FF HORROR | DEATH RINGTONE [3]


A SUPER JUNIOR FANFICTION

.

Presented by Sevy Lelibriani © 2012

.

Title : Death Ringtone

.

Disclaimer : Fanfic ini terinspirasi dari film horror One Missed Call , tapi ide cerita murni milik saya. Cast milik Tuhan, ortunya dan SMEnt, kecuali Kyuhyun murni milik saya dan Sungmin. *plak*

Warning : ini FF coba-coba, Fanfic abal-abal, tidak sesuai EYD, typo(s), aneh, tidak masuk akal,membosankan, Judul gak nyambung ama isi.

Prev

Siwon’s Calling’

January 29, 20:00

29 Januari pukul 20:00 ? berarti tepat malam ini? Apa ini pertanda?

~oOo~DEATH RINGTONE~oOo~

Yeoboseyo…” kulihat Yesung mengangkat telepon itu, tapi sesaat kemudian dahinya mengkerut.

“Si..Siwon..? neo gwaenchana?” Yesung terlihat panik, apa yang dia dengar? Oh, jangan bilang sama persis dengan yang ku alami waktu menjawab telepon Eunhyuk.

“Ada apa,Yesung?” tanyaku penasaran setelah Yesung menutup teleponnya.

“A..aku tak tahu… tadi ketika aku mengangkat teleponnya aku hanya mendengar suara mesin mobil. Dan suara jeritan seperti suara Siwon. Coba kau hubungi Siwon, Kyu..” jelas Yesung terbata. Wajahnya pucat, tanpa pikir panjang aku langsung menghubungi Siwon dengan ponsel Yesung.

Yeoboseyo,Won..?”

“….”

“Dimana kau sekarang?”

“…”

“Ah..ani… berhati-hatilah, perasaanku tak enak. Kalau bisa kau jangan pergi saja.”

“…”

“Baiklah, kalau itu maumu. Hati-hati…”

TUUUTT TUUUTTT

“Bagaimana,Kyu?” Tanya Yesung tak sabaran, wajahnya benar-benar terlihat khawatir.

“Dia tetap mau pergi. Dia berangkat jam setengah delapan malam ini” jawabku lesu.

“Ini baru jam 7, kita masih bisa mencegahnya. Ayo, Kyu.” Kata Yesung dan menarikku keluar dari rumahku.

KYUHYUN POV END

SIWON POV

Kini aku telah bersiap-siap untuk berangkat ke villaku, aku benar-benar tak habis pikir dengan kata-kata Kyuhyun dan Yesung. Bukankah Kyuhyun adalah salah satu murid terpintar di sekolah? Kenapa bisa percaya dengan hal-hal tahayul seperti itu. Eunhyuk meninggal memang sudah ajalnya. Akan ku buktikan kalau perkataanku benar. tidak ada yang namanya hantu !

Yah.. semua barang telah ku masukan ke bagasi mobilku, aku juga sudah mengecek mesin. Semuanya baik. Karena semuanya ku rasa cukup, akhirnya ku putuskan untuk berangkat lebih cepat.

BRUUM..BRUUM..

Baru beberapa meter aku meninggalkan halaman rumahku, kulihat ada sebuah mobil berwarna silver berhenti di depan rumahku. Aku seperti tak asing dengan mobil itu. Omo, itu mobil Kyuhyun. Jangan-jangan dia mau berkata aneh-aneh lagi, atau lebih parahnya dia mau mencegahku pergi? Andwae.. lebih baik aku pura-pura tidak menyadari keberadaan mereka.

Tanpa pikir panjang segera ku gas mobilku semakin menjauh.

SIWON POV END

KYUHYUN POV

Kini aku dan Yesung telah menuju ke rumah Siwon. Ku harap dia belum berangkat, ku perhatikan Yesung tidak bisa tenang sedari tadi, selalu saja gelisah. Sejujurnya aku juga cemas, tapi aku berusaha untuk tetap tenang.

Akhirnya kami sampai di depan rumah Siwon. Tapi kenapa sepi dan gelap begini?

“Kenapa gelap dan sepi begini,ya,Kyu? Apa jangan-jangan dia sudah berangkat?” Tanya Yesung panik. Hah, aku benar-benar bisa gila kalau begini.

“Yesung-ah, coba kau lihat mobil di depan itu ! bukankah itu mobil Siwon?” ku lihat ada sebuah mobil hitam, ya, jaraknya cukup jauh dari mobilku. Sepertinya itu mobil Siwon.

“Benar, itu mobil Siwon. Ayo kita ikuti,Kyu.. kita harus mencegahnya.”

Tak banyak bicara, aku segera bersiap menggas mobilku. Namun aku terlambat. Sepertinya Siwon menyadari keberadaan kami. Buktinya dia langsung menggas mobilnya sebelum aku sempat menghampiri mobilnya.

“Cepat kejar dia,Kyu.. ku harap kita tak kehilangan jejaknya.” Perintah Yesung.

Ku lajukan mobilku mengikutinya tapi tetap saja aku kehilangan jejaknya.

“Bagaimana ini, Sung-ah? Kita kehilangan jejaknya.” Ucapku frustasi

TULALITTULALITTULALIT ~~

Kurasa sakuku bergetar, segera saja ku angkat telepon masuk yang ternyata dari Donghae hyung.

Yeoboseyo..”

“…”

“Aku sedang di rumah Siwon. Baiklah, aku segera pulang.”

Tuut tuut~

“Aku harus segera pulang, tadi Donghae hyung meneleponku. Jadi kita harus bagaimana?” tanyaku meminta saran Yesung.

“Yasudah, sebaiknya kita pulang saja.” Ucap Yesung lirih.

“Eh,Kyu… malam ini aku menginap di rumahmu,ya? bolehkan?” kalau dalam keadaan keadaan biasa mungkin aku akan tertawa melihat tampang ketakutan Yesung. Tapi untuk saat sekarang, aku sangat merasakan ketakutannya.

Ne, tentu saja boleh.”

KYUHYUN POV END

SIWON POV

Akhirnya mereka kehilangan jejakku. Baguslah, lebih baik aku terusakan perjalananku. Aku sudah tak sabar sampai ke villa.

Ternyata melakukan perjalanan di malam hari terutama di tempat sesepi ini sangat menyeramkan,ya? Bayangkan saja, di sekitar sini tidak ada rumah penduduk, tidak ada penerangan, dan parahnya kanan-kiri jalan adalah hutan !

Oh,ayolah~ kalian pasti menyangka aku takut hantu,kan? Tidak. Sudah kubilang aku tak percaya hantu. Yang ku takutkan sekarang adalah perampok. Bukan hal mustahilkan aku di rampok lalu dibunuh,kan?

Semakin ku percepat laju mobilku, aku hanya ingin cepat sampai dan beristirahat.

karena penerangan yang terlalu minim, aku tak menyadari ada seorang yeoja yang menyebrang jalan. Tak bisa ku hindari lagi.

BRRAAAKK

Astaga! Apa aku menabrak orang tadi? Segera ku tepikan mobilku. Bergegas aku keluar dari mobilku dan memeriksa keadaan sekitar. Semoga tak ada yang melihat kejadian ini. Bisa-bisa aku masuk penjara karena menabrak orang.

Aneh. Kenapa keadaan jalan sepi? Tak ada orang. Kemana yeoja yang ku tabrak tadi? Seharusnya tubuhnya berada tak jauh dari lokasi aku menabraknya tadi. Tapi kenapa tak ada? Bahkan bekas darah pun tak ada. Apa aku tadi berhalusinasi?

Tiba-tiba kulihat seorang yeoja melintas dibelakang mobilku. Apakah dia yeoja yang kutabrak tadi? Tapi dia terlihat baik-baik saja. Impuls, aku mengikutinya untuk memastikan keadaannya.

“Tunggu,nona.” Panggilku

Tiba-tiba gadis itu membalikan badannya.

“Aarrrggghhh…!”

Apa-apaan ini?! Wajah yeoja itu benar-benar menyeramkan. Wajahnya rusak, kulitnya robek hingga tulang-tulang tengkoraknya terlihat dengan jelas. Belum lagi bau busuk menyeruak dari gadis itu. Aku tak tahan lagi. Segera saja aku masuk ke mobilku dan melajukan mobilku sekencang-kencangnya.

Sesekali aku melirik kaca spion, aku takut kalau yeoja itu tiba-tiba mengikutiku. Setidaknya sekarang aku dapat bernapas lega. Yeoja itu sudah tak ada. Ku stabilkan laju mobilku, namun lagi-lagi aku tertimpa masalah. Tiba-tiba saja mobilku mogok, padahal aku yakin sebelum pergi tadi aku sudah mengeceknya.

Bergegas aku turun dari mobil dan memeriksa mesin mobil ini.

Baru saja aku membuka kap mobil, tiba-tiba hawa dingin meniup tengkukku, tak berapa lama tercium bau yang sangat busuk. Sial! Bau apa ini. Angin bertiup kencang seakan, akan menumbangkan pohon.

Tiba-tiba mesin mobilku menyala otomatis. Aneh. Padahal aku belum memeriksa mesinnya sama sekali. Tapi aku tak peduli, bukannya bagus kalau mobil ini hidup kembali?

Belum sempat aku menaiki mobilku, tiba-tiba mobil itu jalan sendiri ! aku panik. Mobil itu sepertinya mengejarku. Impuls, aku segera berlari, tapi anehnya mobil itu seperti mengikuti kemanapun aku pergi.

Aku sudah benar-benar lelah terus-terusan berlari seperti ini. Tapi mobil itu masih saja mengejarku. Ku paksakan diriku untuk terus berlari, aku tak ingin mati konyol di tempat sepi begini.

Mendadak ku hentikan langkahku, kini di depanku telah berdiri seorang gadis berbaju putih penuh darah, rambutnya menutupi wajahnya, ku lirik kebawah. Kakinya tak menapak tanah. Gadis ini seperti tak asing. Omo ! dia gadis menyeramkan tadi.

Belum sempat aku melangkahkan kakiku untuk berlari, tiba-tiba dari arah belakang ada cahaya yang menerpaku. Sepertinya itu lampu mobilku, impuls ku tolehkan kepalaku ke belakang, ya benar itu mobilku… dan mengarah kepadaku,

BRRAAAKKK

SIWON POV END

AUTHOR POV

BRAAKKK

Belum sempat Siwon menghindar, mobil itu telah menabraknya hingga tubuhnya terpental lima meter dari tempat kejadian darahnya muncrat (?) ke segala arah. Apakah Siwon telah mati?

“aarrgghh… to..toloong… tolong aku.” Ternyata belum, Siwon masih hidup, Ia terus merintih menahan sakit di tubuhnya. Walaupun dia tahu, mustahil ada yang menolongnya di tempat sesepi ini, tapi mulutnya terus saja melirihkan kata ‘tolong’.

Ternyata penderitaan Siwon tak cukup sampai disitu. Mobil itu kembali menghampirinya, segera saja Siwon beringsut menghindari mobil tersebut, namun terlambat.

“AAAARRRGGGHHH…”

Mobil itu berhasil melindas kakinya hingga remuk. Melihat Siwon belum mati, mobil itu er-atau hantu itu masih belum puas juga, mobil itu berbalik arah. Siwon sudah tak sanggup lagi melangkah, tak ayal mobil itu pun berhasil melindas tubuhnya,

“AAAARRRRGGHHH….” Lagi-lagi jeritan pilu itu menggema. jeritan yang merupakan jeritan terakhir Siwon. Jeritan yang mengantarkannya pergi meninggalkan dunia untuk selamanya.

~oOo~DEATH RINGTONE~oOo~

Terlihat Yesung tengah mondar-mandir, sementara Kyuhyun duduk dengan wajah tak tenang.

Televisi di biarkannya menyala.

“Pemirsa, telah terjadi kecelakaan di jalan lintas Seoul menuju Jeju….”

Suara penyiar berita membuat Yesung terkejut dan segera duduk di samping Kyuhyun,

“Coba tambah volume-nya,Kyu.”

“Kecelakaan terjadi pada pukul 20:00, di ketahui pemuda bernama Choi Siwon berusia 18 tahun menjadi korban dalam kecelakaan maut ini….”

Wajah Kyuhyun dan Yesung kini memucat,

ANDWAAEEEE….!”

KYUHYUN POV

Seketika kurasakan kakiku melemas, aku jatuh terduduk di lantai. Kondisi Yesung tak lebih baik, wajahnya pucat pasi. Pandangannya kosong dan menatap nanar ke arah tv. Sungguh benar-benar tak bisa di percaya. Kini kami telah kehilangan dua sahabat kami.

Aku mulai terisak, kurangkul Yesung yang terlihat sangat rapuh.

“Lagi-lagi kita kehilangan sahabat kita, Kyu?! Aku sudah tak sanggup lagi. Sebenarnya ponsel apa itu?! Ponsel itu telah di kutuk,Kyu..!” jerit Yesung frustasi.

“Yesung-ah jaga ucapanmu, kau jangan asal bicara. Kau tak ingat kejadian yang menimpa Siwon? Awal mulanya dia asal bicara, tapi akhirnya jadi seperti ini,kan? Janganlah terpancing emosi,Sungie-ah..” hiburku. Tapi di luar dugaan…

“Jangan terpancing emosi katamu?! Kalau bukan karenamu yang seenaknya masuk ke toko itu dan membawa ponsel itu tidak akan seperti ini kejadiannya ! pabo kau Cho Kyuhyun..!” teriak Yesung marah, kemudian…

BRRUUGGHH

Kurasakan darah mengalir dari sudut bibirku. Ingin rasanya ku balas memukulnya kalau saja aku tak ingat bahwa dia sedang di kuasai emosi. Jadi ku putuskan lebih baik aku diam, hingga emosinya reda. Dia terus saja memukulku. Namun tiba-tiba kulihat seseorang menarik Yesung.

“Apa yang kalian lakukan?!” teriak Donghae hyung, seraya menarik Yesung agar berhenti memukulku.

Sepertinya emosi Yesung sudah mulai reda.

Kulihat napasnya terengah-engah…

Mi..mianhae,Kyu… aku kalap dan memukulmu, mianhae… aku benar-benar bingung, aku takut..!” lirih Yesung dengan wajah tertunduk. Kuhampiri Yesung sambil memegang bahunya,

“Sudahlah, mungkin ini memang salahku.” Ucapku sambil menunduk.

“Sebenarnya ada apa ini?” Tanya Donghae hyung mengintrupsi obrolan kami.

“Siwon meninggal,hyung…” ucapku sambil menunduk.

Jeongmal?” Tanya Donghae hyung kaget. Aku hanya sanggup menundukan kepalaku, aku benar-benar tak sanggup untuk berbicara.

“Dan ini semua karena kesalahanku yang fatal.” Lanjutku dengan suara tercekat.

“Apa maksudmu ini semua salahmu?” Tanya Donghae hyung tak percaya.

Akhirnya ku putuskan untuk menceritakan semua kejadian aneh yang belakangan ini sering menghampiriku bahkan hingga merenggut nyawa Eunhyuk dan Siwon.

“Apa kalian yakin kalau ini ada hubungannya dengan ponsel itu?” Tanya Donghae hyung sambil memandangku dan Yesung bergantian.

“Awalnya aku memang kurang yakin,hyung.. namun setelah kejadian yang menimpa Siwon ini, aku semakin yakin kalau ponsel itulah penyebab semua ini.” Ucap Yesung

“Jadi intinya, gadis yang kalian bilang itu meneror kalian? Tapi apa tujuannya?” Tanya Donghae hyung bingung. Ya, kurasa Donghae Hyung benar. gadis itu meneror kami ada alasannya. Tapi apa?

“Ku rasa kau benar,hyung. Pasti gadis itu mempunyai maksud dengan semua ini. Kita harus menyelidikinya, tapi aku butuh bantuan kalian.” Ucapku ragu-ragu sambil mencuri-curi pandang kearah Yesung dan Donghae hyung secara bergantian.

“Apa ini tidak apa-apa..?” Tanya Yesung ragu.

“Kurasa tak ada salahnya dicoba. Daripada ada korban lagi disini.” Ujar Donghae hyung mantap.

“Baiklah, besok kita mulai selidiki.”

~oOo~DEATH RINGTONE~oOo~

Hari ini kami akan memulai menyelidiki ada apa sebenarnya dengan ponsel langka ini. Tapi jujur aku bingung harus mulai dari mana.

“Kalian sudah siap?” Tanya Donghae hyung.

“Ta..tapi kita harus mulai dari mana hyung? Kau tahu sendirikan kalau waktu itu kami sudah pernah mencoba ke toko barang antic tersebut, tapi yang ada hanya bangunan tua.” Ujarku frustasi.

“Benar juga. Jadi,bagaimana…..”

TULALITTULALITTULALIT~~

Suara ringtone yang tak asing terdengar, impuls ku rogoh sakuku dan membaca tulisan yang tertera di layar ponsel

Toko peralatan antik’

Aneh, hanya tulisan itu yang tertera disana, apa itu sebuah petunjuk?

Hyung ayo cepat kita ke toko yang ada di pertigaan, sepertinya ponsel ini memberi kita petunjuk.”

“Benarkah? Baiklah.” Tanpa membuang waktu kami bertiga bergegas kesana.

~oOo~DEATH RINGTONE~oOo~

“Aneh sekali, sepertinya terakhir kali kita kesini toko ini tidak ada kenapa sekarang jadi ada.” Ujar Yesung sambil melongo (?)

“Benar,kan kataku? Disini ada toko. Kajja kita masuk.”

Aneh memang, padahal jelas-jelas kemarin toko ini tidak ada, tapi sekarang tiba-tiba muncul, ah,sudahlah. Itu tak begitu penting sekarang, lebih baik segera selidiki asal-usul ponsel ini.

Kini kami telah memasuki toko itu.

Annyeong…” sapa kami. Kemana pria tua yang menyambutku tempo hari,ya? (part 1). Kami terus masuk ke dalam toko ini, tapi tak menunjukan keberadaan si lelaki tua yang memberikanku ponsel ini.

“Kenapa tidak ada orang,Kyu?” Tanya Yesung.

“Hmm…entahlah..” jawabku santai sambil sesekali memperhatikan barang-barang antic disana, ku langkahkan kakiku semakin memasuki toko, namun belum ada beberapa langkah, tiba-tiba…

BRRAAAKKK

oOoOo

Kenapa aku bisa berada disini? Tempat ini benar-benar asing bagiku, kemana Donghae hyung dan Yesung? Jangan bilang mereka meninggalkanku sendirian? Kini aku berada di sebuah ruangan yang kupikir ini adalah sebuah kantor. Ku beranikan diri untuk melangkah menyusuri setiap sudut ruangan ini. Aneh, barang-barangnya antik sekali. Tak berapa lama terdengar suara pintu ruangan terbuka, omo aku harus bersembunyi dimana?

Belum sempat aku menemukan tempat persembunyian, orang itu telah masuk. Oh,sudahlah, aku hanya bisa pasrah. Bisa saja aku dikira pencuri. Eh, tapi Kenapa orang itu sepertinya biasa-biasa saja? Seperti tak melihat keberadaanku yang jelas-jelas berada di depannya, mustahilkan kalau dia tak melihatku?

Tak berapa lama terdengar suara pintu di ketuk,

masuklah.” Ujar pria di depanku ini.

Belum sempat aku menyingkir, pria bertubuh besar itu masuk dan langsung menabrakku, hah? Dia menembusku? Apa aku sudah… Tidak mungkin..!

ada informasi apa?” Tanya pria yang kini tengah duduk di kursinya.

aku sudah mendapatkan informasi,Tuan. Mr. Kim memiliki seorang putri, bagaimana kalau kita sandera saja putrinya itu,sebagai jaminan keselamatan putrinya kita minta Mr. Kim menyerahkan seluruh asset perusahaannya. Bagaimana?” jelas si pria besar (?) panjang lebar. Aku penasaran, sebenarnya mereka ini siapa,sih? Mafia,kah?

ide bagus, cepat lacak dimana keberadaan putrinya kemudian bawa ke markas kita.”

baik tuan.”

~oOo~DEATH RINGTONE~oOo~

SSLLLLAAASSSSHHHH

Ku rasakan tiba-tiba tubuhku menjadi ringan dan sekitarku menjadi serba putih, dan….

Hey! Di mana aku? Ini seperti universitas, ku langkahkan kakiku menyusuri setiap koridor, hingga mataku terhenti pada seorang gadis yang di kelilingi oleh dua pria berbadan besar, sepertinya bodyguardnya.

Jebal,ahjussi… biarkan aku sendiri. Aku lelah diikuti terus.”

Tapi,nona… tuan Kim bisa memarahi kami jika kami meninggalkan anda.”

Tidak, kalian tenang saja. Aku jamin appa tak akan memarahi kalian.”

Tapi nona..” belum sempat si bodyguard menyelesaikan perkataannya, gadis itu telah berlari menjauh, ah, aku ingat. gadis itu seperti yang ada di mimpiku, lebih baik ku ikuti dia. Tapi…

SSLLLAAASSSHHHH

~oOo~DEATH RINGTONE~oOo~

SSLLLAAASSSHHHH

Lagi-lagi aku mengalami hal ini, sekarang dimana aku? Eh, tempat apa ini? Seperti belakang gedung. Tak jauh dariku, kulihat gadis tadi terengah-engah sambil sesekali mengintip, mungkin dia takut kalau bodyguardnya menemukannya.

Huufftt… sepertinya sudah aman.” Gumamnya.

Benarkah? Sepertinya kau tidak benar-benar aman sekarang nona besar Kim.” Terdengar suara berat yang tiba-tiba muncul dari belakang kami. Bukankah itu pria besar (?) yang kulihat di ruangan kantor tadi? Tapi kali ini pria itu dating bersama pasukannya. Jangan-jangan gadis ini yang ingin dia Sandra.

Siapa kau? Apa maumu?” ujar gadis itu panic.

Cepat seret dia !” titah pria badak tadi.

Andwae…!”

~oOo~DEATH RINGTONE~oOo~

Kali ini aku berada disebuah ruangan yang pengap, mirip seperti gudang.

Cepat bawa dia masuk.” Suara itu lagi, pasti gadis itu dibawa kemari.

Jebal… lepaskan aku… aku mohon.” Nah, benarkan mereka membawa gadis itu kemari. Apa yang mau mereka lakukan pada gadis itu? Gadis itu terus saja memohon, meratap dan menangis. Sepertinya itu mengganggu komplotan mafia-mafia itu.

PLLAAKK

Kau bisa diam tidak ?! kalau kau tidak bisa diam, aku akan membunuhmu sekarang juga.” Kasihan sekali gadis itu, wajahnya memar dan sudut bibirnya mengeluarkan darah.

Jebal… lapaskan aku..”

Tidak, sampai ayahmu mau menebusmu.”

~oOo~DEATH RINGTONE~oOo~

SSLLAAASSHHH

Ooh… lagi-lagi aku berpindah tempat, sekarang dimana? Tunggu dulu, ini seperti semak-semak. Ah, rupanya gadis itu berhasil lolos. Benar ! dia kini sedang melarikan diri.

Gadis itu terus berlari menghindari kejaran para mafia yang merupakan musuh besar ayahnya itu. Hingga akhirnya….

Jebal.. lepaskan aku.. aku mohon..hiks..hiks..”. ratap gadis itu ketika ia tertangkap.

jangan banyak bicara, karena ini adalah saat terakhirmu,haha..” jawab sang mafia

Diam-diam gadis itu merogoh sakunya dan berniat mengambil ponselnya, ponselnya kenapa mirip sekali dengan ponselku? Apa dia pemilik asli ponsel antic ini? Sepertinya dia ingin menelepon polisi, tapi…

DOOORRRR

Sebuah Peluru keburu menembus kepalanya….

Oh, tidak. Gadis itu mati?

Cepat galikan lubang dan kuburkan mayatnya segera, jangan sampai ada jejak.”

Baik tuan.”

Setelah lubang selesai digalih, mayat gadis itu diseret dan dilemparkan begitu saja kelubang tersebut. Benar-benar keterlaluan.

~oOo~DEATH RINGTONE~oOo~

SLAAASSSHH

Dimana ini? Ah, ini seperti bangunan tua di pertigaan jalan, bangunan yang sama dengan bangunan yang kukira adalah toko pralatan antic.

Cepat kau bakar rumah ini, pastikan mereka sekeluarga mati malam ini juga.”

Baik tuan.”

~oOo~DEATH RINGTONE~oOo~

Ku kerjapkan kedua mataku.

“Kyu kau sudah sadar?” kudengar suara Yesung, jadi tadi hanya mimpi?

“Memangnya aku kenapa?”

“Tadi kau tertimpa peti yang terjatuh. Lalu kau pingsan.” Jelas Donghae hyung.

“Hmm.. kalian tahu? Aku sudah tahu asal-usul ponsel ini.” Ucapku.

“Benarkah? Darimana kau tahu?” Tanya Yesung penasaran.

“Melalui mimpiku. Ayo kita pergi dari sini.”

Mereka pun hanya menuruti perkataanku, kami berjalan beriringan menuju pintu keluar, tapi…

“Hyung, benarkan tadi pintu keluarnya disini?” Tanya Yesung.

“Ya, benar. aku yakin sekali pintunya ada disini. Tapi kenapa sekarang tak ada?”

Kami bertiga hanya saling berpandangan bingung. Aneh sekali, aku sudah dua kali ketempat ini. Dan aku yakin sekali pintu keluarnya berada disini, mustahil kalau pintu bisa berpindah tempat,kan?

“Baiklah, kita berpencar, siapa yang duluan menemukan pintu keluar segera telepon, oke?”

“Baiklah.”

TBC

12 thoughts on “FF HORROR | DEATH RINGTONE [3]”

  1. Huhuhhu siwon mati kalau kau tak bicara seperti itu tidak akan terjadi andweee.
    Mereka akan berpencar kuharap tak terjadi sesuatu

  2. Trus…. apa yang bakal kyuhyun lakuin buat cegah terjadinya korban lagi….
    Mudah-mudahan udah ga da yang mati lagi dech…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s