FF KyuMin | Past And Future | GS | PART 4


A KYUMIN FANFICTION

.

Past And Future

.

Written by Sevy Lelibriani © 2013

.

Disclaimer : All casts in this fict belong to God, their parents, and of course themselves. But, all plot and story of this fict originally MINE.

.

 

Warning : GS | Bad Diction | OOC | typo (es) | Time-Travel story | cerita pasaran | Don’t Like Don’t Read!

Bash or flame are not allowed here

.

.

Genre : Fantasy, Romance, Hurt/Comfort

.

 

Rate : T

 

.

 

Happy Reading

.

 

.

Sungmin tampak masih senantiasa memejamkan matanya erat. Diremasnya selimutnya kuat, seolah selimut itu adalah satu-satunya pelindungnya. Tak lama kemudian terdengar suara langkah kaki dari arah luar kamar Sungmin. Perlahan tapi pasti langkah kaki itu semakin dekat menuju kamar Sungmin.

 

CKLEK

 

Langkah kaki itu kini melangkah semakin dekat kearah sosok Sungmin yang —kelihatannya- masih tertidur. Ah, sebenarnya Sungmin sudah bangun sejak tadi, namun ia enggan beranjak dari kasur empuknya. Ia masih terngiang-ngiang dengan kata-kata Kyuhyun yang ingin mendaftarkannya kursus memasak dan mengurus rumah tangga. Itu benar-benar mimpi buruk baginya. Bagaimana tidak? Seumur hidupnya ia belum pernah melakukan pekerjaan rumah tangga. Hey, ia tak ingin nantinya jika berkeluarga ia harus terus-terusan berada di rumah dan mengurus keperluan rumah tangga. Ia juga ingin bekerja layaknya wanita-wanita karir.

 

GREB

 

Dalam satu sentakan selimut yang tadinya membungkus penuh tubuh Sungmin itu kini terlepas. Sang pelaku penarikan selimut —Kyuhyun– kini hanya berdecak sebal melihat Sungmin yang tak juga menunjukkan tanda-tanda akan bangun dari tidurnya.

 

“Hey, gadis pemalas, cepat bangun! Kau harus menemui sepupuku hari ini!” teriak Kyuhyun keras, namun sepertinya sama sekali tidak mempan. Sungmin justru semakin menggelung tubuhnya dan memejamkan matanya erta-erat. Seketika seringai terukir di bibir Kyuhyun. Dengan perlahan namja Cho itu kini mendudukkan tubuhnya tepat di pinggir ranjang Sungmin.

 

“Aku tahu kau sudah bangun, Minnimin,” ujar Kyuhyun dengan nada sarat akan godaan. Namun Sungmin masih tetap pada pendiriannya. Ia masih memejamkan matanya dan tak bergerak sama sekali. Kyuhyun tersenyum simpul menatap yeoja itu. Namun terlintas sebuah ide jahil untuk membangunkan yeoja yang ia yakin sedang ber-akting sekarang.

 

“Masih belum mau bangun juga, Minnimin? Apa kau mau menunggu sampai ada pangeran yang menciummu agar kau bangun?” Tanya Kyuhyun sembari menyeringai ketika dilihatnya tubuh Sungmin mulai menegang. Namun tetap saja yeoja ia tak mau bangun.

 

“Baiklah kalau begitu,” dengan seringai yang masih setia bertengger di wajah tampannya, Kyuhyun mulai berusaha mendekati wajah Sungmin. Mereka berdua sama-sama dapat merasakan hembusan napas satu sama lain. Sungmin semakin panik ketika menyadari situasi ini.

 

BRUK

 

“Ya!! Dasar mesum! Baiklah aku bangun sekarang. Puas kau?” teriak Sungmin seraya mendorong kuat tubuh Kyuhyun hingga terpental dan mendarat sukses di lantai. Kyuhyun mendengus kesal meratapi kesialannya pagi ini.

 

“Kau ini yeoja atau bukan, hah? Kasar sekali,” dengus Kyuhyun sambil berusaha untuk bangkit, “Siapa suruh kau mesum!” balas Sungmin tak mau kalah.

 

“Siapa suruh kau sulit sekali di bangunkan? Kau pikir aku tidak tahu kalau kau hanya pura-pura tidur, hah?” cecar Kyuhyun lagi. Sontak wajah Sungmin memerah mengingat kelakuan bodohnya tadi.

 

“Baiklah, aku minta maaf. Tapi… Kyu, bolehkah aku tak usah mengikuti kursus itu, aku mohon….” Pinta Sungmin seraya mengeluarkan jurus aegyo-nya. Seketika Kyuhyun memalingkan tatapannya dari wajah memelas Sungmin.

 

‘Mau mencoba merayuku, eoh?’

 

“Tidak. Kau tetap harus ikut kursus itu. Ku pikir itu bagus untuk gadis yang tidak bisa apa-apa sepertimu,” ujar Kyuhyun santai tanpa menghiraukan raut kesal di wajah Sungmin.

 

“Kata siapa aku tidak bisa apa-apa? Aku ini jago melukis tahu!” bantah Sungmin tak terima dengan kata-kata Kyuhyun. ‘Tak bisa apa-apa katanya? Aku ini pelukis hebat! Dia tak tahu saja kalau aku ini mahasiswi kesayangan Kim seonsaengnim,’ batin Sungmin dalam hati.

 

“Oh, ya? Baiklah nona yang jago melukis. Sekarang kita mebicarakan tentang kursus, dan mau tidak mau kau harus ikut kursus ini karena aku sudah menyuruh Hyukjin untuk mendaftarkanmu, mengerti? Sekarang cepat siap-siap. Aku tunggu lima belas menit lagi, arra?” ujar Kyuhyun kemudian bernajak pergi meninggalkan Sungmin yang kini sudah mencak-mencak di kamar itu.

.

-oOo-

.

 

Sungmin menatap ragu gedung sederhana yang kini berdiri dihadapannya, disampingnya kini berdiri Kyuhyun yang tengah menatapnya puas. Melihat Sungmin yang kini terbengong, Kyuhyun berinisiatif untuk menarik lengan gadis itu.

 

“Kajja kita masuk. Dan jangan pasang wajah bodoh seperti itu,” ujar Kyuhyun dan mulai menarik Sungmin memasuki tempat itu.

.

.

.

 

“Sungmin-ah~” sebuah suara yang tak asing bagi Sungmin terdengar memanggilnya. Sontak wajahnya yang semula kesal karena ulah Kyuhyun kini berubah cerah, setidaknya disini tidak terlalu buruk. Ada Hyukjin disini.

 

“Hyukjin-ah~” ujar Sungmin sumringah, Hyukjin terlihat berjalan menghampiri Kyuhyun dan Sungmin. Disana cukup ramai. Setidaknya ada sekitar dua puluh gadis seusianya disana, namun ada satu hal yang membuat Sungmin bingung. Kenapa para gadis itu menatapnya tak suka, seolah ada aura permusuhan di setiap tatapan mereka membuat Sungmin jadi merinding. Tapi toh ia tak mau peduli. Mungkin itu karena ia masih baru disini. Nanti juga lama kelamaan gadis-gadis itu akan baik padanya.

 

“Kau mengantarkan Sungmin kemari, Kyu?” Tanya Hyukjin berbasa-basi seraya menyeringai penuh arti pada sepupu tampannya itu. Sungmin menatap heran kedua bersaudara itu, ‘Apa mereka sekeluarga memang hobi menyeringai, ya?’ batin Sungmin.

 

“Tentu saja. Kau pikir untuk apa aku kemari membawa yeoja pemalas ini?” sahut Kyuhyun dengan nada sinis, membuat Sungmin mencibir pelan.

 

“Untuk melatihnya menjadi ‘istri’ yang baik mungkin,” jawab Hyukjin kalem sambil menekankan kata ‘istri’,  ada nada menggoda terselip disana dan Kyuhyun menyadari itu. Buru-buru Kyuhyun berdeham dan memasang raut wajah datar,

 

“Jin-ah, aku titip Sungmin. Aku harus pergi sekarang. Dan Sungmin-ah, aku akan menjemputmu nanti sore. Tunggu aku dan jangan kemana-mana seorang diri, mengerti?” imbau Kyuhyun tanpa mempedulikan Hyukjin yang kini semakin menyeringai menggoda.

 

“Aku pergi sekarang. Sampai jumpa.”

 

“Sampai jumpa, Kyu,” balas Hyukjin riang sementara Sungmin hanya mengangguk patuh.

.

-oOo-

.

 

“Annyeonghaseyo, yeorobeun… Lee Sungmin imnida,” ujar Sungmin memperkenalkan diri pada calon teman-teman barunya. Namun wajah mereka masih tetap tidak bersahabat. Sejujurnya Sungmin kesal setengah mati dengan kesombongan mereka. Namun ia berusaha mengalah saat ini. Ini bukan masanya, setidaknya ia tak ingin cari masalah disini.

 

“Apa benar kau tinggal dengan Kyuhyun oppa?” Tanya seorang yeoja berambut panjang dengan nada dingin. Sorot matanya menyiratkan persaingan, begitu juga dengan yeoja-yeoja lain yang berada disana.

 

“Ada hubungan apa kau dengan Kyuhyun oppa?” Tanya yeoja bertubuh tinggi semampai, nada suaranya menyiratkan permusuhan. Sepertinya ia benar-benar tak suka pada Sungmin. Sungmin juga sadar itu, ia tahu yeoja-yeoja itu tak menyukainya. Sungmin menghembuskan napasnya kesal, namun ia berusaha tetap terlihat biasa saja.

 

“Kau pasti wanita penggoda,’kan? Kau wanita simpanan Kyuhyun oppa, ‘kan?” ujar gadis yang bertubuh kecil dengan nada sarkasme. Sungguh ingin rasanya Sungmin menampar yeoja-yeoja ini.

 

“Kau wanita murahan!” umpat gadis itu lagi.

 

“Ya! Apa yang kalian lakukan pada Sungmin, hah?! Sekali lagi ku dengar kalian mengata-ngatainya seperti itu kalian akan berurusan denganku,” ancam Hyukjin seraya menatap geram pada gadis-gadis yang masih setia menatap tak suka pada Sungmin. Ia tak menyangka sambutan gadis-gadis itu pada Sungmin sekasar itu. Padahal ia hanya meninggalkan Sungmin sebentar tadi, namun gadis-gadis menyebalkan itu sudah mengeroyok Sungmin seperti itu. Buru-buru ia menarik tangan Sungmin dari sana.

.

.

.

 

“Hyukjin-ah… bolehkan aku memanggilmu Hyukkie saja?” Tanya Sungmin perlahan. Hyukjin tersenyum menatap Sungmin, “Tentu saja, itu panggilan yang bagus. Eh, Min, apa yang gadis-gadis itu lakukan padamu tadi?” Tanya Hyukjin penasaran.

 

“Aku tak tahu apa salahku. Aku hanya mencoba memperkenalkan diri, namun mereka malah mengatai-ngataiku,” lirih Sungmin.

 

“Benarkah? Apa yang mereka katakan?” Tanya Hyukjin lagi.

 

“Aku sadar, sih sejak pertama kali aku kesini, mereka sudah menatapku tak suka. Lalu tadi mereka mengatakan kalau aku menggoda Kyuhyun, dan juga mereka bilang aku ini wanita simpanan sepupu anehmu itu,” curhat Sungmin. Hyukjin mengangguk paham, ia mengerti apa yang terjadi disini.

 

“Hmm… aku rasa mereka cemburu padamu,” ujar Hyukjin mantap. Sungmin tampak menatap Hyukjin bingung.

 

“Cemburu? Untuk apa mereka cemburu padaku?” Tanya Sungmin heran.

 

“Tentu saja mereka cemburu padamu. Mereka itu menyukai sepupuku yang kau bilang aneh itu,” jawab Hyukjin seraya terkekeh pelan.

 

“Maksudmu Kyuhyun?” Tanya Sungmin memastikan.

 

“Tentu saja. Kau tahu? Sudah sejak dulu mereka menaruh hati pada Kyuhyun, namun tak satupun dari mereka yang di hiraukan oleh Kyuhyun. Satu-satunya yeoja yang bisa bebas dekat dengan Kyuhyun hanya aku sampai akhirnya kau muncul. Makanya mereka tak menyukaimu, aku sendiri sebenarnya juga heran, kenapa akhirnya sepupuku itu mau terbuka dengan yeoja. Dan yeoja itu kau,” jelas Hyukjin panjang lebar, cengiran menggoda tampak jelas di wajahnya.

 

“Sudahlah aku bosan membahas Kyuhyun terus. Kajja, kita latihan. Latihan pertama hari ini adalah memasak,” ujar Hyukjin sumringah.

 

“Memasak?”

 

“Ne, kajja, Dongjae Seonsaengnim pasti sudah menunggu,” ujar Hyukjin dengan wajah memerah. Dongjae? Sungmin mengernyit seperti mengingat sesuatu. Ia seperti pernah mendengar nama itu.

 

“Dongjae? Bukankah kau bilang dia adalah kekasihmu?” Tanya Sungmin. sontak wajah Hyukjin semakin memerah mendengarnya.

 

“Eh? Aku pernah bilang ya?”

 

Sungmin mengangguk mantap, “Ya, dulu waktu pertama kali kita bertemu. Kau membicarakannya dengan Kyuhyun,” jawab Sungmin mencoba mengingatkan Hyukjin. Hyukjin tampak semakin salah tingkah.

 

“Ya, sebenarnya selain menjadi guru masak disini, dia juga kekasihku,” ujar Hyukjin malu-malu.

 

“Jadi kau berpacaran dengan gurumu sendiri? Wah… romantis sekali…” ujar Sungmin berbinar. Hyukjin tampak mengangguk senang sekaligus bangga, namun seketika raut wajahnya berubah,

 

“Tapi jangan bilang pada siapapun tentang hal ini, ya? Sebenarnya aku dan Dongjae berpacaran diam-diam, tak seorang pun yang tahu kecuali Kyuhyun dan sekarang kau,” ujar Hyukjin dengan nada serius. Wajahnya tampak memancarkan kesedihan.

 

“Diam-diam? Tapi kenapa?” Tanya Sungmin bingung.

 

“Sebenarnya aku dan Dongjae— kami masing-masing sudah di jodohkan…” ujar Hyukjin lirih. Sungmin tampak tersentak,

 

“Maksudmu?”

 

“Ya, aku sudah di jodohkan dengan namja lain oleh orang tuaku. Begitu juga dengan Dongjae. Tapi, walaupan kami tahu kami tak bisa bersama.Kkami tetap bersyukur dengan hubungan kami ini. Aku berharap suatu saat nanti akan ada keajaiban, agar kami bisa bersama,” ujar Hyukjin, wajahnya memerah menahan tangis. Sungmin jadi tak tega melihatnya. Ia tak habis pikir, ternyata perjodohan sangat lumrah di jaman ini. Benar-benar tidak adil bagi pasangan seperti Hyukjin dan Dongjae.

 

 

“Hey, kalian. Kalian mau latihan memasak tidak?” seorang pemuda tiba-tiba datang menghampiri mereka, Sngmin terkesima menatap pemuda yang kini memperhatikan Hyukjin secara intens. Pemuda itu sangat tampan.

 

“Omo, Chagi-ya, kenapa kau menangis?” ujar pemuda itu khawatir setelah sebelumnya memastikan bahwa tak ada yang memperhatikan mereka. Sungmin tersenyum paham sekarang. Rupanya namja tampan ini adalah Dongjae.

 

“Gwaenchana, Jae-ya, aku hanya sedang bercerita hal yang menyedihkan dengan Sungmin dan aku terharu,” jawab Hyukjin bohong. Kemudian tatapan Dongjae beralih pada Sungmin.

 

“Ah, kau pasti Sungmin yang sering di ceritakan Hyukjin, ‘kan? Kenalkan, namaku Dongjae. Aku guru memasakmu selama disini,” ujar Dongjae seraya tersenyum lembut.

 

“Senang bisa mengenalmu Dongjae Seonsaengnim. Eh, kau bilang Hyukjin sering menceritakan tentangku. Dia cerita apa saja?” Tanya Sungmin penasaran. Dongjae mengusap air mata Hyukjin sekilas membuat wajah Hyukjin memerah malu lalu kemudian menjawab pertanyaan Sungmin.

 

“Dia bilang kau yeoja yang sedang dekat dengan Kyuhyun,” jawab Dongjae polos. Sungmin membelalakkan bola matanya sementara Hyukjin tampak mencubit pinggang Dongjae membuat Dongjae menatapnya bingung.

 

“Ah, sudahlah. Cepat kita latihan. Yang lain bisa curiga kalau guru tampan mereka tak ada disana,” ujar Hyukjin kemudian melangkah meninggalkan Dongjae dan Sungmin.

 

“Dia selalu cemburu seperti itu kalau sudah melihatku mengajar,” bisik Dongjae pada Sungmin yang kini terikik geli.

.

-oOo-

.

 

Sungmin tampak menatap bingung semua bahan yang ada dihadapannya. Ini sungguh buruk. Kau tahu? Ia sama sekali tak bisa memasak. Jujur saja ia bingung bagaimana cara mengolah bahan-bahan ini. Ia menatap ragu yeoja yang kini berada di sampingnya. Yeoja itu balas menatapnya dengan angkuh. Dengan percaya diri yeoja sombong itu menuang minyak goreng ke dalam penggorengan, diam-diam Sungmin mengikuti langkah-langkah yang di lakukan yeoja itu. Namun tetap saja terasa sulit baginya.

 

Namun  ia tak menyerah. Ia selalu mencoba mengikuti apa yang yeoja di sampingnya lakukan. Namun tanpa disangka-sangka yeoja di sampingnya menyeringai kemudian menyenggolnya hingga menabrak wajan yang kini berisi minyak panas dihadapannya. Sontak Sungmin menjerit perih. Tangannya kini melepuh terkena minyak panas itu. Sungmin meringis menahan perih.

 

“Omona, Sungmin-ah!” jerit Hyukjin panik. Ia berlari menghampiri Sungmin di susul Dongjae yang tak kalah panik. Sementara itu yeoja-yeoja yang berada disana tampak saling memandang dan menyeringai satu sama lain.

 

.

.

 

“Astaga, kenapa bisa terjadi hal seperti ini? Pasti ini ada hubungannya dengan yeoja-yeoja itu, ‘kan? Mereka menatapmu terus dari tadi,” Tanya Hyukjin panik.

 

“Sudahlah, Hyukie-ya… ini memang salahku. Aku yang ceroboh,” jawab Sungmin sambil sesekali meringis.

 

“Chagi, kau urus Sungmin dulu, arra? Aku mau membubarkan yeoja-yeoja itu,” ujar Dongjae yang dibalas anggukan oleh Hyukjin.

 

.

.

.

 

“Hey, tumben kelasmu berakhir lebih cepat Lee Dongjae. Pasti kau ingin cepat-cepat kencan, ‘kan dengan sepupu gilaku itu?” Tanya Kyuhyun yang kini sudah berada di depan gedung kursus itu seraya menatap Dongjae jahil. Tatapan lapar yeoja-yeoja di sekitarnya tak ia hiraukan.

 

“Ani~ ada kecelakaan tadi. Lee Sungmin tersiram minyak panas dan tangannya melepuh, jadi kelas kubub—”

 

“Mwo? Apa katamu tadi? Lee Sungmin? Sekarang dimana dia?” Tanya Kyuhyun panik.

 

“Dia bersama Hyukjin di dalam…” tanpa menghiraukan lagi kata-kata Dongjae, bergegas Kyuhyun berlari kedalam. Rasa panik benar-benar menguasainya sekarang.

 

.

.

 

“Sungmin-ah…”

 

“Ah, Kyu, akhirnya kau datang. Daritadi aku memaksa mengajak Sungmin pulang, tapi dia bilang mau menunggumu dulu. Cepat bawa dia pulang, tangannya bisa iritasi jika di biarkan,” ujar Hyukjin kemudian berjalan meninggalkan Kyuhyun dan Sungmin berdua. Kyuhyun melangkah perlahan mendekati Sungmin.

 

“Kenapa bisa seperti ini?” Tanya Kyuhyun lembut seraya meraih tangan Sungmin dan menatapnya miris. Sungmin meringis sesaat sebelum menjawabnya.

 

“Ini… aku saja yang ceroboh. Kau tahu, ‘kan aku sama sekali tak bisa memasak,” ujar Sungmin seraya tersenyum lirih. Kyuhyun menatap Sungmin merasa bersalah. Gara-gara dia memaksa Sungmin kesini, kejadian buruk jadi menimpa Sungmin.

 

“Kajja kita pulang. Aku akan mengobatimu,” ujar Kyuhyun kemudian membimbing Sungmin untuk pergi.

 

.

.

.

 

“Hyukjin-ah, Dongjae-ya, gomawo sudah menjaga Sungmin selama aku tak ada. Kami pulang dulu,” ujar Kyuhyun kepada Hyukjin dan Dongjae yang kini menatap Kyuhyun dan Sungmin penuh arti. Pasalnya baru kali inilah mereka melihat Kyuhyun begitu perhatian pada orang lain.

 

“Tak masalah, Kyu. Aku senang bisa bersama Sungmin,” ujar Hyukjin seraya tersenyum. Ia melangkah mendekati Kyuhyun dan berbisik pada sepupunya itu. Seketika raut wajah Kyuhyun berubah mengeras. Sungmin tak tahu ada apa dengan Kyuhyun. Namun ia tak mau ambil pusing memikirkan semua itu. Mungkin itu urusan antar saudara, pikirnya.

 

“Baiklah, kami pulang dulu,” ujar Kyuhyun seraya menarik pelan tangan Sungmin yang tak terluka.

 

 

“Chagi-ya~ mereka serasi sekali, ya?” ujar Hyukjin seraya menatap punggung KyuMin yang sudah menjauh, “Kau benar. Tapi kita tak kalah serasi,” balas Dongjae.

.

-oOo-

.

 

Kyuhyun tampak mengernyitkan dahinya heran. Pasalnya sejak tadi Sungmin selalu menundukkan pandangannya. Yeoja itu seperti menyembunyikan sesuatu darinya. Tapi entah apa. Di sisi lain terkadang yeoja itu terlihat gemetar ketakutan. Membuat Kyuhyun semakin bingung.

 

“Min, kau kenapa?” Tanya Kyuhyun akhirnya.

 

“Kyu… kau percaya tidak kalau ku bilang, seandainya tatapan bisa membunuh. Aku pasti sudah mati sekarang,” jawab Sungmin tanpa mau menatap Kyuhyun. Kyuhyun terkekeh pelan. Ia tahu apa yang gadis itu bicarakan. Ia juga sadar kalau sedari tadi yeoja-yeoja di tempat kursus—yang sepertinya belum berniat pulang– menatap mereka tajam. Lebih tepatnya menatap tajam kepada Sungmin.

 

“Sepertinya mereka tak suka melihatku berjalan bersamamu,” lirih Sungmin lagi.

 

“Benarkah?” Tanya Kyuhyun geli. Sungmin mengangguk mantap, seketika kilat nakal tercipta di mata Kyuhyun. Tanpa aba-aba ia menarik pundak Sungmin dan membawanya pada rangkulannya. Sontak wajah-wajah disekitar mereka —yang sedari tadi memperhatikan mereka– melotot tak percaya. Begitu juga Sungmin, ia melotot menatap Kyuhyun yang kini semakin mengeratkan rangkulannya dan tetap berjalan santai seolah tak terjadi apa-apa.

 

“Kyu… kau mau mencoba membunuhku, ya?” desis Sungmin panik seraya berusaha melepaskan rangkulan Kyuhyun. Tatapan yeoja-yeoja itu semakin mengerikan. Tapi semakin Sungmin berusaha melepaskan rangkulan Kyuhyun, semakin kencang pula Kyuhyun merangkulnya. Akhirnya ia memutuskan untuk mengalah. Kyuhyun tersenyum puas menatapnya.

 

“Aku bukan mencoba membunuhmu. Aku hanya ingin melindungimu, pabo,” ujar Kyuhyun tanpa menghiraukan wajah Sungmin yang sudah memerah.

 

.

-oOo-

.

 

Sungmin meringis pelan ketika Kyuhyun mengoleskan salep untuk luka bakar ke tangannya yang kini tampak melepuh. Dengan sabar Kyuhyun terus melanjutkan pekerjaannya walaupun terkadang Sungmin berusaha menolak.

 

“Diamlah, Min~ kau ingin cepat sembuh tidak?” Tanya Kyuhyun lembut, Sungmin mengangguk patuh.

 

“Sebenarnya kenapa bisa sampai terjadi seperti ini?” Tanya Kyuhyun seraya menatap Sungmin lekat. Sungmin yang di pandangi seperti itu sontak menjadi salah tingkah.

 

“Kan, sudah kubilang ini kesalahanku. Aku saja yang ceroboh sampai bisa seperti ini,” jawab Sungmin tanpa mau menatap Kyuhyun. Kyuhyun mendengus kesal,

 

“Jangan bohong, Min. Aku tahu kau berbohong,” ujar Kyuhyun dingin. Sungmin tampak tercekat mendengar nada bicara Kyuhyun itu.

 

“Hngg… sebenarnya ada yang mendorongku tadi ketika belajar memasak,” ujar Sungmin lirih nyaris tak terdengar,

 

“Sudah kuduga. Pasti gadis-gadis tak berguna itu, ‘kan  pelakunya? Hyukjin sudah memberi tahuku semuanya tadi. Mereka juga mengatai-ngataimu, ‘kan? Aku akan memberi mereka pelajaran nanti,” ujar Kyuhyun geram. Wajahnya memerah menahan marah.

 

“Mwo? Jangan gila, Kyu. Kau tak mungkin, ‘kan berlaku kasar pada wanita?” ujar Sungmin kaget dengan kata-kata Kyuhyun barusan.

 

“Tapi mereka sudah keterlaluan padamu,” balas Kyuhyun lagi.

 

“Sudahlah, lagipula wajar mereka melakukan itu padaku. Tentu saja mereka marah padaku karena tiba-tiba saja dekat dengan pangeran mereka,” ujar Sungmin seraya tersenyum lucu berusaha mencairkan kemarahan Kyuhyun.

 

Kyuhyun memandang Sungmin lekat dan tersenyum lembut pada yeoja itu. Entah kenapa sebuah desiran aneh muncul di hati Kyuhyun. Perasaan yang aneh namun menyenangkan. Tanpa di komando, tangan Kyuhyun terulur menuju wajah Sungmin, perlahan wajah Kyuhyun mendekat kearah wajah Sungmin. Sungmin terbelalak bingung, ia ingin menghindar, namun entah kenapa tubuhnya terasa sulit di gerakan. Jarak mereka semakin dekat ketika tiba-tiba,

 

 

“Omona, Kyuhyun-ah! Apa yang kau lakukan?”

 

“U-Umma…”

 

 

TBC

.

-oOo-

38 thoughts on “FF KyuMin | Past And Future | GS | PART 4”

  1. kasihan uri ming……
    waduh…yeoja gila dr mana tuch….
    ck….para yeoja tak berperasaan…
    jaman dulu dah krnal backstreet jg tenyata….
    cahyo hyukjin n dongjae….kkkkk
    umma….mwooooo….yg dtang umma kyu….
    hahahha…kyumin fighting…

  2. aish!!
    itu cewek2 rempong bener-bener yah…

    omo! i kisahnya Hyukjin ama Dongjae ngenes..😦
    but KyuMin nya sosweet..
    ah, itu umma ganggu ih..

    next next!!!

  3. Yak! Kenapa di saat kurang tepat TBCnya –”

    Lanjut, sayang banget padahal itu saat2 yang ditunggu kyumin dapat melakukan adegan lebih malah dateng umma kyu T^T

    Benar2 deh itu penghancur banget adegan kyumin ummanya kyu :p

    Seru banget ffnya, ditunggu next chapnya kasian sama sungmin yang mendapatkan perlakuan seperti itu😦

  4. aigo~ lucuuu gak bias bayangin ming yang gak bisa masak, padahal kan ming pandai masak -_- … kk~ tapi okelah demi keberlangsungan cerita xD.. ahh! dasar yeoja2 jahat. kasihan kan uri ming tangannya terluka gara-gara kalian, mana mungkin kyu mau melirik kalian kalo kelakuan kalian kaya gitu -_-.. aaah, sepertinya kyunnie memang menyukai sungminnie yah, hh~ sebenarnya ada apa antara mereka yah, masih penasaran dengan keadaan yang tiba-tiba kayak gitu.

    Omonaaaa omma kyu ganggu aja, kyu mau nyium ming kaaan? omma kyu datang disaat yang gak tepat, kira-kira reaksi omma kyu gimana yah waktu liat ada ming disitu ..
    okee cepeeet lanjut nde~~~

    ini aku fb HyoBin ^^ gomawo pw nya

  5. eh dongjae juga ada hihi

    ming disuruh ikutan les masak ?
    ihh ~ cewenya mengerikan kan kasian ming.sampe nekat gituu

    omo ~ ada ummanya kyu , gimana ini ?

  6. Wagghhh….
    Nie yeoja2 jahat mau gw bom aja rasanya. Tangan ming ampe melepuh gtu. :@
    Nie jg umma nya kyu, bntar lg keg muncul nya. Ganggu kyumin aja dech. Pdhal kn td mreka mau kissing-an kan? Kekeke~
    Kira2 umma nya kyu galak gk ya?
    Mdh2an ajaaa kyumin d restui
    Hihii

  7. Hahahaha lucu…. Minnie biasanya kan bisa masak ni nda… Hahahaha n terkenal juga ya kyu di jamannya.. Btw kerja kyu jaman dulu apaan ya?

  8. waaah.. kyk jaman ibu kartini yaaa.. ga bleh skolah yg yeojanya..
    omonaaaa… eomma ny kyuppa serem amat kyk ny.. ming jd tkut kyk gitu…
    lanjut bacaaaaa😀

  9. Ada haehyuk couple jg yeay♥
    Tpi kasian nasib mreka pada di jodohin sma ortu masing2
    Ya ya ya itu umma cho mengganggu moment saja.

  10. Aishh.. Dasar yeoja-yeoja centil -__-
    Sabarr yaa Ming ^^
    Aigoo.. Kasian sekali kisah cintanya EunHae😦
    Hahh.. Mengganggu ajja nih Nyonya Cho -___-

  11. cie cie… sungmin yg mau dijadiin calon istri yg baik… uh jahat bnget tuh cewek. hajar aja kyu.. hahaa emaknya cho ganggu bnget xD

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s