FF Horor | COMING SOON | Remake KyuMin Ver. | BL | CHAPT 2


Sungmin terbelalak ngeri saat poster film itu terus bergerak mendekatinya. Tak ada penjelasan logis baginya, kenapa di saat sudah sepi begini poster itu bisa berpindah sendiri, dan bahkan dengan mata kepalanya sendiri ia melihat poster itu maju mendekatinya. Ia bergerak semakin cepat kebelakang dan memutuskan untuk lari. Namun sialnya poster tersebut semakin cepat mengejarnya. Belum lagi sosok dalam poster itu —sosok wanita tua yang mati tergantung- terlihat begitu nyata.

 

Sungmin memutuskan untuk berlari secepat mungkin menyusuri gedung bioskop yang telah sepi tersebut. Menyesal ia tadi memilih untuk pulang sendirian. Ia tak mengira kalau tempat ini akan secepat ini menjadi sunyi.

 

Sungmin menoleh kebelakang. Poster film itu masih mengejarnya. Napasnya terdengar terengah-engah.  Jujur saja ia bingung harus kemana, tempat ini begitu luas. Ah, disituasi seperti ini kenapa ia bisa melupakan dimana letak pintu keluar?

 

Sungmin mendesah lega saat dilihatnya pintu keluar kini berada tepat di hadapannya. Buru-buru ia meraih handle pintu tersebut. Namun sialnya pintu itu terkunci. Sungmin semakin panik. Poster itu semakin mendekat kearahnya.

 

“Kangin Hyung…! Kyuhyun-ah!” teriaknya seraya menggedor kencang pintu dihadapannya. Poster itu semakin mendekatinya, dan….

 

BUG

 

Kangin terjatuh tepat setelah Sungmin menonjok keras wajahnya. Cake yang ia bawa ikut terjatuh pula bersama dirinya. Sungmin terkejut melihatnya, rupanya pintu dihadapannya kini telah terbuka dan disana telah berdiri Kyuhyun dan Kangin sembari membawa cake –yang tadi ikut terjatuh bersama Kangin.

 

“Kangin Hyung… Kau baik-baik saja, Hyung?” Tanya Kyuhyun seraya menghampiri Kangin dan membantunya berdiri.

 

“Mian… kalian keterlaluan, sih…” ujar Sungmin merasa bersalah dan bergegas menghampiri Kangin. Tak berapa lama di pintu muncul sosok Sulli dan Luna yang tampak tertawa seraya memegang poster film tersebut. Rupanya ini semua hanya akal-akalan mereka.

 

“Itu kejutan yang menyenangkan,” ujar mereka pada Sungmin.

 

.

.

~oOoOoOoOoOoOo~

.

Sevy Lelibriani © 2013 present

.

COMING SOON

.

Disclaimer : all casts and all plot are not mine. I just RE-MAKE the story from the Movie with the same title. Hope you’ll enjoy it. If u don’t like, just don’t Read!

.

Warning : BL | typo (es) | Death Chara | Bad Grammer | Bad Diction | OOC | Bash or Flame not allowed here!

.

Cast : KyuMin as Main Cast and Some of Super Junior’s Member

.

Rate : M for Bloody Scene

.

No Bash, No Flame, and No Copast without my permission!

.

.

~oOoOoOoOoOoOo~

.

 

Sungmin, Kyuhyun, Kangin, Sulli dan Luna memutuskan untuk merayakan ulangtahun Sungmin di salah satu restaurant favorit mereka yang berada tak jauh dari gedung bioskop tempat mereka bekerja.

 

“Aku tak menyangka kalian masih ingat ulangtahunku,” ujar Sungmin seraya menenggak minumannya.

 

“Sebenarnya kalau aku tidak ingat, Min. Tapi untungnya namjamu ini mengingatkannya pada kami,” jawab Kangin seraya mengerling pada Kyuhyun. Sontak suasana berubah canggung di antara mereka.

 

“Aku rasa aku akan pulang saja,” ujar Sungmin tiba-tiba.

 

“Wae? Ini ulang tahunmu. Kenapa terburu-buru?” Tanya Kangin bingung. Sementara itu Kyuhyun hanya menatap Sungmin diam-diam.

 

“Besok aku tak ingin terlambat bekerja,” jawab Sungmin.

 

“Ah… tidak akan,” sambar Sulli dan Luna berbarengan.

 

“Tidak, tidak. Aku harus pulang. Sampai jumpa besok,” ujar Sungmin seraya bangkit dari kursinya. Meninggalkan Kyuhyun yang menatapnya dalam.

 

“Hey, cepat susul dia,” ujar Kangin seraya menyenggol bahu Kyuhyun. Buru-buru Kyuhyun bangkit dari duduknya dan bergegas mengejar Sungmin yang sepertinya belum terlalu jauh.

 

.

.

~oOoOoOoOo~

.

 

Kyuhyun menghampiri Sungmin yang masih berdiri dipinggir jalan. Sepertinya sedang menunggu taksi. Kyuhyun menatap gugup pada Sungmin yang hanya cuek padanya.

 

“Malam ini… cuaca cerah, ya?” ujar Kyuhyun berusaha membuka percakapan.

 

JDER

 

Ups, sepertinya situasi tak berpihak padanya, baru saja terdengar genuruh petir. Kyuhyun menggaruk tengkuknya salah tingkah. Ia merutuki dirinya sendiri kenapa bisa terlihat begitu bodoh dihadapan Sungmin.

 

“Ehh… masalah yang dulu itu…”

 

“Sudah lupakan saja,” ujar Sungmin memotong ucapan Kyuhyun. Tak berapa lama kemudian taksi yang ditunggu-tunggu oleh Sungmin pun muncul. Bergegas ia menaiki taksi tersebut dan pergi meninggalkan Kyuhyun.

 

Kyuhyun menatap sedih taksi yang mulai menjauh itu. Niatnya untuk kembali berbaikan pada Sungmin gagal lagi.

.

.

~oOoOoOoOo~

.

 

Suasana di gedung bioskop ini sangat sepi. Terang saja, ini sudah tengah malam. Siapa yang mau beraktifitas di tengah malam begini. Kyuhyun melangkahkan kakinya seraya menenteng dua buah box yang berisi pita-pita film baru yang belum di tayangkan di bioskop.

 

‘Kau pengecut, Kyu… jelas saja tak ada namja atau yeoja yang akan menyukaimu…’ kata-kata Kangin terus saja bermain di pikirannya. Jujur saja ia membenarkan ucapan Hyung-nya itu. Ia namja pengecut, bahkan sekedar untuk meminta maaf pada Sungmin saja ia selalu gagal. Namun kali ini ia bertekad tak ingin jadi seorang pecundang lagi. Hanya mencuri pita film baru, ‘kan? Ia pasti bisa.

 

Kyuhyun bergegas mengambil ponselnya dan menghubungi Kangin, “Hyung, apa kau yakin ini benar-benar aman?” Tanya Kyuhyun.

 

‘Tentu saja. Ini akan aman, jadi kau tak perlu menggadaikan jam tangan itu untuk membayar hutang. Sudah, cepat lakukan saja,’ jawab Kangin dari seberang telepon. Bergegas Kyuhyun memutus sambungan teleponnya dan berjalan menuju Theater 1, untuk memutar film ini —Evil Spirit.

.

.

~oOoOoOoOo~

.

 

Kangin tampak telah mempersiapkan segalanya. Ia kini tengah berada seorang diri di dalam theater 1. Ia telah bersiap bersama dengan handy camp menyala yang ia letakan di sampingnya. Sesekali mulutnya mengunyah pop corn seraya menikmati film yang berniat ia gandakan —bajak- itu. Ia menatap datar adegan demi adegan film Evil Spirit yang ada dihadapannya.

.

.

.

 

Kyuhyun termenung di depan alat pemutar film tersebut. Ia sungguh tak yakin dengan keputusannya mengikuti saran Kangin ini. Namun mau bagaimana lagi? Jam tangan itu adalah jam tangan milik Sungmin yang –dengan paksa- ia gadaikan. Ia harus menebusnya secepatnya agar Sungmin mau memaafkannya.

.

.

flashback

 

Kyuhyun merogoh kasar tas milik Sungmin. Seluruh barang di dalam tas itu tampak tercecer berantakan di meja nakas. Kyuhyun berusaha bergerak cepat, agar Sungmin tak menyadari bahwa ada barangnya yang hilang. Akhirnya tangan Kyuhyun terhenti saat ia meraih sebuah jam tangan yang terlihat mahal. Ia pikir, mungkin dengan menggadaikan jam tangan itu, akan membantunya memenuhi kebutuhannya akan obat-obatan terlarang yang ia konsumsi selama ini. Akhir-akhir ini ia mulai sulit mendapatkan uang, akhirnya terlintaslah ide untuk menggadaikan barang milik tunangannya –Sungmin.

 

Namun tepat saat Kyuhyun meraih jam tangan tersebut, Sungmin keluar dari kamar mandi dan menatapnya heran.

 

“Kyu, ada apa?” Sungmin terbelalak saat matanya menangkap sesuatu yang tengah dipegang oleh Kyuhyun. Jam tangannya.

 

“Kyu, apa yang kau lakukan pada jam tanganku?” Tanya Sungmin kemudian bergegas mendekati Kyuhyun, berusaha merampas benda tersebut.

 

“Aku hanya ingin meminjamnya!” ujar Kyuhyun beralasan.

 

“Kau tak boleh melakukannya,” ujar Sungmin tak terima.

 

“Hanya meminjam, Min…” paksa Kyuhyun lagi, masih tak mau memberikan benda itu pada Sungmin yang masih terus berusaha merampasnya dari tangan Kyuhyun.

 

“Lepaskan!”

 

PLAK

 

Sungmin menyentuh pelipisnya yang kini telah di aliri darah segar. Ia menatap Kyuhyun tak percaya. Tega-teganya Kyuhyun memukulnya. Ternyata obat-obatan itu telah merubah Kyuhyun-nya hingga seperti ini.

 

“Min…” panggil Kyuhyun. Suaranya terdengar bergetar. Sepertinya ia sendiri tak percaya bisa melakukan hal itu pada Sungmin.

 

 

Flashback end

.

.

Kyuhyun menghela napasnya letih. Bayangan kejadian itu terus menghantui benaknya. Perasaan bersalah terus-terusan menggerogoti hatinya.

 

Kyuhyun tersentak dari lamunannya. Ia melirik ke jam tangan yang melingkar di tangannya. Pukul 7 malam. Namun sama sekali belum ada kabar dari Kangin. Perasaan khawatir mulai menjalar dihatinya. Apa terjadi sesuatu? Atau yang lebih parah, apa Kangin kepergok akan melakukan pembajakan film?

 

Bergegas Kyuhyun beranjak dari duduknya dan berlari menuju theater 1 untuk menyusul Kangin yang sudah lebih dari tiga jam berada disana.

 

.

.

~oOoOoOoOo~

.

 

Kyuhyun mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruang theater 1. Namun matanya sama sekali tak menangkap sosok Kangin disana. Kyuhyun memutuskan untuk menjelajahi sekeliling tempat ini. Tiba-tiba saja matanya menangkap sesuatu yang tergeletak –atau bisa dibilang terjatuh- di lantai dekat kursi penonton. Kyuhyun bergegas mengambil benda tersebut. Itu handy camp milik Kangin.

 

Kyuhyun mengotak-atik handy camp tersebut. Siapa tahu film tersebut telah selesai di rekam oleh Kangin. Bagaimana mungkin Kangin bisa seceroboh ini meninggalkan benda sepenting ini disini?

 

“Siapa disana?” Kyuhyun tersentak kaget saat di lihatnya sosok Sungmin berdiri di depan pintu masuk theater 1. Mereka saling bertatapan beberapa saat.

 

“Apa yang kau lakukan disana?” Tanya Sungmin curiga.

 

“Aku sedang mencari sesuatu,” jawab Kyuhyun sesantai mungkin, “Kemarin saat nonton film, ada disini,” ujar Kyuhyun semakin berbohong.

 

“Kau lihat Kangin?” Tanya Sungmin seraya menghidupkan lampu di ruangan tersebut.

 

“Aku tak tahu. Aku baru datang,” jawab Kyuhyun –lagi-lagi- berbohong.

 

“Apakah ada yang ingin kau sampaikan padanya? Nanti kalau aku bertemu dengannya akan ku beritahu dia,” ujar Kyuhyun lagi.

 

“Kemarin dia memberi film yang salah pada pembuat film. Eksekutif film terlihat cemas, mereka takut orang-orang melakukan pembajakan,” jelas Sungmin. Kyuhyun tersentak mendengar penuturan Sungmin. Tak dapat dipungkiri perasaan cemas kini mulai melingkupi hatinya. Namun ia memilih untuk tetap diam. Tiba-tiba saja Sungmin menerima panggilan dan bergegas keluar dari sana, meninggalkan Kyuhyun yang masih terpaku di ruangan itu.

.

.

Selepas kepergian Sungmin, Kyuhyun kembali meraih handy camp milik Kangin dan bergegas pergi menuju ruang khusus karyawan. Ia mulai mengotak-atik benda tersebut setelah sebelumnya mengunci ruangan tersebut dari dalam. Ia tak ingin menanggung resiko ada yang memergokinya lagi kali ini.

 

Ia mulai memutar video yang berhasil direkam oleh Kangin. Tak ada keanehan disana. Sampai pada menit ke tiga puluh, tiba-tiba saja rekaman itu berubah tak jelas. Sepertinya handy camp tersebut terjatuh saat Kangin masih merekam adegan di film tersebut. Tak lama kemudian, di dalam video tersebut terlihat sosok Kangin yang beringsut menjauhi handy camp yang terus merekamnya. Wajah Kangin di video tersebut tampak ketakutan dan pucat pasi. Ia berteriak takut entah pada apa.

 

Kyuhyun menatap heran video tersebut. Sekilas, tadi ia yakin kalau ia melihat sosok Kangin. Tapi kenapa tiba-tiba menghilang? Tidak mungkin, ‘kan Kangin bisa menghilang secepat itu hanya dalam waktu tak lebih dari lima detik. Kyuhyun memutar ulang video tersebut, namun tetap sama. Tak ada satu pun jawaban yang ia peroleh. Apa yang sebenarnya terjadi pada Kangin?

 

TOK TOK TOK

 

Kyuhyun tersentak saat pintu ruangan itu di gedor kasar. Bergegas Kyuhyun mematikan video tersebut dan berjalan menuju pintu. Rupanya ada sosok Changmin berdiri disana dengan wajah gusar.

 

“Kenapa dikunci?” Tanya Changmin kesal.

 

“Maaf aku lupa kalau tadi pintunya ku kunci,” jawab Kyuhyun sekenanya.

 

Changmin berjalan masuk seraya terus berceloteh, namun jujur saja Kyuhyun tak mengerti apa yang di bicarakan oleh namja itu.

 

“Hari ini kau shift sore, ‘kan? Aku mau minta tolong,” ujar Kyuhyun seraya merogoh kantong celananya.

 

“Ambil uang ini. Aku butuh barang itu. Bantu aku menebusnya,” ujar Kyuhyun seraya menyerahkan uang pada Changmin.

 

“Baiklah, aku pergi sekarang,” ujar Changmin patuh kemudian bergegas pergi.

.

.

~oOoOoOoOo~

.

 

“Kangin Hyung… Kangin Hyung…” teriak Kyuhyun seraya menggedor kasar pintu flat kecil Kangin. Namun berapa kali pun ia memanggil dan menggedor, sosok Kangin tak kunjung muncul di ambang pintu.

 

Kyuhyun tersentak bingung saat disadarinya kalau pintu flat itu tidak terkunci. Akhirnya ia memutuskan untuk masuk saja ke flat Kangin. Flat itu tampak berantakan. Sisa-sisa makanan tampa tercecer disana-sini seperti berhari-hari di biarkan begitu saja tanpa di bersihkan.

 

“Hyung…” panggil Kyuhyun seraya menyusuri flat Kangin. Ia mengecek setiap sudut flat ini. Namun sama sekali tak ada tanda-tanda keberadaan Kangin disana. Tiba-tiba saja pandangan Kyuhyun terantuk pada sesuatu di lantai. Disana terlihat bekas jejak kaki, namun anehnya hanya sebelah kanan saja –satu kaki saja. Tepat disebelah kiri jejak kaki tersebut terdapat bekas seretan. Mirip dengan jejak kaki orang yang berjalan secara terseok-seok.  Namun Kyuhyun tahu ini bukan jejak kaki Kangin. Jejak kaki ini berukuran lebih kecil, mirip kaki wanita.

 

Kyuhyun menyusuri kemana arah jejak kaki ini. Jejak kaki itu berakhir tepat di depan pintu lemari Kangin. Dengan sigap Kyuhyun membuka lemari tersebut. Namun anehnya tak ada apa pun disana. Kyuhyun memutuskan untuk pergi saja dari sana. Sepertinya ada yang tak beres dengan Kangin.

.

.

~oOoOoOoOo~

.

 

Kyuhyun bersiap untuk mengendarai motornya, ketika tiba-tiba saja segerombolan namja–yang ia kenal- menghadangnya. Orang-orang tersebut adalah rentenir tampat ia meminjam uang. Pasti mereka ingin menagih lagi, pikir Kyuhyun.

 

“Hay, Cho Kyuhyun. Kemana Hyung-mu pergi? dia tak menjawab teleponku,” ujar pimpinan gerombolan tersebut.

 

“Aku tak tahu,” jawab Kyuhyun.

 

“Kalian mencoba mempermainkanku?” ujar pimpinan gerombolan itu lagi. Kali ini dengan nada membentak.

 

“Film apa yang kau bajak sekarang?” Tanya orang itu lagi.

 

“Saat ini bioskop inspeksinya sangat ketat. Akan kucari cara bagaimana mengembalikan uangmu,”

 

BRAK

 

Tiba-tiba saja bagian depan motor Kyuhyun hancur. Rupanya salah seorang dari gerombolan tersebut menghantam bagian motor tersebut dengan sebuah tongkat besi. Kyuhyun hanya bisa pasrah melihat keadaan motornya sekarang.

 

“Aku tak butuh uang. Aku mau film-nya, aku ingin film itu sebelum tayang di bioskop,” ujar rentenir tesebut kemudian beranjak pergi meninggalkan Kyuhyun.

 

.

.

~oOoOoOoOo~

.

 

Kyuhyun membulatkan tekadnya, malam ini ia harus berhasil mendapatkan film itu. dan disinilah ia sekarang. Ia kini berada di gedung bioskop tempatnya bekerja. Tanpa membuang waktu, ia bergegas ke ruang staff dan memutar film tersebut.

 

Berbekal sebuah handy camp di tangannya, ia kini tengah fokus menatap adegan di layar bioskop tersebut.

 

 

Yunho membuka pintu kamar dengan panik. Ia terbelalak tak percaya saat tak di dapatinya Eunji di kamar tersebut. ia menatap sekeliling kamar tersebut. tiba-tiba saja matanya menangkap sebuah jejak kaki yang di seret di dekat tempat tidurnya

 

 

Kyuhyun menatap lekat adegan film dihadapannya. Ah, bukan adegan film-nya, namun jejak kaki tersebutlah lebih tepatnya. Ia merasa seperti tak asing dengan jejak kaki tersebut. jejak kaki seperti itu mirip seperti yang ia temukan di flat Kangin.

 

 

Yunho menyusuri kemana arah jejak kaki tersebut. jejak kaki itu berakhir tepat di depan lemari di kamar tersebut.

.

.

.

Kyuhyun menatap heran film dihadapannya. Bergegas ia keluar ruangan theater 1 untuk menelepon Kangin. Semoga yang ia temukan di flat Kangin tadi hanya kebetulan semata.

 

Kyuhyun tersentak kaget saat di dengarnya bunyi ringtone ponsel Kangin yang terdengar sangat jelas di dekatnya. Kyuhyun memutuskan untuk mengikuti sumber suara tersebut. Suara tersebut berasal dari dalam ruangan theater 1. Bergegas Kyuhyun kembali memasuki ruangan tersebut.

 

 

“Ada apa Junho-ya?”

 

“Cepat bawa keluargamu pergi dari sini. Terjadi sesuatu yang buruk.”

 

“Shomba berubah jadi hantu dan ingin balas dendam. Yang lain sudah mati.”

 

“Cepat bawa anak-anak pergi.”

 

 

Kyuhyun terus menyusuri ruangan tersebut tanpa mempedulikan film yang masih di putar. Suara ringtone ponsel tersebut semakin dekat dan jelas.

 

Tiba-tiba saja mata Kyuhyun menatap tak percaya pada layar yang masih menampilkan film dihadapannya.

 

Di film tersebut ada sosok yang tidak asing baginya. Kini ia sadar dari mana suara ringtone itu berasal. Sosok Kangin kini terbujur kaku di dalam film tersebut. Matanya penuh darah dan seperti habis di cungkil dengan paksa.  Di genggaman Kangin tampak sebuah ponsel yang tak berhenti berdering. Tak jauh dari sosok Kangin, ada beberapa orang lainnya yang kondisinya tak jauh berbeda dari Kangin. Sepertinya itu warga desa di film tersebut.

 

Kyuhyun menatap tak percaya layar tersebut. Bagaimana bisa Kangin berada disana?

 

“Kangin Hyung…” lirih Kyuhyun.

.

.

.

.

Bergegas Kyuhyun pergi dari sana. Ia yakin ada sesuatu yang tak beres disini. Kyuhyun berjalan cepat-cepat menyusuri lorong gelap bioskop ini.

 

SLASH

 

Sontak Kyuhyun berbalik. Entah kenapa ia seperti merasa ada lewat di belakangnya. Tapi dia yakin dia hanya sendirian disini. Sepintas Kyuhyun melihat sebelah kaki melintas tepat di belokan lorong dan hilang disana. Kyuhyun tersentak kaget. Tanpa pikir panjang bergegas ia lari dari sana.

.

.

.

 

Kyuhyun mendesah lega saat melihat pintu keluar. Tanpa menoleh kebelakang lagi, bergegas ia keluar dari sana. Tiba-tiba…

 

BRAK

 

Sontak Kyuhyun menoleh kembali ke pintu tersebut. Pintu tersebut seperti habis di banting. Tapi… oleh siapa? Kyuhyun semakin merinding. Di arahkannya senter yang ia bawa ke sekeliling tempat itu. namun tak ada apa-apa. Napas Kyuhyun mulai terasa memburu. Jantungnya berpacu cepat.

 

Segera ia berbalik dari sana seraya membenarkan ranselnya. Namun tanpa ia sadari, sosok wanita tua itu kini berada menempel tepat di punggungnya.

 

.

.

~oOoOoOoOo~

.

 

Berulang kali Kyuhyun mencoba menghubungi ponsel Sungmin. Namun selalu terputus. Kyuhyun memijat keningnya pelan.

 

SRET… SRET…

 

Kyuhyun tersentak dari pikirannya. Sebuah suara membuatnya terkaget. Bergegas ia menelusuri asal suara seretan itu. Suara itu berasal dari dalam kamar mandinya. Perlahan ia membuka pintu kamar mandi tersebut. Dan apa yang ia lihat kini benar-benar membuatnya terkejut sekaligus takut. Lagi-lagi bekas jejak kaki yang mirip di film dan di flat Kangin itu muncul dihadapannya. Dan parahnya kali ini jejak kaki tersebut ada di rumahnya.

 

Kyuhyun menatap ngeri bayangan sesuatu yang berada di balik tirai mandinya. Disana tampak sesosok wanita tua yang tengah membelakanginya seraya menyisir rambutnya. Raut ketakutan tergambar jelas di wajah Kyuhyun saat ini. Namun ia memberanikan diri untuk melihat apa yang ada di balik tirai mandi tersebut. Perlahan ia mulai membuka tirai tersebut.

 

SRAT

 

Kyuhyun menatap bingung. Tak ada siapapun disana. Namun Kyuhyun melihat sebuah sisir kayu teronggok di lantai kamar mandinya. Perlahan ia menjulurkan tangannya mengambil sisir itu. Refleks ia melempar kembali sisir itu ketika dilihatnya segumpal rambut putih tampak menempel di sisir tersebut.

.

.

~oOoOoOoOo~

.

 

Pagi ini Kyuhyun berangkat kerja dengan wajah suntuk. Hampir semalaman ia tak bisa tidur akibat kejadian itu. Seketika langkahnya terhenti saat di dengarnya suara Changmin tengah berbicara dengan beberapa atasan mereka.

 

‘Tadi malam kau bertugas, ‘kan?”

 

“Ya.”

 

“Kau lihat film-nya sebelum pulang ke rumah?” Tanya atasan mereka lagi pada Changmin yang terlihat bingung.

 

“Aku belum pernah melihat film itu,” jawab Changmin.

 

“Dimana film itu?” Tanya atasan mereka lagi.

 

“Film apa?” Tanya Changmin semakin bingung.

 

“Evil Spirit.”

 

Begitu mendengar judul film itu bergegas Kyuhyun pergi dari sana. Ia berjalan dengan terburu-buru sampai sebuah suara menghentikannya. Rupanya itu Luna, bersama Sungmin dan Taemin.

 

“Hay, Kyu. Kau sedang tidak sibuk, ‘kan? Bisa kau bantu kami memasang poster ini?” ujar Luna seraya mengerling kearah poster yang di gotong oleh Sungmin dan Taemin.

.

.

.

.

 

Sungmin dan Luna tengah memasang tali dari lantai dua gedung tersebut, sementara Kyuhyun dan Taemin tampak sedang sibuk mengatur posisi poster tersebut di lantai bawah.

 

“Hey, selelah kau putus dengannya kau tak pernah lagi bicara padanya?” Tanya Luna tiba-tiba.

 

“Tidak ada yang perlu dibicarakan,” jawab Sungmin singkat.

 

“Kau tahu, ‘kan waktu itu dia dalam pengaruh obat. Aku yakin dia tak bermaksud untuk melukaimu. Hati-hati, saat cinta pergi, maka saat itu ‘lah kau merasakan sakit yang sebenarnya,” nasihat Luna.

.

.

.

SRAT

 

Poster tersebut telah terpasang di lobi bioskop tersebut. Kyuhyun nyaris tak berkedip memandang poster tersebut. Di poster tersebut menampilkan sesosok wanita tua yang mati di gantung. Mata Kyuhyun menatap lekat tulisan diatas gambar tersebut.

 

 

‘Berdasarkan Kisah Nyata’

.

.

.

.

 

Lagi-lagi Kyuhyun menoton video hasil rekaman Kangin. Entah ini sudah yang keberapa kalinya ia menyaksikan video tersebut, namun ia merasa seperti ada pertunjuk dalam video tersebut tapi ia tak tahu apa.

 

Kyuhyun memperlambat video saat awal Kangin berteriak. Sontak Kyuhyun membelalakkan matanya. Ia menatap lekat video tersebut. ia yakin ia tak salah lihat. Di putarnya berulang kali video itu. Dan akhirnya ia menemukan sebuah penjelasan. Tepat sebelum Kangin berteriak, rupanya muncul sosok wanita di dalam poster tersebut. Kyuhyun memijat pelipisnya perlahan. Sejujurnya ia bingung dengan semua yang terjadi ini.

 

 

Kyuhyun menatap theater 3 dari ruangannya sekarang. Hari ini sedang ada pemutaran film disana dan ia yang bertanggung jawab untuk pemutaran film kali ini. Semula tak ada yang aneh disana. Seperti biasa, bangku dipenuhi oleh penonton.

 

Namun seketika ia tersentak kaget saat matanya menangkap sesosok wanita tua yang terus menghantui pikirannya, kini berada di tengah-tengah penonton. Tepat di salah satu kursi di theater tersebut.

.

.

.

 

Kyuhyun berlari secepat mungkin memasuki theater 3, yang sekarang sedang memutarkan sebuah film. Namun ia tak peduli dengan semua itu. Hanya satu sosok yang ia cari. Sosok wanita di poster tersebut.

 

Kyuhyun menatap ke sekeliling bangku penonton. Namun tak ada sosok wanita itu disana. Bangku yang tadi di tempati wanita itu, kini kosong. Bergegas ia pergi dari sana. Tanpa ia sadari sedari tadi Sungmin memerhatikan kelakuan anehnya tersebut.

.

.

~oOoOoOoOo~

.

 

Sungmin bergegas menyusul Kyuhyun ke ruangan staff. Namun tak ia dapati Kyuhyun disana. Disana hanya tergeletak sebuah handy camp yang dibiarkan menyala. Tanpa pikir panjang segera Sungmin melihat apa yang ada di dalam handy camp tersebut.

 

Sungmin tersentak tak percaya saat dilihatnya rekaman adegan film ‘Evil Spirit’ disana. Ia tak menyangka ternyata Kyuhyun yang mencuri pita film tersebut.

 

SRAT

 

Kyuhyun merampas handy camp dari tangan Sungmin tanpa berbicara sepatah kata pun.

 

“Kenapa kau lakukan semua ini?” Tanya Sungmin tak percaya.

 

“Kau bisa masuk penjara!” ujarnya lagi.

 

“Jangan bilang kau melakukannya untuk mendapatkan uang untuk membeli obat-obatan itu lagi!” teriak Sungmin marah, namun sekali lagi Kyuhyun tak menggubrisnya. Bahkan menoleh pun tidak.

 

“Jawab aku, Kyu! Kangin Hyung pasti juga tahu tentang semua ini, ‘kan? Dimana dia sekarang?” Tanya Sungmin berang.

 

“Kangin Hyung…. Sudah meninggal, Min….” ujar Kyuhyun lirih.

 

“Apa yang kau katakan?”

 

“Ini memang sulit dipercaya, tapi film ini… bukan film biasa,

 

“Ada hantu dalam film ini,” ujar Kyuhyun, walaupun sejujurnya ia tak yakin Sungmin akan percaya pada ucapannya yang tak logis.

 

“Apa kau juga punya film-nya?” Tanya Sungmin masih curiga.

 

“Aku tak memilikinya. Kalau tak percaya kau cek sendiri,” ujar Kyuhyun seraya menyerahkan handy camp-nya pada Sungmin. Sungmin melihat tak percaya rekaman video tersebut. Video yang menampilkan Kangin yang sekarang menghilang.

 

“Kemarin malam, saat aku merekam filmnya lagi. Aku melihat jasad Kangin hyung di film.”

 

“Dalam film ini?” Tanya Sungmin masih sangsi.

 

“Sejak aku menonton film ini… aku melihatnya dimana-mana…” ujar Kyuhyun lirih. Sungmin masih saja memperhatikan rekaman video tersebut saat tiba-tiba Kyuhyun mencengkram tangannya dan berusaha merampas handy camp tersebut.

 

“Berhenti, Min. kau tak boleh menontonnya,” ujar Kyuhyun panik.

 

“Kenapa? Ada apa? Apa yang akan terjadi?” Tanya Sungmin seolah menantang.

 

“Bagaimana kalau aku tetap ingin lihat? Kau akan memukulku lagi, begitu?” sontak Kyuhyun melepaskan cengkraman tangannya pada Sungmin. Raut bersalah tergambar jelas diwajahnya. Sungmin beranjak pergi meninggalkan Kyuhyun yang masih terpekur menatapnya.

.

.

~oOoOoOoOo~

.

 

Berulang kali Sungmin mencoba menelpon Kangin, namun panggilannya sama sekali tak terjawab. Tiba-tiba saja mata Sungmin terpaku pada sebuah poster. Poster film yang kemarin ia pasang. Ia menatap lama poster tersebut.

 

‘Evil Spirit’

Coming Soon

 

Ia teringat kembali kata-kata Kyuhyun kemarin. Entah kenapa ia merasa sepertinya namja Cho itu tak berbohong. Tapi entahlah. Ia tak mau memikirkannya.

.

.

.

.

 

“Kyu, kenapa kau duduk disini?” sapa Changmin saat menemukan Kyuhyun tengah melamun di salah satu bangku penonton di theater 3. Changmin merogoh sakunya dan menyerahkan benda di genggamannya pada Kyuhyun.

 

“Ini, kau menyuruhku mengambilkan ini, ‘kan?” Tanya Changmin.

 

Kyuhyun meraih benda tersebut dan menatapnya dalam. Jam tangan Sungmin. yang ia rampas secara paksa. Akhirnya ia bisa mengembalikannya lagi pada namja manis itu. Kyuhyun memutar-mutar senang benda di tangannya itu, tiba-tiba saja jam itu terpental jatuh ke lantai.

 

Kyuhyun merasa ada sosok di belakangnya saat ia menunduk hendak mengambil jam, dan yang pasti ia yakin itu bukan Changmin. Ia menoleh untuk memastikannya.

 

BRUG

 

Kyuhyun jatuh terjengkang saat dilihatnya sosok wanita tua di poster film itu ada dihadapannya. Ia beringsut panik. Bergegas ia berlari dengan tergopoh-gopoh.

.

.

.

 

Kyuhyun berlari keluar dari tempat pemutaran film tadi dengan panik. sering kali ia menabrak orang namun ia tak peduli. Yang ada di pikirannya sekarang adalah menjauh dari tempat itu –dan dari wanita itu.

 

 

Tiba-tiba saja langkah Kyuhyun terhenti saat dilihatnya sosok wanita di poster itu tengah berdiri tepat dihadapannya. Wanita itu menatapnya lekat kemudian tangannya meraih mulutnya dan menyobeknya kasar. Darah mengalir dari sana. Mata wanita itu memutih. Wanita itu semakin menarik mulutnya hingga wajahnya sobek dan hancur.

 

Kyuhyun berteriak dan berlari panik. orang-orang di sekelilingnya menatapnya heran namun ia tak peduli. Ia berlari memasuki lift dan memencet tombol lantai 1. Namun tiba-tiba lift yang ia naiki mendadak bergetar hebat. Lampu di lift itu padam. Kyuhyun semakin panik. Tangannya meraba-raba kesekeliling lift.

 

“Buka…!!” teriak Kyuhyun seraya menggedor pintu lift tersebut, “Tolong…!!!”

 

Kyuhyun menyalakan ponselnya. Seketika cahaya ponsel tersebut menerangi ruang sempit lift tersebut. Namun Kyuhyun sadar ia tak sendiri. Takut-takut ia menoleh ke belakang.

 

“AAAA….”

 

Sosok wanita tua itu dengan sangat jelas, berada tepat di belakangnya dan dalam posisi tergantung di langit-langit lift. Kyuhyun terus menggedor dan berusaha membuka pintu lift tersebut. Berhasil.

 

Bergegas ia ingin keluar, namun tiba-tiba saja sosok wanita itu sudah berada dihadapannya.

 

“AAAA….”

 

BUG

 

Pintu lift itu kembali tertutup secara otomatis dengan Kyuhyun yang masih berada di dalamnya.

 

 

TBC

5 thoughts on “FF Horor | COMING SOON | Remake KyuMin Ver. | BL | CHAPT 2”

  1. Oh… Jadi itu alasan kenapa kyuhyun di putusin sungmin.. *manggut2*

    ceritanya serem tapi bikin penasaran…

    Lanjut lagi….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s