FF KyuMin | Past And Future | GS | PART 3


A KYUMIN FANFICTION

.

Past And Future

.

Written by Sevy Lelibriani © 2013

.

Disclaimer : All casts in this fict belong to God, their parents, and of course themselves. But, all plot and story of this fict originally MINE.

.

 

Warning : GS | Bad Diction | OOC | typo (es) | Time-Travel story | cerita pasaran | Don’t Like Don’t Read!

Bash or flame are not allowed here

.

.

Genre : Fantasy, Romance, Hurt/Comfort

.

 

Rate : T

 

.

 

Happy Reading

.

 

.

“Kau tidak boleh pergi dengannya. Besok kau akan pergi denganku. Kau mau jalan-jalan, ‘kan? Kau akan pergi bersamaku.”

 

Kyuhyun tersentak sendiri oleh ucapannya barusan. Kata-kata itu keluar sendiri dari mulutnya. Seketika keheningan tercipta diantara mereka, Sungmin tampak menatap Kyuhyun tak percaya, sementara Kyuhyun berusaha menutupi perasaan salah tingkah yang kini melingkupinya.

 

“Kau… serius, Kyu?” Tanya Sungmin mencoba mencairkan kekakuan diantara mereka.

 

“Te… Tentu saja. Kenapa? Kau tak mau?” Tanya Kyuhyun masih berusaha bertahan dengan gaya cool-nya. Padahal tak dapat di pungkiri, batinnya kini tengah sibuk memaki dirinya sendiri, yang tiba-tiba saja bersikap begitu aneh hari ini.

 

‘Huh! Ini semua gara-gara Juwon!’ geram Kyuhyun dalam hati.

 

“Aku, sih mau-mau saja, yang penting jalan-jalan. Tapi… kalau kau sibuk juga tak apa, kok. Aku bisa mengerti. Aku bisa pergi dengan Ju—”

 

“Kau pergi denganku! Kau jangan sok tahu. Kata siapa aku sibuk? Besok ‘kan hari minggu,” bantah Kyuhyun memotong ucapan Sungmin. Entah kenapa dirinya selalu panas jika mendengar nama Juwon disebut-sebut. Rasanya ingin sekali ia meremukkan tubuh Juwon.

 

“Ba… Baiklah… tidak usah pakai bentak-bentak segala, ‘kan bisa,” dengus Sungmin kemudian beranjak dari hadapan Kyuhyun. Sepeninggal Sungmin, Kyuhyun kini tampak tercengang dengan sikapnya tadi. Ia mengacak rambutnya gemas.

 

‘Ada apa denganku?’

 

.

-oOoOo-

.

 

Hari ini Sungmin bangun pagi-pagi sekali. Benar-benar bukan Sungmin yang biasanya, bahkan ia bangun sebelum matahari terbit. Biasanya ia akan bangun ketika matahari sudah tinggi. Ah, jelas saja ia bangun sepagi ini. Hari ini ia akan pergi jalan-jalan dengan Kyuhyun. ia sudah tak sabar untuk menjelajahi tempat-tempat di era awal tahun Sembilan puluhan ini.

 

Seusai mandi Sungmin tampak memilah-milah pakaian yang akan ia kenakan. Semua pakaian yang akan ia gunakan di jaman ini telah di sediakan oleh Kyuhyun. Dengan wajah serius ia menatap pakaian-pakaian itu. Ia mendengus kesal, pasalnya tak ada satupun pakaian yang sesuai dengan seleranya. Semua pakaian itu terlalu kuno. Ia benar-benar merindukan memakai celana jeans-nya sekarang, namun yang tersedia dihadapannya hanya berbagai jenis rok span di bawah lutut. Akhirnya ia memutuskan untuk mengenakan blous bermotif bunga-bunga dan rok span berwarna cokelat.

 

“Hey, MinniMin! Kau lama sekali. Mau ku tinggal, ya?” teriakan Kyuhyun dari arah luar sontak membuat Sungmin berdandan sekenanya. Setidaknya walau dengan riasan sederhana pun ia tetap tampak cantik.

 

.

-oOoOo-

.

 

Sungmin menatap Kyuhyun cukup terpesona. Namja itu memang benar-benar tampan. Bahkan dengan style kuno pun tetap terlihat mempesona. Sungmin berjalan mendekati Kyuhyun dan menatapnya bingung.

 

“Hey, mau sampai kapan kau berdiri disana dan memperhatikanku begitu? Apa aku terlihat begitu tampan?” ujar Kyuhyun sembari menyeringai, Sungmin mendengus seraya memutar bola matanya secara imajiner. Menyesal ia mengatakan namja itu mempesona —walaupun hanya dalam hati.

 

“Kajja, naik. Kau membuatku menunggu lama,” ujar Kyuhyun semakin membuat Sungmin bingung. Pasalnya dihadapannya hanya ada sebuah sepeda ontel. Apa Kyuhyun bermaksud menyuruhnya untuk naik sepeda kuno itu?

 

“Maksudmu naik sepeda itu?” Tanya Sungmin ragu. Oh, ia harap Kyuhyun akan berkata ‘Tentu saja tidak, mana mungkin aku mengajakmu naik sepeda se-kuno ini.’ Namun harapan tinggallah harapan. Jawaban Kyuhyun benar-benar membuat Sungmin mendengus tak percaya,

 

“Tentu saja naik ini. Memangnya kau mau naik apa? Kau ingin ku gendong begitu?” jawab Kyuhyun seraya menjengitkan sebelah alisnya. Tak lupa wajah tampan nan angkuhnya serta seringai khasnya itu masih setia terpatri disana.

 

“Maksudku… Maksudku, apakah tak ada kendaraan lain? Kau lihat? Sepedanya hanya ada satu. Lagipula aku tak mau naik sepeda kuno begini. Aku malu!” ujar Sungmin seraya menatap Kyuhyun tak terima.

 

“Kuno? Apa maksudmu kuno? Aku baru membeli sepeda ini sebulan yang lalu. Kau mau mengatakan seleraku rendah begitu?” ujar Kyuhyun tak terima. Sungmin tampak tersentak, ia baru ingat kalau ini tahun 1902. Ya, mungkin sepeda itu memang sangat di gandrungi di tahun ini.

 

“Mian… bukan itu maksudku. Maksudku, kenapa sepedanya hanya ada satu? Kita, ‘kan berdua,” Tanya Sungmin lagi, berusaha mengalihkan Kyuhyun dari permasalahan kuno-dan-tidak-kuno tadi.

 

“Memang kenapa? Bukankah lebih romantis kalau kita berboncengan?” ujar Kyuhyun seraya menatap Sungmin dengan tatapan –errr- menggoda? Wajah Sungmin sontak memerah mendengar ucapan Kyuhyun yang seenaknya itu.

 

“Cepat naik. Nanti keburu siang,” ujar Kyuhyun kemudian bersiap diatas sepedanya. Dengan langkah ragu, Sungmin berjalan menghampiri Kyuhyun. Menghembuskan napasnya perlahan, ia mulai mengambil posisi duduk di belakang Kyuhyun. Ini pertama kali baginya jalan-jalan dibonceng menggunakan sepeda, jadi wajar saja kalau ia canggung setengah mati.

 

“Hey, kau ini mau jalan-jalan tidak, sih?” dengus Kyuhyun kesal karena sikap kaku Sungmin.

 

“Maksudmu? Aku ‘kan sudah naik,” Tanya Sungmin bingung. Kenapa yang ia lakukan selalu salah?

 

“Pabo. Kalau kau tidak pegangan kau bisa jatuh. Cepat berpegangan di pinggangku!” titah Kyuhyun. Sungmin menatap ragu punggung Kyuhyun. Haruskah?

 

“Aish, kau ini lamban sekali,” gerutu Kyuhyun kemudian tanpa sepertujuan Sungmin, ia menarik kedua lengan Sungmin dan melingkarkannya di pinggangnya sendiri. Sungmin tampak tersentak namun tak bisa berbuat apa-apa.

 

“Nah, begini ‘kan lebih baik. Jangan dilepaskan! Kita berangkat sekarang,” seru Kyuhyun dengan riang, sementara Sungmin dibelakangnya hanya memilih untuk diam, mencerna semua kejadian ini.

 

.

-oOoOo-

.

 

Sungmin menatap kagum area pertokoan yang kini ia dan Kyuhyun sambangi. Kali ini mereka memilih berjalan kaki agar lebih mudah melihat-lihat sekeliling mereka. Kyuhyun berjalan santai seraya menuntun sepedanya dan Sungmin berjalan di samping kirinya. Sungmin merasa familiar dengan tempat ini. Tempat ini mirip sekali dengan pusat perbelanjaan yang ada di jamannya. Hanya saja di jaman ini, tempat yang di kanan-kirinya di penuhi berbagai jenis toko itu terlihat lebih sederhana. Tidak semewah di jamannya.

 

“Kau mau berbelanja, Min?” Tanya Kyuhyun tiba-tiba.

 

“Tidak. Aku tidak punya uang. Lebih baik kita melihat-lihat saja,” jawab Sungmin seraya melihat-lihat disetiap etalase yang mereka lewati. Istilah kerennya ‘Window Shopping’. Tiba-tiba saja mata Sungmin terpaku pada salah satu etalase. Itu toko boneka. Sungmin menatap boneka-boneka yang terpajang di etalase itu dengan berbinar. Ada salah satu beoneka yang begitu menarik minatnya. Boneka itu boneka beruang berukuran jumbo dan berwarna pink. Warna favorit Sungmin.

 

“Ah, andai saja aku punya uang…” gumam Sungmin kemudian beranjak pergi dari sana. Tanpa ia sadari Kyuhyun sedari tadi memperhatikan gerak geriknya. Walaupun sedari tadi namja itu terkesan cuek. Namun ia mengetahui segala tingkah laku Sungmin serta gumaman Sungmin tadi.

 

.

-oOoOo-

.

 

“Huah, Kyu, aku lelah sekali. Namun ini menyenangkan. Tempat disini bagus-bagus,” ujar Sungmin riang seraya mendudukan dirinya disebuah bangku yang tersedia di taman yang berada tak jauh dari pusat pertokoan tadi. Ya, mereka memutuskan untuk melepas lelah di taman ini.

 

“Kau lapar tidak, Min?” Tanya Kyuhyun sambil memperhatikan Sungmin yang kini tengah menyeka keringat di wajahnya.

 

“Tidak juga, sih. Kenapa? Kau lapar, ya?” Tanya Sungmin sambil memandang intens Kyuhyun.

 

“Ya, sepertinya aku lapar. Akku ingin cari makanan dulu. Kau tunggu disini, ya?” Sungmin  tersenyum mengangguk.

 

.

-oOoOo-

.

 

 Kyuhyun tersenyum seraya menatap puas pada boneka beruang berukuran jumbo yang ada di tangannya sekarang. Sedaritadi ia sudah berencana untuk membelikan boneka ini untuk Sungmin. Ia tahu gadis itu begitu menginginkan boneka ini tadi. Ia berkata kalau ia lapar tadi sebenarnya hanyalah alasan. Ia ingin memberi kejutan untuk Sungmin dengan memberinya boneka ini. Pasti ia senang.

.

.

.

Kyuhyun seketika menghentikan langkahnya ketika di lihatnya bahwa Sungmin kini tak sendirian. Di samping gadis itu kini ada sesosok namja yang akhir-akhir ini entah kenapa selalu membuatnya kesal padahal namja itu tak melakukan apapun padanya. Kalian pasti bisa menebak ‘kan siapa namja itu? Tepat, namja itu adalah Juwon.

 

“Sungmin-ah, aku tak menyangka kalau kita akan bertemu disini,” ujar Siwon riang dengan senyumnya seperti biasa –selalu mempesona- namun menyebalkan menurut Kyuhyun. Kyuhyun bisa melihat kalau Sungmin kini balas tersenyum kepada Juwon.

 

“Cih, bahkan ia tak pernah tersenyum semanis itu padaku,” gerutu Kyuhyun masih memperhatikan kedua orang itu.

 

.

 

Padahal tanpa Kyuhyun sadari, Sungmin kini tengah meringis menahan kesabarannya menghadapi namja secerewet Juwon. Sungmin tak habis pikir, kenapa namja se-sempurna Siwon bisa punya leluhur yang seaneh Juwon. Ia bersyukur, untunglah Siwon di masa depan tidak semengerikan ini.

 

‘Kyu… kau kemana, sih. Tega-teganya kau meninggalkanku hingga bertemu namja aneh ini,’ batin Sungmin seraya menatap Juwon yang kini tengah bercerita seru –padahal Sungmin tidak mengerti apa yang ia bicarakan.

.

 

“Sepertinya kalian menikmati kebersamaan kalian,” suara bass Kyuhyun sontak membuat Sungmin mendongak senang. Ia berharap Kyuhyun dapat menyelamatkannya dari situasi ini. Namun ia Sungmin dapati hanyalah tampang acuh Kyuhyun. Bahkan Kyuhyun sama sekali tak menoleh padanya. Namja itu malah berjalan menuju sepedanya yang terparkir tak jauh dari tempat Sungmin duduk.

 

“Ah, kau Kyuhyun-ah. Padahal aku yang ingin mengajak Sungmin jalan-jalan. Namun sepertinya keduluan kau,” ujar Juwon masih dengan wajah riangnya. ‘Apa orang ini tidak lelah tersenyum terus?’ batin Sungmin heran.

 

“Jadi kau ingin mengajaknya jalan-jalan? Kau menganggapku pengganggu? Baiklah, kau jalan-jalan saja dengan Sungmin. Aku pulang dulu,” ujar Kyuhyun dingin sembari meletakan bonekanya dengan agak kesulitan di sepeda itu. Sungmin menatap Kyuhyun tak percaya. Namja itu maninggalkannya? Ia bahkan tak tahu daerah-daerah disini. Oh, ayolah, ini masa lalu!

 

“Aneh sekali Kyuhyun itu. Lagipula kenapa dia membawa boneka sebesar itu? Seperti anak perempuan saja,” ujar Siwon sambil menyaksikan Kyuhyun yang berlalu dari hadapan mereka.

 

‘Boneka itu… boneka yang aku inginkan tadi, ‘kan?’

 

Tanpa dikomando tiba-tiba saja Sungmin berlari mengejar Kyuhyun yang jelas saja sudah menghilang karena Kyuhyun menggunakan sepeda. Sungmin terus berlari tak mempedulikan tatapan orang-orang yang lewat dan teriakan Juwon yang terus memanggil namanya. Yang ada dipikirannya saat ini adalah ia harus pulang. Ia tak mau ditinggalkan bersama namja seaneh Juwon!

 

.

-oOoOo-

.

 

JDER

 

Sungmin sontak tersentak keget, ia mendongak menatap ke langit. Entah kenapa sepertinya cuaca hari ini sama sekali tak mendukung. Langit tampak gelap dan kilat senantiasa menyambar di iringi gemuruh petir. Rintik-rintik hujan mulai berjatuhan.

 

“Aigoo… kenapa harus gerimis segala, sih? Aku, ‘kan tidak tahu jalan pulang…” gerutu Sungmin sambil sesekali menendang udara kosong. Menyesal ia tadi langsung berlari mengejar Kyuhyun. Ia benar-benar bingung saat itu. Menurutnya, Kyuhyun itu benar-benar labil. Sebentar baik lalu kemudian berubah lagi.

 

“Kyu… aku mohon muncul ‘lah. Disini dingin sekali…”

 

BYUR

 

Tiba-tiba saja hujan deras mengguyur tubuh Sungmin. Bergegas ia berlari mencari tempat berlindung.

 

.

-oOoOo-

.

 

Juwon tampak menyeruput cokelat panasnya dengan khidmat. Sesekali tubuhnya menggigil menahan udara dingin yang kian menusuk hingga ke tulang. Sambil menyesap cokelatnya ia memilih untuk memandang ke arah luar rumahnya sembari memandang hujan yang turun. Tiba-tiba saja ia menyemburkan cokelat panas yang baru saja di teguknya, ia tersedak. Rupanya matanya kini menangkap siluet bayangan sosok Cho Kyuhyun yang tengah berlari menembus hujan menggunakan sebuah payung. Pemuda Cho itu kini memasuki pekarangan rumahnya.

 

“Ada apa Tuan muda Cho itu kemari?” Tanya Juwon bingung, kemudian bergegas menuju pintu depan untuk menyambut kedatangn temannya itu.

.

.

.

“Kyuhyun-ah, ada apa kau tiba-tiba kemari?” Tanya Juwon to the point. Tak menghiraukan keadaan Kyuhyun yang –well- bisa dibilang mengenaskan. Payungnya sepertinya tak dapat sepenuhnya melindunginya. Pasalnya tetap saja tubuh jangkung Kyuhyun basah. Ia sedikit menggigil, namun tetap setia dengan gaya cuek-nya.

 

“Ya! Choi Juwon! Mana Sungmin? Kenapa kau tak mengantarkannya pulang? Dia disini ‘kan? Minggir, aku mau membawanya pulang,” sembur Kyuhyun dengan wajah garang membuat Juwon semakin bingung. Jadi Sungmin belum pulang?

 

“Mwo? Jadi Sungmin belum kembali ke rumahmu?” Tanya Juwon panik. Kyuhyun menjengitkan sebelah alisnya dan memandang aneh pada Juwon. Ia sadar ada yang aneh disini. Seketika perasaan panik dan khawatir merasuki dirinya.

 

“Apa maksudmu? Jangan bilang Sungmin tidak bersamamu?” Tanya Kyuhyun lebih mirip gumaman. Juwon menggeleng perlahan. Wajahnya juga Nampak khawatir.

 

“Tadi ketika kau pergi, ia langsung mengejarmu dan meninggalkanku. Aku pikir… aku pikir kau tahu ia menyusulmu pulang,” jawab Juwon seraya menatap Kyuhyun yang kini mulai panik. Sungmin pasti tidak tahu jalan pulang!

 

“Astaga, ini salahku…” gumam Kyuhyun, tiba-tiba saja tanpa diduga Kyuhyun telah berlari menerobos hujan. Ia harus menemukan Sungmin.

 

.

-oOoOo-

.

 

“Wah, akhirnya sampai juga di rumah. Ternyata aku hebat juga…” kekeh Sungmin ketika dilihatnya rumah Kyuhyun kini berada tepat dihadapannya. Bergegas ia memasuki pekarangan rumah tersebut. Oh, ayolah, ini benar-benar dingin. Kalian pasti bisa bayangkan, bagaimana dinginnya, selama berjam-jam berjalan di bawah guyuran air hujan. Kepala Sungmin terasa sangat pening saat ini. Ia tak sabar untuk segera masuk ke rumah dan menghangatkan diri di dalam sana.

 

Ia meraih handle pintu buru-buru, namun seketika ia putus asa. Pintu itu terkunci. Apa Kyuhyun tidak di rumah? Berulang kali ia mengetuk pintu tersebut, berharap ada salah satu maid Kyuhyun yang membukakannya pintu. Namun ini sudah jam setengah tujuh petang. Para maid Kyuhyun biasanya sudah pulang saat pukul enam. Sungmin mendengus kesal. Berulang kali ia menggosokan kedua belas tangannya berupaya menghilangkan rasa dingin itu.

 

Perlahan ia duduk dan memilih meringkuk di depan pintu. Siapa tahu sebentar lagi Kyuhyun akan kembali.

.

.

.

.

 

Kyuhyun berjalan lemas memasuki pekarangan rumahnya. Sudah dua jam ia berkeliling mencari Sungmin. Namun sama sekali tak ia temukan tanda-tanda keberadaan Sungmin. Perasaan bersalah kini menggerogoti pikiran Kyuhyun. Bagaimana bisa ia setega itu meninggalkan Sungmin sendirian hanya karena ada Juwon disana.

 

Kyuhyun tercengang ketika tiba di depan pintu rumahnya. Pasalnya disana ada sesosok tubuh yang meringkuk –sepertinya kedinginan- tertidur dengan posisi tidak nyaman. Kyuhyun tak percaya dengan penglihatannya. Perlahan ia mendekati sosok itu.

 

“Sungmin…” lirihnya tak tega. Batinnya kini tengah sibuk merutuki kebodohannya. Namun tak dapat dipungkiri perasaannya kini lega karena Sungmin sudah berada di rumah. Di gapainya bahu Sungmin dan menggerakannya perlahan.

 

“Sungmin-ah…” panggil Kyuhyun. Seketika tubuh Sungmin bergerak dan tak berapa lama kemudian ia terbangun. Ia mengerjapkan matanya polos dan menatap Kyuhyun bingung. Membuat Kyuhyun jadi salah tingkah.

 

“Astaga, Kyu. Kenapa kau bisa basah kuyup begitu?” Tanya Sungmin bingung menatap Kyuhyun yang kini basah kuyup sambil menenteng sebuah payung di tangan kirinya. Kyuhyun terlihat gelagapan. Tak mungkin ‘kan ia bilang ‘Tentu saja aku mencarimu. Kau tak tahu ‘kan betapa paniknya aku?’ Kyuhyun mendengus dengan pikirannya itu. Mimpi saja kalian jika mengharapkan ia berkata seperti itu.

 

“Aku…”

 

“Ah, kau pasti tadi pergi mencariku, ‘kan?” Tanya Sungmin riang, membuat gengsi Kyuhyun seketika tersulut naik. Jangan harap kalau ia mau mengakui kalau kata-kata Sungmin benar!

 

“Hah? Mimpi saja kau! Mencarimu… aku habis dari rumah temanku tahu. Dan hujannya deras sekali. Jadi payungku tak cukup melindungi,” bantah Kyuhyun dengan gaya arogannya. Sungmin tampak mencibir kecil.

 

“Sudahlah, kajja kita masuk. Disini dingin sekali,” ajak Kyuhyun. dengan senang hati Sungmin mengikuti pemuda itu masuk ke dalam.

 

.

-oOoOo-

.

 

Kyuhyun dan Sungmin kini duduk berhadapan di ruang tengah mansion Kyuhyun. Mereka kini tampak menikmati cokelat hangat buatan Sungmin.

 

“Jadi, kau darimana saja tadi?” Tanya Kyuhyun membuka percakapan. Sungmin menatap Kyuhyun jengah. Pemuda itu seperti tidak punya rasa bersalah karena sudah meninggalkannya.

 

“Aku tersesat, bodoh! Kenapa kau seenaknya meninggalkanku? Aku ‘kan tidak tahu daerah tempat pusat perbelanjaan itu,” dengus Sungmin.

 

“Tersesat? Maafkan aku, aku pikir kau pergi bersama Juwon. Kau tahu, aku tadi kaget melihatmu meringkuk di depan rumahku. Kenapa juga kau tidak berteduh, sih?” omel Kyuhyun tiba-tiba.

 

“Kau lihat tidak? Daritadi hujannya sama sekali belum berhenti, kalau aku menunggu hingga hujan reda aku bisa-bisa tidak akan pulang. Jadi aku terobos saja hujannya,” perasaan bersalah semakin melingkupi benak Kyuhyun.

 

Tiba-tiba saja Sungmin berseru riang sambil melirik suatu benda yang kini tergeletak di sofa yang berada tak jauh dari tempat mereka duduk.

 

“Boneka itu! Kyu, kau membelinya? Apa itu untukku?” Tanya Sungmin percaya diri. Dan sekali lagi, sifat gengsi Kyuhyun mendominasi. Tak mungkin ‘kan dia mengakui kalau ia membeli boneka itu memang khusus buat Sungmin.

 

“Percaya diri sekali kau…” cibir Kyuhyun. Sungmin lemas seketika, “Jadi bukan untukku, ya?” Kyuhyun tersenyum tipis melihat ekspresi gadis itu.

 

“Eh, tapi jika kau mau ambil saja. Hitung-hitung permintaan maaf karena sudah meninggalkanmu tadi,” ujar Kyuhyun santai arogan.

 

“Bolehkah? Maksudku, apa tidak apa-apa? Boneka ini secara teknis bukan milikku,” Tanya Sungmin ragu. ‘Itu memang untukmu, pabo.’ Batin Kyuhyun geli.

 

“Tidak apa-apa. Buatmu saja,” ujar Kyuhyun santai,

 

“Ah, ya, Min. Karena besok hari senin, dan aku besok bekerja… kau tak apa ‘kan kalau ku tinggal sendiri di rumah?” Tanya Kyuhyun ragu. Ia tak mau kalau sampai kejadian Sungmin tersesat terulang lagi.

 

“Tak masalah, aku bisa bertemu Hyukjin, ’kan?”

 

“Ah, iya! Kau bisa ikut Hyukjin. Biasanya ia akan belajar memasak dan belajar mengatur rumah tangga bersama gadis-gadis di daerah sini. Mungkin kau bisa ku daftarkan disana,” ujar Kyuhyun antusias.

 

“Mwo? Semacam kursus begitu maksudmu?” Tanya Sungmin tak percaya.

 

“Tapi untuk apa aku belajar pekerjaan rumah tangga?” Tanya Sungmin bingung.

 

“Kau ini bodoh atau apa, sih? Semua gadis memang harus belajar pekerjaan rumah tangga agar ada pria yang mau memperistrimu kelak,” jelas Kyuhyun. Seketika kepala Sungmin berdenyut pelan, tiba-tiba saja ia teringat dengan kata-kata Hyukjin mengenai kehidupan para gadis di jaman ini.

 

‘Ah… aku benci masa lalu,’

 

 

TBC

 

.

-oOoOo-

33 thoughts on “FF KyuMin | Past And Future | GS | PART 3”

  1. ihh kyumin jalan2 yaa .. eh ming pengen boneka ? udah dibeliin tuh ma kyu , tp kyu terlanjur cemburu ama ming hihi . lucu lohh
    ehh hujan ? kasian ming dong , wah kyuu gimana dong kan kasian ming..

  2. Kyuppa gengsi nya ga ketulungan bget yach?? Cemburu nya jg, ya ampun.. Ming ampe d tinggal gtu.
    Lanjutt ah… 🙂

  3. Hahahaha lucu lucu lucu….
    Yg terbayangkan adalah cerewetnya wowon di sini sampai minnie bosan….
    Tp romantis ya keliling2 jalan2 naik sepede.. Jd ngiri hahahaha.
    Si kyu masih jual mahal aja tuh gengsinya masih besar aja… Hahahaha ak baca kilat deh ini…

  4. tuh kaaaaan… kyu mh… ngaku aj deh klau cmburu… ga usah gengsi kyk gtu deeeh..

    ok deh.. lanjut bacaaa😀

  5. Wah kyumin jalan2. Wah juwon tuh cerewet banget ya. Hihihihi wah ternyata sedari tadi kyu ngawasin min ya, wah min pengen boneka tuh kyu. Wah kyu romantis ya. Walau kadang menyebalkan

  6. Sungmin suka agak sedikit lupa deh klau dia di masa lalu.
    Kasian bgt tuh sungmin ujan ujanan,ego kyuhyun tinggi bgt buat ngakuin perbuatan nya..

    Mian chingu aku blm bsa comment yg part 2, gk tau knpa gagal trua padahal koneksinya bgus…

  7. Ming mw boneka tpi udah dibeliin ama kyu ow.. ow.. ow.. kyu sosweet banget tp sayang kyu nya keburu cemburu ^^
    Hahaha kyu terlalu gengsi ternyata😀
    Kasian ming ampe bosan ama juwon hahaha =))

  8. ahhh… si kyu cepet banget marahnya…main pergi aja .mana gengsian lagi ahahha xD yg sabar ya min..kamu terjebak dijaman jadul sih hahha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s