KyuMin Fict | It’s You [Sequel of Sorry] | GS | PART 3


A KYUMIN FANFICTION

.

It’s You

[Sequel of Sorry]

.

Written by Sevy Lelibriani © 2013

.

Disclaimer : All casts in this fict belong to God, their parents, and of course themselves. But, all plot and story of this fict originally MINE.

.

 

Warning : GS | Bad Diction | OOC | typo (es) | Don’t Like Don’t Read!

Bash or flame are not allowed here

.

 

Rate : T+

 

Happy Reading

.

 

-oOo-

.

Victoria tampak menatap nanar selembar kertas di genggamannya. Wajahnya memucat, dan tubuhnya menegang kaku. Matanya tampak memerah menahan tangis,

 

“Ini tak mungkin, ‘kan? Bagaimana bisa?” gumamnya bermonolog. Ingatannya berkelana ke kejadian dua minggu yang lalu. Yeoja berwajah oriental itu tampak menggelengkan kepalanya seolah menepis segala sesuatu yang kini telah hinggap di pikirannya.

 

“Tenang, Vicky-ya… kau pasti bisa menemukan cara untuk menyelesaikan semua ini.” Gumamnya lagi seraya melipat kertas itu dan memasukkannya kedalam tasnya kemudian melangkah pergi.

 

-oOo-

 

Kyuhyun berjalan tergesa memasuki apartemennya, bayangan akan Sungmin yang kini marah padanya terus mengusik pikirannya. Sungguh, ia tak sanggup jika Sungmin benar-benar marah padanya. Suara napasnya kian memburu, dan langkah kakinya semakin cepat.

 

CKLEK

 

“Min, Min-ah… kau dimana, chagi?” tariak Kyuhyun begitu ia sudah masuk ke dalam apartemennya. Ditelusurinya setiap sudut apartemen itu. Lampu telah menyala, ia yakin pasti Sungmin ada disini –setidaknya itu yang ia pikirkan-. Bergegas Kyuhyun berjalan menuju kamar mereka berharap Sungmin telah menunggunya disana, dan benar saja. Sungmin kini tampak berbaring memunggungi Kyuhyun. Kyuhyun menghela napasnya berat. Ia bersyukur ternyata Sungmin ada disini, namun ia juga takut Sungmin akan marah padanya. Perlahan didekatinya istrinya itu dan mengusap rambutnya lembut. Namun tanpa diduga Sungmin malah menepis kasar tangan Kyuhyun yang tadi membelainya. Kyuhyun tampak terbelalak kaget. Rupanya Sungmin benar-benar marah padanya.

 

“Min… aku-”

 

“Kalau memang kau tidak benar-benar mencintaiku dan merasa terpaksa harus menikah denganku, aku tak masalah, Kyu. Bahkan jika kau mau kau boleh menceraikanku.” Ujar Sungmin dingin tanpa menoleh kearah Kyuhyun. tubuh Kyuhyun seketika menegang. Giginya bergemeletuk dan tangannya terkepal erat seolah tengah menahan amarah yang begitu besar.

 

“Apa yang kau katakan Cho Sungmin? jaga bicaramu.” Desis Kyuhyun geram. Mendengar nada marah dari suara Kyuhyun, sontak Sungmin mulai beranjak bangun dan mendudukan tubuhnya menghadap Kyuhyun yang kini wajahnya telah memerah diliputi emosi.

 

“Kurasa kau sudah mendengarnya dengan jelas, Kyu. Kalau kau memang ingin menceraikanku-”

 

“Berhenti bicara Cho Sungmin! harus berapa kali kubilang kalau aku mencintaimu. Kenapa kau begitu sulit untuk percaya padaku?” teriak Kyuhyun kalap. tubuh Sungmin mulai bergetar. Ini pertama kalinya ia mendengar Kyuhyun berbicara dengan nada sekeras itu.

 

“Kau yang membuatku sulit untuk mempercayaimu, Kyu…” lirih Sungmin seraya menahan isakannya, tak ayal kini suara bergetarlah yang keluar. Hati Kyuhyun terenyuh melihat Sungmin yang sepertinya ketakutan akibat bentakannya tadi. Selain itu, jujur kata-kata yang Sungmin lontarkan barusan begitu menusuk hatinya. Ya, dirinyalah yang sepatutnya disalahkan karena tak bisa bersikap tegas. Jika saja ia tegas, maka semua ini tak akan terjadi. Perlahan di rengkuhnya pundak Sungmin seraya menatap dalam pada wanita itu,

 

“Mianhae, Ming… aku memang bukan suami yang baik-”

 

“Kalau begitu kau bisa menceraikanku, Kyu!” tak ayal kata-kata Sungmin itu membuat emosi Kyuhyun kembali tersulut,

 

“BERHENTI MENGATAKAN HAL ITU, SUNGMIN! KARENA SAMPAI KAPANPUN AKU TAK AKAN MENCERAIKANMU!” teriak Kyuhyun penuh amarah. Emosi  Sungmin pun ikut tersulut,

 

“Kau serakah Cho Kyuhyun! kau tak mau menceraikanku sementara kau tetap menjalin hubungan dengan kekasihmu itu. Aku mebenchhmmpph…”

 

Ucapan Sungmin seketika teredam akibat bungkaman dari bibir Kyuhyun. Kyuhyun melumat bibir itu dengan kasar seolah tengah menyalurkan emosinya yang kini benar-benar tersulut. Sungmin dengan sigap berusaha memberontak namun sia-sia. Tenaga Kyuhyun terlampau kuat sehingga kini ia hanya bisa pasrah dan tak membalas. Marasa Sungmin telah tenang, perlahan Kyuhyun mulai memperlembut ciumannya. Diusapnya tengkuk Sungmin perlahan agar gadis itu merasa rileks. Merasa Sungmin sudah rileks, Kyuhyun pun semakin memperdalam ciumannya. Tanpa sadar Sungmin kini tengah ikut memejamkan matanya seraya meremas lembut rambut ikal Kyuhyun. perlahan-lahan ia mulai mengimbangi permainan Kyuhyun.  tak terasa kini pasokan oksigen mereka mulai menipis,

 

“Sshsessak, Cukkhup…” mohon Sungmin menahan desahannya. Ia benar-benar membutuhkan oksigen saat ini. Dengan berat hati, Kyuhyun mulai melepas ciumannya dibibir manis itu.

 

“Ku mohon, Sungmin-ah, jangan berbicara seolah aku masih mengharapkan wanita itu. Dia hanya masa laluku. Yang kucintai sekarang hanyalah kau…” ujar Kyuhyun lembut.

 

“Tapi kau menciumnya di kantormu. Aku melihatnya!” bantah Sungmin lagi. Namun kali ini bukan ekspresi marah seperti tadi yang ia perlihatkan, melainkan ekspresi merajuk yang membuat Kyuhyun ingin ‘memakan’ gadis itu sekarang juga.

 

“Ck, kau harus percaya padaku, sayang. Dia itu gila. Dia yang menciumku, aku bahkan sudah terang-terangan menolaknya.” Jelas Kyuhyun.

 

“Tapi tetap saja kalian berciuman, ‘kan?” rajuk Sungmin lagi. Tiba-tiba sebuah seringai mulai terukir diwajah tampan Kyuhyun,

 

“Ya, tentu saja. Kami memang berciuman tadi.” Ujar Kyuhyun enteng. Sungmin semakin menekuk wajahnya kesal,

 

“Karena itu aku butuh bantuanmu sekarang.” Lanjut Kyuhyun lagi. Sungmin tampak menatapnya heran.

 

“Membantumu apa?”

 

“Hilangkan jejak bibirnya dibibirku menggunakan bibirmu, chagiya~” ujar Kyuhyun seraya mendesah. Sontak wajah Sungmin merona. Lagi-lagi sifat mesum Kyuhyun kambuh.

 

“Ta-tadikan sudah.”

 

“Tidak cukup. Kau harus melakukannya lagi.” Ujar Kyuhyun seraya menyeringai mesum.

 

“Tidak mau! Kau pervert, Kyu!”

 

GREP

 

“Aku tak suka dibantah, Ming~” ujar Kyuhyun seraya menindih tubuh Sungmin.

 

 

Dan beberapa saat kemudian, terdengarlah suara desahan dan erangan saling bersahutan dari arah kamar mereka.

 

-oOo-

 

Sungmin tampak mengerjapkan matanya begitu dirasanya sinar matahari menembus retina matanya. Tubuhnya menggeliat berusaha melemaskan syarafnya yang kaku. Rupanya Kyuhyun benar-benar ‘menghajar’nya habis-habisan semalam. Wajah Sungmin kembali memerah ketika mengingat kejadian semalam. Bisa-bisanya mereka bercinta begitu romantis setelah bertengkar hebat. Ditatapnya wajah Kyuhyun yang tampak kelelahan. Wajar saja. Ia sangat bekerja keras semalam, bahkan bisa dibilang kelewat semangat hingga membuatnya hampir tak tidur semalaman. Sungmin mengelus lembut wajah tampan itu.

 

Drrt… Drrt…

 

Sungmin terlonjak kaget dan segera menarik tangannya dari wajah Kyuhyun. diliriknya ponsel miliknya yang kini bergetar diatas meja nakas, bergegas diambil ponsel itu. Rupanya ada satu pesan masuk. Bergegas ia membuka pesan tersebut.

 

 

Sender : 010-978-XXX-XXX

To : 010-137-001-XXX-XXX

 

Sungmin-ssi, bisa kita bertemu?

Aku harap kau datang ke Joy Caffe pagi ini.

Aku menunggumu disana tepat pada pukul 9.

 

Sungmin mengernyitkan dahinya bingung. Nomor siapa ini? Kenapa orang ini ingin bertemu dengannya? Menepis rasa penasarannya. Sungmin pun memutuskan untuk menuruti kemauan orang ini untuk bertemu dengannya. Bergegas ia beranjak ke kamar mandi. Ia harus pergi sebelum Kyuhyun bangun. Jika tidak, pasti namja itu akan menanyainya macam-macam atau bahkan lebih parahnya namja itu akan bersikeras untuk ikut. Mengecup sekilas kening Kyuhyun ia bergegas beranjak dari sana.

 

 

-oOo-

 

Sungmin menyipitkan matanya ketika dilihatnya sesosok wanita berwajah oriental dan berambut pirang panjang kini tersenyum kearahnya. Sungmin ingat wanita itu. Itu Victoria, bukan? Kekasih –ah maksudku- mantan kekasih Kyuhyun. sedikit ragu, Sungmin mengarahkan langkah kakinya menuju meja yang telah di tempati Victoria.

 

“Kau yang mengirim pesan itu padaku?” Tanya Sungmin to the point. Victoria tampak tersenyum tipis seraya menyeruput jus alpukatnya.

 

“Kau benar. Aku yang mengirimnya.” Sungmin memicingkan matanya kesal. Wanita ini benar-benar menyebalkan menurutnya. Wanita itu terlihat begitu angkuh, dan menatap seakan meremehkannya.

 

“Ada keperluan apa kau memintaku kemari?”

 

“Hufft… sebelumnya aku ingin kau membaca ini terlebih dahulu.” Ujar Victoria sembari menyodorkan secarik kertas kepada Sungmin. sungmin tampak mengkerut bingung. Namun tak ayal diambilnya juga kertas tersebut dan membacanya perlahan. Rupanya itu hasil test laboratorium dari rumah sakit yang menyatakan bahwa Victoria kini tengah positif hamil. Entah kenapa hal itu membuat perasaan Sungmin sedikit tak enak. Untuk apa wanita ini menunjukan hal ini padanya?

 

“Lalu, apa hubungannya aku dengan kehamilanmu?” Tanya Sungmin bingung. Victoria tampak tersenyum meremehkannya,

 

“Kau mungkin memang tak ada hubungannya. Tapi suamimu jelas-jelas ada hubungannya dengan semua ini.” Ujar Victoria santai seraya menatap penuh kemenangan pada Sungmin yang kini tengah menatapnya bingung.

 

“Maksudmu…”

 

“Ya, anak ini adalah anak Kyuhyun. jadi aku harap kau bisa menjauh dari Kyuhyun. kau tak tega bukan, jika seorang anak lahir tanpa ayah? Anak ini juga harus tahu siapa ayahnya.” Ujar Victoria lagi dengan nada semeyakinkan mungkin. Perlahan, air mata Sungmin mulai menetes. Ia menggelengkan kepalanya kuat-kuat berharap ini hanya mimpi.

 

“Tidak. Kau pasti bohong. Bagaimana kalau ternyata itu bukan anak Kyuhyun?” bantah Sungmin. sontak Victoria mulai menegang namun cepat-cepat dirubahnya kembali ekspresinya menjadi datar.

 

“Jadi kau mau bilang kalau aku adalah wanita murahan yang bisa tidur dengan siapa saja, begitu?”

 

“Bisa saja, ‘kan?” ujar Sungmin tak mau kalah. Victoria tampak menegang sejenak. Rupanya Sungmin tak sebodoh dan sepolos yang ia pikirkan. Namun buru-buru ia mengganti ekspresi kagetnya dengan ekspresi angkuh.

 

“Kau memang bodoh Lee Sungmin-ssi. Kau tahu, kekasihku hanyalah Kyuhyun. bahkan kami sudah berpacaran jauh dari sebelum kau bertemu dengannya, dan dengan seenaknya kau merebutnya dariku. Kau bahkan tega membuat anak yang ku kandung tak memiliki ayah. Kau benar-benar perempuan jahat, Sungmin! dan sekarang kau malah memfitnahku dan mengatakan bahwa aku wanita murahan?” ujar Victoria seraya terisak. Ia harap hal ini akan membuat Sungmin benar-benar percaya dengan kata-katanya. Sungmin tampak terdiam, sepertinya ia masih bingung dengan semua kejadian ini. Melihat ekspresi muram Sungmin, Victoria semakin menyeringai. Ia tahu rencananya pasti akan berhasil kali ini.

 

 

“Aku harap kau bisa mengambil keputusan yang tepat, Sungmin-ssi. Kau tak tega, bukan kalau sampai bayi ini tak tahu siapa ayahnya? Bagaimanapun ini anak Kyuhyun. kau tak berhak memutuskan hubungan ayah dan anak.” Ujar Victoria lagi. Sungmin masih terdiam tak menjawab semua pernyataan Victoria. Apa yang harus ia lakukan sekarang?

 

 

“Ah, aku harus pergi. sampai jumpa, Lee Sungmin.” ujar Victoria lagi seraya beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menjauh. Setelah beberapa langkah ia berbalik dan tersenyum puas melihat Sungmin yang kini terdiam dengan wajah memucat.

 

 

“I got it.”

 

-oOo-

 

Sungmin melangkah memasuki apartemannya dengan wajah murung. Sedari tadi kata-kata Victoria selalu berkelebat dipikirannya. Victoria benar, dialah yang merebut Kyuhyun dari Victoria. Dia pula yang memisahkan Kyuhyun dengan darah dagingnya.

 

“Minnie-ya.. kau darimana, chagi?” tiba-tiba suara Kyuhyun membuyarkan semua pikiran Sungmin. namja itu tampak terburu-buru menyiapkan sesuatu. Sepertinya ia mau pergi.

 

“Aku, hanya jalan-jalan sebentar, Kyu. Kau mau kemana?” Tanya Sungmin berusaha agar terlihat biasa.

 

“Maafkan aku sayang. Tiba-tiba aku harus ke Busan selama seminggu. Kau tidak apa-apa, kan aku tinggal selama seminggu?” Tanya Kyuhyun dengan raut wajah bersalah. Sangat terlihat kalau ia begitu tak rela meninggalkan Sungmin. sungmin hanya tersenyum miris seraya mengangguk.

 

“Hmm, Kyu. Ada yang ingin aku tanyakan padamu.” Ujar Sungmin ragu seraya membantu suaminya membereskan barang-barang apa saja yang akan Kyuhyun bawa.

 

“Kau ingin bertanya apa, hm?”

 

“Apa… apa kau suka anak kecil?” Tanya Sungmin perlahan.

 

“Sebenarnya tidak terlalu. Tapi jika itu anakku pasti aku akan sangat menyayanginya. Kenapa? Kau ingin memberiku anak?” Tanya Kyuhyun seraya menyeringai menatap Sungmin.

 

“Jadi begitu, ya…” ujar Sungmin lirih hingga hampir mirip sebuah dengungan. Pandangannya menerawang kosong.

 

‘Kau pasti bahagia, Kyu. Kau akan punya anak, walaupun bukan anak dariku.’ Batin Sungmin.

 

-oOo-

 

Sudah lima hari semenjak hari dimana Kyuhyun pergi ke Busan. Sungmin tinggal sendirian di apartemennya. Hampir setiap hari ia habiskan dengan memikirkan masalah Kyuhyun dan Victoria. Ia marah, jelas ia marah. Namun ia tak bisa melampiaskannya, ia tahu kalau tak berhak marah karena tidak sepenuhnya itu semua kesalahan Kyuhyun ataupun Victoria.

 

TING TONG

 

Sungmin berjengit kaget mendengar suara bel. Tumben sekali ia kedatangan tamu. Bergegas ia beranjak kearah pintu depan seraya tak lupa menghapus jejak-jejak air matanya. Sungmin mengernyit tak suka. Rupanya Victoria,lah tamunya. Yeoja itu tampak tersenyum seolah tak ada beban.

 

 

“Victoria-ssi…”

 

“Annyeong, Sungmin-ssi. Aku dengar Kyunnie pergi ke Busan.” Ujar Victoria berbasa-basi.

 

“Ne, ada perlu apa kau kemari?” Tanya Sungmin datar. Victoria berjalan memasuki apartemen Sungmin dan melihat-lihat sekelilingnya seolah tengah menilai apartemen tersebut. sikap Victoria yang ‘sok’ itu jelas membuat Sungmin mendengus tidak suka.

 

“Kau datang kemari tentunya bukan hanya untuk melihat-lihat apartemenku, ‘kan Victoria-ssi?” desis Sungmin tak sabar. Victoria segera berbalik menatap Sungmin dan tersenyum menantang.

 

“Tentu saja bukan. Aku hanya ingin memastikan, apakah kau sudah memberi tahu tentang keberadaan anak ini pada Appa-nya.” Perkataan Victoria tersebut sontak membuat kuping Sungmin terasa panas. Sepertinya Victoria sengaja memanas-manasi Sungmin yang saat ini emosinya memang sedang labil.

 

“Pergilah.” Ujar Sungmin dingin.

 

PLAK

 

“Kau benar-benar wanita tak tahu diri Lee Sungmin! akan kupastikan Kyuhyun akan meninggalkanmu lebih cepat!” ujar Victoria kalap.  pipi Sungmin berdenyut nyeri akibat tamparan Victoria. Namun ia tak mau kalah, sebelum Victoria menyadarinya, buru-buru ia menarik dan menjambak rambut wanita berwajah oriental itu. Victoria menjerit kesakitan, namun itu tak lama. Kembali Victoria melumpuhkan pertahanan Sungmin. ia kembali menampar wajah Sungmin dan mendorong gadis itu kuat hingga membentur tembok dibelakangnya.

 

“Aww… perutku…” tiba-tiba saja Sungmin merasakan nyeri pada perutnya. Sungmin meringis seraya meremas kuat perutnya. Victoria yang menyadari kedaan Sungmin yang tak biasa, kini mendadak kalut. Wajah wanita itu memucat menyaksikan Sungmin yang mengerang kesakitan.

 

“Apa tamparanku terlalu kuat? Aku harus pergi dari sini sebelum aku ada orang yang melihat.” Gumam Victoria dan bergegas pergi dari sana mengabaikan Sungmin yang semakin meringis menahan sakit pada perutnya.

 

-oOo-

 

Sungmin mengerjapkan matanya seraya mencoba untuk duduk. Kepalanya sakit sekali.

 

“Minnie! Kau sudah sadar, chagi?”

 

“Eomma…” erang Sungmin ketika ia menyadari Eomma-nya berada di sampingnya. Yeoja paruhbaya itu mengusap rambut Sungmin perlahan dan menatapnya cemas.

 

“Ini dimana, Eomma?”

 

“Kau di rumah sakit, sayang… kemarin Eomma datang ke apartemenmu dan melihatmu pingsan di ruang tamu. Sebenarnya apa yang terjadi, heum? Dimana Kyuhyun?” Tanya Eomma Sungmin khawatir. Sungmin berusaha tersenyum,

 

“Aku tidak apa-apa Eomma… Kyuhyun pergi ke Busan, sudah dari enam hari yang lalu. Mungkin besok atau lusa dia pulang.” Jelas Sungmin.

 

“Baiklah, sekarang kau sudah tak apa-apa, ‘kan? Eomma harap kau lebih berhati-hati, sayang. Sekarang kau harus menjaga dua nyawa.” Ujar Eomma Sungmin seraya menatap penuh sayang pada putrinya itu. sungmin mengernyitkan dahinya bingung,

 

“Dua nyawa? Maksud eomma?”

 

“Selamat, kau hamil, sayang. Kyuhyun pasti akan sangat senang mengetahui kabar ini.” Sungmin tampak tercekat. Hamil? Kenapa semuanya terasa semakin rumit?

 

“Hmm, Eomma… bolehkah aku tinggal bersama eomma dulu? Aku sedang malas tinggal di apartemen.” Pinta Sungmin. setidaknya ia harus menjauh dulu dari Kyuhyun.

 

“Tentu saja tak masalah, sayang.”

 

-oOo-

 

Kyuhyun berjalan cepat-cepat memasuki kawasan apartemennya. Ia sudah tak sabar lagi untuk bertemu dengan Sungmin. sudah seminggu ini Sungmin begitu sulit dihubungi padahal ia benar-benar merindukan wanita itu. kyuhyun juga sedikit khawatir karena selama seminggu itu pula ia tak mengetahui keadaan istrinya.

 

“Minnie… aku pulang, sayang.” Teriak Kyuhyun bersemangat. Namun sama sekali tak didapatinya tanda-tanda keberadaan istrinya itu. seketika wajah Kyuhyun berubah cemas. Kemana Sungmin?

 

TING TONG

 

Kyuhyun bergegas menuju kearah pintu. Berharap kalau yang menekan bel itu adalah Sungmin. namun ia terbelalak kaget ketika di lihatnya bukanlah Sungmin yang berada di balik pintu itu melainkan sosok Victoria yang kini tersenyum lebar.

 

“Kyu… aku merindukanmu…” ujar Victoria seraya memeluk Kyuhyun. dengan keras, Kyuhyun mnyentakkan tubuh Victoria agar terlepas darinya.

 

“Untuk apa kau kemari?” Tanya Kyuhyun dingin.

 

“Aku kemari untuk mengunjungi ayah dari anakku.” Ujar Victoria seraya tersenyum menatap Kyuhyun yang kini terlihat bingung.

 

“Apa maksudmu?”

 

“Kyu, kau harus bertanggung jawab. Aku hamil, Kyu… dan ini anakmu.” Ujar Victoria seraya memasang tampang memelas berharap Kyuhyun akan bersimpati padanya.

 

“Anakku? Kau gila? Aku bahkan tak pernah tidur denganmu! Kau berbohong, ‘kan?!” bentak Kyuhyun. namun sepertinya itu tak mempengaruhi Victoria. Dengan yakin, Victoria mengeluarkan sebuah amplop yang ber-kop sebuah nama rumah sakit terkemuka di Seoul.

 

“Kau bisa baca itu.” dengan ragu, Kyuhyun meraih amplop yang di sodorkan Victoria. Ia terbelalak tak percaya. ‘Jadi Victoria benar-benar hamil? Bagaimana mungkin, seingatku aku tak pernah menyentuhnya lebih dari sekedar ciuman.’ Batin Kyuhyun.

 

“Bisa saja ini bukan anakku.” Ujar Kyuhyun lebih mirip gumaman.

 

“Kau jahat, Kyu. Kau tahu sendirikan kalau kekasihku hanya kau. Bahkan kita belum putus saat kau menikah. Aku bersumpah, aku tak pernah memiliki kekasih lain selain kau!” isak Victoria berusaha agar Kyuhyun percaya dengan kata-katanya.

 

“Tapi.. aku yakin aku tak pernah menyentuhmu!” bantah Kyuhyun lagi.

 

“Saat itu kau mabuk, Kyu…” desis Victoria, “Dan kau tak ingat apa pun setelahnya…” Kyuhyun semakin kalut,

 

 

“Apa… apa kau suka anak kecil?”

 

Tiba-tiba saja suara Sungmin mulai berkelebat di kepalanya. Pertanyaan Sungmin saat itu begitu aneh, jangan-jangan…

 

“Apa Sungmin tahu tentang semua ini?”

 

“Ya, dia tahu.” Jawab Victoria santai. Kyuhyun memejamkan matanya berat. Tanpa sadar ia meremas kertas di tangannya hingga tak berbentuk.

 

“Kau berbohong, Vic! Aku merasa tak pernah tidur denganmu, gadis gila!” teriak Kyuhyun kalap. namun lagi-lagi Victoria hanya menampakkan seringaian penuh kemenangannya.

 

“Kau yang membuatku gila, Cho! Walaupun aku bohong sekali pun, Sungmin sudah terlanjur percaya dengan kata-kataku.” Jika tidak ingat kalau Victoria adalah wanita, ingin sekali Kyuhyun menonjok wajah dihadapannya ini.

 

“Kau sakit jiwa, Vic!” ujar Kyuhyun kemudian bergegas pergi.dia harus menemukan Sungmin secepatnya.

 

-oOo-

.

 

Cuplikan Next Chapter :

 

“E-eomma… aku kemari mencari Sungmin. Apa dia ada?”

.

“Sungmin sedang pergi untuk memeriksakan kandungannya, Kyu…”

.

‘Memeriksakan kandungan?’ sontak mimpi buruk yang dulu menghantui Kyuhyun kini berkelebat di pikirannya. (read : prekuel – SORRY)

.

BRAKK

.

“Dia tertabrak mobil saat sedang menyebrang jalan.”

 

TBC

.

.

39 thoughts on “KyuMin Fict | It’s You [Sequel of Sorry] | GS | PART 3”

  1. baca ni ff aku jadi emosian juga.
    ni nenenk sihir mang bego .. maksa maksa orang jadi anak dr bapaknya.
    changmin kan on bapak nya dri anak vic ..
    huh ..
    keren on. . .
    tapi smoga mimpinya kyu gak jadi kenyataan !!!

  2. andwaeee jangan ceraii tp akhirnya juga gak jadi hihii

    sumveh yaa vic nekat ~ ngmong kalo itu anaknya kyu padahal kan bukann T,T

  3. itu si Vict beneran hamil?
    Ming hamil juga?
    Kyu panik takut kayak dimimpi ya??? mangkanya ming nya dijaga baik baik awas nyesel

  4. itu pasti bukan anaknya kyu,vic itu bener2 gila.
    Bikin rumah tangga kyumin di ambang kehancuran.
    bener2 emosi deh ngeliat tu nenek sihir.

    Huuuaaa…
    Aku harap nggak bakal terjadi apa2 sama ming,jangan sampai terjadi sesuatu kyk dimimpinya kyu.

  5. Aigoo !! Vict rasanya gw mau bnuh lu -_- aigoo ming punya baby ?? Knpa jadi rummit gini ? Aigoo jan sampe mimpi kyu itu ampe kenyataan, andawae !!

  6. anak itu pasti anak changmin. . Vic bener bener licik. . Sungmin hamil . . Smoga apa y9 kyuhyun impikan tenta9 su9min meninggal j9an sampe terjadi

  7. Vict selalu aja merusak kebahagiaan kyumin.., cpt2 dech lu ngilang dr peredaran..
    Mwo, itu yg cuplikan next chap nya knpa sprti itu ???
    Apa endingnya bakalan sama dg mimpi kyu wktu itu ??
    Jngan sampe dech…

  8. omoooo, vic beneran hamil sama kyu eonn,,,tidakkkkk,,,,truz nasib ming gmn, ming kan lagi hamil jg,,,,,,
    truz tu cuplikan chap 4 sedih banget eonn,,

    bagi PW`a donk eonn

  9. si vic apa2an sih.. fitnah kyu hamilin dia,-_-
    sungmin hamil jga ^^, nth tuu bru anak kyu.
    duh jangan sampe kyk yg di mimpi td…>,<
    sungmin nya gimana tuh??

  10. Akhirny Kyu bisa menjelaskan salah paham yang Ming alami y🙂
    Aigoo Vic lagi-lagi cari gara-gara dengan rumah tangga KyuMin y😥
    Eh beneran tuch anak yang dikandung ma Vic emang anakanya Kyu???
    Akhirny Kyu sadar juga kalau Ming agak berubah setelah Vic mengatakan kalau Ming sudah tahu kalau Vic hamil anak Kyu y menurut Vic sich
    Kyu bakal menemui Ming ke rumah keluarga Ming???
    Apa yang bakal Vic lakukan selanjutnya ke Ming???

    Boleh minta PW yang chap 4.
    Mksh sblmny

  11. Kayaknya vic seneng banget ganggu rumah tangga KyuMin –” ngaku-ngaku dia hamil dan anak yang dikandungnya anak kyu -__-
    Aigoo cuplikan next chapnya bikin penasaran..
    Boleh minta PW next chapnya?
    Gomawo sebelumnyaa🙂

  12. mak vic mak vic gak bsen apa jd pengganggu
    yee yeee umin hamil😀 dan aku harap mimpi kyu yang umin mati itu gak beneran😦 kalau bener umin mati kasian kyu

    aku suka saat kyumin marahan baikan dengan cara kissue😀

  13. Kok victorianya nyebelin sih -___- aduuh mana mingny percaya lagi. Nanti,kalo kyunya mau bujuk sungmin yang romantis 😍😍

  14. Iih pasti bukann anaknya kyuhyun tuh,anaknya changmin kan kyu belim pernah tidur ama vic
    Hah,aduhh bahaya nih sama kayak mimpinya kyuu,minnie g mungkin meninggal ama kegugurann kann

  15. ikh victoria mukanya tebel banget kaya tembok!!!! udah tau kyu gx mau dan gx mengakui itu anaknya tetep aja maksa…. dasar cewe gila!!!!

    sungmin hamil??? syukurlah… semoga mimpi kyu gx jadii kenyataan

  16. jan blng kalo mimipi.a si kyu jadi kenyataan ‘-‘
    Next chap di pw ya ? Ntar aku minta ya author tp lewat bbm aja😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s