FF KyuMin | Past And Future | GS | PART 10


A KYUMIN FANFICTION

.

Past And Future

.

Written by Sevy Lelibriani © 2013

.

Disclaimer : All casts in this fict belong to God, their parents, and of course themselves. But, all plot and story of this fict originally MINE.

.

 

Warning : GS | Bad Diction | OOC | typo (es) | Time-Travel story | cerita pasaran | Don’t Like Don’t Read!

Copast, Bash and flame are not allowed here

.

.

Genre : Fantasy, Romance, Hurt/Comfort

.

 

Rate : T

 

.

 

Happy Reading

.

 

.

Sepulang dari kaki bukit tadi, Kyuhyun lebih memilih untuk diam. Entah kenapa sikap Sungmin benar-benar membuatnya bingung. Sebenarnya ada apa dengan Sungmin? Kenapa semua yang Kyuhyun lakukan selalu terkesan salah baginya?

 

Kyuhyun memacu motornya dengan kecepatan sedang. Ia tak mau membuat mood Sungmin semakin buruk dengan sengaja ngebut. Sungmin pun tampaknya tak ambil pusing dengan apa pun tingkah Kyuhyun saat ini. Wajah gadis itu lebih terkesan muram. Kyuhyun yakin sepintas tadi ia melihat ada sorot kesedihan dan kerinduan di mata foxy yeoja itu. Pasti ada yang Sungmin sembunyikan darinya.

 

“Turunkan aku di halte di ujung jalan sana,” ujar Sungmin dingin. Kyuhyun sedikit tercekat mendengar nada bicara Sungmin. Namun ia mengabaikannya. Ketika sudah tiba di halte yang di katakan Sungmin, bukannya memberhentikan laju motornya, Kyuhyun malah semakin menambah kecepatan motornya.

 

“Hey, ku bilang turunkan aku disana!” teriak Sungmin gusar.

 

“Tidak. Aku yang akan mengantarkanmu sampai rumahmu. Jadi cukup beri tahu aku ke arah mana rumahmu,” balas Kyuhyun datar. Sungmin melengos kesal. Pemuda ini benar-benar suka sekali bersikap seenaknya.

.

.

.

Sungmin bergegas turun dari motor Kyuhyun, begitu motor tersebut berhenti tepat di depan rumahnya. Kyuhyun tampak memperhatikan rumah Sungmin beberapa saat, sebelum suara Sungmin membuyarkan pandangannya.

 

“Terimakasih karena sudah mengantarku. Sudah sore, sebaiknya kau pulang saja,” ujar Sungmin dingin lalu berbalik meninggalkan Kyuhyun yang masih belum mau beranjak dari tempatnya.

 

“Sepertinya ada begitu banyak hal yang kau sembunyikan…” gumam Kyuhyun.

 

“Baiklah, tanya Eunhyuk noona saja,” putus Kyuhyun akhirnya. Ia yakin Eunhyuk dapat memberinya beberapa informasi tentang Sungmin. Baru kali ini ia begitu penasaran dengan seseorang. Entah kenapa, menurutnya Sungmin menyembunyikan hal yang begitu berat hingga sikapnya bisa jadi sedingin itu.

 

-oOo-

 

 

Eunhyuk tampak mengkerutkan dahinya heran saat tiba-tiba saja Kyuhyun masuk ke kamarnya dan dengan seenaknya merebahkan diri di kasurnya. Eunhyuk mendengus sebal pada sepupu evilnya ini. Ia sangat hapal kelakuan Kyuhyun kalau sudah begini pasti ia sedang ada maunya. Dan jika maunya tak di turuti, ia tak akan mau keluar dari kamar Eunhyuk,

 

“Ada apa?” tanya Eunhyuk ketus. Namun Kyuhyun hanya menyeringai melihat Eunhyuk yang kesal padanya.

 

“Jangan marah-marah noona. Aku hanya ingin bertanya, kok,” ujar Kyuhyun santai, kemudian meminum susu strawberry milik Eunhyuk yang sengaja Eunhyuk buat untuk dirinya sendiri itu. Eunhyuk menatap kesal pada tingkah semaunya Kyuhyun itu.

 

“Cepatlah, kau mau bertanya tentang apa? Aku tidak punya banyak waktu!” dengus Eunhyuk lagi.

 

“Aku ingin bertanya tentang temanmu yang bernama Lee Sungmin itu,”

 

“Sungmin? Ada apa dengannya? Kau tak macam-macam dengannya ‘kan, setan kecil?” tanya Eunhyuk seraya menatap tajam pada Kyuhyun. Ia hapal betul bagaimana jahilnya sepupunya itu walaupun sudah sepuluh tahun tak bertemu.

 

“Ya! Kau ini kenapa jadi menuduhku yang tidak-tidak, sih? Aku ini namja baik-baik!” dengus Kyuhyun tak terima.

 

“Lalu?”

 

“Aku hanya heran dengan sikapnya. Kenapa dia selalu bersikap dingin padaku? Sepertinya dia sangat membenciku…” ujar Kyuhyun lirih. Eunhyuk tampak berpikir sejenak. Ia tahu betul bagaimana sifat Sungmin. Tak mungkin ia membenci seseorang, apalagi yang baru ia kenal. Rasanya mustahil orang sebaik dan seceria Sungmin bisa bersikap seperti itu.

 

“Benarkah? Tapi aku sangat mengenal Sungmin. Dia bukan tipe orang seperti itu. Hey! Jangan-jangan kau berbuat sesuatu hingga ia membencimu, ya? Aku akan menghajarmu kalau kau sampai macam-macam pada sahabatku!” ujar Eunhyuk seraya memicingkan matanya curiga.

 

“Ani! Sudah ku bilang aku tak melakukan apapun padanya! Tapi dianya saja yang begitu. Jika bertemu denganku selalu menghindar seperti melihat setan saja,” adu Kyuhyun. Eunhyuk terkikik kecil mendengar ucapan Kyuhyun yang terkesan seperti bocah yang sedang mengadu pada ibunya.

 

“Tapi kau ‘kan memang setan. Jadi wajar saja jika ia takut padamu,” tawa Eunhyuk semakin membahana ketika melihat wajah Kyuhyun yang semakin masam.

 

“Kau sama sekali tak membantu, noona! Sudahlah, aku pergi dulu,” ujar Kyuhyun kemudian beranjak dari tempat tidur Eunhyuk. Namun seketika Eunhyuk tersentak. Ia seperti baru menyadari sesuatu.

 

“Kyu… Kau menyukai Sungmin, ya?” tanya Eunhyuk tiba-tiba. Sontak Kyuhyun tertegun dan menghentikan langkahnya tepat di ambang pintu kamar Eunhyuk.

 

“A..ani… jangan bicara sembarangan,” Eunhyuk semakin tersenyum –ah lebih tepatnya meyeringai.

 

“Kalau memang iya juga tidak apa-apa, kok. Tapi asal kau tahu saja, mendapatkan Sungmin itu susah sekali, loh~ namja-namja tampan sekelas Choi Siwon saja di tolak olehnya,” goda Eunhyuk lagi.

 

“Sudah kubilang kalau… arrgh, sudahlah, terserah kau saja, noona,” ujar Kyuhyun salah tingkah kemudian bergegas pergi dari kamar Eunhyuk meninggalkan Eunhyuk yang tertawa semakin kencang.

 

-oOo-

 

 

Kyuhyun mendengus kesal, hari ini lagi-lagi Sungmin menghindarinya. Apa kejadian kemarin –ketika ia mambawa Sungmin ke kaki bukit itu masalahnya? Tapi apa salahnya ke sana, ‘kan? Ia hanya ingin menunjukan tempat yang menurutnya indah itu pada Sungmin. Padahal sebelumnya ia yakin sekali Sungmin akan menyukai tempat itu. Tapi yang terjadi justru sebaliknya.

 

PUK

 

“Kenapa diam saja? Apa kau masih memikirkan tentang Sungmin?” bisik Eunhyuk yang tiba-tiba saja muncul mengagetkan Kyuhyun yang tengah merenung di kelasnya. Tumben sekali Eunhyuk menghampirinya seperti ini.

 

“Apa yang kau bicarakan?” tanya Kyuhyun, seolah tak paham apa yang di katakan Eunhyuk. Namun Eunhyuk seolah tak putus asa.

 

“Kalau kau mau aku bisa menanyakan alasan ia menjauhimu. Bagaimana?” tanya Eunhyuk tiba-tiba. Seketika Kyuhyun mendongakkan kepalanya dan menatap Eunhyuk tak percaya. Rasanya ingin sekali Eunhyuk tertawa saat ini. Wajah Kyuhyun benar-benar terlihat bodoh.

 

“Benarkah?” tanya Kyuhyun memastikan.

 

“Ne, tentu saja. Jadi… benar kau suka padanya?” tanya Eunhyuk seraya menjengitkan alisnya menggoda Kyuhyun.

 

“Aku tidak tahu…”

 

“Maksudmu?” tanya Eunhyuk heran.

 

“Maksudku aku tidak tahu. Aku juga tak mengerti apa yang ku rasakan. Kau tahu ‘kan kalau aku… hmmm.. tidak pernah jatuh cinta sebelumnya,” seketika tawa Eunhyuk membahana di ruangan itu.

 

“Aigoo… pangeran kampus ternyata masih polos, eoh? Baiklah, aku akan membantumu. Ah, iya tadi Heechul ahjumma memberitahuku kalau hari ini ia tiba dari Kanada. Katanya ia ingin kita membantunya untuk mengurus kepindahan kalian. Sepertinya kalian akan menempati rumah haraboji dulu,” jelas Eunhyuk. Kyuhyun tampak mengangguk paham.

 

“Maksudmu rumah besar yang antik itu? Astaga… tak bisakah Umma membeli rumah lain yang lebih minimalis? Umma sama anehnya dengan haraboji,” dengus Kyuhyun.

 

“Berhentilah menggerutu. Aku kembali ke kelasku dulu, ya. Sampai jumpa.”

 

 

-oOo-

 

 

Kyuhyun dan Sungmin tampak saling bertatapan sekilas. Bedanya Sungmin menatap Kyuhyun dengan pandangan datar, sedangkan Kyuhyun menatap Sungmin dengan pandangan bersalah. Eunhyuk menyadari kalau hubungan kedua orang itu sepertinya memang benar-benar parah.

 

“Hey, bisa kita mulai membersihkan rumah ini sekarang? Donghae mungkin juga akan datang sebentar lagi untuk membantu kita,” ujar Eunhyuk berusaha mencairkan suasana. Saat ini mereka telah berada di rumah –yang dulunya- milik kakek Kyuhyun. Heechul –Umma Kyuhyun- memutuskan untuk tinggal dan mengurus rumah ini selama mereka tinggal di Korea. Sebelum kemari tadi Eunhyuk sengaja meminta Sungmin untuk ikut membantu. Tentu Sungmin tak akan sanggup menolak permintaan Eunhyuk.

 

“Baiklah, kajja kita mulai bersih-bersih sekarang!” ujar Sungmin berusaha bersikap biasa. Kyuhyun tampak mendesah lega. Setidaknya Sungmin tidak sedingin biasanya.

 

“Bagus! Cepat masuk. Nanti Heechul Ahjumma bisa marah kalau kita hanya berdiam diri disini,” ujar Eunhyuk kemudian masuk terlebih dahulu. Meninggalkan Kyuhyun dan Sungmin yang masih berdiri ragu.

 

 

-oOo-

 

 

“Mengenai kejadian kemarin… aku minta maaf. Aku tak tahu kalau kau membenci kaki bukit,” ujar Kyuhyun tiba-tiba. Saat ini mereka tengah sibuk memindahkan dan mengatur ulang letak posisi barang di rumah ini sekaligus membersihkannya dari debu. Sementara Eunhyuk? Entahlah, katanya ia ingin menghubungi Donghae, tapi hingga sekarang dia belum kembali.

 

Sungmin tampak menghembuskan napasnya pelan. Entah kenapa saat ini ia merasa telah menjadi orang yang begitu jahat. Lagi-lagi ia bersikap kasar pada Kyuhyun –yang jelas-jelas tak tahu apa-apa dengan semua kejadian yang menimpanya. Ia tahu, Kyuhyun hanya ingin berniat baik dengan membawanya melihat pemandangan indah disana. Namun salahkan perasaannya yang masih begitu sensitif dengan hal-hal yang berbau Kyuhyun-nya –di masa lalu.

 

“Aku juga minta maaf, karena telah berlaku kasar padamu. Aku… aku hanya merasa kalau kau mengingatkanku pada seseorang di masa laluku. Bahkan semua yang kau lakukan, semua sikapmu, dan bahasa tubuhmu mirip sekali dengannya. Maafkan aku karena telah melampiaskan semuanya padamu,” ujar Sungmin seraya tersenyum lirih. Kyuhyun tampak membalas senyum Sungmin. Yah, setidaknya sudah jelas kalau sebenarnya Sungmin tak membencinya, hanya saja ia masih merasa aneh dengan ucapan Sungmin.

 

“Hey, kau bilang aku mengingatkanmu pada seseorang di masa lalumu. Apa ia berbuat jahat padamu, sampai-sampai kau melampiaskan semua kekesalanmu padaku?” tanya Kyuhyun penasaran. Jelas saja ia penasaran. Sikap yeoja dihadapannya ini benar-benar membuatnya bingung.

 

“Tidak… bukan begitu. Ah, sudahlah, aku rasa itu bukan urusanmu. Aku ingin mencari Eunhyuk dulu,” ujar Sungmin kemudian beranjak meninggalkan Kyuhyun disana. Buru-buru Kyuhyun menahan Sungmin. Lagi-lagi gadis itu berubah ketus.

 

GREP

 

“Ya! Apa-apaan kau? Lepaskan aku!” pekik Sungmin ketika Kyuhyun menahan lengannya.

 

“Tidak akan sebelum kau menjelaskan dengan rinci semuanya!”ujar Kyuhyun dingin. Sorot matanya berubah tajam, membuat Sungmin –jujur saja, sedikit bergidig. Entah kenapa ekspresi marah Kyuhyun dihadapannya ini mengingatkannya pada Kyuhyun –di masa lalu- saat marah.

 

“Lepaskan!”

 

BUG

 

“Tidak akan!” desis Kyuhyun tajam. Saat ini ia telah berhasil mengungkung pergerakan Sungmin. Sungmin tampak terdiam menatap Kyuhyun yang tampak menyeramkan saat ini. Sungmin berusaha berontak dari cengkeraman tangan Kyuhyun, namun sia-sia. Tenaga Kyuhyun jelas lebih besar darinya.

 

“Apa maumu?” desis Sungmin tajam.

 

“Aku…

 

“Omo! Cho Kyuhyun! Sedang apa kalian?” suara pekikan seorang yeoja sontak membuat Kyuhyun segera menghindar dari tubuh Sungmin. Ia baru menyadari kalau posisinya dengan Sungmin ini bisa di bilang ekstrim. Jelas saja, Sungmin terkungkung dalam cengkeramannya sementara tembok di belakangnya. Jelas saja Sungmin tak bisa bergerak. Belum lagi jarak wajah mereka yang bisa terbilang dekat.

 

“Umma…” lirih Kyuhyun. Sungmin tampak tercekat.

 

‘Umma? Jangan bilang setelah ini aku akan di maki-maki dan di sindir oleh Nyonya Cho versi sekarang?’

 

 

-oOo-

 

 

Mereka berempat –Kyuhyun, Sungmin, Eunhyuk, dan Cho Heechul- kini tampak duduk di ruangan yang sudah lebih dulu mereka bersihkan. Heechul tampak menatap menyelidik pada dua sosok di hadapannya. Sementara itu Eunhyuk tampak geleng-geleng kepala di samping Heechul. Sungmin sudah mempersiapkan mentalnya kalau-kalau saja ia akan di maki lagi oleh Nyonya besar Cho –seperti di jaman dulu.

 

“Cho Kyuhyun…” desis Heechul seraya menatap Kyuhyun tajam. Kyuhyun tampak menelan salivanya gugup. Ia tahu sekali bagaimana Umma-nya ini ketika marah. Bisa hancur kepalanya, karena Heechul hobi sekali memukul kepalanya jika sedang kesal atau marah.

 

PLAK

 

Nah, benar ‘kan, baru saja Kyuhyun membayangkan pukulannya, sekarang ia telah merasakannya. Kyuhyun mengusap kepalanya yang berdenyut perih. Disampingnya Sungmin tampak menatap tak percaya kelakuan ajaib Heechul itu.

 

 

“Dasar anak bodoh! Kenapa kau tak bilang punya kekasih semanis ini, hah? Jangan-jangan kau tak berniat mengenalkannya pada Umma, ya?” tiga pasang mata disana tampak terbelalak kaget. Mereka tercengang dengan reaksi Heechul yang tak di sangka-sangka itu.

 

“Umma… bukan… bukan seperti itu… dia…” Heechul tampak tak mempedulikan Kyuhyun yang berusaha menjelaskan situasinya dan malah beralih menatap Sungmin dengan wajah berbinar.

 

“Siapa namamu, chagi?” tanya Heechul ramah. Kyuhyun tampak menggerutu kesal atas perubahan sikap Umma-nya itu.

 

“Aku… Lee Sungmin imnida, Ahjumma,” ujar Sungmin sopan.

 

“Mwo? Ahjumma? Panggil aku Umma saja. Dan, ah, ya, Sungmin-ah. Jika anak bodoh ini berlaku seenaknya saja padamu seperti tadi. Laporkan saja pada Umma. Umma tak habis pikir yeoja semanis kau mau dengan anakku yang seperti setan itu,” ujar Heechul lagi. Eunhyuk tampak menahan tawanya sementara Kyuhyun tampak menatap Umma-nya tak percaya.

 

“Tapi Ahjumma, aku…”

 

“Panggil aku Umma…”

 

“Ne, maksudku Umma… tapi Umma, aku dan Kyuhyun bukan—”

 

Drrt… Drrt…

 

Ucapan Sungmin terputus saat tiba-tiba saja ponsel Heechul bergetar. Heechul tampak menjauh dari sana untuk menerima teleponnya. Tak berapa lama, ia kembali lagi ke tempat dimana Kyuhyun, Sungmin, dan Eunhyuk berada.

 

“Sebentar lagi mobil pengangkut barang akan datang. Sebaiknya kita cepat bersihkan rumah ini. Kajja, Min,” ujar Heechul kemudian tiba-tiba saja menarik lengan Sungmin dari sana.

 

Setelah Sungmin dan Heechul menjauh, Eunhyuk tampak menghampiri Kyuhyun yang masih tercengang dengan tingkah ajaib Umma-nya itu. Ia benar-benar merasa tak enak pada Sungmin saat ini.

 

“Ckck, bahkan, aku yang keponakannya saja tak pernah di suruh memanggilnya ‘Umma’. Sepertinya kau sudah mendapat restu, Cho,” kikik Eunhyuk seraya menggoda Kyuhyun yang masih setia dengan wajah bodohnya itu.

 

 

-oOo-

 

 

Eunhyuk tampak berjalan menghampiri Heechul, Sungmin, dan Kyuhyun yang kini tengah mengistirahatkan diri. Eunhyuk datang bersama sesuatu di tangannya. Sambil terus berjalan, matanya tampak tak lepas dari benda di tangannya.

 

“Hey, noona. Mana Donghae hyung?” tanya Kyuhyun saat Eunhyuk sudah mendudukkan dirinya di samping Kyuhyun. Posisinya sekarang, Heechul duduk di sebuah sofa dengan Sungmin di sebelahnya. Lalu di sofa seberang mereka Kyuhyun duduk bersama Eunhyuk.

 

“Dia bilang tiba-tiba saja ia ada urusan. Jadi ia minta maaf tak bisa datang.”

 

“Apa yang kau lihat itu, Hyuk?” tanya Sungmin penasaran dengan benda yang berada di tangan Eunhyuk itu.

 

“Album foto. Aku menemukannya di sebuah kamar di lantai dua. Sepertinya ini foto-foto jadul. Ahjumma, kau tahu ini siapa saja di album ini?” tanya Eunhyuk seraya menyerahkannya pada Heechul.

 

Heechul tampak berpikir sejenak, tiba-tiba saja ia tersenyum cerah.

 

“Ah, album silsilah keluarga Cho. Lihat. Ini foto Kyuhyun tahun 1990, ketika baru lahir. Dan ini, ini foto ayah Kyuhyun ketika tahun 1966, saat itu usianya masih enam tahun,” jelas Heechul pada ketiga orang di hadapannya.

 

“Apa aku tidak masuk di album foto ini ahjumma?” rajuk Eunhyuk.

 

“Sabar, Hyukkie-ya. Kita lihat dulu semua foto disini. Pasti kau ada,” hibur Heechul.

 

“Nah, ini foto Kyuhyun saat umur tiga tahun. Astaga… rupanya haraboji kalian hobi mengumpulkan foto-foto keluarga kita dari jaman dulu ternyata, haha,” ujar Heechul sambil tertawa.

 

“Ini foto ahjumma ketika menikah dengan Appa-nya Kyu.”

 

“Umma cantik sekali. Ahjussi juga sangat tampan,” ujar Sungmin kagum. Heechul tampak tersenyum bangga.

 

“Nah, ini Eunhyuk, tahun 1989, saat baru berusia lima bulan,” tunjuk Heechul pada salah satu foto disana.

 

“Omo! Kau mirip monyet, noona!” pekik Kyuhyun.

 

“Diam kau, Cho!”

 

“Kalau ini siapa Ahjumma? Kenapa mirip sekali dengan Kyuhyun? Bahkan Hangeng Ahjussi saja tidak semirip ini dengan Kyuhyun,” tanya Eunhyuk tiba-tiba. Saat ini mereka sudah menelusuri hingga ke belakang album foto. Ternyata semakin ke belakang foto-foto yang terpampang semakin jadul. Foto ini bahkan efeknya masih hitam-putih dan gambarnya sudah sedikit tidak jelas.

 

Semua mata tampak menatap foto yang di tunjuk oleh Eunhyuk. Seketika jantung Sungmin berpacu cepat.

 

 

“Aku tahu aku tampan. Tapi, alangkah lebih baik jika kau mengagumi sosokku yang nyata daripada kau terus mengagumi fotoku seperti itu.”

 

Kalimat itu terngiang lagi di telinga Sungmin. Ia ingat… foto itu… adalah foto yang ia lihat saat berada di mansion Kyuhyun –masa lalu- dulu. Kenapa…

 

“Ah, itu…itu kakek buyut Kyuhyun. Ternyata kata-kata Haraboji Kyuhyun benar kalau Kyuhyun sangat mirip dengan dengan kakek buyutnya,” ujar Heechul seraya membandingkan foto tersebut dengan wajah putranya sendiri. Sama persis. Hanya jaman saja yang membedakan penampilan mereka.

 

“Ah, tunggu. Aku baru sadar. Sepertinya… aku pernah melihat sosok di foto ini sebelumnya. Ia mirip dengan… ah, aku ingat sekarang. Lukisan di galeri itu!” pekik Eunhyuk tiba-tiba. Sungmin semakin terdiam, kepalanya serasa berputar sekarang. Jantungnya benar-benar tak bisa bekerja normal saat ini.

 

“Lukisan, ya? Dulu memang haraboji kalian pernah bercerita kalau kakeknya punya satu lukisan yang tak boleh seorang pun menyentuhnya. Bahkan kakek dari haraboji kalian itu sering di dapati tengah bicara sendiri dengan lukisan kesayangannya itu. Hingga akhir hidupnya, lukisan itu masih terus menemaninya. Namun setelah dia meninggal, katanya cucu-cucu dari kakek haraboji kalian itu sepakat memutuskan kalau lukisan itu lebih baik di sumbangkan ke museum lukisan saja. Ahjumma sendiri belum pernah melihatnya,” jelas Heechul. Sungmin semakin merasakan tubuhnya melemas. Kyuhyun-nya….

 

“Lalu ini siapa, Ahjumma? Apa ini istrinya, ya?” tanya Eunhyuk lagi. Seketika Sungmin mendongak dan ikut memperhatikan foto yang di tunjuk Eunhyuk.

 

Sungmin merasa hatinya seolah tercabik. Di foto itu tampak Kyuhyun-nya –di masa lalu- tengah melangsungkan pernikahan. Tapi Sungmin tak bisa mengenali wajah yeoja di samping sosok Kyuhyun-nya itu. Yang ia tahu, itu pasti bukan Jang Hyerin –yang dulu sempat ingin dijodohkan dengan Kyuhyun-nya. Di bawah foto itu tertera tulisan, tahun 1903. Berarti Kyuhyun menikah selang setahun setelah kepergiannya?

 

Sungmin merasa air mata mulai menumpuk di pelupuk matanya. Ia harus segera pergi dari sini. Mereka semua bisa curiga padanya.

 

“Eh, aku permisi. Aku harus pulang,” ujar Sungmin dengan suara bergetar.

 

“Kenapa buru-buru, Min?” tanya Heechul bingung.

 

“Umma bilang aku tak boleh pulang terlalu sore. Kalau begitu aku pulang dulu. Sampai jumpa,” ujar Sungmin kemudian membungkukan tubuhnya lalu segera beranjak dari sana. Kyuhyun menatap Sungmin aneh. Sedari tadi ia sadar, ada yang aneh dengan yeoja itu. bergegas ia bangkit dari duduknya.

 

“Umma, aku mau pergi sebentar.”

 

 

-oOo-

 

 

Kyuhyun semakin merasa ada sesuatu yang di sembunyikan Sungmin. Ia sengaja mengikuti kemana yeoja itu pergi. Entah kenapa ia sangat yakin kalau yeoja itu tak pulang. Dan ternyata dugaannya tepat.

 

Kyuhyun terheran sendiri. Bukankah kemarin Sungmin bilang tak mau ke kaki bukit ini? Tapi kenapa sekarang yeoja itu malah datang kemari sendirian?

.

.

.

 

Sungmin berjalan cepat-cepat menuju gubuk yang berada di kaki bukit tersebut. Sesekali ia menahan isakannya. Rasanya begitu sesak mengetahui kenyataan kalau namja cinta pertamanya jelas-jelas bersanding dengan yeoja lain.

 

Ia bergegas masuk ke dalam gubuk tersebut dan duduk di sebuah kursi kayu yang tersedia disana. Sungmin menghirup dalam-dalam aroma gubuk ini. Sungmin tampak menelusuri setiap sudut gubuk ini sambil sesekali tersenyum miris. Ia ingat betul, di gubuk ini ‘lah ia menyelesaikan lukisannya, lukisan bergambar wajah Kyuhyun –yang sekarang telah berada di salah satu galeri di kota ini.

 

Tiba-tiba saja mata Sungmin terantuk pada sebuah benda yang sepertinya di pakai untuk mengganjal meja kayu yang sedikit reot di dalam gubuk tersebut. Benda itu mirip sebuah buku dengan kertas yang sudah menguning dan lapuk. Sungmin mengingat-ingat, sepertinya buku itu dulu belum ada. Perlahan Sungmin meraih buku tersebut dan memegangnya hati-hati –takut kertasnya rapuh.

 

Entah kenapa seperti ada dorongan dari dalam dirinya untuk membuka buku tersebut. dengan hati-hati di bukanya buku tersebut. Sepertinya buku tersebut adalah sebuah diary. Diary siapa ini? Bukankah yang tahu tentang tempat ini hanya keluarga Cho dan dirinya? Sungmin membaca halaman pertama dari buku tersebut.

 

 

13 Juli 1902

 

MinniMin, hari ini tepat seminggu kau meninggalkanku.

Aku tak tahu kenapa kau meninggalkanku hingga membuatku terpuruk seperti ini.

Tidak, tidak. Aku tidak marah padamu…

Hanya saja aku bingung,

Apa aku melakukan kesalahan padamu hingga kau meninggalkanku?

 

Min, aku merindukanmu, sayang…

Kau harus tahu, sampai kapanpun aku akan tetap mencintaimu,

Lee Sungmin…

 

 

Sungmin merasakan matanya memanas. Air mata yang sedari tadi di tahannya akhirnya tumpah. Ini tulisan Kyuhyun-nya… Sungmin semakin terisak. Di bukanya lembar kedua buku tersebut. Sepertinya Kyuhyun hanya menulis sesekali.

 

3 Agustus 1902

 

MinniMin, kau tahu? Aku semakin hari semakin merindukanmu

Apa kau juga merindukanku?

Setiap hari aku selalu ke kaki bukit berharap kau tiba-tiba muncul disini dan memelukku

Aku berharap kepergianmu itu hanyalah mimpi buruk bagiku

Tapi sepertinya ini semua benar-benar kenyataan…

Aku bahkan selalu terbangun tanpamu di sisiku.

Kau harus tahu Lee Sungmin,

Kalau aku benar-benar sangat merindukanmu

 

 

Sungmin semakin terisak membaca tulisan-tulisan Kyuhyun di buku tersebut. Hatinya begitu nyeri membayangkan bagaimana keadaan Kyuhyun-nya dulu.

 

 

13 Desember 1902

 

MinniMin, hari ini aku bertemu dengan seorang yeoja

Maafkan aku, bukan maksudku untuk membandingkan kalian

Tapi aku bersumpah, ia benar-benar mengingatkanku padamu

Segala sikap dan perilakunya entah kenapa bisa begitu mirip dengamu

Tapi kau tenang saja, selamanya hatiku hanya milikmu

Tak akan pernah ada yang bisa menggantikanmu di hatiku

Aku mencintaimu, Lee Sungmin.

 

 

Tangis Sungmin semakin menghebat. ‘Apa yeoja yang kau maksud ini adalah yeoja yang menjadi istrimu, Kyu?’

 

“Hiks, Kyuhyun-ah… mianhae, aku mencintaimu…” racau Sungmin seraya memeluk buku tersebut erat. Masih ada beberapa tulisan lagi di buku itu. Tapi Sungmin benar-benar tak sanggup jika harus membacanya lagi.

 

“Hiks.. Hiks… Kyu…”

.

.

.

.

 

Kyuhyun tampak tercekat melihat Sungmin yang kini tengah menangis hebat. Sejujurnya ia bingung apa yang telah terjadi pada yeoja itu. Dan lagi… yeoja itu menangis sambil memanggil namanya.

 

Tapi… tak mungkin ‘kan kalau orang yang Sungmin tangisi itu adalah dirinya?

 

“Kyuhyun-ah, kenapa namja sepupu Eunhyuk itu harus begitu mirip denganmu? Hiks…”

 

Seketika mata Kyuhyun membulat kaget. Apa maksud dari semua racauan Sungmin?

 

.

-TBC-

.

 

 

27 thoughts on “FF KyuMin | Past And Future | GS | PART 10”

  1. Kog aq ikutan nangis ya bca ny? Hik hik
    Sdih rasa nya liat kyu ama ming kyk gtu..

    Daebak chingu..

    Oh ya, yg d protect blm aq bca chingu..
    Ksi pw nya yach?!
    Ntar aq sms qmu, blh kn? 🙂

  2. Kyuhyun nya di masa lalu,apa dia menikah dgn sungmin di masa lalu?
    Ahhh hecchul pasti baik trus klo sma ming mah,
    hehe next chap

  3. Hueeeee sedih bgt lanjutan ceritanya…. Ternyata berkaitan. .. Setelah minnie pergi si kyu terus terpuruk… Huhuhu gimana reaksi kyu pas denger omongan minnie yah… Pasti byk yg bingung…

  4. waaaah… sifat eomma kyu dlu bda sma eomma kyu skrg…

    kyuhyun mirip sma kakek buyutny…
    trua gmn dgn ming??? jodoh ming yg mnaa? kyu atau kyu?

    aahh pnasarn

    lnjut bcaaaaaa

  5. Part yang ini sedih banget.. apa lagi kata-kata di diarynya kyuhyun..
    Menyentuh banget dech…😢😢

  6. gak kuat saya bcnya nyesek bgt N sad isi Diarinya kyu😥 Air mata trus berjatuhan
    Mun bgi Pw Chap 7 n 9 nya dong min
    serasa gantung bgt g bc chap” sblumnya😥 please y min bgi pwny

  7. Chap ini lmyan sduh menurut aku.
    Aku nangis pas bca bku harian nya kyu.
    Untunglah umma kyu yg skrang sangat baik hati, gk kya yg dlu slalu menghina sungmin..

  8. Hadoh sumpah pengen nangis bareng sungmin..

    awalnya gue seneng karna umma kyuhyun lgsg merestuinya beda bgt sama versi dulu..
    malah lgsg sayang sm sungmin..

    tp tetap saja sedih sungmin lebih mencintai kyuhyun yg dulu..
    lalu siapa ya yg jd istrinya kyuhyun dimasa lampau..
    penasaram..

    next next ^^

  9. apa yg terjadi di part 9?? tiba2 mereka udah ada di kaki bukit itu?? hhhhh…😥 sedih deh .sungmin akhirnya tau keadaan kyuhyun masa lalu dan hubunganny dgn kyuhyun masa depan. hmm…si cho kyu penasaran banget tuh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s