FF KYUMIN | SORRY | GS | OS


A KYUMIN FANFICTION

.

Sorry

.

Written by Sevy Lelibriani © 2013

.

Disclaimer : All casts in this fict are belong to God, their parents, and of course themselves. But, all plot of this fict originally MINE.

Flame or Bash not allowed here. If you don’t like this fict, just don’t read.

 

.

 

Warning : GS | Typo (s) | EYD ngawur | diksi ancur | cerita pasaran | alur kilat | OOC |

 

.

 

Song : Kim Soo Hyun – Dreamming (Dream High OST.)

 

~oOo~

 

Kyuhyun’s PoV

 

Tempat ini benar-benar memuakkan, jika aku bisa sedari tadi aku ingin pergi dari tempat ini dan menemui kekasihku tercinta, Victoria. Ah, sedang apa ya dia sekarang? Aku benar-benar merindukannya, dan sialnya di saat aku benar-benar ingin melihat wajah kekasihku itu, aku harus dengan lapang dada menerima kenyataan bahwa aku terjebak di tempat terkutuk ini bersama para orang tua dan seorang gadis yang akan di jodohkan denganku. Ya, kalian tak salah baca, aku di jodohkan! Hancur sudah angan-anganku yang telah kususun sejak lama untuk menikahi Victoria. Ah, aku tak sanggup membayangkan bagaimana reaksi Victoria bila ia tahu aku di jodohkan.

 

Aku menatap sinis wanita dihadapanku. Aku tak habis pikir, apa wanita ini tak lelah tersenyum terus seperti itu? Cih, apa dia harap aku akan terpesona melihat senyumnya seperti halnya Eomma-ku yang begitu menyukainya? Jelas tidak. Aku justru sangat benci dengan senyumnya. Tak hanya itu, aku juga membenci semua yang ada pada dirinya. Aku ucapkan selamat padanya karena telah sukses menghancurkan masa depanku.

 

Kyuhyun’s PoV End

 

Sungmin’s PoV

 

Aku rasa aku mengalami apa itu yang di namakan Love at the first sight, ku akui sejak pertama kali bertemu dengan pemuda dihadapanku –ah, ini memang pertemuan pertama kami- ku rasakan dadaku berdesir aneh. Ku coba untuk tersenyum ramah kepadanya, namun ia hanya balas menatap dingin kearahku seraya mendengus. Apa aku salah mencoba untuk ramah padanya? Atau dia menganggapku terlalu agresif? Ah, aku tak peduli, aku yakin seiring berjalannya waktu pasti dia akan membuka hati untukku.

 

Sungmin’s PoV End

 

Normal PoV

 

“Nah, Kyuhyun-ah, Sungmin-ah. Jadi kalian ingin pernikahan kalian dilaksanakan kapan?” ujar Tuan Cho dengan wajah berbinar. Perasaannya benar-benar bahagia saat ini, akhirnya keinginannya untuk menikahkan Kyuhyun dengan Sungmin akan segera teralisasi. Sejujurnya sudah sejak lama ia dan Tuan Lee, ayah Sungmin merencanakan hal ini dan tanpa di duga, perjodohan ini berjalan selancar ini.

 

Sungmin menatap wajah dingin Kyuhyun. Nampak sekali raut tak suka tergambar di wajah tampan itu. Apa pemuda itu begitu terpaksa menikah dengannya? Hati Sungmin terasa mencelos.

 

“A..apa ini tidak terlalu cepat, Appa? Bahkan kami baru bertemu malam ini.” Ujar Sungmin ragu. Sejujurnya ia senang jika harus menikah dengan Kyuhyun, bahkan jika pernikahan itu akan di langsungkan besok pun ia siap. Namun ia menyadari sikap tak suka Kyuhyun, tak ayal hal itu membuat Sungmin jadi tak enak hati.

 

Normal PoV End

 

Kyuhyun’s PoV

 

“A..apa ini tidak terlalu cepat, Appa? Bahkan kami baru bertemu malam ini.” Ku dengar suara gadis itu menjawab pertanyaan Appa-ku. Dasar sok baik, dia pasti hanya ingin terlihat baik dihadapanku dan orang tuaku. Pasti dia menyadari gelagatku yang tak menyukainya sejak tadi, sehingga ia pikir dengan bicara begitu aku akan bersimpati padanya. Huh, jangan harap. Kebencianku pada gadis ini kian bertambah.

 

“Aku pikir minggu depan pun aku siap.” Ujarku, sontak seluruh mata di ruangan itu menatapku tak percaya, begitupun gadis sok lugu itu. Huh, itu, kan yang kau harapkan Lee Sungmin? Kau tunggu saja, aku jamin kau tak akan bertahan lebih dari dua bulan bersamaku.

.

.

~oOo~

.

.

Sekarang tepat seminggu setelah aku menyatakan bersedia menikah dengan gadis yang paling aku benci di dunia, Lee Sungmin yang sebentar lagi akan ku rubah marganya menjadi Cho Sungmin. Cih, benar-benar menjijikan. Aku bahkan tak sudi menyebut namanya, dan sekarang aku malah harus menambahkan namaku kedalam namanya. Sial, seharusnya Victorialah yang menggunakan gaun pengantin dan berjalan menujuku ke altar bukan gadis hina itu. Memikirkannya saja kau tak sanggup. Mati saja kau Lee Sungmin.

 

Tak berapa lama lagu mars pernikahan terdengar, sontak aku tersadar dari lamunanku dan bersamaan dengan itu muncul seorang gadis berbalut gaun pengantin berjalan bersama Tuan Lee. Ah, aku ingin pergi dari sini!

 

“Jaga anakku, Cho Kyuhyun.” Ucapan Tuan Lee membuyarkan umpatanku, sontak kuraih tangan gadis hina ini. Ah, aku tak percaya ini. Sebentar lagi kau akan melepas masa lajangmu, Cho!

.

.

~oOo~

.

.

Kepalaku terasa pusing sejak tadi, tubuhku rasanya ingin remuk ditambah aku harus mendengar celotehan gadis memuakkan di sampingku ini. Aku heran semenjak tadi ia terus berbicara walau sedikitpun aku tak menanggapinya. Apa ia tak lelah bicara terus seperti itu? Aku yang mendengarkannya saja jenuh. Ah, aku harap aku cepat sampai di apartemen kami dan segera beristirahat. Apartemen kami? Ya, benar. Orang tua kami menghadiahkan sebuah apartemen kepada kami, ini berarti aku harus bersabar tinggal serumah dengan gadis super menyebalkan ini. Sabar Cho, kau pasti bisa melaluinya. Akan kupastikan wanita ini tak akan tahan tinggal bersamaku. Akan kubuat kau enyah dari kehidupanku Lee Sungmin.

 

“Kyuhyun-sshi, kita sudah sampai.” Suara gadis itu membuyarkan seluruh pikiranku. Tanpa menoleh kearahnya, segera aku keluar dari mobil dan berjalan memasuki kawasan apartemen tanpa menunggunya. Aku berjalan dengan langkah panjang-panjang, berharap gadis bodoh itu tak bisa mengejarku.

 

“Aw, Appo-ya. Kyuhyun-sshi jebal tunggu aku…” suara gadis itu terdengar semakin jauh dan…lirih? Ah, aku tak peduli.

 

Kyuhyun’s PoV End

 

Sungmin’s PoV

 

Sedari tadi aku sadar bahwa sebenarnya Kyuhyun tak pernah memperhatikan perkataanku, wajahnya malah terkesan jenuh dan tak peduli. Tapi aku tak akan menyerah, sudah kuputuskan, aku harus bisa membuat Kyuhyun jatuh cinta padaku, sampai akhirnya kami tiba di tempat tujuan kami. Yaitu apartemen yang di berikan khusus oleh orang tua kami sebagai hadian pernikahan. Ah, aku benar-benar gugup harus tinggal berdua saja dengan Kyuhyun, tapi tampaknya Kyuhyun sama sekali tak peduli.

 

“Kyuhyun-sshi, kita sudah sampai.” Ujarku membuyarkan lamunan Kyuhyun, sebenarnya apa yang dia pikirkan, sih? Tanpa menungguku, dia langsung keluar dari mobil dan berjalan cepat kearah apartemen kami. Ku usahakan menjajari langkahnya, gaun ini benar-benar menghalangi langkahku. Ku coba mempercepat langkahku untuk menyusul sosoknya yang menjauh, tiba-tiba…

 

“Aw, Appo-ya. Kyuhyun-sshi jebal tunggu aku…” sial, ini benar-benar sakit sekali. Bisa-bisanya aku tersandung dan jatuh. Aku rasa kakiku terkilir, susah sekali digerakan. Berkali-kali ku panggil Kyuhyun, namun alih-alih berbalik, sosoknya malah kian menjauh. Apa yang harus aku lakukan sekarang? Aku rasa aku tak sanggup berjalan.

 

“Noona, gwaenchana?” sesosok namja tampak menatap prihatin kepadaku. Aku tersenyum miris, orang lain yang tak ku kenal saja memperhatikanku begini. Kenapa suamiku sendiri malah dengan cueknya meninggalkanku? Ah, apa yang kau pikirkan Sungmin? Kyuhyun bukan tak peduli padamu, ia hanya tak menyadari kalau kau terjatuh.

 

“Aku rasa kakiku terkilir, aku kesulitan berjalan.” Pemuda dihadapanku tersenyum ramah, “Bagaimana kalau kubantu? Ah, ya. Namaku Donghae.” Ujar pemuda itu seraya mengulurkan tangannya, “Sungmin imnida,” ujarku membalas uluran tangannya.

 

“Baiklah Noona. Mari ku bantu. Kau tinggal di apartemen nomor berapa?” Tanya Donghae seraya memapahku, “Nomor 1037.”

 

“Jinjja? Kalau begitu kau tetanggaku, apartemenku nomor 1038 tepat di sebelahmu.” Ujar Donghae seraya membulatkan matanya lucu. Sepertinya dia pemuda yang menyenangkan.

.

.

~oOo~

.

.

Ku langkahkan kakiku dengan tertatih memasuki ruangan apartemenku seraya bertumpu pada dinding di sampingku. Aku rasa pergelangan kakiku mulai terasa membengkak. Aku ingin istirahat. Akhirnya aku menemukan kamarku, tepat saat aku ingin membuka pintu itu terdengar suara dingin Kyuhyun mengintrupsi kegiatanku,

 

“Apa yang mau kau lakukan di kamarku?”

 

“Tentu aku ingin istirahat. Aku lelah, Kyu.” Apa, sih maksud Kyuhyun menahanku? Aku benar-benar butuh istirahat sekarang.

 

“Kau pikir kita akan tidur sekamar? Jangan harap aku mau sekamar denganmu.” Aku tersentak mendengar perkataannya. Apa maksudnya barusan?

 

“Ta..tapi, kalau bukan disini, lantas aku tidur dimana? Bukankah apartemen ini hanya punya satu kamar?” ujarku lirih. Ah, aku berani bersumpah, sepintas aku melihat sebentuk seringai di wajahnya.

 

“Kau bisa tidur dimanapun asal jangan denganku. Dan kurasa sofa tidak terlalu buruk.” Ujar Kyuhyun cuek dan melangkah pergi. Belum sempat aku menjawab perkataannya, ia telah menghilang dari pandanganku. Mau kemana dia malam-malam begini?

 

Dengan lemah, kuseret kakiku menuju sofa yang tersedia di ruangan itu. Aku tak percaya, belum sehari pernikahan kami, ia sudah berbuat seenaknya begini. Baiklah, kau kuat Sungmin. Kau pasti bisa melalui ini, kau harus bisa merubah perasaan Kyuhyun padamu.

 

Perlahan, kupijat pergelangan kakiku dan mengompresnya setelah kurasa mulai membaik, aku segera beranjak mandi dan bersiap membuatkan makan malam buat Kyuhyun.

 

Sungmin’s PoV End

.

.

~oOo~

.

.

Normal PoV

 

Sungmin menggeliat tak nyaman dalam tidurnya. Punggungnya semakin terasa sakit, mungkin karena efek tidur di sofa. Perlahan ia mengerjapkan mata foxy-nya dan melirik kearah jam yang tergantung di dinding ruang tengah.

 

“Pukul 23:30. Apa Kyuhyun sudah pulang?” lirih Sungmin seraya beranjak bangun. Di liriknya makanan di meja makan. Sama sekali tak tersentuh. Dihembuskannya napasnya berat kemudian dilangkahkannya kakinya menuju kamar Kyuhyun. Belum sempat ia membuka pintu cokelat itu, suara bel terdengar. Buru-buru Sungmin membuka pintu apartemennya. Sungmin tersentak kaget, bagaimana tidak. Kyuhyun kini tengah dalam keadaan mabuk dan berada dalam rangkulan seorang wanita cantik. Wanita itu menatap Sungmin menilai.

 

“Ah, kau pasti pembantu baru Kyuhyun, kan? Cepat tunjukan dimana kamar Kyuhyun. Aku tak habis pikir untuk apa Kyuhyun pindah ke apartemen seperti ini.” Ujar wanita itu tak sopan seraya masuk tanpa di persilakan. Tanpa banyak bicara Sungmin segera menyusul Kyuhyun dan wanita tak dikenal itu. Dengan tatapan sendu di perhatikannya wajah kusut Kyuhyun yang terus meracau dalam pelukan wanita tak di kenal itu. Apa itu kekasih Kyuhyun? Batin Sungmin miris. Jadi ini yang membuat Kyuhyun selalu bersikap dingin padanya. Rupanya namja itu sudah memiliki kekasih.

 

“Ya! Kau! Apa yang kau lihat. Pergi sana.” Bentakan wanita itu sontak menyadarkan Sungmin dari keterpakuannya. Tanpa bicara, Sungmin segera beranjak dari sana. Namun Sungmin yakin, ia tadi sempat melihat bahwa Kyuhyun menarik wanita yang tak ia ketahui siapa namanya itu dan memeluknya erat seraya melumat bibir wanita itu ganas. Perlahan air mata mulai menetes dari pelupuk mata Sungmin. Tak sanggup lagi, buru-buru Sungmin pergi dari tempat itu.

.

.

~oOo~

.

.

Sungmin terbangun dari tidurnya dan beranjak mengecek keadaan Kyuhyun. Di hembuskannya napasnya gugup, berharap wanita yang tadi malam bersama Kyuhyun tak menyadari kehadirannya. Sungmin menoleh bingung. Rupanya wanita itu sudah tak ada. Apa wanita itu sudah pulang? Baguslah. Sungmin berjalan mengendap ke samping Kyuhyun, di perhatikannya wajah tampan yang sedang tertidur pulas itu. Wajah itu begitu polos, tanpa Sungmin sadari sudut bibirnya berkedut membentuk sebuah senyum tulus.

 

“Kyuhyun-ah, saranghae~” lirih Sungmin.

 

“Nado Saranghae…” sontak Sungmin membulatkan matanya tak percaya, “Vicky-ya… jeongmal saranghae…” lanjut Kyuhyun lagi, sepertinya ia mengigau, karena matanya masih tertutup. Hancur sudah harapan Sungmin. Lagi-lagi Kyuhyun sukses membuatnya menangis. Jadi, gadis yang tadi malam itu bernama Vicky?

.

.

~oOo~

.

.

Sungmin memutuskan untuk melupakan kejadian di kamar Kyuhyun tadi. Kini ia sedang berkutat di dapur menyiapkan sarapan untuk suaminya itu, tepat ketika masakannya selesai, Kyuhyun terlihat berjalan keluar dari kamarnya dengan setelan rapi. Sepertinya ia akan ke kantor pagi ini.

 

“Kau sudah bangun, Kyu? Kajja, sarapan dulu aku sudah menyiapkan…” belum selesai Sungmin bicara, Kyuhyun sudah pergi meninggalkannya. Tak ingin masakannya sia-sia, Sungmin segera berlari menghampiri Kyuhyun seraya membawa sepiring nasi goreng buatannya kearah Kyuhyun.

 

“Kyu… sebaiknya kau sarapan du…”

 

PRANG

 

Lagi-lagi sebelum Sungmin sempat menyelesaikan kalimatnya, Kyuhyun telah bertindak lebih dulu. Di bantingnya piring yang di sodorkan Sungmin padanya.

 

“Kau tak perlu bersikap sok baik atau sok perhatian padaku. Urus saja urusanmu sendiri.” Usai berkata begitu, Kyuhyun menghilang dari hadapan Sungmin. Meninggalkan Sungmin yang kini menangisi kepedihan hatinya akibat ulah Kyuhyun.

.

.

~oOo~

.

.

Sudah tepat sebulan semenjak pernikahan Kyuhyun dan Sungmin. Namun masih belum ada perubahan berarti yang terjadi diantara mereka. Malah semakin parah. Semakin Sungmin mencoba untuk mendekati Kyuhyun, semakin kasar pula sikap Kyuhyun padanya. Tak terhitung sudah seberapa banyak air mata yang di tumpahkan Sungmin hanya untuk menangisi kelakuan pria seperti Kyuhyun.

 

Seperti tak ada habisnya, selalu saja ada ulah Kyuhyun yang membangkitkan kepedihan hati Sungmin. Seperti malam ini misalnya, lagi-lagi Kyuhyun pulang dalam keadaan mabuk, dan kali ini ia pulang tak sendiri. Lagi-lagi gadis yang belakangan ini diketahui Sungmin bernama Victoria, turut mengantar Kyuhyun. Tak cukup sampai disitu, tepat di depan matanya Sungmin melihat Kyuhyun tengah mencumbu wanita itu seolah di ruangan itu hanya ada mereka berdua.

 

“Ehem,” Sengaja Sungmin berdeham, agar pasangan itu sadar bahwa ada orang lain disana. Dan sepertinya berhasil, Victoria tampak melepaskan diri dari Kyuhyun dan menatap Sungmin tak suka.

 

“Kyunnie chagi… aku pergi dulu, ne. beristirahatlah malam ini, dan jangan lupa mimpikan aku.” Ujar Victoria manja seraya mengecup Kyuhyun sekilas kemudian beranjak pergi.

 

Menyadari kepergian Victoria akibat ulah Sungmin, sontak Kyuhyun mencengkram bahu Sungmin, di wajahnya tergambarkan raut kemarahan. Jujur, Sungmin sangat takut.

 

“Apa yang kau lakukan, bodoh? Kau mengusir Victoria. Kau mengusir kekasihku!” teriak Kyuhyun kalap seraya mencengkram bahu Sungmin lebih keras. Berusaha agar terlihat kuat, tak sedikit pun Sungmin mengeluh sakit. Justru, seolah menantang Kyuhyun, dibalasnya tatapan pemuda itu penuh tekad. Kali ini ia tak boleh berdiam diri lagi.

 

“Apa aku salah kalau aku mengusir wanita murahan yang sedang bercumbu dengan suamiku sendiri?” Tanya Sungmin tak mau kalah. Sontak rahang Kyuhyun mengeras, di jambaknya rambut Sungmin hingga wanita itu meringis.

 

“Kau wanita jalang. Jangan pernah sebut kekasihku murahan. Atau kau akan tahu akibatnya.” Ujar Kyuhyun berang.

 

“Dia memang murahan! Apa aku salah kalau aku mengatakan bahwa wanita yang telah menggoda pria yang sudah memiliki istri sebagai wanita murahan? Dia memang murahan!”

 

PLAK

 

Sungmin tak percaya ini, setelah menjambaknya kini Kyuhyun menaparnya. Oh, great. Nasibmu benar-benar bagus Lee Sungmin, ringis Sungmin dalam hati. Tanpa sempat Sungmin menyadarinya, Kyuhyun menarik rambut Sungmin dan menjambaknya lagi.

 

“Sudah kubilang, jangan pernah mengatakan Victoria murahan. Tapi kau melanggarnya. Kau akan tahu akibatnya, Lee Sungmin. Aku akan memberi tahumu apa itu arti ‘murahan’” Sungmin menjerit pilu. Kyuhyun menjambak rambutnya dan menyeretnya masuk ke dalam kamarnya.

 

Belum pulih rasa sakit Sungmin, tiba-tiba ia merasakan Kyuhyun melumat bibirnya ganas. Ciuman Kyuhyun benar-benar menyakitkan. Sungmin rasa bibirnya sobek sekarang. Ia menangis dan mengerang tertahan. Kyuhyun benar-benar menyiksanya sekarang. Tanpa bisa ia cegah Kyuhyun merobek pakaiannya dan menindihnya. Hanya sakit dan pedih Sungmin rasa sekarang. Tak pernah ia bermimpi bahwa malam pertamanya bersama suaminya akan setragis ini.

.

.

~oOo~

.

.

Sungmin terbangun dengan keadaan cukup mengenaskan, tubuhnya di penuhi memar-memar merah keunguan akibat ulah liar Kyuhyun semalam, rahangnya terasa kaku, terdapat bekas darah mengering di sudut bibir, matanya juga terlihat membengkak. Sungmin menangis lirih, bekas tamparan Kyuhyun tak sebanding dengan rasa sakit hati yang ia alami. Tangisan lirih Sungmin kini memenuhi kamar mandi itu.tak sedikit pun ia berniat beranjak dari sana. Sungguh, ia tak sanggup bila harus bertemu Kyuhyun nanti.

 

Sementara itu, di tempat berbeda, seorang pria tampak memegangi kepalanya yang berdenyut hebat. Ia tampak meringis kecil. Sontak matanya membelalak ketika dilihatnya keadaan tubuhnya yang tanpa sehelai benang pun di tambah di tempat tidurnya terdapat bercak darah. Ia ingat sekarang, ia ingat apa yang terjadi semalam.

 

“Paboya, Cho Kyuhyun. Bagaimana bisa aku melakukan hal itu padanya?” gumam Kyuhyun.

.

.

~oOo~

.

.

Sudah dua minggu berlalu semenjak kejadian itu. Kini Sungmin tak lagi berusaha mendekati Kyuhyun, bahkan ia seolah tak menyadari kehadiran Kyuhyun di dekatnya, sementara itu Kyuhyun juga tak jauh berbeda. Ia tampak enggan berpapasan dengan Sungmin. Bahkan cenderung menghindar. Dengan sengaja ia berangkat kerja pagi-pagi buta dan pulang larut malam ketika Sungmin sedang tidur, bahkan tak jarang ia tak pulang dan memilih untuk lembur di kantor.

.

.

.

Hari ini Kyuhyun memutuskan untuk pulang lebih cepat, kepalanya terasa pusing. Ia ingin beristirahat saja hari ini, namun ketika ia melangkahkan kakinya memasuki kawasan apartemennya, di lihatnya sesosok wanita yang tak asing, itu Sungmin. Namun ia tak sendiri, ada seorang pemuda bersamanya. Tampaknya mereka gembira sekali.

 

“Noona, kau yakin tak mau ke dokter. Wajahmu benar-benar terlihat parah. Apa kau baik-baik saja?” Tanya namja yang kini bersama Sungmin, “Gwaenchana, Hae-ya. Tak usah ke dokter, lebih baik kita segera ke kedai es krim sebelum kedainya tutup.” Ujar Sungmin seraya menarik tangan namja yang di panggilnya Hae tadi.

 

Tanpa sadar Kyuhyun mengepalkan tangannya erat, “Cih, dasar murahan.”

.

.

~oOo~

.

.

“Darimana saja kau?”suara dingin itu sontak membuat langkah riang Sungmin terhenti, namun tak berniat menjawab, Sungmin bergegas pergi dari hadapan pria itu. Namun belum sempat ia beranjak, tangannya sudah keburu di cengkram oleh pemuda tempramen itu.

 

“Aku Tanya dari mana kau?”

 

“Bukan urusanmu.” Jawab Sungmin dingin. Tak ayal jawabannya membuat Kyuhyun berang.

 

PLAK

 

“Dasar wanita murahan. Kau berkencan dengan pria lain sementara suamimu pergi bekerja, begitu?”

 

Sungmin menatap Kyuhyun sinis, “Suami? Aku bahkan tak ingat kalau aku punya suami.” Ujarnya seraya beranjak pergi sembari memegangi pipinya yang semakin bertambah memar tanpa mengindahkan Kyuhyun yang kini terdiam tanpa ekspresi.

.

.

~oOo~

.

.

Sungmin menatap rumah megah dihadapannya. Sudah lama sekali rasanya ia tak menginjakkan kaki ke rumah ini. Semenjak menikah ia memang tak pernah kemari. Ia benar-benar merindukan rumah ini dan orang tuanya. Di langkahkannya kakinya memasuki pekarangan rumah itu. Tepat di depan pintu rumah itu, Sungmin mengetuk ragu pintu tersebut. Tak berapa lama sesosok wanita muncul diambang pintu dan menatapnya tak percaya.

 

“Omona, Sungmin-ah. Kau kemari, chagi?” ujar nyonya Lee seraya memeluk putrinya erat. Sungmin menangis haru dalam pelukan Eomma-nya. Sungguh ia butuh sandaran saat ini.

 

“Kemana Kyuhyun? Dia tak bersamamu?”

 

“Aniya Eomma. Kyuhyun sedang ada urusan di luar kota. Jadi aku memutuskan untuk menginap disini. Tak apa, kan?”

 

“Tentu saja. Eomma justru senang kau kembali lagi kesini. Kajja, kita ke kamarmu.” Baru beberapa langkah Sungmin masuk seketika dirasakannya perutnya begitu mual. Segera ia beranjak menuju toilet dan memuntahkan seluruh isi perutnya. Nyonya Lee tampak menatap putrinya khawatir.

 

“Kau baik-baik saja chagi?”

 

“Gwaenchana, Eomma. Aku hanya butuh istirahat.” Balas Sungmin seraya berjalan menuju kamarnya di iringi tatapan penuh arti Nyonya Lee.

 

Normal PoV End

.

.

~oOo~

.

.

Kyuhyun’s PoV

 

Sudah sebulan berlalu semenjak kepergian Sungmin. Entahlah apa yang kini aku rasakan, aku sendiri tak mengerti, seperti ada yang kurang dalam apartemen mungil ini. Ah, mungkin aku hanya merasa bersalah padanya. Biar bagaimana pun dia pergi akibat ulahku.

 

Huh, untuk apa aku memikirkannya. Biarkan saja. Itu semua juga akibat kelakuannya, kan? Jadi bukan sepenuhnya kesalahanku, kan?

 

Lebih baik sekarang aku ke rumah Victoria, mungkin dia bisa meredakan perasaan aneh di hatiku.

 

At Victoria’s House

 

Aku berjalan memasuki rumah yang sudah aku hapal betul tata letaknya ini. Tunggu dulu, suara apa itu? Samar-samar aku seperti mendengar suara, mirip suara… desahan wanita? Sontak aku membulatkan mataku, ku pertajam pendengaranku. Ah, tidak mungkin, semakin kuikuti suara ini semakin mengarah kearah kamar Victoria. Dengan ragu ku buka pintu kamar itu.

 

Seketika aku lupa bagaimana caranya bernapas, katakan aku sedang bermimpi. Sulit di percaya, kekasihku sendiri, Victoria kini tengah bercumbu dengan sahabat baikku, Changmin. Benar-benar keterlaluan.

 

“K-Kyu… ini tak seperti yang kau pikirkan. A-aku bisa jelaskan.” Aku tak peduli lagi, segera kulangkahkan kakiku keluar dari rumah itu. Bergegas aku pulang menuju apartemenku. Aku tak habis pikir, bagaimana bisa kekasihku dan sahabat baikku berkomplot menusukku dari belakang. Bodoh sekali kau Cho Kyuhyun. Tunggu dulu. Seperti ada yang aneh. Kenapa aku tak merasakan perasaan apapun ketika melihat mereka bermesraan tadi? Bodoh, seharusnya aku cemburu! Tapi kenapa aku merasa biasa saja sekarang? Apa aku… apa aku tak mencintai Victoria? Tapi aku yakin aku mencintainya. Apa sekarang perasaan itu mulai pudar? Ah, sudahlah. Lebih baik aku pulang. Sepertinya aku perlu menjernihkan pikiranku.

.

.

.

.

“Hyung…” sontak aku mengalihkan pandanganku ketika kulihat seorang pemuda bersama seorang gadis menghampiriku. Siapa mereka? Ah aku tahu pemuda ini. Dia yang selingkuh dengan Sungmin, kan? Aku menatap pemuda itu dingin.

 

“Hyung, kau suami Sungmin Noona?” tanyanya, jujur aku bingung mau menjawab apa. Jadi kuputuskan untuk mengagguk saja. Pemuda itu tersenyum ramah.

 

“Ah, kenalkan ini Eunhyuk, yeojachingu-ku. Kami ingin menanyakan keadaan Sungmin Noona. Sudah lama ia tak terlihat apa dia baik-baik saja?” jadi, bocah ini punya yeojachingu? Berarti Sungmin tidak selingkuh? Sekali lagi, kau bodoh Cho Kyuhyun. Tanpa menghiraukan celotehan bocah itu, aku bergegas pergi. Aku harus mencari Sungmin dan meminta maaf padanya.

 

“Ya! Hyung! Aku belum selesai bicara, ya!”

.

.

~oOo~

.

.

Sial, dimana lagi aku harus mencarinya? Aku berkeliling dan belum juga menemukannya. Ah, tunggu dulu. Aku, kan belum mencarinya ke rumah orang tuanya. Tapi kalau nanti orang tuanya bertanya yang macam-macam aku harus jawab apa? Ah, sudahlah, aku tak peduli. Aku harus menemuinya dan segera meminta maaf padanya.

 

Aku memasuki rumah mertuaku dengan ragu, semoga Sungmin ada di dalam, perlahan ku ketuk pintu dihadapanku ini. Tak berapa lama sesosok wanita paruhbaya yang kutahu adalah ibu Sungmin itu terkejut melihatku.

 

“Kyuhyun-ah… kajja, masuk.” Aku merasa tak enak pada wanita tua ini. Anaknya telah ku sia-siakan tapi tetap berlaku penuh kasih padaku.

 

“E-eomma… aku kemari mencari Sungmin. Apa dia ada?” wajah Nyonya Lee tampak muram. Ada apa sebenarnya?

 

“Sebenarnya, Kyu. Ada yang ingin Eomma sampaikan padamu. Tapi sebaiknya kau duduk dulu.”

 

“Appa dimana Eomma?” Tanyaku berbasa-basi, “Sedang ada urusan bisnis di luar negeri. Nah, kau mau minum apa, Nak?”

 

“Tidak usah Eomma, aku kemari ingin menjemput Sungmin.” Lagi-lagi wajah itu tampak keruh ketika kau menyebut nama Sungmin. Ada apa sebenarnya?

 

“Sungmin sudah tiada, Kyu.” Jawab wanita itu ambigu.

 

“Dia kemana Eomma?”

 

“Dia… Dia telah pergi, Kyu… Dia telah beristirahat dengan tenang, Kyu…” ujar wanita itu sesenggukan menahan tangis. Serasa ada ribuan ton batu yang menghantam kepalaku. Aku sedang bermimpikan? Kalau begitu aku mohon bangunkan aku sekarang.

 

“Sungmin kecelakaan saat akan memeriksakan kandungannya, Kyu… dia tertabrak mobil dan meninggal saat di rumah sakit..” tunggu. Kecelakaan? Saat memeriksakan…kandungan? Oh, Tuhan… apa yang telah kulakukan? aku telah membunuh istri dan anakku secara tidak langsung. Istri yang belum ku bahagiakan dan anak yang belum sempat ku ketahui kehadirannya.

 

Sungmin-ah… mianhae…. Mianhae, chagi-ya… saranghae, aku tahu ini terlambat. Apa mungkin ini hukuman buatku?

 

“Ini semua salahku, Eomma…” jeritku sesenggukan. Wanita tua itu perlahan mengusap kepalaku penuh sayang.

 

“Walaupun Sungmin berusaha menutupi semuanya, Eomma tahu, ketika itu kau sedang ada masalah dengannya, kan? Dia bilang kau sedang ke luar kota saat itu. Tapi Eomma merasa ada sesuatu yang tak beres antara kalian. Namun tiap Eomma Tanya ia selalu mengalihkan pertanyaan Eomma. Namun di detik terakhirnya, ia sempat berkata, untuk jangan memberitahumu perihal kematiannya, sebelum kau sendiri yang datang mencarinya.” Tangisku semakin keras, hatiku terasa di sayat sembilu pedang. Sungmin-ah, mianhae chagiya, mianhae…. Aku memang pria paling brengsek di dunia. Maafkan aku, chagiya…..

.

.

.

.

.

.

~oOo~

.

.

.

.

.

.

.

 

“Kyu… Kyuhyun-ah, irreona, ppali.”

 

“AAAAAA” tubuhku terasa basah oleh keringat, napasku tersengal. Astaga, Sungmin-ah. aku rasa aku mulai menangis lagi sekarang. Sungmin-ah, mianhae, jeongmal mianhae…

 

“Kyu…Kyu… kau kenapa menangis?” tunggu dulu? Suara ini? Sontak aku memalingkan wajahku ke samping. Sungmin? Bukankah dia sudah…

 

“Kyu? Gwaenchana? Kau mau minum?” sontak kupeluk ia erat. Nyata. Ia benar-benar Sungmin. lalu yang tadi?

 

“Kyu… sesak… kau kenapa, sih?” tak kuhiraukan pertanyaannya. Kutatap ia dalam-dalam… sepertinya ia risih ku tatap begitu.

 

“Kau aneh. Tadi kau terus mengigau dan teriak memanggilku. Sekarang kau seperti orang bodoh.” Berteriak? Mengigau? Jadi yang tadi itu mimpi? Tapi kenapa terasa begitu nyata? Syukurlah, itu artinya kau masih diberi kesempatan untuk membahagiakan Sungmin. aku tak dapat membayangkan bila kejadian di mimpiku itu benar-benar terjadi. Perlahan kudekap ia dan ku kecup puncak kepalanya. Ia tampak menegang. Terkikik kecil aku melepaskan dekapanku dan menatap wajahnya yang kebingungan.

 

“E-eh, Kyu… kurasa kau sudah baik-baik saja. Lebih baik aku kembali tidur. Ini sudah jam 3 pagi. Jaljayo~”

 

“Kau mau kemana?”

 

“Ke ruang tengah tentu saja.” Jawabnya polos. Astaga, aku lupa. Bukankah tadi aku yang menyuruhnya tidur di sofa, ya? Kejam sekali kau, Cho. Dengan sekali sentakan kutarik dia hingga terjatuh dalam dekapanku. Wajahnya tampak memerah.

 

“Apa yang kau lakukan, Kyu? Aku mau tidur.”

 

“Ya sudah tidur saja.” Jawabku enteng. Ia tampak membulatkan matanya lucu. Aku terkekeh kecil, ku kecup bibirnya. Hmm, manis. Aku menyukainya. Kali ini bukan kecupan lagi namanya. Ku lumat bibirnya penuh damba. Perlahan ia melepas tautan bibir kami.

 

“Kau aneh, Kyu. Tadi kau menyuruhku untuk tidak dekat-dekat denganmu, sekarang…”

 

“Kau tidur disini. Titik. Jangan membantah, arraseo?” ujarku memotong ucapannya.

 

“Eh, ku rasa aku ralat saja. Sudah jam 3 pagi. Bagaimana kalau kita tak usah tidur saja, chagi, hm?” wajahnya memerah, “Maksudmu?”

 

“Lebih baik kita bermain sampai pagi.” Sebelum ia protes buru-buru kulumat bibirnya. Dan… yeah, kurasa kalian bisa lanjutkan sendiri apa yang kami lakukan selanjutnya, kan?

 

 

FIN

.

.

~oOo~

.

.

 

52 thoughts on “FF KYUMIN | SORRY | GS | OS”

  1. maaf itu td kepencet langsung kirim…
    walaupun kayak sad ending…
    tp ceritanya happy ending karena kyu cuma mimpi… Lega ngelihat itu semua cuma mimpi sih…

  2. Awal cerita angst bangeeet.. sempet sebel sm kyuhyun >,< kirain jg sungmin beneran meninggal.. eh, untunglah hanya mimpi n akhirnya happy ending. yay! nice ff chingu ^^ daebak!!

  3. kirain beneran ,, gk tw nya Mimpi !!
    pas ngira umin ninngal ,, rasanya pengen ngegantung kyu ,, haha …
    keren ..

  4. huft… kirain minnie beneran udah gak ada, tapi syukurlah hehehe…
    alurnya keren bikin dag,dig,dug…

  5. kyuhyun kau benar2 sa9at beruntung karna itu cuman mimpi . . Klo sampe kenyataan mati loh cho . . . Kau di beri kesempatan J9an menyiayiakan lagi.

  6. fiuuuuh, kira’in ming beneran udah gk ada.., syukurlah ternyata cuma mimpi..🙂
    Dimimpi kyu nya keterlaluan bgt.., jd pengen getokin kepala kyu jdi nya..hahaha

    Iji baca ya authorshiii🙂

  7. Jinja mwoya? Aku kira crita ini bkal bner2 akan berakhir tragis, dengan kematian ming dan penyesalan kyu yg mendalam.

    Maaf sevi sbelum’n, ada pas bagian yang sdikit menggantung menurutku dimana dibagian mimpi kyu, aku sdikit bingung di bagian itu soal’n kamu kurang memperjels scene2 mna aja yang masuk ke dlm mimpi kyu. Apakah dimulai dri awal crita dimana kyu berlaku ksar pda sungmin saat awal mreka pindah ke apartemen apa saat stelah ming kembali tinggal dirumah keluarga’n.

    Tapi secara keseluruhan aku suka ama crita’n, maklum aku pencinta ff bergenre kdrt. Hehe
    akupun suka gaya bahasa yg kamu gunakan.
    skali lagi mianhae klau ada kta2 tak berkenan. Hehe

  8. udah deg2an pas baca. syukur deh, rupa nya cuma mimpi^^
    cie cie,,, yg udah sadar ternyata cinta sm ming..
    bru bangun aja, langsung main tuh, ckckckckc >,<

  9. huwaa seru bet ini ceritanya, jiahh sikyu nangis :p ckckck
    ahaha lucu deh lht tu si kyu, Akhirnya KYUMIN bersatu ♥♥ thourr minta pw sequlnya dong ?/ penasaran nih ama sequel nya :33

  10. hai,
    salam kenal q reader baru d WP ini🙂
    Ikutan gabung buat baca y🙂

    Kyu sepertiny cukup kesal y karena di jodohkan y n kayaknya Kyu bakal membuat kacau dech ma calon tunanganny TT
    Aigoo Ming sepertiny langsung terpesona ma Kyu y🙂
    Aigoo ming beneran dach jatuh cintrong ma Kyu y saat Appany bakal menentukan hari pernikahan tampak senang tapi langsung sedih y saat tahu Kyu g begitu suka TT
    Eh Kyu g menolak malah mempercepat pernikahanny ma Ming y
    Akhirny KyuMin menikah juga walaupun yang berbahagia cuma Ming doang y TT
    Kyu dingin banget y ma Ming TT padahal kan yang mengusulkan hari pernikahanny kyu sendiri TT
    Aigoo hae datang sebagi penolong Ming y🙂
    Kyu kejam kali y masak membiarkan Ming buat tidur dluar sich hanya dengan sofa aja TT
    Eh Kyu pergi kemana tuch tau jangan-jangan pergi menemui Vic y TT
    Kejam kali sich masak Ming dikira pembantu sich TT
    Eh Ming beneran mencintai Kyu y tapi harus patah hati saat Kyu malah mencintai Vic y TT
    Kyu bukanya makin baik ke Ming malah makin kasar n dingin ma Ming y TT
    Eh Kyu menyiksa n memperkosa Ming y TT
    Ming makin terluka y karena perlakukan Kyu TT
    Eh Ming mulai mengikuti sikap Kyu selama ini y setelah perlakuan Kyu pada diriny y
    Eh Kyu gak sengaja melihat Ming bersama ma Hae y n Kyu marah tau jangan-jangan Kyu cemburu y🙂
    Eh tumpen Kyu menyapa Ming duluan n menanyakan Ming abiz dari mana
    Kenapa Kyu menampar Ming sich😥
    Eh Ming pulang ke rumahnya y karena g betah ma sikap Kyu selama ini tapi Ming kenapa mengaku kalau Kyu pergi ke luar kota???
    Eh Kyu mulai merasa merindukan kehadiran Ming y walaupun egony belum mau mengaku sich😥
    Eh Kyu sepertiny cukup kecewa y saat datang ke tempat Vic malah menemukan vic bersama ma namja laen y hehehe🙂
    Eh kirain Ming beneran meninggal ternyata itu semua hanya mimpi Kyu aja y🙂
    Aigoo Kyu sepertiny g ingin kehilangan Ming y🙂

  11. Wawww ,, sumpah spot jantung bca awalan ny ,, untung cma mimpi ,,
    Dan berakhir dng ┣┫ɑややY ending
    Good job ^o^ ,

  12. woow it”s nightmare…. tapi baguslah dengan itu kyu sadar kalau sungmin itu sangat berarti dalam hidupnya^^

  13. Wuaah,chinggu berhasil buat q jantungann kirain min beneran udah meninggal,y ampunn ternyata kyu cuma mimpi,tp gpp karena mimpi tuh kyu bersikap baik ama minnie
    Cuss mau lanjut bc sequelnya dulu tp bisa minta pwnya g chinggu yg chap 1 ama 4 langsung nanti q pasti komen kok,hehe

  14. author bener” bisa bikin FF daebak.. dari awal baca, udah nyesek banget.. kasian sungmin nya di jahatin terus ma kyu. sampe” si sungmin meninggal.. hahahha udah sedih” kirain sad ending gak tau nya happy ending.. good job Thor.
    oh ya boleh minta PW “it’s you (sequel sorry) part 1.??

  15. ya ampuun author hebat bner bikin FF yang mengejtkan… aku hampir menangis gegara sungmin mani eh ternyata malah mimpi aja… tapi tak apa gegara mimpi itu akhirnya kyu jadi mencintai sungmin…. minta PW yg sequelnya dong thor????

  16. Lagi nyari ff kyumin yg GS eh ketemu nih ff ijin baca ya author^^ aku reader baru’-‘
    Kirain beneran ternyata cuman mimpi.a si kyu ya-.- bgs deng jadi happy end dah🙂 lanjut baca squel.a dulu ah ;D

  17. annyeong reader baru disini..
    line 98
    kukira tdi sad ending….
    ternyata cuma mimpi..
    klo kyu melakukan kekerasan itu nyata gk????
    wahh.. aku suka ceritanya bagus..
    chingu boleh minta pw it’s you sequel sorri part 1??

  18. Annyeong q lestari q reader baru,,,
    Ini ff yg pertma q bca dsni,,,

    Ceritanya bgus seditikit tegang baca ff ini Kirain ceritanya berakhr teagedi,,, tpi ternyata cma mimpi,,, bgus deh kl kyu di beri mimpi kyak gt biar dia gak nyakitin min nntinya,,,
    tpi ksian bngt ming yg ad d dlm mimpi kyu,,, di siksa hbis”an sma kyu….

  19. authorssi sy new reader ijin bc y
    sy d rekomendasiin tmn joyer ttg wp author kyumin
    nyesekkkk bgttt tp untung kyu cpt sadar y
    untung cm mimpi 😁

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s