FF KYUMIN | DESTINY? | GS | PART 5


A KYUMIN FANFICTION

.

Created by © Sevy Lelibriani

.

DESTINY?

.

Genre : Romance, fantasy

.

Disclaimer : sebenernya FF ini mau kubikin remake versi Kyumin dari film barat (disney) yang berjudul ENCHANTED. Tapi makin kesini kok alurnya jadi beda ma filmnya -_-. Cast tetap milik saya selama berada dalam ruang lingkup FF ini *gak boleh protes :p*

 

**HAPPY READING**

 

DESTINY?

 

oOoOoOo

Pangeran Siwon tampak melongokkan wajahnya penuh kagum, tak jarang ia heboh sendiri ketika dilihatnya sesuatu yang menurutnya tampak tak biasa. Seperti halnya sekarang, ia tengah menatap nyaris tak berkedip seorang pedagang arum manis yang tengah beratraksi memutar-mutar dagangannya sehingga tercipta sebuah gumpalan kapas dengan terpesona. Oh, ya jangan lupakan wajah bodohnya yang membuat Kibum hampir melempar wajah Sang Pangeran dengan batu.

 

‘Apa aku tak bisa lebih sial lagi dari sekarang? Bertemu dengan orang aneh dari negeri antah berantah ini dan kemudian harus rela menanggung malu akibat semua ulah abnormalnya.’ Batin Kibum nelangsa. Tak jarang ia menutup wajahnya atau bahkan membuang muka, bila Siwon sudah berkelakuan norak dan menarik-nariknya layaknya anak kecil menarik ibunya.

“Kibum-ah, benda seperti kapas itu namanya apa? Unik sekali.” Tanya Siwon polos tanpa mengalihkan pandangannya dari arum manis itu, ah, kalau sudah begini, Kibum jadi tak tega ingin membentak namja aneh ini. Namja ini terlihat begitu polos. Tersenyum kecil, Kibum mulai menjawab pertanyaan Siwon,

 

“Itu namanya arum manis. Kau mau?” tawar Kibum. Sontak raut cerah layaknya anak kecil yang mendapat permen gratis tergambar di wajah tampan itu. Sungguh sulit di percaya, wajah maskulin itu ternyata tak sesuai dengan karakter sesungguhnya sang Pangeran.

 

“Benarkah aku boleh mendapatkannya? Aku mau sekali.”

 

“Baiklah, kau tunggulah disini.” Ujar Kibum seraya bergegas menuju pedagang tersebut, meninggalkan Siwon sendiri. Ah, sepertinya keputusan Kibum salah untuk meninggalkan namja hiperaktif ini sendirian.

 

oOoOoOo

 

“Sungmin-ah, cepatlah. Tadi kau yang memaksaku untuk cepat. Tapi kenapa sekarang jadi kau yang lama.?” Teriak Kyuhyun menggerutu di depan apartemennya. Pasalnya ini sudah sejam sejak Sungmin membangunkannya untuk segera bersiap-siap tadi, namun ternyata malah Sungmin yang belum siap hingga sekarang.

 

“Sungmin-ah, jika dalam lima menit kau belum keluar juga, maka kau akan kutinggal.” Ancam Kyuhyun sebal. Tak berapa lama muncul sosok Sungmin dalam balutan sebuah gaun yang sangat pas di tubuhnya. ‘Eh? Tunggu dulu? Sejak kapan aku pernah membelikannya gaun?’ batin Kyuhyun. Perasaan Kyuhyun jadi tak enak, dengan hati-hati ia menatap Sungmin dan bertanya,

 

“Sungmin-ah, gaun itu…”

 

“Ah, ya. Ini bagus, kan, Kyu? Aku sendiri, loh yang membuatnya.” Sahut Sungmin gembira seraya memutar-mutar tubuhnya. Kyuhyun akui gaun itu begitu pas di tubuh mungil Sungmin. namun sepertinya Kyuhyun tak asing dengan motif gaun itu. Gaun itu mirip…

 

“Astaga, sprei pemberian Umma-ku! Sungmin-ah, jangan bilang kalau kau membuat itu dari sprei di kamarku?” Tanya Kyuhyun seraya menatap Sungmin horror, sementara yang di tatap hanya memasang wajah yang begitu polos seraya tersenyum dan mengangguk senang.

 

‘Astaga… kalau begini caranya, bisa habis isi apartemenku.’ Batin Kyuhyun frustasi. Menghembuskan napasnya perlahan, Kyuhyun berusaha meredam kekesalannya pada gadis ini,

 

‘Sabar, Cho. Dia memang tak mengerti apa-apa. Kau pasti sanggup bersabar. Hwaiting, Cho Kyuhyun.’ Ucap Kyuhyun dalam hati menyemangati dirinya sendiri.

 

“Baiklah, Min. kajja kita pergi.” Ujar Kyuhyun berusaha sabar seraya melangkahkan kakinya yang senantiasa di ikuti oleh Sungmin.

 

oOoOoOo

 

Pangeran Siwon menatap takjub sebuah air macur buatan yang terdapat di tengah taman hiburan itu. ‘Wah, aku ingin membuat yang seperti ini di taman kerajaan. Pasti terlihat menakjubkan.’ Kira-kira itulah isi pikiran Siwon saat ini. Tak cukup puas dengan itu, kembali ia melanjutkan perjalanannya mengelilingi taman hiburan ini. Tak henti-hentinya ia mengagumi setiap hal ia jumpai.

 

‘Ah, sepertinya aku melupakan sesuatu. Tapi apa, ya?’ batin Siwon. Mengendikkan bahunya tak peduli di lanjutkannya kembali perjalanan mengamati dunia yang asing baginya ini.

 

Sementara itu…

 

“Aish, kemana, sih perginya namja babo itu. Benar-benar menyusahkanku saja. Seharusnya tak kutinggalkan dia tadi.” Gerutu Kibum yang kelelahan setelah sedari berkeliling mencari sosok nyentrik namja bernama Siwon itu. Kakinya benar-benar terasa pegal.

 

“Tunggu dulu. Untuk apa aku mengkhawatirkannya? Bukannya kalau dia hilang malah bagus, ya? Jadi tak ada lagi yang merepotkanku.” Gumam Kibum bermonolog. Tapi mau bagaimana pun sikap tak peduli yang dia keluarkan sejujurnya dalam hatinya terselip rasa khawatir.

 

‘Tapi namja itu sama sekali tak tahu tentang kota Seoul, bagaimana jika terjadi sesuatu? Dan parahnya namaku pasti akan turut terseret? Tidak. Aku harus tetap mencarinya.’ Putus Kibum akhirnya.

 

oOoOoOo

Kyuhyun tersenyum kecil menatap tingkah Sungmin yang sedari tadi tak bisa tenang, setiap mereka berpapasan dengan orang lain yang mereka tak kenal sekalipun, Sungmin selalu menyapa dengan riang. Tak jarang sikap Sungmin itu membuat Kyuhyun berdecak sambil menggelengkan kepalanya.

 

‘Benar-benar gadis ajaib’ batin Kyuhyun.

 

“Kyuhyun-ah, aku ingin benda itu.” Ucap Sungmin sambil menatap lekat pada penjual es krim yang berada tak jauh dari tempat mereka berdiri.

 

“Es krim? Baiklah, kajja. Kau mau yang rasa apa?” Tanya Kyuhyun.

 

“Rasa?” Tanya Sungmin bingung. Kyuhyun menepuk dahinya pelan, ‘Bodoh kau, Cho. Jelas dia tak mengerti.’ Batin Kyuhyun.

 

“Ah, baiklah. Ahjussi, aku mau yang rasa strawberry satu dan vanilla satu.” Pesan Kyuhyun.

 

“Ini pesanannya Tuan.”

 

“Kamsahamnida.” Ucap Kyuhyun seraya menyerahkan es krim rasa strawberry kepada Sungmin, yang sudah jelas di terima Sungmin dengan mata berbinar.

 

“Kyu, apa ini yang namanya kencan?” Tanya Sungmin tiba-tiba. Pertanyaan mendadak Sungmin, sontak membuat Kyuhyun yang kini tengah menikmati es krim-nya menjadi tersedak es krimnya sendiri.

 

“Ke-kenapa kau bisa menyimpulkan seperti itu?” Tanya Kyuhyun dengan wajah memerah, ‘Oh, ada apa denganku? Kenapa jadi berdebar begini? Kenapa juga gadis ini harus bertanya seperti itu?’ gerutu Kyuhyun dalam hati.

 

“Bukankah kau bilang, jika sepasang pria dan wanita yang pergi jalan-jalan berdua itu dinamakan berkencan?” Tanya Sungmin seraya mengerjap polos. Kyuhyun menghembuskan napasnya perlahan. ‘Kelihatannya aku harus belajar bersabar.’

 

“Kau benar. Tapi itu bisa disebut berkencan, jika si pria dan wanita sama-sama saling menyukai.” Jelas Kyuhyun.

 

“Tapi aku menyukaimu. Berarti kita berkencan?” ucapan Sungmin yang tak di sangka-sangka itu sekali lagi sukses membuat Kyuhyun tersedak. ‘Apa-apaan gadis ini?’ batin Kyuhyun frustasi.

 

“E-eh, Kyu gwaenchanayo?” Tanya Sungmin khawatir. Di tepuknya punggung Kyuhyun pelan agar Kyuhyun berhenti tersedak, “Ah, arra. Kau tak menyukaiku, ya?” Tanya Sungmin pelan. Kyuhyun kini beralih menatap wajah Sungmin. perasaannya kenapa jadi tak enak begini? Kenapa melihat wajah gadis ini yang kecewa membuat hatinya mencelos begini?

 

‘Ah, wanita ini membuatku gila.’ Monolog Kyuhyun dalam hati.

 

“Wah, benda apa yang berputar itu, Kyu? Aku ingin kesana?”  Kyuhyun melongo mendapati perubahan mood Sungmin yang terbilang begitu cepat, ‘Bukankah tadi dia kecewa? Tapi sekarang malah kembali heboh seperti tak terjadi apa-apa. Dasar gadis ajaib.’

 

“Kyu..Kyu.. kau kenapa bengong? Kajja kita kesana.” Tarikan Sungmin di lengan kanannya sontak membuat Kyuhyun tersadar.

 

“Kau ingin naik kincir raksasa? Baiklah, kajja.”

 

oOoOoOo

 

Sosok wanita nyentrik bergaun hitam itu  sukses membuat mata sebagian penduduk kota menatapnya aneh. Bagaimana tidak? Wanita itu kini menggunakan setelan gaun hitam panjang, serata riasan berlebihan seperti pemain opera. Sepertinya wanita itu layak mendapatkan peran sebagia ibu tiri Cinderella. Namun tampaknya pandangan aneh orang-orang di kota itu sama sekali tak mempengaruhinya. Wanita itu tetap berjalan dengan angkuhnya seraya mengangkat dagunya tinggi-tinggi. Ah, dia pikir orang di kota ini mungkin akan takut dengan sosoknya seperti halnya dengan penduduk di negerinya, negeri dongeng. Ada yang bisa menebak siapa wanita itu? Ya, dia penyihir Lou Yi Xiao.

 

“Hey, kau wanita tua. Beritahu aku dimana pangeran Siwon berada!” ujar wanita itu seraya menatap garang pada sesosok wanita tua yang berpapasan dengannya. Oh, sadarlah, ini bukan duniamu penyihir!

 

“Ckckck, anak sekarang memang tak punya sopan santun. Tak ada rasa hormat lagi pada yang lebih tua.” Ujar wanita tua itu tak kalah angkuh sambil melenggang pergi. Tak ayal, hal tersebut membuat penyihir Lou Yi Xiao menjadi murka. Dengan geram di arahkannya tongkat sihirnya kearah wanita tua tersebut.

 

“Oekk… oekk.” Dalam sekejap wanita tua tadi berubah menjadi sesosok bayi berusia sekitar satu tahun.

 

“Hahaha… rasakan, itu bila kau mencoba bermain-main denganku. Selamat menjalani kehidupanmu sebagai balita, hahaha.” Suara tawa penyihir itu menggelegar dan besamaan dengan itu ia menghilang entah kemana.

 

oOoOoOo

 

“Ramai sekali tempat ini. Lebih baik aku mencari disini. Semakin banyak orang, semakin besar kemungkinan untuk menemukan pangeran Siwon.” Ah, dunia itu sempit. Disinilah penyihir tak tak tahu diri itu sekarang berada. Tepat di tengah-tengah keramaian taman bermain tersebut.

 

“Ternyata kincir itu hebat sekali, Kyu. Bahkan seluruh kota terlihat dari atas sana. Menakjubkan.” Suara itu? Mata penyihir Lou mendadak membulat hebat, gurat kemarahan dan kebencian tercipta di wajahnya saat di lihatnya wajah yang tak asing berada di dekatnya. Putri Sungmin. penyihir Lou menggeram marah.

 

‘Kenapa dia bisa berada disini? Siapa pemuda tampan yang sedang bersamanya itu? Jangan sampai ia bertemu pangeran Siwon disini.’ Batin penyihir Lou geram.tangannya terkepal erat, dan matanya berubah merah.

 

“Kyu, aku ingin apel itu. Sepertinya menggiurkan.”

 

Apel? Sebuah seringai tercipta di wajah penyihir tesebut. ‘Kau ingin apel anak manis? Kau akan mendapatkannya segera beserta tiket yang akan segera mengantakanmu ke neraka.’ Batin penyihir Lou seraya menyihir apel tersebut agar beracun.

 

“Ini, Min. kau tahu, antriannya panjang sekali. Aku tak tahu buah saja bisa selaku ini.” Ujar Kyuhyun seraya menyerahkan apel yang tanpa mereka sadari telah dimantrai oleh penyihir Lou. Tepat saat Sungmin ingin menggigit apelnya, tiba-tiba…

 

BRUK

 

“Mi-mian, Noona. Aku tak sengaja. Aku sedang terburu-buru.” Sesosok bocah yang sedang berlari menabrak Sungmin hingga apel tesebut terpental jauh sebelum sempat di makan oleh Sungmin.

 

“Kau tak apa, Min?” Tanya Kyuhyun khawatir.

 

“Gwaenchana, Kyu. Tapi apelnya…”

 

“Sudahlah, kita bisa beli lagi nanti.” Tanpa mereka sadari, tak jauh dari mereka sesosok penyihir menggeram marah, ‘Sial. Kenapa bisa gagal.’

 

“Aish, dimana, sih Kibum-sshi berada? Aku lelah sekali.” Sontak mata penyihir Lou membelalak lebar. Ia kenal betul suara itu. Itu suara pangeran Siwon. ‘Pangeran Siwon… ini tak boleh di biarkan. Pangeran Siwon tak boleh bertemu dengan putri Sungmin. aku harus memisahkan mereka.’ Batin penyihir Lou. Di tatapnya Sungmin seraya mengatur siasat untuk menyingkirkan gadis itu.

 

Rupanya keberadaan penyihir Lou tersebut di sadari oleh pangeran Siwon, ‘Mau apa penyihir itu disini? Apa dia sedang mencariku dan ingin membawaku kembali ke kerajaan? Tak bisa. Aku tak boleh kembali sebelum berhasil menemukan Sungmin’ di dorong perasaan ngeri, bergegas pangeran Siwon  berlari meninggalkan tempat tersebut, ‘Aku harus menemukan Kibum hanya dia yang bisa menolongku.’ Monolog Siwon dalam hati.

 

oOoOoOo

 

“Hari ini benar-benar menyenangkan, Kyu. Lain kali kau harus mengajakku kesini lagi. Oke?” ujar Sungmin riang. Sementara yang di ajak bicara –Kyuhyun- malah hanya memasang senyum bodohnya. Entah mereka sadari atau tidak, sedari tadi tangan mereka terpaut erat. Oh, rupanya keadaan ini lebih dulu disadari oleh Kyuhyun. Wajahnya telihat memerah.

 

‘Ada apa denganku? Kenapa perasaan aneh dari tadi melingkupiku? Apa kerena Sungmin? tapi aku senang berada di dekat gadis ajaib ini.’ Batin Kyuhyun dan tanpa sadar ia kini tengah menatap Sungmin lekat. Merasa di perhatikan, Sungmin mengalihkan pandangannya membalas tatapan Kyuhyun. Bedanya, kalau tatapan Kyuhyun adalah tatapan bahagia, justru tatapan Sungmin adalah tatapan bingung.

 

“Kenapa kau melihatku seperti itu? Apa ada yang aneh di wajahku?” Tanya Sungmin polos. Perlahan Kyuhyun melepaskan tautan tangan mereka. Perlahan tapi pasti, ia mendekatkan wajahnya pada wajah Sungmin yang kini menatapnya semakin bingung. Tinggal sedikit lagi, bahkan hidung itu sudah saling bersentuhan,

 

CHU~

 

Kecupan lembut dari bibir Kyuhyun mendarat tepat di atas bibir plump Sungmin. sejenak mereka melupakan semuanya. Yang ada kini hanya perasaan melayang dan jantung berdebar. Entah jantung siapa yang berdetak melebihi normal itu. Mereka –atau lebih tepatnya Kyuhyun- tak peduli. Merasa tak ada penolakan, Kyuhyun semakin memperdalam ciumannya. Di gerakkannya bibirnya lebih leluasa di bibir Sungmin. Di belainya tengkuk Sungmin dengan lembut, berusaha membuat gadis itu merasa rileks. Tanpa di duga, ternyata Sungmin membalas ciumannya! Perlahan tapi pasti, Kyuhyun mulai berani membimbing tangan Sungmin untuk melingkar di lehernya, sementara ia sendiri memeluk pinggang Sungmin erat.

 

“Ehem! Anak muda jaman sekarang memang tak tahu diri, bermesraan tidak tahu tempat.” Sontak suara sinis itu menyadarkan mereka dari suasana romantis ini. Buru-buru Sungmin melepaskan diri dari pelukan Kyuhyun. Wajahnya semerah tomat. Sementara itu Kyuhyun hanya memberengut kesal karena merasa kesenangannya terganggu. Di liriknya wajah Sungmin yang memerah. Sejenak mereka saling menatap salah tingkah.

 

‘Apa yang aku lakukan tadi? Semoga saja Sungmin tak marah.’ Batin Kyuhyun penuh sesal, eh, tak bisa di bilang menyesal juga, sih. Justru Kyuhyun merasa senang. Kyuhyun berdeham kencang berusaha mencairkan suasana kaku di antara mereka.

 

“Eh, sudah sore. Sebaiknya kita pulang saja, Min. bagaimana?” Tanya Kyuhyun salah tingkah seraya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Sementara itu, Sungmin hanya membalas perkataan Kyuhyun dengan anggukan.

 

‘Apa dia marah? Kenapa tak bicara?’

 

oOoOoOo

 

Kibum berjalan lelah, peluh menetes di pelipisnya. Sudah hampir seharian dia mengelilingi taman bermain ini, namun tanda-tanda keberadaam Siwon masih belum terlihat.

 

“Apa dia baik-baik saja? Ini sudah hampir sore.” Monolog Kibum.

 

KRESEK KRESEK

 

‘Suara apa itu?’ perlahan Kibum berjalan mendekati semak-semak hiasan yang berada di pinggir taman bermain itu. ‘Tunggu dulu. Ini seperti dejavu.’ Batin Kibum. Di dekatinya semak-semak itu. Ia yakin ada sesuatu disana. Di sibaknya perlahan semak tersebut. Kibum terperanjat kaget saat di lihatnya sesosok pemuda yang tak lain dan tak bukan adalah Siwon tengah meringkuk ketakutan di sana.

 

Hati Kibum mencelos iba, ‘Kenapa dia sampai ketakutan seperti ini?’

 

“Siwon-sshi? Neo gwaenchana? Ini aku Kibum.” Panggil Kibum lembut. Mendengar suara lembut tersebut, perlahan Siwon memberanikan diri mengangkat wajahnya menatap wajah sang pemanggil. Rasa senang seketika menjalari hari Siwon. Tanpa pikir panjang, ia melompat dan memeluk Kibum erat.

 

“Kibum-ah… aku kira aku tak akan bisa bertemu denganmu lagi.” Ujar Siwon sambil tetap memeluk Kibum erat. Tanpa ia sadari, kini Kibum tengah terpaku hebat. ‘Kenapa perlakuan Siwon membuatku berdebar begini?’

 

“Aku tak menyangka bisa bertemu kau lagi. Kau tahu? Penyihir itu ada disini. Dia pasti berniat membawaku kembali ke kerajaan dan memaksaku untuk menikahinya.” Ucapan Siwon seperti tak terdengar oleh Kibum, bagaimana tidak? Sekarang Kibum tengah sibuk menenangkan degup jantungnya yang berpacu semakin cepat.

 

“Kibum… Apa yang kau lakukan disini?” sebuah suara sontak membuat Siwon dan Kibum tersadar dan segera melepaskan pelukan mereka. Mata Kibum membulat kaget,

 

“Kyu-Kyuhyun…”

 

“Apa yang kau lakukan disini bersama seorang…”

 

“Pangeran Siwon?” ucapan Sungmin sontak menghentikan pertanyaan Kyuhyun. Kyuhyun menatap Sungmin yang kini tengah memandang sosok pria yang tadi berpelukan dengan Kibum.

 

“Su-Sungmin…” kini Siwon dan Sungmin malah saling menatap, mengabaikan dua orang lagi yang ada di dekat mereka.

 

‘Jadi ini Pangeran Siwon yang selalu di sebut-sebut olehnya? Huh, aku jauh lebih tampan darinya.’ Batin Kyuhyun tak suka.

 

‘Jadi ini gadis bernama Sungmin yang ia cari?’ batin Kibum berusaha tersenyum. Walaupun yang tercipta adalah sebuah senyuman miris.

 

“Akhirnya kita bertemu lagi putri Sungmin. aku tak sabar ingin membawamu kembali ke istana dan menikahimu.” Ujar pangeran Siwon senang.

 

“Me-menikah?” kepala Kyuhyun terasa di hantam ribuan ton batu. ‘Dia bilang apa tadi? menikah?’

 

 

TBC

10 thoughts on “FF KYUMIN | DESTINY? | GS | PART 5”

  1. WUik jahat banget si penyihir.. cuma ngomongin dikit uda kena sihir –” pake acara mau mencelakakan minie lagi untung batal…
    Kyu kencan sama minnie.. jangan2 kyu suka sama minnie… hati2 ya kyu nanti bisa2 seluruh kain di apartment mu bisa jadi bahan bajunya minnie ;p
    Yah finally pangeran ketemu sm putri.. gimana selanjutnya? pati si penyihir ga akan tinggal diam…

  2. Eh Kyumin g sengaja bertemu ma Sibum y
    Ming bakal ikut siwon balik ke negri dongeng??
    Aigoo Kyu mencium Ming dtempat umum
    Eh Kibum mulai berdebar saat siwon memulukny y

  3. Wah sepetinya kyuhyun udah mulai mencintai sungkin dech…. bakal balikan lagi ga sungmin ma siwon…

  4. ahh ming ko seprei dijadiin gaun ah makanya kyu beliin ming bajulah..ah akhirnya mereka berempat ketemu smua..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s