FF KyuMin GS | Past And Future | PART 1


A KYUMIN FANFICTION

.

Past And Future

.

Written by Sevy Lelibriani © 2013

.

Disclaimer : All casts in this fict belong to God, their parents, and of course themselves. But, all plot and story of this fict originally MINE.

.

 

Warning : GS | Bad Diction | OOC | typo (es) | Time-Travel story | cerita pasaran | Don’t Like Don’t Read!

Bash or flame are not allowed here

.

.

Genre : Fantasy, Romance, Hurt/Comfort

.

 

Rate : T

 

.

 

Happy Reading

.

 

.

“Sungmin-ah, aku dengar hari ini hingga tiga hari kedepan akan diadakan pameran lukisan di gedung elf. Bagaimana kalau kita pergi kesana?” bisik seorang gadis dengan gummy-smile nya kepada gadis yang dipanggilnya Sungmin tersebut. Namun tak ada respon berarti dari gadis bernama Sungmin itu. Ia malah menopang dagunya seraya menatap kosong pada lalu-lalang orang lewat.

 

“Ya! Sungmin-ah! jangan mengabaikanku!” Teriak gadis itu kesal.

 

“Diamlah Lee Hyukjae! Kau membuatku malu dengan berteriak-teriak seperti orang bar-bar begitu.” Ujar Sungmin yang akhirnya membuka suara. Urat-urat kekesalan Nampak jelas di raut wajah Hyukjae.

 

“Aku mengajakmu berbicara dari tadi, tapi kau tak memperhatikanku. Jelas saja aku kesal, pabo!” gerutu Hyukjae. Namun lagi-lagi sosok Sungmin mengabaikannya dan lebih memilih melamun dibandingkan menghiraukan gerutuan Hyukjae.

 

“Hey! Sungmin-ah, jangan bilang kau mengkhayalkan sosok pangeran impianmu yang bodoh itu? Oh, ayolah, jaman sekarang tak ada sosok pangeran seperti di mimpimu itu. Kau bisa jadi perawan tua jika terus terpatok pada khayalanmu itu.” Ujar Hyukjae panjang lebar. Ia paham betul apa yang yang ada di pikiran Sungmin sekarang. Ia tahu betul kalau sahabatnya itu hingga sekarang belum pernah sekalipun menjalin kasih dengan pemuda manapun, namun ia tak habis pikir dengan alasan Sungmin yang tetap memilih berstatus single hingga saat ini. Oh, bukan. Tentu saja bukan karena Sungmin tak laku, sudah puluhan pemuda yang menyatakan cinta padanya namun selalu ia tolak. Ada satu alasan yang membuat Sungmin enggan menerima pernyataan cinta dari pemuda-pemuda tersebut. Pemuda-pemuda itu bukanlah sosok yang selama ini memenuhi bayangan mimpi Sungmin.

 

“Minnie….”

 

“Hyukie, aku yakin namja yang selalu terlintas dibenakku itu adalah orang yang di kirim Tuhan untukku. Aku tahu kalau ini gila, tapi entahlah, aku sangat yakin akan hal itu. Ah, sudahlah, tak usah membicarakan ini lagi. Kau bilang tadi mau ke pameran lukisan, ‘kan? Kajja kita kesana.” Ujar Sungmin seraya tersenyum menatap sahabatnya yang kini terbengong menatapnya.

 

“Kau… yakin?” Tanya Hyukjae perlahan. Sontak Sungmin mengangguk mantap,

 

“Kajja, aku dengar lukisan-lukisan disana lukisan antik. Aku jadi penasaran.” Ujar Hykjae tak kalah bersemangat seraya menarik lengan Sungmin.

.

-oOoOo-

.

 

“Wooah… aku tak menyangka kalau akan seramai ini. Lukisan-lukisan disini memang benar-benar menakjubkan dan… antik.” Ujar Eunhyuk seraya berjalan mengelilingi galeri tersebut. bahkan ia nyaris melupakan keberadaan Sungmin. namun Sungmin hanya tersenyum maklum. Ia sangat tahu kalau Eunhyuk begitu menyukai segala hal yang berkaitan dengan seni, termasuk lukisan. Mengabaikan Eunhyuk yang kini tengah sibuk tenggelam dengan dunianya sendiri, Sungmin pun memutuskan untuk berkeliling seorang sendiri.

 

 

Sungmin menatap kagum lukisan-lukisan yang  terpampang di sepanjang ruangan itu. Ia akui lukisan-lukisan tersebut memang memiliki cita rasa tinggi. Siapa pun yang membuatnya pasti ia adalah seorang seniman yang jenius. Tiba-tiba mata Sungmin tertubruk pada satu lukisan berukuran sedang yang kini terpampang tepat dihadapannya. Entah kenapa lukisan itu terasa begitu memanggilnya, seolah ia dan lukisan itu memiliki suatu ikatan. Wajah di lukisan tersebut juga begitu familiar di ingatannya, namun ia sendiri tak yakin pernah mengenal orang yang ada di lukisan tersebut.

 

“Ah, mungkin ini hanya lukisan namja biasa. Aku saja yang terlalu berlebihan.” Gumam Sungmin, namun ia tak menampik rasa kagumnya pada lukisan tersebut. bukan hanya kombinasi warnanya saja yang menarik perhatian Sungmin. namun sosok yang menjadi objek dilukisan tersebut begitu sempurna. Perlahan tangan Sungmin mulai terjulur untuk mengusap lukisan tersebut. tanpa Sungmin sadari, kini senyum telah terkembang di bibirnya seraya menatap dalam pada sosok pemuda dalam lukisan itu.

 

 

“Sungmin-ah! apa yang kau lakukan disini? Aku mencarimu kemana-mana dan ternyata kau malah bengong disini.” Suara Eunhyuk sontak mengembalikan kesadaran Sungmin.

 

“E-eh, Hyuk. Kau sudah selesai berkeliling?” Tanya Sungmin tergagap. Kenapa ia jadi salah tingkah begini?

 

“Ya. Lukisan disini memang luar biasa. Eh, tampan sekali pemuda dalam lukisan itu. Jangan bilang kau menyukai sosok tak jelas dalam lukisan itu.” Ujar Eunhyuk seraya melemparkan tatapan bercandanya pada Sungmin.

 

“Sepertinya memang begitu.” Ujar Sungmin membenarkan lelucon Eunhyuk tadi. Sontak mata Eunhyuk membulat kaget,

 

“Mwo? Jangan mulai lagi Lee Sungmin! aku tak mau sahabatku manjadi gila. Kajja kita pulang.”

 

“Tapi, Hyuk….”

 

“Kita pulang sekarang.” Ucap Eunhyuk final seraya menarik tangan Sungmin dengan seenaknya. Tanpa mereka sadari sesosok pria tengah memandang mereka –ah lebih tepatnya hanya memandang Sungmin- seraya tersenyum penuh arti.

.

-oOoOo-

.

 

“Sungmin-ssi.” Sungmin menghentikan langkahnya ketika di dengarnya sebuah suara memanggilnya. Ia mengernyit menatap pemuda yang kini tengah berdiri dihadapannya. Ya, dia tahu siapa pemuda ini. Choi Siwon, mahasiswa jurusan sastra Jepang. Ada apa pemuda tinggi ini memanggilnya?

 

“Ne? ada apa Siwon-sshi?”

 

 

“Bisakah kau memanggilku Siwon saja? Panggilanmu tadi terkesan terlalu formal. Aku juga akan memanggilmu Sungmin saja, bagaimana?” Tanya Siwon dengan wajah memerah. Sungmin mengernyitkan dahinya bingung, ‘Ada apa dengan pemuda ini?’ batin Sungmin heran.

 

“A-ah, mianhae. Jangan salah sangka, aku tak bermaksud untuk sok akrab. Hanya saja… ah, bagaimana mengatakannya, ya?” Sungmin makin menatap penuh Tanya pada Siwon yang kini mulai gagap.

 

“Sungmin-ah, aku… sebenarnya aku… aku menyukaimu, maukah kau jadi yeojachingu-ku?” akhirnya ucapan itu lolos juga dari bibir Siwon. Tak ayal ucapan Siwon tersebut sukses membuat Sungmin terbelalak.

 

“Kau serius, Siwon-ah? hm, maksudku, kita ‘kan belum terlalu saling mengenal. Bagaimana mungkin…”

 

“Ah, sebenarnya aku sudah memperhatikanmu sejak lama. Hanya saja baru sekarang aku berani menemuimu dan mengungkapkan perasaanku.” Ujar Siwon malu-malu. Sungmin meringis menatap Siwon. Jujur saja, ia sama sekali tak memiliki perasaan apapun pada pemuda ini.

 

“Bagaimana kalau kita coba berteman dulu saja. Aku belum siap untuk menjalani tahap yang lebih serius.” Tawar Sungmin perlahan, takut menyakiti perasaan pemuda tersebut. benar saja, wajah pemuda itu kini berubah sedikit muram,

 

“Jadi kau menolakku? Yah, baiklah, tak apa-apa. Mungkin lebih baik jika kita berteman dulu. Tapi aku akan terus berusaha untuk menaklukanmu, Sungmin-ah. aku harus pergi, sampai nanti, Minnie~” ujar Siwon kemudian melangkah pergi, sontak Sungmin menghembuskan napasnya lega.

.

-oOoOo-

.

 

“MWO? Kau menolak Choi Siwon? Kau gila Lee Sungmin!” sembur Eunhyuk kesal. Ya, Sungmin menceritakan kejadian aksi-katakan-cinta-Siwon pada Eunhyuk. Dan kontan saja Eunhyuk berang ketika tahu Sungmin menolak pemuda pujaan se-universitas mereka itu.

 

“Yah, mau bagaimana lagi? Aku tak memiliki perasaan apa pun padanya, Hyuk.” Bantah Sungmin mencoba membela diri.

 

“Tapi ‘kan kau bisa jalani dulu. Cinta bisa tumbuh perlahan-lahan, Lee Sungmin.” sergah Eunhyuk. Sungmin menghela napas pasrah, ia pasti akan kalah berdebat dengan Eunhyuk jika keadaannya sudah seperti ini.

 

“Min, mianhae. Bukan maksudku untuk marah-marah padamu. Hanya saja, aku ingin kau mulai membuka hati pada namja. Jangan terus terpaku pada sosok khayalanmu itu.” Ujar Eunhyuk merasa bersalah.

 

“Hyuk, percayakah kau kalau aku bilang, sosok dalam lukisan di galeri itu benar-benar mendekati namja impianku?” ujar Sungmin seraya menerawang.

 

“Maksudmu lukisan namja tampan itu? Oh, jangan mulai lagi, Sungmin-ah. aku tak mau kau jadi gila.”

.

-oOoOo-

.

 

“Kurasa aku memang sudah gila.” Gumam Sungmin seraya menatap bimbang pada gedung yang di jadikan tempat pameran lukisan hingga dua hari kedepan itu. Entah apa yang menariknya kesini. Hanya saja hatinya yang menuntunnya kemari. Dengan sedikit ragu, dilangkahkannya kakinya memasuki gedung pameran tersebut. tujuannya hanya satu. Lukisan pemuda tampan yang begitu menarik perhatiannya.

 

 

Sungmin terpaku menatap sosok dalam lukisan tersebut. entah sejak kapan, sosok itu jadi begitu menarik baginya. Tangan mungilnya mulai menggapai lukisan tersebut dan mengusapnya perlahan. Tiba-tiba saja matanya menangkap sebuah tulisan di sudut bawah lukisan tersebut

 

 

‘1902’

 

“1902? Apa lukisan ini dibuat pada tahun itu? Berarti umurnya sudah seratus sebelas tahun?” gumam Sungmin.

.

-oOoOo-

.

 

Tepat hari ketiga sejak galeri lukisan itu dibuka, lagi-lagi Sungmin menjejakkan kakinya kemari. Dan hanya satu tujuan Sungmin kemari. Tentu saja menatap lukisan pemuda tampan itu. Cukup hanya dengan menatap lama lukisan itu dan kemudian pergi. Bahkan lukisan-lukisan indah lainnya tak dihiraukannya.

 

“Datang lagi, Nona?” sebuah suara sontak mengembalikan pikiran Sungmin ke alam nyata. Disampingnya kini berdiri sesosok pria tua, Sungmin menolehkan kepalanya kesekitarnya. Memastikan apakah kakek itu berbicara padanya atau bukan,

 

“Aku memang berbicara padamu, Nona.” Ujar kakek tua itu seraya tersenyum samar.

 

“Eh, mianhae, haraboji. Jadi kau tahu kalau aku selalu kemari?” Tanya Sungmin ragu. Kakek tua itu terkekeh pelan,

 

“Selalu kemari atau lebih tepatnya selalu mengunjungi lukisan ini.” Ujar kakek itu seraya mengusap pelan lukisan namja tampan tersebut. sontak wajah Sungmin memerah malu.

 

“Aku rasa kau berjodoh dengan lukisan ini.” Ujar kakek itu kalem.

 

“Maksud haraboji?” Tanya Sungmin bingung.

 

“Datanglah kembali besok, tepat saat penutupan galeri ini maka kau akan paham dengan maksudku.

 

.

-oOoOo-

.

 

Sungmin tak begitu paham apa maksud kakek misterius tersebut. bahkan semalam ia hampir tak  tidur sama sekali karena memikirkan ucapan kakek itu yang bisa dikatakan tak masuk akal. Namun tak dapat dipungkiri, Sungmin begitu penasaran. Hari ini, tepat hari terakhir sekaligus penutupan galeri lukisan antik tersebut. sungmin sudah bertekad sepulang kuliah ia harus datang ke galeri tersebut.

 

 

“Huft… hampir saja terlambat.” Gumam Sungmin lega. Setidaknya ia masih punya waktu untuk menatap lukisan itu untuk terakhir kalinya. Bergegas ia memasuki gedung tersebut dan berlari menuju lukisan pemuda tampan yang tak pernah absen ia sambangi.

 

 

‘Kepada pengunjung yang terhormat, galeri akan kami tutup lima menit lagi. Terimakasih atas kunjungan anda…’

 

“Ah, sial. Sudah mau tutup. Bagaimana ini?” gumam Sungmin gusar. Buru-buru ia mencari lukisan namja tampan tersebut.

 

“Akhirnya…” desah Sungmin puas ketika ia sampai tepat dihadapan lukisan itu. Namun tiba-tiba seberkas cahaya menyilaukan mengaburkan pandangannya. Dan sesaat kemudian seluruhnya menjadi gelap…

.

-oOoOo-

.

 

.

 

 

Sesaat Sungmin mengerjapkan matanya mencoba mengusir kegelapan pekat yang menyelimutinya. Perlahan ia menggeliatkan tubuhnya dan mencoba untuk bangun.

 

“Arrghh…” seketika kepalanya berdenyut kencang. Kepalanya terasa dihantam ribuan ton batu saat ini. Apa yang terjadi dengannya?

 

“Kau sudah sadar? Apa ada yang sakit?” sebuah suara menyentakkan Sungmin dari sikap ling-lung nya tadi. Ia yakin ini suara laki-laki. Hey, bagaimana bisa ada pria di kamarnya. Sungmin ingin memarahi namja yang seenaknya masuk ke kamarnya itu. Namun seketika niat Sungmin terhenti  ketika di sadarinya bahwa ia kini tak berada di kamarnya. Semua yang ada di ruangan ini asing baginya.

 

“Hey, aku bicara padamu. Apa kau memang hobi mengabaikan orang lain?” suara itu lagi. Sontak Sungmin mengalihkan pandangannya kearah sumber suara itu. Sejenak Sungmin tampak terkesiap. Sosok itu adalah seorang namja. Namja yang sama dengan yang dia lihat dalam lukisan di galeri tersebut.

 

 

“Kau…”

 

“Namaku Cho Kyuhyun. siapa kau?” Tanya pemuda itu lagi seraya tersenyum lembut. ‘Astaga ternyata aslinya jauh lebih tampan’ batin Sungmin. buru-buru ia menggelengkan kepalanya kuat-kuat berusaha mengenyahkan pikiran absurd tersebut. hey, hal ini tak masuk akal. Bagaimana mungkin namja dalam lukisan itu menjadi hidup dan kini ada di hadapannya?

 

“Ya! Kau kenapa? Aku hanya bertanya siapa namamu?” Tanya Kyuhyun khawatir.

 

“A.. aku Sungmin. Lee Sungmin.” jawab Sungmin ragu. Kepalanya terasa semakin sakit sekarang. Apa benar kata Eunhyuk? Dia jadi gila sekarang?

 

“Nama yang bagus. Manis.” Gumam Kyuhyun yang masih bisa di dengar oleh Sungmin.

 

“Kenapa kau bisa berada disini?” Tanya Sungmin tiba-tiba. Sontak Kyuhyun terkekeh pelan,

 

“Seharusnya aku yang bertanya, kenapa kau bisa pingsan di depan rumahku?” pertanyaan Kyuhyun itu sontak membuat Sungmin membelalakkan matanya tak percaya. Ia pingsan? Bagaimana mungkin? Seingatnya terakhir kali ia masih berada di…

 

“Galeri!” cetus Sungmin tiba-tiba. Kyuhyun mengernyitkan dahinya heran,

 

“Kau bicara apa?” Tanya Kyuhyun bingung.

 

“Seingatku terakhir kali aku berada di galeri lukisan. Dan bagaimana mungkin sekarang aku berada di rumahmu?” Tanya Sungmin bingung sekaligus panik.

 

“Mungkin kita berjodoh.”

.

-oOoOo-

.

 

‘Aku rasa kau berjodoh dengan lukisan ini.’ Lagi-lagi kata-kata kakek tua itu terngiang di telinganya. “Apa ini maksud kakek tua itu menyuruhku untuk datang lagi di hari penutupan galeri itu? Bagaimana ini? Bagaimana kalau aku tak bisa kembali lagi?” gumam Sungmin seraya menggerutu kesal.

 

 

“Minnimin, berhentilah menggerutu begitu. Kau terlihat jelek saat menggerutu seperti orang gila begitu.” Ujar Kyuhyun yang tiba-tiba sudah berada disampingnya.

 

“Mwo? Minnimin? Panggilan macam apa itu? Siapa yang mengijinkanmu memanggilku dengan panggilan seperti itu?” ujar Sungmin geram.

 

“Kenapa? Aku rasa panggilan itu manis dan cocok untukmu.” Ujar Kyuhyun santai.

 

“Terserah kau sajalah.” Kyuhyun terkekeh pelan mendengar dumelan gadis itu. Entah kenapa ia merasa begitu tertarik pada gadis itu.

 

“Hey, kau belum makan, ‘kan? Kajja kita makan. Nanti kau bisa sakit.” Ujar Kyuhyun. tanpa banyak membantah, Sungmin pun memutuskan untuk menurut kali ini.

.

-oOoOo-

.

 

“Hey, Minnimin… bangun…” samar-samar Sungmin mendengar sebuah suara lirih yang mengusiknya dari mimpi indahnya. Namun tak di hiraukannya. Ia lebih memilih untuk melanjutkan tidurnya.

 

“Ck, hey… bangun gadis pemalas. Atau aku akan menciummu?” sontak mata Sungmin terbuka. Ia tahu suara itu…

 

“YAA!!! Apa yang kau lakukan padaku?!” teriak Sungmin kencang. Sontak Kyuhyun menjauh beberapa senti dari gadis itu.

 

“Hey, kau ini wanita. Apa pantas berteriak seperti orang bar-bar begitu?” Sungmin tercekat. Rasanya ia pernah mendengar kalimat seperti itu. sontak Sungmin mem-pout-kan bibirnya kesal.

 

“Habis… siapa suruh kau tiba-tiba ada di depan wajahku sambil berbisik… oh, tidak! Kau mesum!!” jerit Sungmin tertahan. Sontak Kyuhyun tertawa geli menatap ekspresi Sungmin yang begitu lucu menurutnya.

 

“Siapa suruh kau sulit dibangunkan,”

 

“Cepatlah bangun, lalu bersiap. Aku ingin mengajakmu jalan-jalan.” Sontak mata Sungmin berbinar senang. Jalan-jalan? Kata itu benar-benar terdengar indah bagi Sungmin. sudah dua hari ia terkurung di mansion ini. Dan itu benar-benar membosankan.

 

“Kenapa diam saja? Kau tak mau jalan-jalan?”

 

“Ani! Tentu saja aku mau. Kau tunggu saja di luar, aku mau mandi dan bersiap-siap.” Ujar Sungmin seraya berlari menuju kamar mandi yang berada di kamar tersebut.

 

“Eh, Kyu…” tiba-tiba saja langkah Sungmin terhenti tepat di depan pintu kamar mandi tersebut,

 

“Hm? Wae? Kau ingin ku mandikan?” ucapan frontal Kyuhyun tersebut sontak membuat wajah Sungmin memerah antara marah dan malu.

 

“Dasar mesum! Aku hanya ingin bilang kalau aku tak punya pakaian selain yang aku pakai sekarang ini.” Ujar Sungmin.

 

“Kalau begitu tak usah pakai baju saja.” Jawab Kyuhyun kalem dengan wajah –sok- polos, yang tentu saja sukses membuat amarah Sungmin kembali menguar.

 

“Kyuu…”

 

“Ne.. ne, mianhae… kau tenang saja. Semuanya sudah ku siapkan. Sekarang mandi ‘lah. Aku menunggumu.”

.

-oOoOo-

.

 

“Pakaian macam apa ini? Astaga, aku tak percaya jaman sekarang masih ada saja pakaian model ini.” Ujar Sungmin tak percaya. Pasalnya yang kini ia kenakan adalah sebuah blous dengan motif bunga-bunga norak dan sebuah rok span berwarna cerah.

 

“Kau kenapa Minnimin? Apa kau tak suka pakaian yang ku berikan?” Tanya Kyuhyun bingung.

 

“Kau gila, Kyu. Kau menyuruhku memakai pakaian norak begini?”

 

“Norak? Kau tahu , itu adalah keluaran terbaru dan harganya sangat mahal. Bagaimana bisa kau bilang norak?” ujar Kyuhyun tak terima. Sungmin menatap Kyuhyun bingung. Wajah pemuda itu terlihat serius. Padahal Sungmin sempat mengira kalau Kyuhyun hanya berniat untuk mengerjainya dengan memberikan pakaian yang lebih cocok di kenakan pada jaman nenek buyutnya itu.

 

“Aish, sudahlah. Kajja kita pergi.”

.

-oOoOo-

.

 

“Kyu… kenapa mereka menatapku seperti itu?” Tanya Sungmin takut-takut seraya memeluk tangan Kyuhyun tanpa sadar.

 

“Mungkin karena kau cantik.” Ujar Kyuhyun tak peduli. Oh, Sungmin sangat bingung saat ini. Sejak ia keluar tadi, ia perhatikan begitu banyak wanita-wanita yang menggunakan pakaian yang tak kalah norak seperti yang ia kenakan saat ini. Terlebih lagi banyak wanita yang menatapnya tak suka.

 

“Hey, Kyuhyun-ah!” serentak Kyuhyun dan Sungmin menoleh ke asal suara, seorang gadis ber-gummy smile tampak tersenyum dan melambai kearah Kyuhyun dan berlari menghampiri Kyuhyun,

 

“Omona, Eunhyuk!” pekik Sungmin senang. Gadis ber-gummy smile itu sontak menatap Sungmin bingung,

 

“Hey, aku Lee Hyukjin. Sepupu Kyuhyun.” ujar gadis itu seraya tersenyum dan mengulurkan tangannya kearah Sungmin yang kini tertegun.

 

“Aku… Lee Sungmin imnida.” Balas Sungmin. sungmin masih menatap bingung pada gadis di hadapannya ini. Sejak kapan Eunhyuk berganti nama menjadi Hyukjin? Dan sejak kapan pula Eunhyuk suka memakai pakaian norak seperti itu? setahunya Eunhyuk adalah orang yang fashionable dan selalu mengikuti tren.

 

“Ah, Uri Kyuhyun sudah dewasa rupanya. Sudah berani mengajak kencan anak gadis orang.” Kikikan kecil lolos dari bibir Hyukjin.

 

“Apa yang kau bicarakan, Hyukie~ daripada kau terus menggodaku lebih baik kau urus saja ikanmu sana.” Ujar Kyuhyun asal seraya mengibaskan tangannya kearah Hyukjin seolah mengusir yeoja itu. Hyukjin mengerucutkan bibirnya kesal,

 

“Sudah dua hari ini Dongjae tak datang. Menyebalkan sekali…” gerutu Hyukjin.

.

-oOoOo-

.

 

Sungmin masih termenung memikirkan kejadian ketika ia dan Kyuhyun bertemu Hyukjin tadi. Ia begitu yakin kalau sosok yeoja bernama Hyukjin itu adalah sahabatnya, Hyukjae. Bagaimana mungkin Hyukjae seolah tak mengenalnya?

 

“Minnimin. Kau kenapa?” sungmin mendenguskan napasnya kesal. Ia menyesal kenapa dulu ia bisa begitu mengagumi wajah pemuda dihadapannya ini. Ternyata sifat asli pemuda ini sangat menyebalkan.

 

“Bisakah kau berhenti memanggilku dengan panggilan menjijikan seperti itu?” cibir Sungmin. namun bukannya mara. Kyuhyun justru tertawa keras.

 

“Tidak. Aku suka panggilan itu dan akan terus memanggilmu seperti itu.” ujar Kyuhyun seraya mencubit pipi Sungmin lembut.

 

“Ya! Lepas! Kyu, aku mau bertanya.” Ujar Sungmin serius.

 

“Apakah benar gadis yang tadi siang itu bernama Hyukjin?” Tanya Sungmin.

 

“Tentu saja. Namanya Lee Hyukjin. Dia sepupuku. Memang kenapa?”

 

“Apa kau yakin? Namanya bukan Lee Hyukjae?” Tanya Sungmin lagi. Kyuhyun tampak menatap Sungmin bingung.

 

“Dari dulu namanya Lee Hyukjin. Aku tak tahu siapa Lee Hyukjae yang kau maksud.” Jelas Kyuhyun. pemuda itu kini menatap Sungmin heran. Sepertinya Kyuhyun sadar ada sesuatu yang di sembunyikan oleh Sungmin.

 

“Eh, Min. aku mau bertanya sesuatu… sebenarnya… kenapa kau bisa ada di depan rumahku dan dalam keadaan pingsan pula?” Tanya Kyuhyun. Sungmin tampak tercekat dengan pertanyaan Kyuhyun, ah ia sendiri bingung harus menjawab apa. Ia bahkan tak tahu alasan apa yang bisa membuatnya berada disini.

 

“Aku… eh, Kyu, aku ingin pulang. Orangtuaku pasti khawatir padaku!” ujar Sungmin berusaha mengalihkan pembicaraan. Sebenarnya tak sepenuhnya usaha mengalihkan pembicaraan, sejujurnya ia memang benar-benar ingin pulang. Ia sudah dua hari berada di mansion milik Kyuhyun, orang tuanya pasti merasa cemas.

 

“Baiklah, dimana rumahmu? Besok aku akan mengantarmu pulang.”

 

.

-oOoOo-

.

 

Min, maafkan aku karena belum bisa mengantarmu

pulang hari ini. Ada pertemuan yang harus kuhadiri.

Tapi aku berjanji akan segera menepati janjiku.

Aku sudah menitipkanmu pada Hyukjin. Jika kau

membutuhkan  sesuatu minta saja padanya.

 

Cho Kyuhyun

 

 

Sungmin mendenguskan napasnya kesal. Padahal hari ini ia sudah berharap akan bisa bertemu lagi dengan Eunhyuk dan orangtuanya. Tapi namja pabo itu malah ada pertemuan.

 

“Apa yang harus kulakukan sekarang? Ah, lebih baik aku jalan-jalan saja.” Gumam Sungmin seraya bergegas mengganti pakaiannya. Hari ini ia memutuskan untuk menggunakan pakaian milliknya sendiri yang ia gunakan saat pertama kali berada di mansion ini. Sungmin mendengus sinis,

 

“Tak mungkin aku akan menggunakan pakaian norak ini, ‘kan? Ini sama sekali bukan gayaku.” Gumamnya seraya menatap pakaian yang diberikan Kyuhyun untuknya. Selera pemuda itu dan orang-orang di wilayah sini memang benar-benar buruk. Setelah selesai memakai pakaiannya, Sungmin pun bergegas pergi. Ia tak sabar untuk menikmati hari ini.

.

-oOoOo-

.

 

Sungmin berjalan dengan agak risih. Hey, bagaimana ia tak merasa risih. Kini hampir semua mata menatapnya aneh seolah-olah ia adalah makhluk dari planet lain. Apa yang salah dengannya? Berusaha tak memikirkannya, Sungmin pun melanjutkan perjalanannya dengan cuek.

 

 

Tiba-tiba saja mata Sungmin terantuk pada suatu objek yang membuatnya sedikit tercengang, perlahan ia mulai berjalan kearah kios yang menjajakan Koran dan berbagai macam majalah. Sungmin mengernyit memperhatikan Koran tersebut.

 

‘13 Juli 1902’

 

“Wah, 1902? Berarti seratus sebelas tahun yang lalu? Hebat sekali kota ini, bahkan Koran tua begini masih di jual.” Gumam Sungmin seraya mengambil Koran tersebut dan memperhatikannya dengan seksama. Namun ia tercekat, ada yang tidak beres dengan Koran ini. Koran ini masih hangat seperti baru di cetak dengan bau tinta yang masih menguar. Hey, Koran tua –apa lagi sudah seratus tahun lebih- seharusnya kertasnya sudah rapuh, ‘kan? Tapi nyatanya ini tidak. Koran itu benar-benar masih terlihat baru.

 

Kalau Koran itu masih baru, berarti sekarang adalah tahun…

 

“Hey, Nona. Memegang berarti membeli.” Suara penjual Koran itu sontak membuat Sungmin tersentak. Buru-buru diambilnya uang dari kantung celana jeans-nya dan menyerahkannya pada penjual Koran itu. namun penjual Koran itu terbelalak bingung,

 

“Hey, Nona jangan bercanda. Benda apa yang kau berikan padaku ini?”

 

 

“Sungmin-ah, kau disini? Apa yang terjadi?” tiba-tiba saja dari arah belakangnya muncul sosok Eunhyuk –ah Hyukjin yang tersenyum lebar padanya.

 

“Aku…”

 

“Hey, kau mau bayar tidak?” Hyukjin mulai paham apa yang terjadi disini. Segera ia mengeluarkan uang –yang belum pernah di lihat Sungmin- dan menyerahkannya pada penjual koran itu.

 

“Kajja Sungmin-ah.”

 

.

-oOoOo-

.

 

“Eunhyuk-ah… ah maksudku Hyukjin-ssi. Apa aku boleh bertanya sesuatu?” Tanya Sungmin perlahan setelah mereka sampai di mansion milik Kyuhyun. sebenarnya sudah sedari tadi Sungmin memikirkan hal ini.

 

“Ne, tentu saja. Kau mau bertanya apa?” Tanya Hyukjin ramah. Ah, sosok gadis ini benar-benar mengingatkan Sungmin pada sosok Eunhyuk. Sungmin benar-benar merindukan Eunhyuk saat ini.

 

“Ini tahun berapa?” mata Hyukjin mengerjap bingung,

 

“Kau serius tidak tahu tahun berapa ini? Tentu saja ini tahun 1902. Kau lihat saja Koran itu. itu koran hari ini.” Jawab Hyukjin mantap.

 

DEG

 

‘1902? Bagaimana mungkin? Pantas saja… pantas saja semua orang menatapku aneh. Jelas saja, model pakaian yang aku kenakan belum ada di jaman ini. Pantas saja penjual Koran tadi tak mau menerima uangku, uang dengan nominal sepuluh ribu won masih terlalu besar untuk jaman ini. seharusnya aku sadar… astaga, lalu bagaimana ini? Bagaimana caraku kembali? Dan yang paling penting, apa yang menyebabkan aku kembali ke jaman-seratus-sebelas-tahun-yang-lalu ini?’

.

-oOoOo-

.

 

CONT-

37 thoughts on “FF KyuMin GS | Past And Future | PART 1”

  1. loh loh loh ~ ming terdampar .. ottokhee?
    tp ming ketemu kyu di masa lalu ..
    ya pantesan semua negliat ming kek gitu org bajunya modelnya blm adaa

  2. Seru jg nie crita nya…
    Sungmin jmpa ama kyu d masa lalu
    Kkkk~
    Jd penasaran gmna nnti nya..

    Chingu, ijin baca yach?!
    Hehe

  3. Huah selagi menunggu pw yg destiny ak baca ini yah…
    Ak penasaran knp minnie bisa sampai di tahun itu? Jangan2 gara lukisan itu ya? N ada hubungannya sm perkataan kakek2 yg sebelumnya ditemui minnie…
    Hmmm dr karakternya jgn2 mrk adalah nenek moyang dr kehidupan minnie yg skr? Penasaran bgt… Ak baca chap 2 yah…

  4. min knp bisa terdampar th 1902?? ktemu kyu d masa lalu pula…
    wah.. ni ff bikin aku pnasaran..
    lanjut bacaaaa😀

  5. Minnn sumpahhh ceritannya bagus banget
    maaf banget baru bisa komen sekarang soalnya kemarin aku gak tau cara komennya gimana
    maklum gatek hehehe
    ijin baca ff mu yah min
    gomawoooo

  6. Ceritanya bagus. Apalagi saat sungmin bangun dari pingsannya, trus dia bilang kalo pria di hadapannya ini adalah pria yang ada di dalam lukisan di galeri itu. Trus kyu di bilang tampan. Wahhh…..keren…..keren

  7. Wow aku suka jalan ceritanya daebakk! Kira-kira kyu muncul engga ya di masa depan? Penasaran,next chappp ;))

  8. jalan ceritanya bagus chingu, jadi penasaran lanjutannya. Ohya chingu aku sudah pernah baca ff kamu yang judulnya I’LL BE THERE FOR U dan udah coment di part 1,2,3,4,5 & 6 aku minta pw yang part 7 nya, lewat email chingu tanggal 14 juni 2014 tapi sampai sekarang belum dibalas.

  9. Annyeong…
    Aku reader bru disini..
    Jadi critanya sungmin terlempar je tahun 1902 tuh? Jauh bgt hehe
    Seru ceritanya chingu,, lanjut…

  10. Aku udah pernah baca fanfic ini di screenplays:) onnie author di screenplays kah?
    Tapi itu udah lama aku baca, sekarang aku baca ulang:) sekalian dulu aku belum ripiw:) sekarang aku akan rajin ripiw:) hehe

  11. Annyeoooonnnngggg….
    Ohooo hallooo… reader baru.. yg cute nemu ff bagus disini hehehe..

    telat nih gue baru nemu ff d blog ini.. hihihi..

    Mohon bantuannya…

    penasaran dg sungmin yg terjebak di th 1902 wow.. indo belum merdeka tuh hihihi

    next next..

  12. hihiih ffnya keren. hallo aku reader baru disini..kira2 authornya masih aktif gak yah?? gimana cara minta password?? ah… padahal baru baca part pertama aja aku langsung suka… ceritanya seru dan bikin penasaran . ijin baca deh😦

  13. Awalnya sedikit bingung dengan crta ini tpi akhr,a q ngerti jga,,, tenyata dsni ad permainan waktu…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s