SongFict | My Heart is Beating | KyuMin | Drabble | GS


A KYUMIN FANFICTION

.

Presented by Sevy Lelibriani © 2013

.

My Heart is Beating

.

Disclaimer : the story belongs to me, idea of story is from K.Will MV (My Heart Beating), all casts belong to god, their parents, and them selves. This is remake fict. So, if you don’t like this fict, please out without bashing.

.

Warning : Genderswitch, Girl!Min | EYD tidak sesuai, typo (s).

.

Music : K.Will – My Heart Beating


~oOoOo~

 

Pagi itu, toko kue JOY tampak begitu lengang. Ah, wajar saja, ini masih pagi dan toko ini baru saja di buka. Seorang gadis manis berperwakan imut tampak bersemangat membuka toko tersebut. Yah, sejauh ini hanya dia yang baru datang. Terlewat bersemangat, eoh? Yeoja imut tersebut –kita sebut saja Lee Sungmin tampak sibuk membersihkan dan menata toko tersebut. Oh, ayolah.. padahal belum ada siapa-siapa yang datang.

“Cha, sudah rapi. Apa yang harus ku lakukan sekarang? Bahkan toko masih buka sejam lagi.” Gumam gadis itu seraya berjalan mengitari toko tersebut. Ya, siapa tahu ada pekerjaan yang bisa ia lakukan?

Tanpa sengaja, langkah gadis itu terhenti tepat di depan jendela toko tersebut. Sungmin mengerjapkan matanya hmm terpesona mungkin? Jujur, ia baru mengetahui kalau jendela toko tempat ia bekerja ini tepat menghadap ke sebuah rumah. Ah, bukan, bukan. Bukan rumah itu yang kini menjadi objek perhatian gadis kelinci itu, tapi seorang pemuda yang kini berada tepat di depan jendela rumah sebrang yang menghadap ke toko tempatnya bekerja. Pemuda itu tampaknya belum menyadari kehadiran Sungmin yang sedari tadi memperhatikannya tanpa berkedip.

“Tampan.” Gumam Sungmin tanpa sadar.

DEG

Belum sempat Sungmin menghindar, tanpa sengaja pemuda tersebut menatap kearahnya. Sontak Sungmin kaget dan segera menghindar dari jendela tempat ia memperhatikan pemuda tersebut.

“Omona, apa tadi ia melihatku? Neo pabo, Minnie-ya!” umpat Sungmin dalam hati, namun tak dapat ia pungkiri, ia begitu merasa penasaran dengan sosok pemuda tersebut. Perlahan kembali ia menolehkan kepalanya ke jendela sebrang tempat pemuda tersebut berada. Nampaknya pemuda tersebut juga penasaran dengan Sungmin.

Tak berapa lama pemuda tersebut mengeluarkan sebuah kertas. Sungmin terperangah, ia sadar kertas itu di tujukan kepadanya. Di bacanya sejenak tulisan di kertas tersebut.

‘Nugu?’

Tanpa perlu pikir panjang, segera Sungmin mencari secarik kertas dan berniat membalas pesan pemuda tampan yang –sepertinya- pemalu itu. Mengingat itu, membuat Sungmin terkikik kecil.

‘Hello’

Ah, rupanya pemuda tersebut begitu penasaran dengan Sungmin.

‘Hi’

Hanya balasan singkat itu yang terpikirkan oleh Sungmin. Namun tampaknya pemuda tersebut masih belum menyerah.

‘Nugu?’

‘Sungmin imnida’

Pemuda tersebut tersenyum manis saat mengetahui nama Sungmin. Tak ayal, hati Sungmin berdegup kencang melihat senyum pemuda tersebut. Pemuda itu terlihat seperti sosok namja pemalu yang ramah.

‘Kau tinggal dimana?’

Ucap pemuda tersebut tanpa suara. Namun anehnya Sungmin mengerti dengan ucapan pemuda tersebut.

‘Aku tinggal di toko ini’

Balas Sungmin tanpa suara juga sambil tersenyum malu.

 

~oOo~

Tak terasa malam telah tiba, namun Sungmin masih juga belum bisa memejamkan matanya. Pikirannya terus mengarah pada pemuda tampan yang baru di kenalnya tadi. Sepertinya pemuda tersebut sukses mencuri hatinya. Buktinya setiap ia ingin memejamkan mata, wajah pemuda tersebut selalu muncul dalam benaknya.

“Arrggh… kenapa dia selalu muncul, sih? Aku jadi sulit tidur kalau begini. Padahal besok pagi aku harus bekerja.” Omel Sungmin, namun tak lama kemudian ia beranjak bangun dari tempat tidurnya dan memilih membayangkan sosok pemuda tersebut.

 

~oOo~

Seperti hari-hari sebelumnya, hari ini pun Sungmin bangun pagi-pagi buta hanya untuk merapikan toko roti tempatnya bekerja. Hey, matahari bahkan belum tampak. Tapi gadis ini seolah tak peduli dan tetap saja merapikan tempat ini, padahal toko masih buka tiga jam lagi.

Tiba-tiba saja dari arah jendela toko, sebuah cahaya –yang Sungmin pikir itu cahaya senter diarahkan padanya.

“Siapa, sih yang iseng pagi-pagi begini?” umpat Sungmin kesal sambil berjalan kearah jendela. Namun seketika kekesalannya meluap, saat ia tahu siapa pelakunya. Senyum Sungmin merekah melihat sosok pemuda tersebut menggodanya pagi-pagi buta begini.

Tak berapa lama pemuda tersebut menghentikan aksinya menggoda Sungmin, dan mengeluarkan ponselnya. Ah.. sepertinya ia berniat meminta nomor ponsel Sungmin. Sungmin menggeleng pelan seraya berbisik,

‘Aku tak punya ponsel’

‘Bagaimana kalau telepon di tokomu saja?’

‘Bos ku sangat galak. Aku tak boleh menelepon’

‘Kalau begitu bunuh saja bos mu’ canda pemuda tersebut sambil memasang ekspresi lucunya, yang tak ayal membuat Sungmin tertawa melihat tingkah konyol pemuda tersebut. Pemuda tersebut tampak terpana melihat Sungmin tertawa lepas. Menyadari dirinya diperhatikan, sontak Sungmin terdiam dan menyembunyikan rona kemerahan di pipinya.

Namun tiba-tiba, pemuda tersebut pergi dari hadapan Sungmin, sontak Sungmin bingung. Apa pemuda itu marah padanya? Namun segala pemikirannya tersebut ia tepis, kala dilihatnya pemuda tersebut kembali sambil membawa sebuah gitar. Awalnya Sungmin bingung apa yang akan dilakukan pemuda tersebut. Namun pemuda tersebut hanya tersenyum dan tak lama kemudian mulai memetik senar gitarnya.

 

Aju muhn yetnal haneuresuhneun dangshineul hyanghan gyehwekissuhjjyo
Hananimggesuh baraboshimyuh johadduhrago malsseumhasyuhnne

Ee sesang geu moouhtboda gwihage
Naui soneuro changjohayuhnnora
Naega nuhro inhayuh gippuhanora
Naega nuhreul saranghanora

Saranghaeyo chukbokhaeyo
Dangshinui maeume wooriui sarangeul deuryuhyo

Naui nunmureul dakkajugo (go)
Naui gippeumi dweuhjushin (oh)
Hananim saranghaeyo geu ddeuseul wihae swiji anhgo gidoharira
Oraejuhnbutuh junbidwaessuhdduhn sarangeul jinhan digoui hyanggiga
Ee modeun guhtdeul dangshineul wihan guhshimeul
Geudaege chukbogeul

Ee sesang geu moouhtboda gwihage
Naui soneuro changjohayuhnnora
Naega nuhro inhayuh gippuhanora
Naega nuhreul saranghanora

Saranghaeyo chukbokhaeyo
Dangshinui maeume wooriui sarangeul deuryuhyo

Saranghaeyo (saranghaeyo youngwonhi) chukbokhaeyo
Dangshinui maeume wooriui sarangeul deuryuhyo sarangeul deuryuhyo

 

Sungmin terkesiap mendengar suara pemuda tersebut. Tepat ketika pemuda tersebut selesai bernyanyi, Sungmin bertepuk tangan dan tanpa pikir panjang, diambilnya secarik kertas, dan melakukan komunikasi mereka seperti biasa,

‘Gomawo’

Pemuda tersebut tersenyum hangat seraya mengangguk.

 

~oOo~

 

Sungmin menatap hujan dengan murung. Pasalnya ini sudah hampir seminggu pemuda tersebut tak lagi berada di tempat biasa mereka saling bertemu. Entah apa yang terjadi dengan pemuda tampan tersebut.

“Kau bodoh Sungmin! Bahkan namanya saja kau tak tahu. Sekarang apa yang terjadi dengannya, kenapa dia menghilang? Apa aku melakukan kesalahan padanya?” gumam Sungmin seraya menatap rintik hujan. Terkadang gadis imut tersebut berbicara sendiri, terkadang ia tersenyum sendiri, namun sebentar kemudian ia mengerucutkan bibirnya imut seraya memukul kepalanya.

“Ya! Sungmin-ah! Aku tak menggajimu hanya untuk menyiksa dirimu. Cepat bekerja!”

Sontak suara Tuan Park menggema membuyarkan lamunan Sungmin.

 

Meanwhile in other side

Sepasang mata tampak berusaha menyesuaikan diri dengan bias-bias cahaya yang merasuki matanya. Entah kenapa kepalanya terasa sangat pusing. Diliriknya sekelilingnya.

“Dimana ini?” gumamnya seraya melihat keadaan dirinya. Tubuhnya kini dibalut perban dan penuh luka.

“Apa yang terjadi denganku?”

Seketika seperti kilatan kilas balik menghampiri ingatannya. Ya, ia ingat. Saat itu, ia pergi ke supermarket dan ketika hendak pulang sebuah truk menyerempet motornya, ia ingat sebelumnya ia sempat bernyanyi untuk seorang gadis manis yang baru dikenalnya. Gadis yang ia tahu bernama Sungmin, yang selama ini menyita perhatiannya. tanpa ia sadari, bibirnya berkedut membentuk senyuman.

“Ah, Tuan Cho, anda sudah sadar?”

“Saya baik-baik saja, Uisanim. Sudah berapa lama saya disini?”

“Kurang lebih sudah seminggu. Tapi sepertinya keadaanmu sudah membaik. Besok kau bisa pulang.” Pemuda tersebut terdiam. Seminggu? Berarti sudah seminggu ia meninggalkan gadis bernama Sungmin itu tanpa kabar? Tanpa pikir panjang, pemuda tersebut segera bangkit dari tempat tidurnya tanpa memikirkan keadaannya.  Yang ada dalam pikirannya adalah gadis manis yang selama ini menyita perhatiannya. Sungmin.

 

~oOo~

“Omona, siapa namja itu?”

“Apa yang dilakukannya disini dengan keadaan seperti itu?”

Sungmin yang semula hanya diam, kini ikut merasa penasaran, kenapa teman-temannya menjadi heboh. Apa ada pembeli yang tak membayar lagi? Pikirnya. Sontak mata Sungmin membulat kaget. Ia tak yakin dengan penglihatannya. Sesosok pemuda yang selama seminggu ini hilang dari pandangannya, kini berdiri dihadapannya masih dengan menggunakan baju pasien. Keadaannya sungguh mengenaskan, namun senyum itu. Senyum yang hampir membuat Sungmin tak bisa tidur nyenyak setiap malam. Tetap setia menghiasi wajah tampan yang tampak rapuh tersebut.

Perlahan Sungmin berjalan mendekati pemuda tersebut,

“Maaf jika aku mengganggumu. Tapi aku kemari hanya ingin bilang. Maaf, jika selama seminggu ini aku menghilang darimu. Dan aku juga ingin menunjukan ini.”

Pemuda tersebut mengeluarkan secarik kertas –yang biasa mereka gunakan untuk berkomunikasi-

‘Kyuhyun Love Sungmin’

Sungmin Nampak terperangah, apa pemuda ini sedang menyatakan cintanya?

Perlahan pemuda tersebut –Kyuhyun berjalan tertatih menghampiri Sungmin,

“Saranghae…” bisiknya seraya mendekati wajah Sungmin seraya menutup matanya. Sepertinya kita tahu apa yang akan mereka lakukan.

.

.

.

“Hey! Ya! Sungmin-ah irreona! Aku tak menggajimu hanya untuk tidur. Cepat layani pembeli!”

Sontak Sungmin membuka matanya malas, “Jadi hanya mimpi?” gumam Sungmin sambil berjalan gontai.

 

THE END

.

.

.

OMAKE

 

Sungmin menutup seluruh toko, setelah memastikan semuanya terkunci, buru-buru ia masuk. Ia ingin segera mengistirahatkan tubuhnya setelah seharian ini bekerja. Namun, tiba-tiba…

“Hey, nona tunggu. Jangan tutup dulu.”

Teriak seorang pemuda didepan toko. Mau tak mau Sungmin membukakan pintu,

“Bisakah kau membantuku? Aku ingin mebeli roti-roti yang tersisa. Ah, iya, maaf mengganggu. Kyuhyun imnida.”

“Mwo?”

 

FIN

11 thoughts on “SongFict | My Heart is Beating | KyuMin | Drabble | GS”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s