FF KyuMin GS | Past And Future | PART 6


A KYUMIN FANFICTION

.

Past And Future

.

Written by Sevy Lelibriani © 2013

.

Disclaimer : All casts in this fict belong to God, their parents, and of course themselves. But, all plot and story of this fict originally MINE.

.

 

Warning : GS | Bad Diction | OOC | typo (es) | Time-Travel story | cerita pasaran | Don’t Like Don’t Read!

Copast, Bash and flame are not allowed here

.

.

Genre : Fantasy, Romance, Hurt/Comfort

.

 

Rate : T

 

.

 

Happy Reading

.

.

Kyuhyun memasuki mansionnya dengan langkah santai. Hari ini ia merasa cukup lelah, tak sabar rasanya ia ingin mengistirahatkan tubuhnya yang serasa remuk itu di kamar tercintanya tanpa adanya gangguan dari orang lain.

“Kyu, kau sudah pulang?”

Suara Umma-nya sontak membuat Kyuhyun mengalihkan pandangannya kearah sumber suara. Ah, salahkan tubuh kelelahannya hingga tadi ia tak menyadari bahwa ada tiga sosok wanita yang kini tengah duduk di ruang tengah mansion tersebut. Kyuhyun menatap Umma-nya datar, kemudian pandangannya beralih pada Sungmin yang kini tampak lebih pendiam dari biasanya, dan satu lagi… —errr- entahlah ia tidak kenal yeoja itu tapi sepertinya pernah melihatnya.

“Ne, aku mau istirahat dulu,” jawab Kyuhyun kemudian bersiap melangkah namun sebelumnya suara arogan Nyonya Cho kembali mengintrupsi tindakannya.

“Tunggu dulu, Kyu. Kau tidak sopan sekali. Ada tamu disini, kemarilah. Sapa dia dulu,” bujuk Nyonya Cho seraya tersenyum angkuh yang sarat akan suatu niat. Kyuhyun begitu mengenal Umma-nya, ia tahu pasti Umma-nya sedang merencanakan sesuatu. Ia berharap semoga saja Umma-nya tak akan berlaku macam-macam, terutama pada Sungmin.

Kyuhyun memutuskan mengalah pada Umma-nya itu. Ia memutuskan untuk mengurungkan saja niatnya untuk ke kamar dan segera berjalan menghampiri ketiga yeoja tersebut. Yeoja asing yang kini berada di samping Umma-nya itu tampak berbinar menatapnya. Jujur saja hal itu benar-benar membuatnya merasa risih.

Dengan gaya santainya seperti biasa ia mendudukan dirinya tepat di samping Sungmin yang masih saja diam. Jika saja tak ada sang Umma dan yeoja asing itu, sudah bisa dipastikan Kyuhyun akan lebih memilih untuk menggoda atau menjahili Sungmin.

“Kyu, kenalkan. Ini Jang Hyerin, dia cantik bukan?” Tanya Nyonya Cho seolah sedang mempromosikan barang dagangannya. Kyuhyun hanya mengernyit heran kemudian beralih menatap Hyerin sekilas. Entah kenapa ia tak ingin menatap gadis itu berlama-lama. Gadis itu seolah ingin menelannya bulat-bulat.

“Ya,” jawab Kyuhyun singkat. Ia tak berbohong. Hyerin memang cantik namun aneh menurutnya.

“Kalau begitu apa kau menyukainya?” Tanya Nyonya Cho semakin gencar, disisi Nyonya besar itu, yeoja bernama Hyerin itu tampak tersenyum malu-malu. Membuat Kyuhyun mendengus gusar.

“Kenapa aku harus menyukainya?” pertanyaan dingin Kyuhyun itu sontak membuat tiga pasang mata yang ada disana menatapnya tak percaya. Raut kesal mulai tergambar di wajah Nyonya Cho, sementara itu senyum malu-malu Hyerin tadi seketika menghilang.

“Jaga sikapmu, Cho. Bersikap sopan, ‘lah pada calon istrimu,” ucapan Nyonya Cho sontak membuat Kyuhyun terbelalak marah. Apa-apaan Umma-nya ini? Kenapa seenaknya saja menjodohkannya dengan yeoja tak dikenal yang bahkan baru di awal perkenalan saja sudah membuat Kyuhyun tak bersimpati.

“Calon istri? Maksud Umma…”

“Benar. Umma ingin kau menikah dengannya. Umurmu sudah lebih dari cukup untuk membangun sebuah rumah tangga,” ujar Nyonya Cho bersikeras.

“Aku tidak mau, Umma pikir aku tak bisa mencari calon pendampingku sendiri?” balas Kyuhyun tak mau kalah. Sejak awal yeoja bernama Hyerin itu sudah tak menarik minatnya. Ia tak sudi jika harus di nikahkan dengan yeoja tak jelas itu.

“Mencari sendiri, eoh? Maksudmu, kau akan memilih menikahi seorang yeoja yang tidak jelas asal-usulnya, hanya bisa menyusahkan keluarga kita dan bahkan tidak bisa mengurus urusan rumah tangga begitu? Bahkan memasak pun tak bisa. Benar, Cho?” sembur Nyonya Cho dengan penuh sindiran seraya mengerling pada sosok yeoja yang dari tadi hanya menundukan wajahnya. Sungmin yang sedari tadi duduk diam di samping Kyuhyun kini terhenyak. Sudah jelas sekali siapa yang di sindir oleh nenek sihir itu. Sekuat tenaga Sungmin mencoba untuk tak mengambil hati semua sindiran Nyonya Cho. Ia tahu semua yang wanita tua itu katakan benar adanya.

“Itu urusanku Umma! Aku berhak menentukan siapa pilihanku sendiri,” bantah Kyuhyun lagi. Ia menyadari kalau suasana disini mulai tak enak. Namun mau bagaimana lagi? Sudah terlanjur berdebat, ya sudah teruskan saja.

“Kau mau memilih yang seperti apa lagi, Kyu? Hyerin cantik, pandai memasak, pandai mengurus urusan rumah tangga, dan yang jelas ia memiliki asal-usul yang jelas dan tak akan pernah merepotkanmu,” sindir Nyonya Cho lagi.

DEG

Hati Sungmin berdenyut sakit saat mendengar kata-kata Nyonya Cho. Ia tahu Nyonya Cho semakin terang-terangan menyindirnya. Ia sadar, ia memang merepotkan disini, ia memang tak bisa memasak, tak bisa mengurus urusan rumah tangga, namun apa hak wanita tua itu membicarakan tentang asal-usulnya? Seperti dia tahu saja darimana Sungmin berasal.

“Aku… Aku ijin ke kamar dulu,” ujar Sungmin lirih kemudian beranjak pergi meninggalkan Kyuhyun yang kini menatapnya penuh perasaan bersalah. Sementara itu Nyonya Cho kembali mencibir.

“Cih, gadis macam apa itu? Menumpang di rumah orang tapi tidak punya sopan santun,” Sungmin memejamkan matanya erat mencoba untuk menguatkan hatinya kemudian melangkah yakin menuju kamarnya.

“Kau lihat, Hyerin-ah? Gadis macam apa yang—”

“CUKUP UMMA! Kau benar-benar keterlaluan. Sudahlah aku tak mau membicarakan hal ini lagi, aku lelah dan ingin tidur. Dan kau Hyerin-ssi, sebaiknya kau cepat pulang. Gadis macam apa yang sudah selarut ini masih berada di rumah seorang laki-laki,” Hyerin dan Nyonya Cho membelalakkan matanya tak percaya akan ucapan Kyuhyun. Hyerin tampak tersinggung dengan kata-kata Kyuhyun namun Kyuhyun tak mau ambil pusing. Toh, dia benar,’kan?

“Jaga bicaramu, Kyu. Hyerin ini gadis baik-baik!” bentak Nyonya Cho.

“Terserah. Yang jelas kalau dia benar-benar gadis baik-baik dia tak akan berada di rumah namja sampai selarut ini. Aku mau tidur, selamat malam,” ujar Kyuhyun datar kemudian beranjak pergi meninggalkan dua yeoja yang memandangnya dengan tatapan tersinggung.

.

-oOoOo-

.

 

Hari ini Kyuhyun sengaja bangun pagi-pagi buta disaat semua penghuni rumah masih belum terbangun. Kyuhyun berjalan mengendap memasuki kamar Sungmin yang tak terkunci. Entah kenapa Sungmin selalu lupa untuk mengunci pintu di malam hari. Namun hal ini cukup menguntungkan bagi Kyuhyun, karena ia bisa seenaknya bolak-balik di kamar itu saat malam hari.

Ini hari sabtu dan masih terlalu pagi untuk memulai aktifitas, bahkan keadaan diluar pun masih sangat gelap, wajar saja jika Sungmin masih bergelung di dalam selimut hangatnya tanpa menyadari ada sesosok namja evil yang tengah mengendap memasuki kamarnya. Kyuhyun terkikik pelan menatap Sungmin yang masih tertidur dengan wajah polosnya.

“Min… MinniMin… bangunlah…” bisik Kyuhyun lirih tepat di telinga Sungmin sambil mengguncang pelan tubuh mungil itu. Namun belum ada tanda-tanda Sungmin akan bangun. Kyuhyun sedikit kesal dan kini ia mengguncang tubuh itu lebih kencang.

“Hey kelinci pemalas, bangunlah…” desis Kyuhyun semakin kencang disertai guncangan yang lebih keras pada tubuh Sungmin.

“Eunggh… Kyu….” Lirih Sungmin masih setengah mengantuk, namun tiba-tiba matanya membelalak lebar, “Ya! Mesum! Apa yang kau lapffft—” buru-buru Kyuhyun membekap mulut Sungmin sebelum lengkingan yeoja itu membangunkan Umma-nya yang masih tertidur.

“Ssstt… Kau ini suka sekali berteriak. Sekarang cepatlah bangun dan mandi, aku akan membawamu ke suatu tempat,” merasa Sungmin sudah mulai tenang dan berhenti meronta, Kyuhyun pun melepaskan bekapannya.

“Kau mau membawaku kemana?” Tanya Sungmin seraya mungucak kedua matanya yang masih mengantuk. Tak sadarkah ia kalau tingkah imutnya itu telah sukses membuat namja di hadapannya tak berkedip?

“Berhentilah melakukan hal itu…” lirih Kyuhyun.

“Melakukan hal apa?” Tanya Sungmin bingung.

“Ah, sudahlah, cepat sana mandi. Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat. Kau ingat, ‘kan waktu itu aku pernah bilang kalau aku akan menemanimu di saat weekend. Sekarang hari sabtu. Jadi cepatlah bersiap sebelum aku berubah pikiran,” ujar Kyuhyun kemudian dengan seenaknya merebahkan tubuhnya di ranjang Sungmin.

“Kau serius? Baiklah, aku akan bersiap-siap,” ujar Sungmin kemudian segera berlari ke kamar mandi yang berada di kamar tersebut, meninggalkan Kyuhyun yang masih berbaring di ranjangnya sambil tersenyum lembut.

.

-oOoOo-

.

 

“Kyu… kenapa kita harus keluar sepagi ini? Ini bahkan masih gelap, dan kenapa harus mengendap-endap seperti maling begini?” Tanya Sungmin sambil mengikuti langkah Kyuhyun yang kini mengendap-endap keluar dari mansion-nya sendiri. Tak masuk akal, ini, ‘kan mansionnya sendiri? Untuk apa sembunyi-sembunyi? Kira-kira itulah yang di pikirkan Sungmin saat ini.

“Kau ini berisik sekali, sudahlah ikuti saja aku. Kau tidak mau, ‘kan kalau kita ketahuan Umma-ku? Makanya aku mengajakmu keluar sepagi ini sebelum Umma-ku bangun,” Sungmin menganggukan kepalanya paham. Kata-kata Kyuhyun ada benarnya.

Kyuhyun mengeluarkan sepeda tercintanya dan menaikinya. Ia memberi isyarat pada Sungmin untuk duduk di belakangnya. Tanpa banyak bicara, Sungmin segera menuruti perintah Kyuhyun.

“Sudah siap? Sekarang pegangan padaku. Kita berangkat sekarang,” bisik Kyuhyun. Lagi-lagi Sungmin hanya menurut saja, dan tak berapa lama sepeda itu telah melaju kencang menembus jalanan yang masih di selimuti kegelapan.

.

-oOoOo-

.

 

Hampir sejam mereka bersepeda, jujur saja Sungmin cukup pegal berlama-lama harus duduk di sepeda itu. Bagaimana mungkin Kyuhyun bisa terlihat biasa saja, padahal seharusnya ia kelihatan lebih lelah dari Sungmin karena dia yang mengayuh sepanjang perjalanan.

Rasa lelah dan pegal Sungmin akhirnya tergantikan dengan perasaan bingung. Saat ini Kyuhyun sudah menghentikan laju sepedanya, rupanya mereka tengah berada di kaki sebuah bukit. Kyuhyun tersenyum menatap Sungmin.

“Kenapa kita berhenti disini, Kyu? Apa ini tempat yang kau maksud?” Tanya Sungmin bingung.

“Bukan. Tapi sebentar lagi kita akan sampai. Tapi sebelumnya aku ingin ke pondok yang ada disana itu untuk menaruh sepeda ini. Kau tunggu disini sebentar tak apa, ‘kan?” Tanya Kyuhyun seraya menunjuk sebuah pondok yang berada tak jauh dari kaki bukit. Sungmin yang bingung, mau tak mau hanya bisa mengangguk saja.

.

.

.

Tak lama kemudian Kyuhyun kembali dari pondok tersebut dengan wajah sumringah. Ia tengah menenteng sesuatu yang besar di tangannya. Sungmin mengernyitkan dahinya heran. Untuk apa Kyuhyun membawa… kanvas?

“Kajja, kita jalan kaki ke puncak bukit. Nanti kita bisa ketinggalan melihat sunrise,” ujar Kyuhyun kemudian bergegas berlari mendahului Sungmin.

“Sunrise? Kyu… tunggu…” teriak Sungmin kemudian berlari mengejar Kyuhyun yang terlihat sangat berbeda dari biasanya.

.

-oOoOo-

.

 

Kyuhyun dan Sungmin tampak terengah ketika mereka telah mencapai puncak bukit. Sungmin tampak terpesona menatap pemandangan dari atas sana. Bergegas Kyuhyun menarik tangan Sungmin dan memaksa yeoja itu untuk duduk disebelahnya.

“Sepertinya kita tepat waktu,” gumam Kyuhyun. Tak lama kemudian yang mereka nanti-nantika kahirnya muncul juga. Seberkas sinar keemasan tampak muncul dari ufuk timur. Sungmin nyaris tak berkedip memandangnya. Ini pertama kalinya ia melihat matahari terbit langsung dari atas bukit.

Sementara Sungmin tengah sibuk memerhatikan pemandangan indah di depannya, Kyuhyun justru tengah menikmati dunianya sendiri. Ia menatap wajah Sungmin seraya tersenyum lembut. Entah kenapa ia merasa begitu bahagia melihat senyum Sungmin.

“Indah sekali, Kyu… terima kasih sudah mengajakku kemari,” ujar Sungmin tiba-tiba membuyarkan lamunan Kyuhyun yang sedari tadi memandangnya. Kyuhyun berdeham berusaha terlihat santai.

“Tapi itu semua tidak gratis,” ujar Kyuhyun seraya tersenyum jahil. Sungmin menatap Kyuhyun bingung.

“Maksudmu?” Tanya Sungmin bingung.

“Kau lihat benda yang ku bawa itu?” Tanya Kyuhyun sok misterius. Sungmin mengangguk, hampir saja ia lupa menanyakan untuk apa Kyuhyun membawa kanvas segala?

“Untuk apa kau membawa kanvas kemari, Kyu?”

“Untuk memasak! Ya, tentu saja untuk melukis…” jawab Kyuhyun gemas. Sudah tahu itu kanvas, masih bertanya buat apa? Pikir Kyuhyun.

“Ah… kau bisa melukis, Kyu? Kau mau melukis disini, ya?” Tanya Sungmin seraya menatap takjup pada Kyuhyun. Namun Kyuhyun buru-buru menggeleng.

“Bukan aku. Tapi kau,” jawab Kyuhyun seraya sibuk sendiri dengan kanvas beserta alat-alat lukis yang ia bawa.

“Mwo? Maksudmu?”

“Aku mau kau melukisku. Sekarang,” ujar Kyuhyun seraya menikmati wajah terkejut Sungmin. Jujur saja ekspresi terkejut Sungmin itu unik baginya, membuatnya geli sendiri.

“Tapi… tapi…”

“Tidak ada tapi-tapian. Aku masih ingat, kau pernah bilang kalau kau jago melukis, ‘kan? Anggap saja ini bayaran karena aku sudah mengajakmu kemari,” ujar Kyuhyun seenaknya. Sungmin mendenguskan napasnya kesal.

“Seperti tidak ada objek yang lebih bagus saja untuk dilukis,” gerutu Sungmin.

“Ya! Jangan menggerutu di belakangku. Aku bisa mendengarnya,” ujar Kyuhyun seraya memposisikan diri sebagai –hmm- model?

.

.

.

Tak terasa hampir tiga jam mereka berada di tempat itu, dan lukisan Sungmin malah belum selesai sedari tadi. Wajah Kyuhyun pun mulai tertekuk kesal.

“Hey, Min. Kau benar bisa melukis tidak? Aku lelah, cepat selesaikan!” gerutu Kyuhyun kemudian beranjak dari tempatnya dan menghampiri Sungmin yang tengah serius dengan kanvas dihadapannya.

Kyuhyun menatap hasil lukisan Sungmin puas. Ternyata walaupun lama, hasilnya lumayan juga. Namun sayangnya lukisan itu baru separuh di warnai.

“Min, kajja kita pulang. Kita sudah tiga jam disini. Ummaku bisa memakiku seharian jika kita ketahuan,” bujuk Kyuhyun.

“Tapi lukisannya, Kyu…”

“Lukisannya tinggal saja di pondok yang ada di kaki bukit tadi. Nanti kapan-kapan kita kesini lagi dan kau bisa melanjutkan lukisan itu,” ujar Kyuhyun.

“Itu berarti aku belum membayar lunas hutangku padamu, dong,” ujar Sungmin sambil mem-pout-kan bibirnya. Kyuhyun tertawa melihat ekspresi Sungmin.

“Tentu saja. Kau masih berhutang padaku karena telah membawamu ke tempat sebagus ini. Makanya lain kali kita kemari lagi untuk melunasi hutangmu, sekarang kita harus pergi,” bujuk Kyuhyun yang hanya dibalas anggukan pasrah dari Sungmin.

.

-oOoOo-

.

“Darimana saja kalian?” suara dingin nan angkuh itu sontak membuat langkah Kyuhyun dan Sungmin terhenti seketika. Wajah Kyuhyun tampak menegang, sedangkan Sungmin yang berada disampingnya tampak menundukan kepalanya takut. Ia rasa ia akan jadi korban sindiran Nyonya Cho lagi saat ini.

“Kami hanya jalan-jalan, Umma. Apa ada yang salah?” Tanya Kyuhyun tak kalah dingin. Nyonya Cho menatap tajam pada Kyuhyun dan Sungmin.

“Kau masih bertanya ‘apa ada yang salah’? Pergi pagi-pagi buta tanpa pamit. Hanya berdua.  Dan terlebih kalian tak memiliki hubungan apapun. Kalian pikir itu tindakan benar?” dengus Nyonya Cho seraya memandang rendah pada Sungmin.

“Kami hanya jalan-jalan dan tak melakukan hal aneh apapun. Apanya yang harus dipermasalahkan? Aku rasa Umma saja yang terlalu berlebihan,

“Min, sebaiknya kau cepat masuk,” ujar Kyuhyun.

“Tidak! Biarkan dia tetap disini. Dia harus diajarkan sopan santun. Sikapnya sama sekali tak mencerminkan kalau ia wanita terhormat.”

DEG

Perasaan sakit sontak memenuhi rongga dada Sungmin. Tenggorokannya terasa tercekat. Air mata sudah menggenang dipelupuk matanya, siap tumpah kapan saja. Kyuhyun merasa geram dengan kalimat menghina Umma-nya. Ia paham betul apa yang dirasakan Sungmin sekarang. Perlahan digenggamnya tangan Sungmin dan meremasnya pelan seolah menyalurkan kekuatan.

“Cukup Umma, kami baru saja pulang, kami lelah. Permisi,” ujar Kyuhyun dingin seraya menarik lembut tangan Sungmin agar mengikutinya.

.

-oOoOo-

.

Sungmin menatap jengah pada tingkah berlebihan Hyerin. Ya, lagi-lagi wanita bernama Hyerin itu datang berkunjung ke mansion Kyuhyun. Bahkan kali ini wanita itu membawa kantong belanja besar berisi bahan-bahan makanan. Dia terlihat heboh di dapur Kyuhyun. Katanya ia ingin membuat makan siang untuk Kyuhyun. Tentu saja keinginannya itu ditanggapi dengan antusias oleh Nyonya Cho.

Sungmin yang cukup tahu diri karena menumpang disana pun memutuskan untuk ikut membantu Hyerin di dapur. Walaupun hanya sekedar menjadi pesuruh Hyerin untuk mengambilkan ini dan itu, namun tak masalah baginya.

“Sungmin-sshi, cepat ambilkan garam itu!” perintah Hyerin seenaknya. Padahal sebenarnya letak garam itu cukup terjangkau beginya, namun entah kenapa hal sekecil itu pun ia masih memerintah Sungmin.

“Sungmin-sshi, ambilkan piring!” perintahnya lagi. Tanpa banyak kata, Sungmin bergegas mengambilkan piring yang diminta oleh yeoja itu. Namun tanpa Sungmin sadari, Hyerin kini tengah tersenyum licik menatapnya.

.

.

.

“Hyerin-sshi, ini piring yang kau minta,” ujar Sungmin kemudian menyodorkan piring tersebut kepada Hyerin. Namun tiba-tiba saja…

PRANG

Sungmin terkejut melihat piring tersebut terjatuh ke lantai dan pecah. Buru-buru ia membungkuk bermaksud ingin membereskannya. Namun tiba-tiba saja tangan Hyerin menepisnya.

“Biar aku saja,” ujar Hyerin.

“Aww…!” jerit Hyerin tiba-tiba. Sungmin terbelalak melihat tangan Hyerin yang tergores cukup dalam. Darah segar tampak mengalir dari sana.

“Ada apa ini?” Tanya Nyonya Cho yang tiba-tiba saja muncul, di susul oleh Kyuhyun. Melihat itu sontak Hyerin menangis sejadi-jadinya.

“Aku… aku hanya ingin membantu Sungmin-sshi membereskan pecahan piring yang ia jatuhkan tadi. Tapi dia malah membentakku dan menepis tanganku hingga tergores pecahan piring itu,” ujar Hyerin seraya menangis. Sungmin terbelalak tak percaya dengan apa yang di katakan Hyerin. Yeoja itu… memfitnahnya?

“Mwo? Kau berbohong! Kau yang melukai tanganmu sendiri, bukan aku,” bantah Sungmin.

“Kau memang benar-benar yeoja pembawa sial,” desis Nyonya Cho kemudian membantu Hyerin berdiri.

“Tapi dia berbohong…”

“Cukup, Min! Kenapa kau jadi kekanakan seperti ini?” Sungmin tak percaya dengan apa yang ia dengar. Bahkan Kyuhyun pun ikut menyalahkannya. Sungmin terdiam, orang-orang –temasuk Kyuhyun- kini tengah sibuk dengan Hyerin, dengan perlahan ia pergi dari sana. Namun tanpa ia sadari Kyuhyun memperhatikannya sedari tadi dan beranjak mengikutinya.

.

-oOoOo-

.

Sungmin terisak lirih disebuh danau yang berada tak jauh dari mansion Kyuhyun. Tempat ini adalah tempat favoritnya untuk menenangkan diri.

“Umma… Appa… Hyukkie… aku merindukan kalian…” lirih Sungmin disela-sela isakannya.

“Aku ingin pulang…” gumamnya lagi.

“Sungmin-ah?” sebuah suara sontak membuyarkan lamunan Sungmin tentang keluarganya. Buru-buru ia menghapus jejak air matanya dan berusaha tersenyum kepada sosok yang tiba-tiba muncul dihadapannya.

“Juwon? Apa yang kau lakukan disini?” Tanya Sungmin.

“Aku memang suka kemari jika hari libur. Disini sangat tentram. Hey, kau habis menangis? Apa yang terjadi?” Tanya Juwon seraya menatap Sungmin khawatir.

“Gwaenchana, aku baik-baik saja,” jawab Sungmin, namun tak sepenuhnya membuat Juwon percaya. Ia menatap Sungmin lekat seolah tengah menyelidiki apa yang terjadi pada yeoja itu.

“Apa ada hubungannya dengan Kyuhyun?” Tanya Juwon dengan wajah serius. Ekspresi yang belum pernah Sungmin lihat sebelumnya.

“Aku tak apa, Juwon-ah…”

“Min, jujur saja aku memang menyukaimu. Tapi aku tahu kau tak pernah menganggapku siapa-siapa bagimu, kan? Kali ini aku mohon anggaplah aku sebagai temanmu, sahabatmu ataupun kakakmu. Kalau kau ingin berbagi masalahmu, aku siap kapan saja,” ujar Juwon seraya tersenyum memamerkan lesung pipi-nya. Mengingatkan Sungmin pada sosok Siwon dimasanya.

Tanpa Sungmin sadari, air mata kini tengah kembali menggenangi wajah manisnya. Melihat itu Juwon berinisiatif untuk merengkuh Sungmin ke dalam pelukannya untuk menenangkan yeoja itu.

“Ehem! Sedari tadi aku mencarimu rupanya kau malah berkencan disini,” suara dingin itu sontak membuat Sungmin dan Juwon tercekat. Kyuhyun telah berdiri dibelakang mereka, menatap tajam pada Juwon.

“Kyu… kau…”

“Maaf, sepertinya aku harus merusak kencan kalian. Dan kau Lee Sungmin. Ikut aku!” ujar Kyuhyun dingin kemudian menarik tangan Sungmin untuk beranjak dari tempat itu, tanpa menghiraukan ekspresi bingung Juwon.

.

-oOoOo-

.

Sungmin meringis perih merasakan sakit di pergelangan tangannya, sedari tadi Kyuhyun menariknya tanpa mempedulikan rintihan memohon Sungmin karena pergelangan tangannya sakit. Ia yakin pergelangan tangannya telah memerah saat ini. Sepertinya namja Cho itu tengah diliputi oleh amarah. Entah kemana Kyuhyun akan membawanya. Yang pasti ia tahu ini bukan jalan menuju rumah Kyuhyun.

.

.

.

Kyuhyun menghentikan langkahnya tepat dibelakang sebuah gedung yang sepertinya sudah tak terpakai. Ia menghempaskan tubuh Sungmin hingga punggung yeoja itu menghantam tembok di belakangnya. Sungmin meringis menahan sakit di punggungnya.

“Jadi, apa yang kau lakukan bersama Juwon disana? Berkencan, eoh?” ujar Kyuhyun dengan nada sinis.

“Untuk apa aku menjawab pertanyaanmu? Kau pasti tak akan percaya, ‘kan? Kau tak pernah mempercayaiku, tak ada gunanya ku jelaskan. Terserah kau mau beranggapan apa tentang aku dan Juwon tadi, setidaknya ia lebih baik darimu!” emosi Sungmin tak kalah tersulut.

BUG

Sungmin tersentak kaget dan sontak memejamkan matanya erat-erat. Rupanya Kyuhyun meninju kuat tembok yang berada di belakangnya. Kyuhyun menatap Sungmin tajam. Jujur saja, Sungmin merasa nyalinya ciut saat itu.

“Aku tak suka kau dekat-dekat dengannya!” bentak Kyuhyun tanpa mempedulikan tangannya yang lecet akibat tinjuannya di tembok tadi. Sungmin mendecih sinis.

“Kau tak berhak melarangku, Cho! Kau bukan siapa-siapaku, dan aku bukan siapa-siapamu!” bantah Sungmin lagi. Ucapan Kyuhyun benar-benar menyinggungnya. Ekspresi wajah Kyuhyun mengeras, wajahnya mulai memerah menahan marah.

“Kau milikku, Sungmin-ah!” desis Kyuhyun tajam.

“Mwo? Apa maksudmu? Kau tak berhmmppftt….”

.

TBC

.

-oOoOo-

.

36 thoughts on “FF KyuMin GS | Past And Future | PART 6”

  1. buahahhah kasian kau hyerin-ah dicuekin sama kyu salah siapa maksa banget .. ummanya kyu juga gitu , maksa banget

    ehh kyu ngajak ming liat sunrise .. so sweet .. kyu minta dilukis pulaa hhehe

    huaahh hyerin babo , kenapa kau menyuruh2 ming hah ? pake akting juga lagii. liat jadi ming kan yg disalahin .. babo babo babo

    baguss ada juwon , seenggaknya ada yang ngehibur ming disaat dia sedih .
    heh kyu kau salah paham ! babo kyuhyun

  2. Owh, jd lukisan wjah kyuhyun itu sungmin yg lukis…

    Wawww,, kyu klo cemburu bner2 nakutin yach?!! umin nya ampe d kissing gtu.. Hihi

    Hmm, ksian umin.. Ud d fitnah ama tuh cwe alien, trus ikut d salahin lg ama kyu…😦

    Chingu, next chap ny d protect ya?
    Aq sms qmu lg yach??! Hehe:)

  3. Hueeee kasihan minnie tertekan… Kyu juga pake acara membela si hyerin… Minnie kan jd sedih pdhlda ga kenapa2in si hyerin….
    Soal lukisan jangan2 itu lukisan yg ada di galeri yg dilihat minnie ya? Hmmm belom selesai.jgn2 dia kembali ke thn itu untuk menyelesaikan lukisan itu ya? #soknebak…. Wkwk

  4. Omo ! Apa maksud nya kyu jelas” tdi dy udah gak percaya sama ming sekarang apa ? Malah bilang ming milik dy –______–

  5. Nyebelin banget tuh yeoja, jahat deh sma umin, eommanya kyu maksa banget deh udah tau anaknya suka ama umin eh mlah di jodohin lgi .
    Kyaaaaa kyu brni bnget itu nyium min,?.
    Next chingu, aku minta pw buat next chap dong..

  6. Kyu oppa please jangan Bentak” Ming Kasian Dia
    Kyu oppa kalo Cinta cepetan nyatain perasaannya jgn gensian kaya gitu
    cepatlah nyatain cinta Pada Minnie

  7. Aishh.. Dasar yeoja nyebelin pake ngefitnah uri Ming >:O
    Si Kyu juga pake ngebela si hyerin -__-
    Nyonya Cho juga sama nyebelin nya kaya hyerin >:O
    Tuh kan jadi cemburu kan Ming nya dipeluk2 Juwon maknyee jangan ngebentak Ming, Kyu pabbo >:O
    Wahh.. Makin seru nih klo Ming udah di kissing ama Kyu hahaha =))

    Lanjuttttt ^^

  8. Hai author.,,aku reader baru..salam kenal yah :^) baru nemu blog ini..maaf baru komen nih,,soalnya fanfic.nya seru ceritanya sih (y)
    mau minta pw dong thor buat yang fanfic kyumin yang past and future itu..yang part 7,,boleh kah ?
    tpi akunya ngga ada bbm, trus twitter ngga bisa kebuka😦 gimana dong ?
    balas ya thor🙂 makasih😉

  9. ah..si hyerin..dasar nenek lampir. lagian si kyu ikut2an belain si dia/ wajar ming marah xD uhhhh…juwon udah nyerah nih yeee…awww…tbc nya pas banget. aduh chap depan di protect. padahal aku penasaran. bagi2 dong passwordnya///:'(

  10. Kyu opa klau marah menakutkan, dan gk suka lihat hyerin jdi yeoja jhat bnget, bleh minta pw part 7 lwat fb namanya mega chiebuawell sparkyu gomawo

  11. dasar nenek sihir nyebelin banget jdi orang tuh mala ngefitnah sungmin, trus apa apaan tuh kyu oppa malah gk percaya sama ming oppa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s