan Siwon di masa lalu, alias Juwon.

 

“Ah, tidak. Mungkin kau salah dengar. Ada apa Siwon-ah?” Tanya Sungmin ramah, berusaha mengalihkan pembicaraan.

 

“Ah, aku hanya ingin mengantarmu ke kelas. Kajja,” ujar Siwon ceria. Sepertinya namja itu belum putus asa untuk mendekati Sungmin setelah insiden penolakan beberapa hari yang lalu.

 

 

.

~oOo~

.

 

 

Sungmin tampak menyantap makan siangnya dengan khidmat tanpa memperhatikan sekelilingnya. Ia benar-benar lapar saat ini. Tadi dosen Park benar-benar membuatnya mati kebosanan karena seenaknya saja memperpanjang waktu mata kuliahnya.

 

Dari kejauhan sosok Eunhyuk tampak menatap Sungmin seraya menggelengkan kepalanya jengah melihat cara makan Sungmin yang mirip kuli bangunan itu. ia berjalan menghampiri Sungmin seraya menggandeng lengan seorang namja tampan di sampingnya.

 

“Sungmin-ah~” Sungmin mendongakan menatap sang pemanggil.

 

“Uhuk~” sontak Sungmin tersedak melihat pemandangan di hadapannya. Matanya membulat lucu.

 

“Dongjae?” desis Sungmin seraya menatap lekat namja tampan yang ada di samping Eunhyuk. Eunhyuk menatap Sungmin heran sementara namja yang di panggil ‘Dongjae’ oleh Sungmin itu tampak mengkerutkan dahinya tak kalah bingung dari Eunhyuk.

 

“Dongjae? Siapa Dongjae?” Tanya Eunhyuk seraya memicingkan matanya curiga. Sungmin tergagap dan memilih untuk mengalihkan pandangannya kearah lain.

 

“Bukan siapa-siapa… eh? Siapa namja ini?” Tanya Sungmin berusaha membuat pikiran Eunhyuk teralih. Semburat merah seketika menghiasi wajah manis Eunhyuk. Nah, berhasil, ‘kan? Sungmin mendesah lega. Untung Eunhyuk tak bertanya macam-macam.

 

“Eh… Min… kenalkan, dia Donghae, namjachingu-ku,” ujar Eunhyuk malu-malu. Sungmin membulatkan matanya terperangah. Donghae tampak tersenyum kalem menatapnya kemudian menujulurkan tangannya.

 

“Aku Lee Donghae. Kau pasti Sungmin ‘kan? Eunhyuk sering bercerita tentangmu,” ujar Donghae ramah. Sungmin terperangah menatap pemuda itu. bukan karena sikap ramahnya. Tapi karena rupanya yang benar-benar mirip dengan Lee Dongjae, kekasih Hyukjin. Apa Donghae ini masih ada hubungan kerabat dengan Dongjae, ya? Pikir Sungmin bingung.

 

“Min, kau kenapa, sih? Apa ada yang salah dengan Donghae? Kau seperti melihat hantu saja,” Tanya Eunhyuk bingung.

 

“Ti..tidak, kok. Aku hanya merasa, Donghae-sshi mirip sekali dengan seseorang yang ku kenal,” ujar Sungmin buru-buru.

 

“Benarkah? Siapa?” Tanya Eunhyuk antusias.

 

“Eh.. i.. itu… Ah, Hyuk, aku harus pergi. Dosen Kim ingin aku menemuinya tadi. Sampai jumpa. Senang bertemu denganmu Donghae-ssi. Aku pamit dulu,” ujar Sungmin buru-buru kemudian berjalan pergi meninggalkan pasangan HaeHyuk yang tengah menatapnya bingung.

 

 

.

~oOo~

.

 

 

Sungmin tampak merenung saat ini. Ia menghembuskan napasnya letih. Jujur saja, semua sikap cerianya saat ini hanyalah sebuah kamuflase belaka. Sesungguhnya di dalam hatinya masih tersimpan rasa sakit sekaligus rindu. Ia benar-benar merindukan Kyuhyun saat ini.

 

Ia sudah berusaha berkali-kali untuk melupakan semua kenangannya bersama namja Cho itu, ia berniat untuk mengubur dalam-dalam semua yang telah terjadi di antara ia dan Kyuhyun dan menjalani kehidupannya dengan normal seperti dulu –sebelum ia terdampar di masa lalu. Namun usahanya itu selalu gagal. Entah kenapa setiap melihat Eunhyuk dia selalu ingat dengan sosok Hyukjin yang begitu ramah padanya pada saat pertama kali ia tersesat di masa lalu, belum lagi sosok Siwon yang selalu mengingatkannya pada sosok Juwon yang begitu aneh tapi sebenarnya baik dan menyenangkan itu. dan sekarang muncul lagi sosok Donghae yang secara fisik sangat mirip dengan Dongjae –kekasih Hyukjin.

 

Kalau begini bagaimana caranya ia bisa melupakan semua kenangannya si masa lalu?

 

 

“Sungmin-ah? disini kau rupanya? Aku dan Donghae mencarimu kemana-mana,” ujar Eunhyuk membuyarkan lamunan Sungmin.

 

“Eh? Ada apa kalian mencariku?” Tanya Sungmin bingung.

 

“Begini… aku mau minta tolong padamu…” sejenak Sungmin dapat melihat kalau Eunhyuk dan Donghae saling bertatapan seolah hanya dengan tatapan mereka bisa saling berbicara.

 

“Apa?”

 

“Jadi begini, Umma-ku ingin bertemu Eunhyuk hari ini…” ujar Donghae, sementara itu Sungmin menatap menggoda pada Eunhyuk yang wajahnya kini memerah.

 

“Wah, aku tak menyangka kalian sudah sejauh ini. Kau benar-benar sahabat yang buruk Hyuk-ah! kenapa kau tak pernah cerita padaku?” rajuk Sungmin.

 

“Bukannya aku tak mau cerita, Min… tapi… eh? Bukan ini yang mau kami sampaikan sebenarnya. Nanti saja aku ceritakan tantang aku dan Donghae. Sekarang aku benar-benar butuh bantuanmu, Min,” ujar Eunhyuk serius.

 

“Baiklah, apa yang bisa kulakukan?”

 

“Begini. Sebenarnya Umma-ku menyuruhku ke bandara untuk menjemput sepupuku yang baru datang dari luar negeri. Tapi Umma Donghae ingin bertemu denganku juga hari ini. Jadi…”

 

“Jadi, kau mau menyuruhku menggantikanmu menjemput sepupumu itu, begitu ‘kan?” Tanya Sungmin seratus persen benar. Eunhyuk tampak mengangguk bersemangat.

 

“Benar. Jebal… aku mohon, Min,” mohon Eunhyuk membuat Sungmin jadi tak tega.

 

“Baiklah… Tapi aku tidak tahu bagaimana wajah sepupumu itu…”

 

“Kau tenang saja. Aku sudah mengirim fotomu padanya. Aku juga sudah bilang bukan aku yang menjemputnya. Nanti dia yang akan menghampirimu. Nah, sekarang aku harus pergi. sampai jumpa Sungmin-ah. berangkatlah sekarang ke bandara. Pesawatnya akan tiba sejam lagi,” ujar Eunhyuk kemudian berlalu dari hadapan Sungmin.

 

“Dasar, seenaknya saja,” cibir Sungmin. Namun ia tetap beranjak dari tempatnya dan bergegas pergi ke bandara. Toh, dia sudah tak ada jam kuliah lagi.

 

 

.

~oOo~

.

 

Sungmin menggerutu kesal. Pasalnya sudah sejak sejam yang lalu ia berdiri menunggu kedatangan sepupu Eunhyuk itu namun yang ditunggu tak muncul-muncul juga. Ia jadi curiga kalau sepupu Eunhyuk itu tak mengenali wajahnya.

 

“Lee Sungmin-sshi?” suara bass seorang namja sontak membuat Sungmin mengalihkan pandangannya pada sesosok namja yang kini berada tepat dihadapannya. Namja itu tinggi dan berkulit pucat wajahnya terkesan arogan namun begitu kontras dengan wajahnya yang tampan. Mengingatkannya pada sosok…

 

“Kyuhyun-ah…” lirih Sungmin. hampir saja ia terbawa suasana ketika suara namja itu tiba-tiba saja menghempaskannya dari lamunannya.

 

“Ne, aku Kyuhyun, sepupu Hyukjae, kau pasti Lee Sungmin yang bertugas menjemputku, ‘kan?”

 

BRAK

 

“Cepat bawakan barang-barangku!” perintah namja itu tanpa dosa kemudian berbalik dan berjalan mendahului Sungmin yang tengah terperangah saat ini. Apa-apaan namja itu? namja macam apa dia tega-teganya menyuruh seorang yeoja membawa tas dan koper seberat ini?

 

“Hey, tunggu apa lagi kau? Cepat bawa barang-barangku!” ujar Kyuhyun dingin tanpa mempedulikan Sungmin yang tengah menggerutu saat ini.

 

‘Menyesal aku mengatakan pemuda itu mirip dengan Kyuhyun-ku. Setidaknya, semenyebalkan apapun Kyuhyun-ku, ia tak akan tega membentak dan menyuruhku membawa barang seberat ini,’

 

.

 

TBC

.

-oOo-

 

 

26 thoughts on “FF KyuMin | Past And Future | GS | PART 8”

  1. Huhuhu😥
    rsa ny ikut terpukul liat kyu nangis gtu.

    Hahaha,, kyu masa skrg mlah bkin umin jengkel yach??
    Kkk~
    Itu kn awl ny aja min, ntar jd jdoh qmu jg kog..😀

  2. Okay resmi terpisah jamannya… Kasihan kyu yg di th 1902 pasti merana….
    Btw semua nama berganti tp kenapa nama kyu ga berubah? Hehehehehe minnie lupa kl di awal juga kyu seenaknya aja….

  3. hyaaa akhir.na ming oppa ketemu juga ama kyu oppa di tahun 2013 xD

    ternyata di masa lalu ama masa sekarang gak berubah, cuma profesi ama adat aja yang berubah xD

  4. Biarpun di masa lalu kyuhyun tidak berjodoh dengan sungmin..
    Tapi di masa depan mereka akan berjodoh…..

  5. huwaaaa hoks😥 Kasian kyu di msa lalu di tinggal Ma ming Bgtu ja
    tpi untung dimsa dpn merk berjodoh
    sy suka Kyu di masa lalu Dia keren
    Min Minta Pw Chap 7
    jadi penasaran ma chap 7 nya
    please juseyo pw chap 7 yh min

  6. Wahh.. Kasian juga ya Kyu yang di masa lalu, sampe segitu nya ditinggal Ming😦
    Yaa.. Walaupun Kyu di masa lalu ga bisa bersatu bersama Ming tapi setidaknya Kyu di masa depan bisa bersatu, semoga😀

    Lanjutttt ^^

  7. Kasian kyu yg di tahun 1902.
    Hehe umin smbong klau di jgo msak, pdahal kan dia bljar msak di msa lalu
    Sepupunya eunhyuk itu kyu ya
    Soalnya kan orang orang yg sungmin knal kan ada di msa dpan…

  8. Sedih baca chap ini😦
    Oh iya author shi sbnernya qw bru nemu blog ini tdi trus bca menarik qw lanjutin deh ,,gpp kan ,,,,,

  9. kyaaa kyuhyun yang masa lampau dg masa depan jauh berbeda.. kakek buyutnya lembut tp cucu nya kasar & aroga tp tetep dingin sikapnya kekeke~

    kasihan kyuhyun yg dimasa lampau.. galauuu meranaa..

    apa sungmin bisa kembali lagi d masa lampau yaa???
    brati mencintai 1 namja d 2 jaman .. wah spt nya seru tuh..

    next next ^^

  10. ea… apa yg terjadi di chap sebelumnya?? tiba2 ming udah pergi😥 pasti cho kyu frustasi banget. kasian. emaknya baru merasa kasian. jadi mereka reinkarnasi. ada kyuhyun di masa depan. yey! ada penggantinya nih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s