FF KyuMin GS | Past And Future | PART 5


A KYUMIN FANFICTION

.

Past And Future

.

Written by Sevy Lelibriani © 2013

.

Disclaimer : All casts in this fict belong to God, their parents, and of course themselves. But, all plot and story of this fict originally MINE.

.

Warning : GS | Bad Diction | OOC | typo (es) | Time-Travel story | cerita pasaran | Don’t Like Don’t Read!

Bash or flame are not allowed here

.

.

Genre : Fantasy, Romance, Hurt/Comfort

.

Rate : T

.

Happy Reading

.

.

Nyonya Cho kini tampak memandang tajam kearah Kyuhyun —yang seolah tak peduli dengan amarah sang Umma dan Sungmin yang tampak menundukkan kepalanya tak berani memandang Nyonya Cho. Nyonya Cho menatap angkuh pada Sungmin seolah menilai. Tampak jelas sekali kilatan tak suka di mata yeoja paruh baya itu. Kyuhyun mendengus kesal saat menyadari tatapan meremehkan yang di layangkan sang Umma pada Sungmin yang kini masih belum mau mengangkat wajahnya.

“Umma, bisakah kau berhenti menatapnya seperti itu? Kau menakutinya,” ujar Kyuhyun tenang sembari menatap penuh simpati kearah Sungmin.

“Jelaskan pada Umma, apa maksud dari semua kejadian tadi? Benar-benar tak bermoral,” desis Umma Kyuhyun dengan nada dingin yang sanggup membuat Sungmin bergetar takut. Sementara itu Kyuhyun kini tampak memutar bola matanya jengah sembari mendengus tak suka.

“Tak bermoral? Memang apa yang aku lakukan?” Tanya Kyuhyun tak terima. Hey, yang benar saja? Dia bahkan tidak melakukan apa pun pada Sungmin. Setidaknya belum…

“Kau masih bertanya apa yang kalian lakukan? Oh, aku tak dapat membayangkan apa yang terjadi jika aku tak segera menghentikan kalian,” dengus Nyonya Cho angkuh,

“Dan kau,” tunjukknya pada Sungmin, “Yeoja macam apa kau datang ke rumah namja malam-malam begini, hah? Sebaiknya kau segera pulang dan jangan bertemu lagi dengan putraku,” titah Umma Sungmin seraya menatap sebal pada Sungmin yang masih belum berani untuk menatap Sang Nyonya Besar.

“A…Aku…” akhirnya Sungmin mencoba memberanikan diri untuk membuka suara, namun sayangnya hanya ucapan tergagap yang keluar. Entah kenapa lidahnya begitu kelu saat ini. Melihat wajah Sungmin yang memucat ketakutan, sontak Kyuhyun merasa hatinya seperti tercubit. Ia menatap dalam pada yeoja itu setelah itu beralih menatap Umma-nya.

“Dia tidak akan kemana-mana, Umma,” jawab Kyuhyun dingin seolah menentang Ummanya. Nyonya Cho cukup tersentak mendengar nada bicara putranya itu. Sejak kapan putranya yang penurut jadi pembangkang seperti ini? Bahkan berani menggunakan nada sedingin itu ketika berbicara padanya, pikirnya.

“Apa maksudmu Cho Kyuhyun?” Tanya Nyonya Cho was-was.

“Sungmin tinggal bersamaku, Umma…” jawab Kyuhyun mantap tanpa menghiraukan ekspresi Sungmin yang semakin memucat serta raut tak percaya ibunya.

“Kau! Berani sekali kau tinggal berdua dengan gadis yang tidak jelas asal usulnya! Seharusnya aku dulu tak membiarkanmu tinggal sendirian Cho Kyuhyun!” ujar Nyonya Cho geram. Benar-benar sulit dipercaya. Putranya yang begitu ia banggakan mampu berbuat seperti ini. Tinggal dengan seorang gadis hanya berdua? Hey, ingat di jaman ini wanita sangat di tuntut untuk menjunjung tinggi harga dirinya. Dan apa yang dilakukan yeoja tak jelas itu? Dimana harga dirinya sampai mau mau saja tinggal bersama namja yang bukan suaminya? Batin Nyonya Cho seraya menatap rendah pada Sungmin.

“Dan kau! Gadis macam apa kau sampai mau maunya kau tinggal bersama namja yang bukan suamimu? Dimana harga dirimu, hah?” DEG, jantung Sungmin berdegup kencang mendengar kata-kata Nyonya Cho. Wajahnya memanas. Sekuat tenaga ia menahan diri agar air matanya tak tumpah. Kyuhyun yang menyadari keadaan Sungmin, kini menatap iba pada gadis itu.

“Cukup Umma! Sungmin bukan seperti yang kau katakan! Dia yeoja baik-baik!” bantah Kyuhyun. Nyonya Cho sesaat nampak tersentak mendengar bentakan Kyuhyun.

“Kau bahkan berani membentak Umma-mu sendiri? Kau bilang yeoja baik-baik? Yeoja baik-baik mana yang akan diam saja ketika ada seorang namja yang hendak menciumnya? Belum lagi aku tak tahu apa saja yang kalian lakukan selama ini, bukan?” balas Nyonya Cho tak kalah tajam.

“Umma kau salah paham… kami tak pernah melakukan seperti apa yang kau tuduhkan itu. Sungmin… dia wanita baik-baik Umma. Dia… dia temanku,” jawab Kyuhyun ragu. Nyonya Cho menatap menyelidik pada putranya itu.

“Teman?”

“Ne, teman! Dia… dia berasal dari Jepang, Umma… Umma ingat tidak kalau minggu lalu di Jepang terjadi gempa bumi? Keluarga Sungmin menjadi korban Umma dan dia kini tinggal sebatang kara. Sebagai teman yang baik tentu aku harus menolongnya, ‘kan?” kebohongan Kyuhyun terasa begitu lancar. Entah dari mana ia belajar mengarang bebas seperti itu. Yang pasti kebohongannya itu sedikit membantu sekarang. Setidaknya tatapan Nyonya Cho pada mereka sudah tak segalak tadi.

“Benarkah? Lalu mau sampai berapa lama dia disini?” Tanya Nyonya Cho masih dengan nada dinginnya.

“Kami… kami masih belum tahu pasti Umma. Nanti kalau keadaan sudah membaik baru aku tenang membiarkannya pergi,” jawab Kyuhyun, ada sedikit perasaan tak rela ketika ia mengatakan itu.

“Baiklah, aku membiarkanmu tinggal disini untuk sementara waktu. Tapi jangan coba-coba untuk menggoda putraku,” ujar Nyonya Cho masih menatap Sungmin tak suka kemudian beranjak pergi ke kamar kosong yang biasa ia gunakan ketika menginap di mansion Kyuhyun ini.

.

.

“Min…” panggil Kyuhyun lirih. Sungmin kini mulai berani mengangkat pandangannya. Mata gadis itu sedikit sayu dan memerah. Wajahnya juga pucat. Membuat perasaan bersalah seketika melingkupi Kyuhyun.

“Min, maafkan Umma-ku. Dia memang seperti itu, jangan kau ambil hati, ya?” ujar Kyuhyun lembut seraya mengusap rambut Sungmin perlahan. Ia harap tindakannya dapat sedikit menghibur dan membuat Sungmin menjadi tenang. Sungmin menggeleng pelan,

“Tidak, Kyu. Umma-mu benar. Gadis macam apa aku, bisa-bisanya tinggal berdua dengan laki-laki yang bukan suamiku. Tapi, kalau boleh jujur, ini semua bukan kemauanku, Kyu. Aku juga tak tahu kenapa aku bisa sampai disini dan bahkan, aku tak tahu bagaimana caranya agar aku bisa pulang,” ujar Sungmin lirih.

“Sudahlah, kau tak perlu memikirkan itu. Kau bebas tinggal disini selama yang kau mau,” ujar Kyuhyun lembut.

.

~oOo~

.

Pagi ini sebisa mungkin Sungmin berusaha untuk bangun pagi-pagi buta. Biar bagaimana pun ada ibu Kyuhyun disini, jika ia bangun seenaknya seperti hari-hari sebelumnya apa tanggapan ibu Kyuhyun? Bisa-bisa Nyonya Besar itu lebih murka dari kemarin. Buru-buru ia berjalan ke ruang makan. Disana sudah ada Kyuhyun yang duduk dan tersenyum ramah padanya.

“Tumben kau sepagi ini sudah bangun,” ledek Kyuhyun sambil terkekeh pelan. Sungmin mendengus kesal kemudian mengambil tempat duduk di samping kanan Kyuhyun.

“Tentu saja. Aku tak mau di sumpah serapahi Umma-mu pagi-pagi begini,” jawab Sungmin ketus, seketika guratan perasaaan bersalah tercipta di raut tampan Kyuhyun.

“Hmm, bagaimana tanganmu? Sudah tak perih lagi, ‘kan?” Tanya Kyuhyun mengalihkan pembicaraan mereka sebelumnya. Ia menatap lekat tangan Sungmin yang melepuh kemarin. Sepertinya sudah agak mendingan.

“Sudah mulai membaik, kok. Tidak lama lagi pasti akan sembuh,” jawab Sungmin seraya tersenyum.

“Min, aku rasa kau harus berhenti saja dari tempat kursus itu. Aku tak mau kejadian seperti kemarin terjadi lagi. Bisa saja mereka melakukan hal yang lebih parah daripada sekedar menyirammu minyak panas,” ujar Kyuhyun. Raut khawatir terpampang jelas di wajahnya.

“Tapi, Kyu—”

“Sudahlah, Min. Kau turuti saja kata-kataku, aku berjanji setiap weekend dan jika aku ada waktu luang, aku akan mengajakmu jalan-jalan,” bujuk Kyuhyun lagi. Entah kenapa ia merasa begitu bertanggung jawab pada gadis ini.

“Benarkah? Baiklah kalau begitu,” jawab Sungmin riang.

Tak berapa lama kemudian Nyonya Cho muncul dan segera menuju meja makan menghampiri Kyuhyun dan Sungmin. Kyuhyun dan Sungmin sontak terdiam seolah tidak ada apa-apa.

Tampang Nyonya Besar itu masih sama seperti kemarin ketika menatap Sungmin, entah kenapa ia merasa begitu tak suka pada Sungmin.

“Ehm, Umma, aku lupa menanyakan tujuan kedatangan Umma kemari. Tentu bukan cuma sekedar menjengukku, ‘kan?” Tanya Kyuhyun memecah keheningan.

“Kau tidak tahu? Sepupumu, Hyukjin akan menikah tiga hari lagi. Pria yang dipilihkan orangtua Hyukjin benar-benar tepat. Tidak seperti si guru memasak yang selalu mengejar-ngejar Hyukjin itu. Aku jadi ingin cepat-cepat melihatmu menikah juga,” jawab Nyonya Cho tanpa memperdulikan ekspresi Kyuhyun dan Sungmin yang melongo tak percaya sekarang.

Hyukjin akan menikah… Lalu bagaimana dengan Dongjae?

.

~oOo~

.

Hyukjin tampak terisak kini sementara Sungmin berusaha menenangkannya dengan mengusap lembut bahunya. Tak jauh dari mereka tampak Dongjae yang terdiam tanpa ekspresi. Tatapannya kosong namun raut terluka tampak begitu jelas terpampang di wajah tampan itu. Di samping Dongjae, Kyuhyun tampak menjambak frustasi rambutnya sendiri. Hyukjin adalah sepupu yang paling dekat dengannya, sedangkan Dongjae adalah sahabatnya sejak dulu. Ia begitu mendukung hubungan kedua orang ini, karena ia tahu bagaimana perjuangan Dongjae dulu untuk mendapatkan hati Hyukjin. Dan sekarang, hanya karena sebuah perjodohan konyol, mereka harus berpisah. Kyuhyun menggeram tak terima. Namun apa yang bisa ia perbuat?

Sebagian besar orang-orang di jaman ini memang menikah karena hasil perjodohan yang di rencanakan oleh orangtua mereka. Karena itulah Hyukjin dan Dongjae tak dapat berbuat apa-apa selain menerimanya.

“Chagiya~ aku mohon jangan menangis lagi,” ujar Dongjae seraya mendekati Hyukjin yang masih menangis sesenggukan di pelukan Sungmin. Perlahan ia melepaskan diri dari pelukan Sungmin dan beralih ke pelukan Dongjae. Dongjae memeluk Hyukjin erat seolah inilah saat terakhir kebersamaan mereka.

Tanpa terasa air mata menetes di pipi Sungmin, buru-buru Sungmin menarik tangan Kyuhyun dan menyeretnya pergi meninggalkan sepasang kekasih tersebut.

“Kajja, kita pergi. Biarkan mereka bicara berdua,”

.

~oOo~

.

“Kau tidak bekerja, Kyu?” Tanya Sungmin ketika mereka sudah berlalu dari hadapan Dongjae dan Hyukjin. Kyuhyun membawanya ke subuah danau yang sepi namun asri. Tempat yang betul-betul menenangkan.

“Tidak. Aku pikir lebih baik aku menemanimu disini. Kurasa suasana hatimu juga tak begitu baik, ‘kan?” ujar Kyuhyun tanpa memandang Sungmin.

“Ya, kau benar. Aku merasa, Dongjae dan Hyukjin itu sangat serasi. Kenapa dunia begitu tak adil pada mereka?” ujar Sungmin dengan suara bergetar. Padahal ia baru mengenal Hyukjin dan Dongjae, tapi entah kenapa ia merasa begitu dekat dengan kedua pasangan itu. Merasa begitu menyayangi mereka layaknya saudara.

“Kau harus tahu, Min. Di keluarga kami, tidak mengenal kata saling mencintai atau tidak. Hampir semua anggota keluarga kami menikah karena hasil perjodohan. Terkesan hidup kami terlalu diatur bukan? Namun itulah keluarga kami, dan malangnya aku dan Hyukjin yang jelas-jelas menentang aturan perjodohan seperti itu harus terlahir di tengah-tengah keluarga yang begitu kuat akan tradisi perjodohannya,” ujar Kyuhyun sambil tersenyum miris. Ia sadar, sebentar lagi akan tiba gilirannya. Tapi entah kenapa niat untuk memberontak begitu kuat mengakar dalam dirinya.

“Benarkah? Jadi kau juga akan di jodohkan dan… menikah?” Tanya Sungmin lirih. Hey, ada apa dengan nada bicaranya? Seketika seringai jahil muncul di wajah Kyuhyun.

“Kenapa? Kau tak rela, ya jika aku di jodohkan dan menikah? Kau menyukaiku, ya?” Tanya Kyuhyun sambil tersenyum jahil. Sontak wajah Sungmin memerah salah tingkah. Bergegas ia beranjak dari duduknya dan menjauh dari hadapan Kyuhyun. Namun Kyuhyun masih tak menyerah, ia bangkit kemudian menyusul Sungmin,

“Percaya diri sekali kau Cho Kyuhyun! aku sama sekali tidak menyukaimu!” bantah Sungmin sambil terus berjalan.

“Ah, benarkah? Tapi aku yakin kalau kau menyukaiku. Kau benar-benar tak menyesal jika aku menikah dengan orang lain?” ujar Kyuhyun sambil masih terus menggoda Sungmin yang wajahnya sudah semerah tomat.

“Tidak!” jawab Sungmin kencang. Sontak tawa Kyuhyun meledak melihat ekspresi Sungmin yang menurutnya berlebihan.

“Dasar Cho gila!”

.

~oOo~

.

Sudah tiga hari berlalu, pernikahan Hyukjin telah di laksanakan. Sepanjang pernikahan itu, Hyukjin tak banyak bicara, bahkan tersenyum pun ia enggan. Wajahnya tampak memucat, tidak seperti pengantin wanita kebanyakan, yang begitu bahagia saat momen-momen pernikahannya, Hyukjin justru kebalikannya. Ia murung sepanjang hari.

Sedangkan Dongjae? Namja itu hadir di pernikahan itu. Namun ia hanya dapat memandang sang kekasih dengan wajah sedih. Kyuhyun dan Sungmin memandang kedua pasangan itu dengan raut sendu. Mereka tahu benar bagaimana perasaan kedua orang itu.

Tak berapa lama setelah menyaksikan bahwa gadisnya kini telah resmi menjadi milik orang lain, Dongjae bergegas pergi dari tempat itu. Kejadian hari itu membuatnya benar-benar terpukul.

.

.

.

Usai pernikahan Hyukjin, Kyuhyun mendapat kabar bahwa Dongjae memutuskan untuk pindah ke luar negeri. Kyuhyun mengernyit heran akan keputusan Dongjae, kenapa tiba-tiba saja namja itu memutuskan untuk pergi dari kehidupan masa lalunya?

Lambat laun akhirnya di ketahui bahwa alasan Dongjae pergi adalah, ia ingin menghindari perjodohan yang telah di rancang orangtuanya. Selain itu, ia juga memutuskan untuk pergi dari kehidupan lamanya, agar bisa merelakan Hyukjin untuk namja lain. Dongjae bilang ia tak akan sanggup jika terus-terusan melihat Hyukjin yang kini telah bersanding dengan namja selain dirinya.

Hyukjin yang mengetahui keputusan sepihak Dongjae yang tiba-tiba sontak merasa begitu terguncang dan terpukul. Ia tak menyangka Dongjae akan pergi meninggalkannya dengan cara seperti ini. Sosok ceria Hyukjin sudah tak terlihat lagi sekarang. Sekarang ia jadi lebih pemurung dan sensitive. Setiap hari ia lebih banyak melamun bahkan ia memutuskan berhenti dari tempat kursusnya. Tak jarang Sungmin yang kadang menjenguknya, memergokinya tengah menangis seorang diri. Suami Hyukjin pun tampaknya tak terlalu mempedulikannya, ia terlalu sibuk bekerja sepertinya. Mengabaikan Hyukjin yang saat ini benar-benar butuh perhatian.

.

~oOo~

.

Pagi ini Sungmin terbangun pagi-pagi sekali. Ia bergegas keluar kamarnya dan berjalan menuju dapur. Sungmin melihat Sang Nyonya Besar kini tengah sibuk menyiapkan sarapan tanpa bantuan maid yang biasanya telah siaga disana. Bergegas Sungmin menghampiri Nyonya Cho dan berniat membantunya. Namun Nyonya Besar itu malah tak menghiraukannya, bahkan menoleh kearahnya saja tidak. Sejujurnya Sungmin benar-benar tak betah berada dalam situasi ini. Keadaan begitu canggung. Setiap kali ia mencoba untuk beramah tamah dengan Nyonya Cho, hanya dengusan dan jawaban sinis, ‘lah yang ia dapatkan. Terkadang Sungmin berpikir, sebenarnya apa salahnya hingga Nyonya Cho ini begitu membencinya?

“Apa kau bisa memasak?” Tanya Nyonya Cho tiba-tiba. Sungmin tersentak tak percaya. Nyonya sombong ini mengajaknya berbicara lebih dahulu?

“Aku… aku tidak pandai memasak, Ahjumma. Tapi aku sangat ingin belajar, jadi… bolehkah aku melihatmu memasak sekalian membantumu?” Tanya Sungmin penuh harap. Ia berharap Nyonya Cho bisa sedikit menerima keberadaannya.

“Cih, Kau yeoja. Tapi kau tidak bisa memasak? Kasihan sekali namja yang akan jadi suamimu kelak,” ujar Nyonya Cho sinis. Sungmin tersenyum lembut, walaupun ucapan Nyonya Cho terkesan sinis, namun ia bisa merasa ada sedikit nada penerimaan disana. Setidaknya ini masih lebih baik daripada di abaikan. Bukankah ini awal yang baik untuk memperbaiki hubungannya dengan Nyonya sombong ini?

“Kenapa kau malah tersenyum?” Tanya Nyonya Cho heran. Sungmin menggeleng pelan.

“Aniya~ aku bahkan belum memikirkan pernikahan, Ahjumma,” ujar Sungmin sambil terkekeh kecil.

“Aigoo… cepatlah mencari calon suami sebelum kau menjadi perawan tua…” ujar Nyonya Cho sambil terus memasak.

“Eh… Kyuhyun kemana Ahjumma? Tumben sekali dia jam segini belum bangun…” Tanya Sungmin heran seraya lihat ke sekeliling ruangan. Namun sama sekali tak mendapati tanda-tanda keberadaan Kyuhyun disana.

“Dia sudah berangkat pagi-pagi sekali. Katanya ada urusan penting,” jawab Nyonya Cho datar, Sungmin hanya mengangguk paham.

TING TONG

“Sepertinya ada tamu. Cepat kau buka pintu sana!” titah Nyonya Cho, tanpa banyak bicara Sungmin bergegas menuju pintu depan.

.

.

.

.

“Kau…” Sungmin menatap tak percaya sosok yeoja yang kini tengah berdiri dengan angkuhnya di hadapan Sungmin. Senyum penuh kemenangan tercetak jelas di wajah yeoja itu. Sungmin masih ingat betul siapa gadis ini. Gadis inilah yang mendorongnya dengan sengaja ketika latihan memasak sehingga tangannya tersiram minyak panas.

“Ternyata kau masih mengingatku Lee Sungmin~” ujar gadis itu sinis sambil memandang rendah tangan Sungmin yang masih terdapat luka bekas melepuh disana.

“Aigoo… Hyerin-ah… ternyata kau, chagi~” suara Nyonya Cho sontak menghentikan suasana dingin diantara mereka. Nada suaranya sangat ramah. Sangat berbanding terbalik jika dengan Sungmin. Sebersit rasa iri melintas di hati Sungmin. Namun ia tak mau memusingkannya. Toh, dia bukan siapa-siapa disini, hanya orang asing yang menumpang tempat tinggal.

“Umma~” ujar yeoja itu manja sembari memeluk erat tubuh Nyonya Cho. Sungmin tampak menatap heran pada mereka berdua.

“Ah, Sungmin-ah. kau tentu bertanya-tanya bukan siapa wanita cantik ini? Dia adalah Jang Hyerin, calon menantuku,” ujar Nyonya Cho bangga.

“Maksud Ahjumma?” Tanya Sungmin bingung.

“Maksudku. Aku berniat menjodohkan Kyuhyun dengan Hyerin. Bukankah mereka sangat cocok?”

TBC

.

~oOo~

.

29 thoughts on “FF KyuMin GS | Past And Future | PART 5”

  1. yaa kann ~huh
    yaelah kisahnya haehyuk miris banget dijodohin sama org lain sementara mereka saling cinta

    ummanya kyu kayak gak suka gitu sama ming , pake mau njodohin kyu sama org lain lagi -___-

  2. Ksian bget hyukjin ama dongjae. Bneran kejam tuh kluarga nya.

    Hahaa… Nie umma nya kyu bner2 ngeselin ya??!! Awas aja klo kyu ampe d jodohin ama thu cwe jahat. Tag masuk’in k got Luu…
    Kekeke~

  3. Hueee sebelumnya lupa review yang pengepungan tepatnya si pengeroyokan minnie sampai terjadi hal spt… rasanya berat deh untuk terus melanjutkan hubungan dengan kyu meskipun belum secara terus terang… perbedaan tahun juga jadi masalah.
    umma kyu ga suka sama minnie n mau jodohin kyu sama hyerin… kyu pasti sudah tau ya soal ini? trus gimana reaksi minnie? duh pengen rasanya minnie ak tarik kembali ke tahunnya T.T

  4. aishh.. eomma ny emang bikin kesel ajaa.. serem amat…. -_-
    andwae!!! kyu ga blh nikah sma tu yeoja gilaaa, hyerin…

    waduuuh.. pnasaran nih..
    lnjut bacaaaa😀

  5. aiiihh hyerin yang dorong ming oppa, koq bisa dijadi.in tunangan.na kyu oppa, nyonya Cho, biarkan kyu oppa milih ming oppa dong Dx

    kasian hyukjin yee, keinget hyuk oppa Dx

  6. Kasian bgt hyukjin sma dongjae..T_T
    what?? Kyuhyub di jodohin jg? Mana sama cwe yg waktu itu lagi,, Kasian umin dong..

  7. Sepertinya sungmin udah mulai cemburu nich…
    Hyukjin kasian amat yach,,,nasib cintanya tragis banget c…

  8. Aigoo.. Miris banget kisah cinta nya Hyukjin ama Dongjae, kasian banget mereka😥
    Nyonya Cho kenapa pake ga suka ama Ming sih, kasian Ming😦
    Fighting KyuMin ^^

  9. huwah kasian kisah hyukjin ma dongjae..semoga dimasa depan mereka berjodoh… lalu gimana nasib kyuhyun ma sungmin apa mereka bakal pisah..huweee rintangannya berat banget..udah gak disetujuin ma omma kyu..trus berbeda zaman lagi…

  10. ah.. si nyonya cho gak setuju dan ketus bnget hmmmm… kasian hyukjin . kyuhyun bakal gitu juga ya.. aduh ternyata si ny.cho lebih milih si jahat jadi menantuny huuuuu

  11. Aigoo kisah cinta hyukjin dan dongjae gk berjalan mulus miris banget huuuuh. Omona kyu oppa akan dijodohkan lalu gmna nasib sungmin dong

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s