FF KyuMin GS | Past And Future | PART 2


A KYUMIN FANFICTION

.

Past And Future

.

Written by Sevy Lelibriani © 2013

.

Disclaimer : All casts in this fict belong to God, their parents, and of course themselves. But, all plot and story of this fict originally MINE.

.

 

Warning : GS | Bad Diction | OOC | typo (es) | Time-Travel story | cerita pasaran | Don’t Like Don’t Read!

Bash or flame are not allowed here

.

.

Genre : Fantasy, Romance, Hurt/Comfort

.

 

Rate : T

 

.

 

Happy Reading

.

 

.

‘1902? Bagaimana mungkin? Pantas saja… pantas saja semua orang menatapku aneh. Jelas saja, model pakaian yang aku kenakan belum ada di jaman ini. Pantas saja penjual Koran tadi tak mau menerima uangku, uang dengan nominal sepuluh ribu won masih terlalu besar untuk jaman ini. seharusnya aku sadar… astaga, lalu bagaimana ini? Bagaimana caraku kembali? Dan yang paling penting, apa yang menyebabkan aku kembali ke jaman-seratus-sebelas-tahun-yang-lalu ini?’

 

“Min…”

 

“Sungmin-ah!” lengkingan suara cempreng Hyukjin sontak mengembalikan kesadaran Sungmin yang tadi sempat melanglang-buana. Sungmin menelan susah salivanya kemudian beralih menatap Hyukjin dengan tatapan ragu. Seolah tak mempedulikan tatapan heran Hyukjin, Sungmin tetap saja memperhatikan sosok Hyukjin yang begitu familiar baginya.

 

‘Yeoja ini mirip sekali dengan Eunhyuk, dan ini jaman seratus sebelas tahun yang lalu. Apa mungkin kalau Hyukjin masih kerabat dengan Eunhyuk?’ batin Sungmin seraya menatap Hyukijin dengan pandangan menilai. Memang benar, hampir semua yang ada di diri yeoja bernama Hyukjin itu mirip dengan sahabatnya –Eunhyuk- mereka sama-sama memiliki gummy-smile, oh jangan lupakan, bahkan kebiasaan mereka pun sama, sama-sama suka berteriak.

 

“Ya! Sungmin-ah. kenapa kau memperhatikanku seperti itu? kau tahu? Aku ini masih normal.”

 

CTAK

 

“Apa maksudmu? Kau pikir aku menyukaimu? Aku juga masih normal tahu!” gerutu Sungmin kesal, sementara itu Hyukjin kini hanya tersenyum meringis seraya mengusap kepalanya yang mendapat jitakan gratis dari Sungmin.

 

“Lalu kenapa kau memperhatikanku seperti itu?” Tanya Hyukjin penasaran.

 

“Aniya… kau hanya mengingatkanku pada sosok sahabatku. Kalian mirip sekali, tapi dia sudah pindah keluar negeri.” Jawab Sungmin tidak sepenuhnya jujur. Dia memutuskan untuk merahasiakan siapa dia sebenarnya selama dia berada di jaman ini. Setidaknya dia tetap harus berpura-pura sampai ia bisa menemukan jalan kembali untuk pulang ke masanya.

 

“Oh, ya? Siapa namanya? Aku yakin ia yeoja yang menyenangkan.” Ujar Hyukjin antusias, Sungmin memutar bola matanya seraya mendengus mendengar perkataan Hyukjin. ‘Apa dia sedang memuji dirinya sendiri dan cicitnya?’ batin Sungmin seraya terkikik dalam hati.

 

“Namanya Eunhyuk. Dia sahabatku sejak kami masih di sekolah menengah.” Jelas Sungmin ceria. Ah, ia benar-benar merindukan sosok Eunhyuk sekarang. Kira-kira sekarang Eunhyuk sedang apa, ya? Apa Eunhyuk sadar kalau dirinya menghilang?

 

“Kau di perbolehkan bersekolah, Sungmin-ah?” Tanya Hyukjin tiba-tiba, matanya membulat tak percaya dan menatap Sungmin dengan tatapan polosnya. Membuat Sungmin jadi salah tingkah.

 

“Ne, tentu saja. Kenapa harus dilarang? Bahkan orangtuaku selalu mengusahakan agar aku mendapatkan pendidikan yang layak.” Jelas Sungmin. jujur saja ia bingung dengan maksud perkataan Hyukjin barusan.

 

“Kau beruntung sekali Sungmin-ah. di jaman kita ini sulit sekali menemukan orangtua seperti orang tuamu. Kau tahu? Aku sebenarnya sangat ingin sekolah tinggi seperti para namja. Tapi sayangnya orangtuaku tak berpikiran seperti orangtuamu, yang mengijinkan anak gadis untuk sekolah tinggi.” Ujar Hyukjin lirih.

 

“Maksudmu?”

 

 

“Yah, kau pasti paham. Kita ini wanita. Tidak sepantasnya kita belajar di sekolah. Hanya para namja, lah yang boleh mengenyam pendidikan tinggi. Sementara kita para yeoja, kewajiban kita adalah mengurus segala kegiatan rumah tangga, kalau tidak begitu namja mana yang mau menikahimu kelak?” penjelasan Hyukjin sontak membuat Sungmin merasa tenggorokannya tercekat, ingin sekali ia menghantamkan kepalanya ke tembok terdekat,

 

‘Astaga… bagaimana aku bisa lupa? Ini, ‘kan jaman nenek buyutku. Hak wanita masih belum bisa disamakan dengan para namja di jaman ini. Paboya Lee Sungmin.’

 

“Sungmin-ah, kau kenapa jadi pendiam begitu?” Tanya Hyukjin. Sungmin tersenyum canggung menatap Hyukjin.

 

“Gwaenchana.”

 

.

-oOoOo-

.

 

Ini tepat seminggu sejak peristiwa-kembali-kemasa-lalu yang dialami oleh Sungmin. Yeoja itu kini mulai tampak terbiasa dengan keadaan disekelilingnya, bahkan ia kini telihat lebih akrab dengan Hyukjin yang notabene memiliki sifat yang mirip sekali dengan Eunhyuk. Sungmin juga mulai hapal dengan seluk beluk mansion milik Kyuhyun. ia tak habis pikir kenapa Kyuhyun nampak tenang-tenang saja membiarkan Sungmin sendirian di mansionnya itu. apakah pemuda itu tak berpikir bisa sajakan kalau Sungmin itu perampok atau orang jahat yang berpura-pura tersesat?

 

Dan, ya Sungmin teringat dengan obrolannya dengan Hyukjin mengenai Kyuhyun tadi siang. Menurut informasi yang ia dapat dari Hyukjin, rupanya Kyuhyun itu adalah anak yang mandiri. Di usianya yang masih terbilang muda sekarang, ia telah berhasil menjalankan bisnis ayahnya. Bahkan berkat kerja kerasnya, perusahaan ayahnya itu kini diakui dimata dunia. Dan yang membuat Sungmin semakin menaruh kagum pada sosok Kyuhyun adalah ternyata mansion yang kini ia tinggali adalah hasil keringat Kyuhyun sendiri. Kyuhyun memutuskan untuk tidak tinggal bersama orangtuanya dengan alasan ingin mandiri.

 

 

Sungmin tersenyum ketika dilihatnya sebuah pigura yang terpajang apik di meja yang berada di ruang keluarga mansion milik Kyuhyun itu.  Foto itu hitam-putih, jelas sekali kalau foto itu di ambil menggunakan kamera jaman dulu. Sangat berbeda dengan jamannya yang sudah serba canggih.

 

Foto itu menampilkan sesosok namja berumur sekitar awal dua-puluhan. Sungmin tahu siapa orang yang ada di foto itu. Itu Kyuhyun. Walaupun penampilan namja itu jauh dari kesan trendy dan lagi, sekali lagi ingat, itu foto hitam-putih. Namun itu semua sama sekali tak mengurangi pesona seorang Cho Kyuhyun. Harus Sungmin akui, namja itu benar-benar tampan dan memiliki pesonanya sendiri. Belum pernah ia merasa kagum seperti ini pada seorang namja kecuali ayahnya.

 

 

“Aku tahu aku tampan. Tapi, alangkah lebih baik jika kau mengagumi sosokku yang nyata daripada kau terus mengagumi fotoku seperti itu.”

 

DEG

 

Suara ini…

 

“Kau? apa yang kau lakukan disini?” Kyuhyun mengernyit memandang Sungmin. sorot matanya menatap geli pada wanita itu. namun sebisa mungkin ia menyembunyikan rasa gelinya.

 

“Kau tidak salah bertanya? Ini, ‘kan rumahku, jelas saja aku berada disini.” Jawab Kyuhyun seraya tersenyum memandang Sungmin yang wajahnya kini memerah. Sungmin kini merutuki kebodohannya, ‘Bisa-bisanya pertanyaan bodoh itu keluar.’ Batin Sungmin. jika bisa, ingin rasanya ia menghilang dari hadapan Kyuhyun sekarang juga.

 

“Ma-maaf, aku tak sadar ketika mengucapkan pertanyaan itu.” ujar Sungmin seraya menunduk dan memilin ujung blous-nya. Kyuhyun menatap gemas pada wanita dihadapannya ini,

 

 

“Hahahaha…”  pada akhirnya lengkingan tawa Kyuhyun meledak juga, Sungmin menatap Kyuhyun heran. Melihat wajah Sungmin yang semakin memerah, sekut tenaga Kyuhyun berusaha menghentikan tawanya,

 

“Kau kenapa minta maaf segala? Kau ini lucu sekali, Minnimin.” Ujar Kyuhyun gemas. Tanpa sadar Sungmin kini mem-pout-kan bibirnya kesal karena ditertawakan. Oh, ayolah Lee Sungmin, tak sadarkah dirimu kalau namja dihadapanmu kini tak berkedip memandangmu?

 

“Kenapa kau menatapku seperti itu?” Tanya Sungmin yang kini menyadari tengah ditatap oleh Kyuhyun dengan tatapan yang –errr- entahlah, silakan bayangkan sendiri.

 

“Berhentilah memasang tampang seperti itu.” ujar Kyuhyun datar kemudian berbalik dan berjalan menuju ruangan –yang Sungmin ketahui adalah kamar Kyuhyun. Sungmin berjalan mengejar Kyuhyun, ia masih penasaran dengan apa maksud Kyuhyun berkata seperti tadi. Apa yang salah dengan wajahnya?

 

“Kyu… Kyuhyun-ah tunggu…”

 

“Kenapa kau mengikutiku?” Tanya Kyuhyun seraya mengangkat sebelah alisnya. Benar-benar ekspresi yang mengesalkan.

 

“Aku…”

 

“Kau ingin tidur di kamarku, ya? Aku tahu kau merindukanku, tapi…”

 

“CUKUP! Baik… baik… aku akan kembali ke kamarku.” Ujar Sungmin kesal dan segera pergi meninggalkan Kyuhyun yang kini terbahak puas.

 

“Cho Kyuhyun pabo!”

 

.

-oOoOo-

.

 

 

Pagi ini keadaan di mansion Kyuhyun tampak lengang. Kyuhyun tampak menyeruput kopinya seraya membaca Koran. Sesekali pemuda itu melirik kearah pintu kamar Sungmin yang masih tertutup rapat.

 

 

Tak berapa lama derit pintu terdengar dari arah kamar Sungmin, sepertinya gadis itu baru bangun. Ckckck, bahkan ini sudah jam delapan. Kalau ibunya sampai tahu ada gadis sepemalas Sungmin, pasti ibunya tidak akan berhenti mengomel sepanjang hari. Kyuhyun terkikik sendiri dengan pikirannya.

 

‘Kira-kira bagaimana reaksi Umma, ya jika aku mempertemukannya dengan gadis seajaib Sungmin?’ batin Kyuhyun.

 

“Hey, kau sudah gila, ya tersenyum-senyum sendiri begitu?” sindir Sungmin kemudian mengambil tempat duduk di hadapan Kyuhyun.

 

“Kau baru bangun?” Sungmin menjawab pertanyaan Kyuhyun hanya dengan sebuah anggukan. Mulutnya kini tengah sibuk mengunyah roti panggang yang sudah tersedia dihadapannya.

 

“Dasar pemalas. Mana ada namja yang mau memperistri gadis pemalas sepertimu.” Cibir Kyuhyun. sungmin beralih menatap Kyuhyun tak suka,

 

‘Apa hak namja ini menceramahiku? Bahkan ibuku sendiri tak pernah mempermasalahkan kebiasaanku bangun siang.’ Gerutu Sungmin dalam hati.

 

“Jangan bilang kau juga tak bisa memasak?” Tanya Kyuhyun lagi. Ah, pemuda itu semakin mirip dengan ahjumma-ahjumma yang berniat mencarikan jodoh buat anaknya yang kurang laku.

 

“Ne, kau benar. Aku tak bisa memasak. Aku bahkan sama sekali tak terbiasa mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Lalu apa masalahnya untukmu?” ujar Sungmin ketus. Berbanding terbalik dengan Kyuhyun yang kini menatapnya takjub,

 

“Ajaib sekali ada gadis seperti kau di jaman sekarang. Pasti kau akan jadi perawan tua. Kalau pun ada yang mau menikahimu, pasti dia pemuda paling malang di dunia.” Ujar Kyuhyun kemudian terbahak menatap Sungmin yang kini memberengut kesal.

 

“Kau juga! Pasti wanita yang akan menjadi istrimu kelak akan menjadi wanita paling sial karena mendapatkan suami bermulut tajam seperti kau.” Balas Sungmin tak mau kalah,

 

“Menyumpahi dirimu sendiri, eoh?” Tanya Kyuhyun penuh arti,

 

“Maksudmu?” Tanya Sungmin bingung.

 

“Tidak ada.”

 

 

TING TONG

 

“Ada tamu. Cepat bukakan pintu sana.” Perintah Kyuhyun seenaknya, “Kenapa tidak menyuruh salah satu maid mu saja?” ujar Sungmin kesal karena perintah Kyuhyun yang seenaknya.

 

“Kau kira maid ku tidak ada pekerjaan lain apa? Sudah cepat buka pintu sana.” Ujar Kyuhyun lagi. Ingin sekali rasanya Sungmin menonjok wajah tampan yang kini tertawa penuh kemenangan itu. sedikit menghentakan kakiknya kesal, Sungmin berjalan menuju pintu depan.

.

-oOoOo-

.

 

 

CKLEK

 

Seorang pemuda tampan  bertubuh tinggi dan berlesung pipi kini berdiri tegak dihadapan Sungmin. seketika Sungmin merasa dunianya berputar dan kakinya melemas. Bagaimana mungkin?

 

“Choi Siwon-ssi?” desis Sungmin namun masih bisa terdengar oleh namja di hadapannya itu. bagaimana mungkin? Choi Siwon, namja yang di masa depan pernah menyatakan cinta padanya, kini berdiri tegak di ambang pintu mansion Kyuhyun seraya tersenyum memamerkan lesung pipinya yang menawan.

 

“Hey, Nona kenapa kau diam saja? Apa Kyuhyun ada?” Tanya pemuda itu tanpa menghilangkan senyum yang tersungging diwajah tampannya.

 

Pemuda ini tak mengenalnya? Jangan bilang kalau pemuda ini…

 

Kakek buyut Choi Siwon? Astaga, setelah ini, leluhur siapa lagi yang akan ia temui? Pertama Eunhyuk, dan sekarang Siwon. Ia bisa gila kalau begini terus.

 

 

“K-Kyuhyun ada di dalam. Silakan masuk.” Ujar Sungmin tergagap. Namun sebelum ia melangkah masuk, pemuda itu segera menghentikan langkahnya, Sungmin berbalik dan menatap heran pemuda tampan itu.

 

“Aku Choi Juwon. Siapa namamu?” Tanya pemuda itu seraya tersenyum manis. ‘Tebar pesona, eoh? Tidak kakeknya tidak cucunya sama-sama sok tampan.’ Batin Sungmin jengah, namun mau tak mau ia berusaha tersenyum ramah dan menanggapi pemuda bertubuh atletis itu,

 

“Sungmin. Lee Sungmin.” jawab Sungmin cepat. Rasanya ia ingin cepat-cepat pergi dari hadapan Juwon. Tatapan pemuda itu benar-benar membuatnya takut.

 

“Senang berkenalan denganmu, Beautiful Lady.” Ujar Juwon seraya meraih punggung tangan Sungmin dan mengecupnya perlahan. Sungmin berjengit salah tingkah,

 

‘Apa-apaan pemuda ini? Astaga, ternyata Siwon di jaman ini jauh lebih menyeramkan daripada yang dimasa depan.’ Batin Sungmin bergidik.

 

 

“EHEM! Sepertinya aku mengganggu kalian.” Sungmin mendesah lega ketika di dengarnya suara bass Kyuhyun. akhirnya ia bisa terbebas dari namja genit dihadapannya ini. Buru-buru ia beranjak pergi dari sana sebelum Juwon kambuh lagi.

.

.

.

“Errr− hay, Kyu. Siapa gadis tadi?” Tanya Juwon dengan wajah berbinar. Kyuhyun mendengus tak suka melihat ekspresi wajah Juwon ketika melihat Sungmin tadi. Hey, bukan apa-apa, Kyuhyun sangat mengenal sahabatnya ini. Juwon terkenal playboy di kalangan teman-teman mereka. Ia pasti sedang mengincar Sungmin sekarang. Dan Kyuhyun tak suka itu.  ia tak suka jika Sungmin menjadi objek incaran Juwon saat ini.

 

“Jangan dekati dia.” Ujar Kyuhyun dingin. Juwon tampak menatap heran pada Kyuhyun. tak biasanya Kyuhyun seperti itu. biasanya Kyuhyun akan acuh saja ketika ia mendekati gadis manapun. Tapi sekarang…

 

“Wae? Apa dia kekasihmu? Kau tak pernah cerita.”

 

“Ani… ani… dia bukan kekasihku… dia hanya… dia hanya…”

 

“Kalau dia bukan siapa-siapamu ijinkan aku mendekatinya. Aku rasa aku benar-benar menyukainya. Aku berjanji tidak akan mempermainkannya. Ayolah, Kyu… bantulah aku untuk mendekatinya…” pinta Juwon menghiba pada Kyuhyun. tanpa sadar tangan Kyuhyun kini terkepal erat. Rasanya sewaktu-waktu ia bisa sala memukul wajah sahabatnya ini.

 

‘Ada apa denganku? Kenapa aku bisa sekesal ini pada Juwon?’ batin Kyuhyun resah. Belum pernah ia merasakan hal seperti ini. Apa yang salah dengannya? Bahakan sekarang melihat wajah Juwon pun sudah membuatnya emosi.

 

“Kyu, kenapa kau diam saja? Kau akan membantuku, ‘kan?” pinta Juwon penuh harap.

 

“Bermimpi saja kau, Choi! Aku tak akan pernah membantumu.” Jawab Kyuhyun dingin cenderung ketus. Juwon mengernyitkan dahinya heran. Wajah Kyuhyun tampak mengeras menahan marah.

 

“Tapi, Kyu…”

 

“Berhenti bahas hal ini atau kau ku usir?” kalimat bernada final itu sontak membuat Juwon tediam.

 

“Baiklah, aku akan berusaha sendiri saja.” Gumam Juwon namun masih bisa di dengar dengan jelas oleh Kyuhyun,

 

“Lebih baik kau pulang sekarang, Choi!” perintah Kyuhyun dingin. Rupanya emosinya memang sedang berada di puncak, namun bodohnya, Juwon masih juga tidak mengerti ada apa dengan teman sepermainannya yang kini juga merupakan relasi bisnisnya itu,

 

“Tapi proyek kita…”

 

“Aku bilang pergi sekarang.” Juwon pun lebih memilih untuk mengalah, dengan berat hati ia pergi meninggalkan mansion Kyuhyun tersebut,

 

“Ah, Kyu…” baru beberapa langkah Juwon kembali menatap Kyuhyun, seperti ada sesuatu yang tertinggal,

 

“Tolong sampaikan salamku pada Sungmin, ya!” teriaknya kemudian berlalu,

 

“Sialan kau Choi Juwon!”

 

.

-oOoOo-

.

 

 

Sungmin kini tampak memberengut kesal, pasalnya seharian ini Kyuhyun mendiamkannya. Bahkan ketika ia bertanya baik-baik, Kyuhyun akan menjawabnya dengan ketus. Rasanya ia bosan sekali berada di mansion ini. Tak ada teman mengobrol, benar-benar membosankan.

 

“Aku rasa tinggal di hutan belantara akan jauh lebih menyenangkan daripada tinggal di mansion yang lebih mirip kuburan ini.” Gerutu Sungmin.

 

Tak tahan lagi dengan rasa bosannya, Sungmin segera beranjak ke ruang kerja Kyuhyun. tak peduli Kyuhyun akan marah padanya, yang penting ia punya teman untuk mengobrol.

 

.

.

 

“Kyu…” panggil Sungmin takut-takut. Pasalnya pemuda tampan itu kini tampak tengah serius menekuni pekerjaannya. Namun panggilan Sungmin tak di gubris oleh pemuda itu. tak ayal, hal itu membuat Sungmin memberengut kesal.

 

“KYU!” teriak Sungmin kesal. Cukup berhasil. Setidaknya Kyuhyun sudah mau mengalihkan pandangannya dari kertas-kertas membosankan itu dan mendongak menatapnya.

 

“Ada apa?” Tanya Kyuhyun dingin. Sungmin tampak tercekat mendengar nada bicara pemuda itu.

 

“Aku… aku bosan, Kyu… temani aku ngobrol, ya?” pinta Sungmin memohon. Namun Kyuhyun hanya mendengus kesal,

 

“Aku sibuk.”

 

“Huh? Baiklah, kalau begitu aku minta ijin saja. Bolehkah aku pergi dengan Juwon besok? Ia berjanji akan mengajakku jalan-jalan.” Mendengar nama Juwon disebut, sontak Kyuhyun mendongakan kepalanya menatap Sungmin.

 

“Juwon? Kapan dia mengajakmu?” Tanya Kyuhyun tak bisa menyembunyikan kekesalannya.

 

“Tadi sore saat aku jalan-jalan bersama Hyukjin. Kami bertemu dan dia mengajakku jalan-jalan besok. Jadi… apakah boleh?” Tanya Sungmin penuh harap.

 

“Tidak.”

 

“Mwo? Kenapa kau jahat sekali padaku, Kyu? Kau terus bersikap ketus dan bahkan membentakku seharian ini. Dan sekarang dengan seenaknya kau bilang aku tak boleh jalan-jalan?” ujar Sungmin kesal, akhirnya unek-uneknya yang ia pendam seharian ini keluar juga. Tak ayal, perkataan Sungmin itu membuat Kyuhyun jadi merasa bersalah juga.

 

“Kau tidak boleh pergi dengan Juwon.”

 

“Wae? Dia baik padaku.” Kyuhyun mendengus tak suka,

 

“Kau tidak boleh pergi dengannya. Besok kau akan pergi denganku. Kau mau jalan-jalan, ‘kan? Kau akan pergi bersamaku.”

 

 

TBC

37 thoughts on “FF KyuMin GS | Past And Future | PART 2”

  1. ih kyu resek deh jadiin ming maid ..ada kembaran siwon ternyata ~ abang juwon huhu
    buahahahahhahah kyuu cemburu eoh ? siwon eh- juwon frontal banget mau deketin ming wkwkw

  2. Hahaha kyu ga sadar bilang dirinya yg malang krn bakalan jd suami minnie. Jd kyu suka sm minnie? Hahaha kocak2…. Membayangkan tingkah laku monnie di kehidupan itu pasti aneh bgt…
    N sosok buyutnya wowon lucu bgt… Emang ga jauh2 dr buahnya ya keturunannya… Next chap deh…

  3. wkwkwk.. juwon sma siwon sma aj genitny…
    hoho.. kyu cemburu kyk gtu?
    critany mkin unik… lanjut bacaaaa😀🙂

  4. Kyuhyun narsis sma lumayan mesun ternyata, hihihi
    Cie cie kyu udah mulau possesive tuh ama umin, ehem yg cemburu… hehehe
    Mau siwon yg sekrang atau yg di 1902 ttep aja suka apa umin

  5. apa nanti ada buku habis gelap terbitlah terang???
    spt jman kartini hehehe just kid..

    kyuhyun sudah mulai cemburu eo..

    lalu bgamn sungmin bisa kembali k masa depan ???

    next next next. .

  6. hhaha nama-nama masa lampaunya lucu-lucu ya… kkkkkk aduh perbedaan masa lalu dan masa depan berbeda bnget. si cho kyu yg mulai jealous hahah

  7. Kyu cmburu dgn juwon, sungmin ketemu dgn kembran hyuk dan won oppa di tahun 1902, suka critanya oke bca part slanjutnya😀

  8. Apakah ceritanya akn trus brda di masa lalau… apakah kyuhyun ad di jamannya sekrang??? mkin penasaran dg kelanjutan crtanya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s