FF KYUMIN GS: EYES //PART 5


NO COPAST, NO SIDERS, NO PLAGIARISM
DON’T LIKE DON’T READ

HAPPY READING \\(^_^)//
********KYUMIN IS REAL********

Author’s Pov

Kyuhyun kini mendengus kesal. Bagaimana tidak, tempat tidurnya kini dikuasai oleh sesosok wanita. Siapa lagi kalau bukan Sungmin? Tanpa persetujuan Kyuhyun, Sungmin langsung mengambil tempat disamping Kyuhyun. Hey, tidak sadarkah Sungmin kalau disana sempit? Mau tidak mau akhirnya Kyuhyun mengalah dan membiarkannya. Kyuhyun kini berniat memejamkan matanya, namun…

GREP

DEG DEG

“Sung…Sungmin-ah…” panggil Kyuhyun gugup ketika dirasanya tangan Sungmin melingkar ditubuhnya. Sungmin kini memeluknya agresif, seolah mencari kehangatan. ‘apa hantu bisa kedinginan?’ batin Kyuhyun bingung. Sebisa mungkin Kyuhyun berusaha melepaskan jeratan tangan Sungmin. Kalau begini terus bisa-bisa jantungnya meloncat keluar *Kyu lebay*

“Euungghh…Umma… bogoshipo…” sontak kegiatan Kyuhyun menjauhkan tangan Sungmin dari tubuhnya terhenti. Ditatapnya sosok yeoja yang kini tertidur pulas dalam dekapannya. Sungmin kini mengigau dalam tidurnya, jujur, Kyuhyun kini tak tega melihatnya. Di tariknya Sungmin kepelukannya dan di usapnya pelan rambut Sungmin agar tak membangunkannya. Sebisa mungkin ia berusaha membuat Sungmin nyaman dalam pelukannya.

“Umma…” igauan Sungmin kini terdengar lagi.

“Ssstt… tenanglah, aku disini menjagamu. Sekarang tidurlah yang nyenyak.” Bisik Kyuhyun ditelinga Sungmin. Tak lama kemudian mereka sama-sama terlelap dalam mimpi mereka masing-masing.

*************************

Sungmin mengerjapkan mata kelincinya perlahan. Dirasakannya sebuah lengan kekar memeluk pinggangnya. Hangat. Batin Sungmin masih setengah sadar, dibenamkannya lagi kepalanya di dada seseorang dihadapannya. Namun tak berapa lama kesadarannya mulai kembali.

“HWAAA…. NAMJA MESUM!!” teriak Sungmin dan secara reflex menendang Kyuhyun hingga terjatuh dari tempat tidurnya.

“Auuw.. appo… apa yang lakukan?!” teriak Kyuhyun kesal sambil mengusap pantatnya yang tadi mendarat dengan sukses dilantai.

“Salahmu sendiri. Apa yang kau lakukan? Kenapa kau tadi memelukku?” Tanya Sungmin tak mau kalah. Seketika seringai Kyuhyun muncul, sepertinya otak evilnya mulai bekerja. Senyum mesum kini tercetak jelas di sudut bibirnya. Sontak Sungmin menggigil ngeri melihat senyum Kyuhyun.

“Kau tidak ingat kejadian semalam?” Tanya Kyuhyun seduktif.

“Kejadian apa?” Tanya Sungmin takut-takut. Ah, semoga tidak terjadi apa-apa. Batin Sungmin takut. Karena tak kunjung mendapatkan jawaban dari Kyuhyun akhirnya Sungmin memberanikan diri menatap Kyuhyun. Namun naas, malah senyum mesum Kyuhyun yang dilihatnya.

“APA?!” teriak Sungmin jengkel karena Kyuhyun tak juga menjawabnya dan malah memandangnya dengan wajah seperti itu. Wajah Sungmin mulai memanas.

“Hahahahaha….” Seketika tawa Kyuhyun meledak, Sungmin mengernyitkan dahinya heran. Tanpa pikir panjang, diraihnya bantal ditempat tidur Kyuhyun dan melemparkannya tepat mengenai wajah tampan kebanggaan Kyuhyun.

“YA!! Apa yang kau lakukan?” teriak Kyuhyun marah.

“Mi..mian.. habis kau malah tertawa, bukannya menjawab pertanyaanku!” jawab Sungmin sambil mengerucutkan bibirnya imut. Pertanda ia kesal.

“Huh, lebih baik aku mandi.” Ucap Kyuhyun kesal kemudian beranjak ke kamar mandi.

***********************

Kini Kyuhyun tengah menikmati masa bersantainya di ruang tengah sambil berkencan dengan kekasih tercintanya–PSP. Saking asiknya ia memainkan benda elektronik itu ia bahkan tak menyadari bahwa di hadapannya kini telah berdiri sesosok gadis yang memandangnya dengan cemberut. Siapa lagi kalau bukan Lee Sungmin.

“Kyu…” panggil Sungmin. Namun Kyuhyun sama sekali tak menanggapinya. Merasa kesal, digoyangkannya lengan Kyuhyun berusaha menarik perhatian Kyuhyun.

“Kyu…”

“YA…! Lee Sungmin! Apa-apaan kau ini?! lihat, kau membuatku kalah. Arrgghh…!” teriak Kyuhyun marah seraya meratapi tulisan ‘Game over’ dilayar PSPnya.

“Hiks..hiks..” samar-samar Kyuhyun mendengar suara isakan, di liriknya Sungmin yang kini tengah menundukan wajahnya. Apa Sungmin menangis?

“Min… Sungmin-ah…kau tak apa-apa?” Tanya Kyuhyun takut-takut sambil berusaha melihat wajah Sungmin. Namun isakan Sungmin malah terdengar semakin kencang. Kyuhyun benar-benar menjadi kalap saat ini.

“Min… ku mohon diamlah. Bagaimana kalau kita mencari rumah sakit tempatmu dirawat saja?” rayu Kyuhyun tanpa sadar. seketika Sungmin mendongakan kepalanya menatap Kyuhyun tak percaya.

“Jeongmal?” Tanya Sungmin sambil mengerjapkan matanya imut.

‘Ah, sial. Kenapa aku malah bicara seperti itu? Bodoh sekali kau Cho Kyuhyun.” Batin Kyuhyun setelah sadar dengan apa yang di katakannya barusan.

“Ayo, Kyu… kita pergi sekarang.” Ajak Sungmin bersemangat, mau tak mau Kyuhyun hanya mengangguk pasrah.

***********************

“Permisi… apakah ada disini ada pasien bernama Lee Sungmin?” Tanya Kyuhyun pada salah seorang perawat di rumah sakit yang kini ia datangi. Sungmin terlihat harap-harap cemas di samping Kyuhyun. Sementara Kyuhyun sibuk memperhatikan sang perawat yang kini tengah mengecek data pasien di rumah sakit itu.

“Tenanglah, Min… kita pasti bisa menemukan jasadmu.” Hibur Kyuhyun.

“Anda bicara dengan siapa, Tuan?” Tanya perawat itu heran karena melihat Kyuhyun bicara sendiri.

“Ah, ani… aku hanya sedang berdoa tadi.” Jawab Kyuhyun sekenanya. ‘Kyuhyun pabo, jawaban macam apa itu?’ batin Kyuhyun gaje. Buru-buru dialihkannya pertanyaan perawat tadi.

“Jadi bagaimana? Apa ada pasien bernama Lee Sungmin?” Tanya Kyuhyun lagi.

“Maaf, tidak ada pasien yang bernama Lee Sungmin.” Jawab perawat itu.

“Ah, gamsahamnida.” Lirih Kyuhyun putus asa. Ini sudah rumah sakit ke 4 yang ia dan Sungmin datangi hari ini. namun masih belum juga membuahkan hasil.

***********************

Kini Kyuhyun merebahkan tubuhnya di bangku taman sementara kepalanya berada di pangkuan Sungmin. Ia benar-benar lelah hari ini. ia memejamkan matanya menikmati waktu istirahatnya sebelum ia dan Sungmin melanjutkan pencarian mereka. Tak terasa Kyuhyun pun terlelap. Sungmin kini memandang Kyuhyun miris. ‘pasti Kyuhyun sangat lelah, aku benar-benar tak berguna. Hanya bisa merepotkannya saja’ batin Sungmin sambil sesekali mengusap dahi Kyuhyun dan menyeka peluh di dahi Kyuhyun.

Kyuhyun terlihat gelisah dalam tidurnya, sesekali dahinya mengkerut dan keluar igauan dari mulutnya. Sementara Sungmin bingung apa yang harus ia lakukan, ia hanya mengusap kepala Kyuhyun lembut untuk menenangkannya.

Author’s Pov End

Kyu’s Side

Ah, lagi-lagi tempat ini. kanapa aku bisa disini? Bukankah tadi aku sedang bersama Sungmin mencari rumah sakit tempatnya dirawat? Ku edarkan pandanganku kesekeliling tempat ini. siapa tahu aku bertemu lagi dengan wanita itu. Aku berniat mencari wanita itu dan menanyakan tentang Sungmin padanya. Ku langkahkan kakiku menyusuri padang rumput ini.

Nah, benarkan? Kulihat seorang wanita tengah melukis di atas sebuah kanvas sambil tersenyum lembut. Ku dekati wanita tersebut berniat menyapanya. Namun sepertinya ia lebih dulu mengetahui keberadaanku.

Wanita itu tersenyum menatapku kemudian berdiri menghampiriku. Banyak pertanyaan yang siap ku lontarkan padanya, namun belum sempat aku bertanya, ia lebih dulu berkata,

“Kau hampir sampai, Kyu… sebentar lagi gadis itu akan kembali hidup. Jangan putus asa dulu. bantulah dia.” Perlahan gadis itu memudar dan mulai terlihat samar. Sepintas kulihat lukisan di belakang tubuh gadis itu. Kenapa aku seperti tak asing dengan gambar itu?

***********************

Kyuhyun’s PoV

“Kyu…sadarlah, Kyu…”

“Hwaaa…”

BRUKK

Kurasa badanku sakit semua. Seperti terjatuh dari tempat yang tinggi. Dimana aku? Kenapa aku bisa jatuh di atas rumput? Tak jauh dari tempat ku jatuh, kudengar suara cekikikan orang. Ah, aku baru sadar, tadi aku tertidur di bangku taman. Dan sekarang aku malah terjatuh. Benar-benar memalukan.

“Omona, Kyu… gwaenchana?” Tanya Sungmin panik kemudian menghampiriku dan membantuku berdiri, wajahnya terlihat panik.

“Ayo kita lanjutkan perjalanan, Min… kau tahu? Tadi aku bermimpi bertemu wanita itu lagi. Dan katanya sebentar lagi kita akan menemukan rumah sakit tempat kau dirawat.” Ucapku sambil tersenyum, kulihat ia nampak tak percaya dengan apa yang kukatakan. Ia mengerjapkan matanya imut.

“Benarkah?” teriaknya senang. Aku hanya tersenyum melihat tingkahnya kemudian berdiri dan berjalan duluan didepannya.

***********************

Aku dan Sungmin kini berjalan saling berdampingan. Sungguh aku benar-benar lelah, peluh mulai menetes dikeningku. Kakiku juga rasanya mau patah karena seharian berjalan. Kulirik Sungmin disampingku, ia tampak begitu riang bahkan terkadang ia bersenandung kecil sambil tersenyum. Ia begitu bersemangat. Apakah ia tak lelah?

“Kenapa kau memandangku begitu?” Tanya Sungmin ketika mendapatiku tengah menatapnya. Seketika lidahku kelu, aku bingung harus bicara apa. Aku juga bingung kenapa aku menatapnya seperti itu.

“A..aku.. aku hanya heran kenapa kau bisa begitu bersemangat. Aku saja lelah.” Ucapku berusaha terdengar biasa. Ia hanya tersenyum menatapku.

“Tentu saja. aku akan segera pulang dan bertemu dengan orang tuaku. Bukankah itu hebat?” ucap Sungmin antusias.
“Aku juga akan berhenti menyusahkanmu. Kau pasti senang tidak ada lagi yang akan mengganggu istirahatmu.”

JLEB

Kenapa perkataan Sungmin barusan membuatku jadi merasa sedih begini? Dia benar, seharusnya aku senang karena tak ada lagi yang menyusahkanku dan membuatku jengkel. Tapi kenapa rasanya malah seperti kehilangan dan… aku tak rela?

“Lalu apa yang akan kau lakukan ketika sudah kembali nanti?” tanyaku berusaha mengalihkan rasa sakit di dadaku.

“Aku… tentu saja aku akan menikah dengan Jungmo Oppa. Ah, aku sudah tidak sabar.” Ucap Sungmin seraya mendongakan kepalanya menatap langit seolah membayangkan setiap perkataannya.

Kuremas kaosku tepat di bagian dada. Kenapa rasanya begitu sakit mendengarnya akan menikah dengan namja lain? Ayolah, Cho Kyuhyun… kenapa kau jadi begini?

“Apa kau akan melupakanku?” pertanyaan itu keluar begitu saja dari mulutku. Sungmin menghentikan langkahnya kemudian menatapku.

“Kyu… tidak mungkin aku melupakanmu. Kau orang paling berjasa dalam hidupku. Kau tenang saja. aku akan mengundangmu saat aku menikah nanti dengan Jungmo Oppa.” Ucap Sungmin seraya menepuk pundakku. Kupaksakan diriku untuk tersenyum, sial kenapa sulit sekali? Rasanya aku ingin menjerit saat ini juga. Kenapa aku baru menyadari kalau ia berarti untukku disaat ia akan pergi meninggalkanku?

Sungmin kini melanjutkan perjalanannya dengan riang sementara aku mengikutinya dari belakang. Kutatap punggungnya dengan nanar.

‘Tak terasa waktu kebersamaan kita semakin singkat’

***********************

“Min… aku lelah, istirahat sebentar,ya?” rajukku pada Sungmin. Ia pun bergegas menghampiriku dan duduk disampingku. Tanpa membuang waktu, segera kusandarkan kepalaku dibahunya dan menutup mataku menikmati waktu kebersamaan kami yang semakin singkat. Tampaknya ia kaget dengan perlakuanku, tapi ia tak menolaknya.

“Kau kenapa jadi manja begini, Kyu?”

“Ani… aku hanya ingin menikmati waktu kebersamaan kita yang semakin singkat. Ketika kau kembali nanti, aku tak yakin kau akan mengingatku. Kau pasti akan memberikan seluruh waktumu untuk si Jung-Jung itu.” Lirihku mengeluarkan semua unek-unekku. Ia mengusap rambutku perlahan.

“Kau bicara apa,sih, Kyu? Kau membuatku jadi berat untuk meninggalkanmu.” Lirihnya. Aku hanya tersenyum hambar.

“Ayo, kita lanjutkan perjalanan. Hari sudah mulai gelap.” Ujarku memecahkan suasana sedih diantara kami tadi.

***********************

Mataku kini terpaku menatap sebuah lambang dihadapanku. Tepatnya lambang sebuah rumah sakit. Kenapa aku begitu familiar dengan lambang itu?

“Kyu…kau kenapa?” Tanya Sungmin heran.

“Omona. Itu lambang yang aku lihat dilukisan wanita itu!” ucapku setengah tidak percaya.

“Kau bicara apa, Kyu?” tanpa menghiraukan pertanyaan Sungmin, segera kuseret dia memasuki rumah sakit itu. Buru-buru aku bertanya pada seorang perawat disana.

“Permisi, suster. Apakah disini ada pasien yang bernama Lee Sungmin?” Sungmin tampak mengernyit heran.

“Ya, ada. Ia masuk sekitar sebulan yang lalu. Anda siapanya?”

Ucapan perawat itu bagaikan mimpi, jadi benar jasad Sungmin berada disini? Berarti tinggal beberapa menit lagi, ia akan pergi meninggalkanku. Oh, ayolah. Kau tak boleh egois Cho Kyuhyun. Sungmin punya kehidupannya sendiri. Kulirik Sungmin disebelahku, matanya mulai berkaca-kaca dan senyum bahagia terukir dibibirnya.

“Tuan… maaf, anda siapanya?” Tanya perawat itu lagi.

“Ah, mian suster. Aku kakak sepupunya. Di mana ia dirawat?”

“Pasien yang bernama Lee Sungmin berada dikamar 137. Dari sini belok kiri.”

“Gamsahamnida, suster.”

Sepertinya ini memang saat terakhirku untuk sekedar menatapmu, Min… kenapa rasanya begitu berat untuk melepasmu ?

TBC

13 thoughts on “FF KYUMIN GS: EYES //PART 5”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s